Artikel Ilmiah : G1A009023 a.n. PRASASTIE GITA WULANDARI

Kembali Update Delete

NIMG1A009023
NamamhsPRASASTIE GITA WULANDARI
Judul ArtikelKORELASI RIWAYAT ATOPIK DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA DI SENTRA INDUSTRI TAHU DESA KALISARI BANYUMAS

Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar belakang : Sentra industri tahu Desa Kalisari merupakan pabrik tahu rumahan di Banyumas yang proses pembuatan tahunya menggunakan bahan penggumpal yang dapat berpotensi menimbulkan gangguan pada kulit pekerja. Selain bahan penggumpal yang digunakan, berbagai penyebab lain seperti adanya riwayat atopik yang terdapat dalam diri pekerja juga akan meningkatkan resiko terjadinya dermatitis kontak akibat kerja. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi riwayat atopik dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja di sentra industri tahu Desa Kalisari Banyumas. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 92 yang didapat dengan cara purposive sampling merupakan pekerja pabrik tahu di sentra industri tahu Desa Kalisari, Banyumas. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diperiksa oleh dokter kulit dan diwawancarai oleh peneliti. Data yang didapatkan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan analisis statistik Chi square. Hasil : Terdapat korelasi riwayat atopik dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja dengan nilai p = 0,030 dengan CC = 0,221 dan OR = 2,917 ( IK 95% =1,089-7,809). Kesimpulan : Terdapat korelasi yang bermakna tetapi kekuatan korelasinya lemah antara riwayat atopik dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja di sentra industri tahu desa Kalisari Banyumas, memiliki riwayat atopik beresiko 2,9 kali untuk menderita dermatitis kontak akibat kerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Kalisari village is center of tofu home industry in Banyumas. Coagulants material used to make tofus have potential induce skin irritation to workers, leads to OCD (occupational contact dermatitis). Besides coagulant material used, many other factors such as a atopic’s history in the workers will also increased the risk of OCD. Objective: To determine correlation between atopic’s history and occupational contact dermatitis incidence of workers at center tofu industrial in kalisari village, Banyumas. Methods: An observational analytic by cross sectional design. The 92 samples were obtained by purposive sampling to workers of tofus industrial center at Kalisari village, Banyumas. The samples, who met the inclusion and exclusion criterias were examined by dermatologist and interviewed by researcher. The datas analyzed by univariat and bivariate Chi square statistical analysis. Results: There was correlation between atopic’s history and occupational contact dermatitis incidence, p= 0,030 with CC = 0,221 and OR= 2,917 (95% CI = 1,089-7,809). Conclusion: There was a statistically significant but weak correlation between atopic’s history and occupational contact dermatitis incidence of workers at center tofu industrial in kalisari village, Banyumas and had 2,9 times risked to develop OCD.
Kata kunciDermatitis kontak akibat kerja, riwayat atopik, pabrik tahu
Pembimbing 1dr. Ismiralda Oke Putranti, Sp. KK
Pembimbing 2dr. Hj. Retno Widiastuti, MS
Pembimbing 3-
Tahun2013
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.