Home
Login.
Artikelilmiahs
4523
Update
GITA RAHMANIA
NIM
Judul Artikel
PENDAPATAN DAN KONSUMSI RUMAH TANGGA PENGUSAHA WANITA INDUSTRI PEMBUAT OPAK ( Studi Kasus Ibu Rumah Tangga Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perempuan mempunyai peranan penting bagi perekonomian. Berdasarkan data BPS tahun 2010 persentase penduduk wanita di Indonesia sebesar 49,83 persen. Persentase jumlah penduduk wanita tersebut merupakan jumlah yang potensial bagi pembangunan ekonomi. Karena saat ini wanita tidak hanya menjalankan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak dan suami, namun wanita sudah mulai ikut berpartisipasi di sektor publik sebagai tenaga kerja wanita. Umumnya wanita cenderung memilih bekerja di sektor informal karena wanita tersebut masih bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga. Bagi para wanita yang tinggal di Desa Panawangan, maka mengolah beras ketan menjadi opak merupakan sebuah pilihan sebagai sumber tambahan penghasilan. Pendapatan yang diperoleh ibu rumah tangga dari produksi opak ditambah dengan pendapatan dari anggota keluarga lain (suami/anak) diharapkan dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Kebutuhan itu berupa kebutuhan sandang, pangan, dan papan serta kebutuhan lainnya yang bisa datang tidak diduga. Penelitian ini dilakukan dengan metode sensus. Data diolah langsung dari responden yaitu pengusaha wanita pembuat opak di Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis dan dari monografi Desa Panawangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi dan tabulasi. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diperoleh hasil : (a) modal dan jam kerja berhubungan terhadap pendapatan responden, sedangkan lama usaha tidak memiliki hubungan dengan pendapatan responden. (b) Besarnya kontribusi pendapatan pengusaha wanita pembuat opak terhadap pendapatan keluarga dikatakan besar, yaitu 60,57 persen atau lebih dari 50 persen menyumbang pendapatan keluarga. (c) Rumah tangga wanita pembuat opak di Desa Panawangan memiliki rata-rata APC sebesar 0,48, dimana hal tersebut berarti APC rumah tangga pembuat opak kurang dari 1, dan dapat dikatakan bahwa pendapatan rumah tangga wanita pembuat opak dapat digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi. Implikasi yang dapat diberikan untuk kesimpulan tersebut adalah : (a) memberikan kemudahan untuk memperoleh modal agar masyarakat bisa meningkatkan usahanya, (b) Pembuat opak hendaknya lebih giat dalam menekuni kegiatannya, serta (c) dapat mempertahankan bahkan meningkatkan usahanya dalam membuat opak, tetapi tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap keluarga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Women have an important role for the economy. Based on BPS data in 2010 the percentage of females in Indonesia amounted to 49.83 percent. Percentage of the women population is potential for economic development. Because, women are not only work at home as a housewife, raising children and husband, but she had begun to participate in the public sector as the female labor force. Generally, women tend to work in the informal sector because women are still able to divide their time between works and family. For women who live in the Panawangan Village making opak from sticky rice is an option as an additional source of income. Income earned from the opak plus income from other family members (husband/son) is expected to provide family needed. Their needs are including in the form of cloth, food, and shelter, and other needs that may come up unexpectedly. The research was done by census method. Data is processed directly from the respondents that women entrepreneurs in the village opak maker at Panawangan Village, District Panawangan, Ciamis and from the Panawangan Village monograph. The data analysis techniques used are correlation and tabulations. Based on the calculation results can be obtained: (a) capital and working hours are related on the income of the respondents, while the business experience does not have a relationship with respondents' income. (b) The amount of women income contribution from making opaque on the family income is quite large, which is 60.57 percent or contribute more than 50 percent on the total family income. (c) Households that the women are making opak in the Panawangan village have an average of APC at 0,48, where it is means that APC of households that making opak less than 1, and it can be said that the woman's household income opak maker can be used to meet all consumer needs. The implications that can be given to this conclusion are (a) by given capital so that people can improve their business, (b) opaque maker should pursue more effort in their activities, and (c) to maintain and even increase its efforts in making opak, but not forgotten their duty as a housewife.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save