| NIM | A1C012070 |
| Namamhs | LUVIANISA RAHARTIAN |
| Judul Artikel | Dampak Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah terhadap Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Beras telah menjadi komoditas strategis yang diatur dalam kebijakan pemerintah melalui stabilisasi harga. Kebijakan stabilisasi harga gabah/beras dilaksanakan dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan atas dasar pertimbangan untuk meningkatkan produksi pangan nasional serta untuk meningkatkan pendapatan petani melalui jaminan harga yang wajar. Petani sebagai penerima harga memperoleh harga gabah yang rendah karena rentannya posisi tawar petani dalam pola pemasaran gabah dan beras. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui dampak kenaikan HPP gabah terhadap pendapatan usahatani padi sawah dan (2) mengetahui hubungan harga gabah di tingkat petani dengan panjang saluran pemasaran gabah dan beras. Penelitian ini dilakukan di Desa Jayalaksana, Desa Cangkingan dan Desa Kedokanbunder Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode Two Stage Random Sampling untuk petani dan metode Accidental Sampling untuk pedagang, diperoleh 51 responden petani dan 13 responden pedagang. Data dianalisis dengan uji beda dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kenaikan HPP gabah meningkatkan pendapatan usahatani padi sawah pada periode musim tanam penghujan dari Rp7.232.580,39/ha menjadi Rp8.753.710,50/ha dan pada periode musim tanam kemarau dari Rp6.121.733,62/ha menjadi Rp7.761.208,25/ha. (2) Harga gabah di tingkat petani berhubungan dengan panjang saluran pemasaran gabah dan beras. Terdapat kecenderungan saluran pemasaran yang panjang akan mengakibatkan harga gabah yang diterima petani rendah begitupun sebaiknya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Rice has become a strategic commodity which arranged in government policy through price stabilization. Price stabilization policy of grain/rice implemented through purchases with the provisions of the government purchasing price (HPP) in accordance with the presidential instruction. This policy is set on the basis of consideration in order to increase national food production and to increase revenue through guarantee farmers a reasonable price. Farmers as a recipient of grain prices have low price because the vulnerability for their bargaining position in pattern marketing grain and rice. This research aims (1) to knowing the increasing impact of HPP against revenue lowland rice farming enterprises and (2) to knowing the relation of grain prices at the farmers with long channel marketing of grain and rice. The research was conducted at Jayalaksana Village, Cangkingan Village and Kedokanbunder Village Kedokanbunder District Indramayu Regency on March until May 2016. The research was conducted using survey method. The sample method was conducted using Two Stage Random Sampling for farmers and Accidental Sampling for sellers, farmers obtained 51 respondents and sellers obtained 13 respondents.Data was analyzed using different test and correlation test. The result of research showed that (1) Price increases of HPP rice can enhance rice farming during a growing wet season from IDR7.232.50,39/ha to IDR8.753.710,50/ha and during a growing dry season from IDR6.121.733,62/ha to IDR7.761.208,25/ha. (2) Grain prices in farmers associated with long marketing channel of rice. There is a tendency the long marketing channels will cause low grain prices farmers and the short marketing channels will cause high grain prices farmers. |
| Kata kunci | Harga Pembelian Pemerintah, pendapatan usahatani, padi sawah, saluran pemasaran, harga gabah. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Anisur Rosyad, M.S. |
| Pembimbing 2 | Ir. Hj. Sundari, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2016-10-04 18:59:11.681611 |
|---|