Artikel Ilmiah : G1B009032 a.n. FAJRIN NUR AZIZAH
| NIM | G1B009032 |
|---|---|
| Namamhs | FAJRIN NUR AZIZAH |
| Judul Artikel | PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MANTAN PENDERITA TUBERCULOSIS (TB) PARU SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) ( Studi di Wilayah Kerja Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kegagalan pengobatan (drop out) penderita adalah peran Pengawas Minum Obat (PMO) yang kurang maksimal. Permasalahan yang timbul adalah kurangnya pemahaman PMO mengenai tugas dan fungsinya. Alternatif PMO yang digunakan dapat berasal dari mantan penderita Tuberculosis (TB) Paru yang sudah sembuh. Perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengawas minum obat dalam melakukan pendampingan pada penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan PMO dan keterampilan cara pendampingan PMO di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 26 PMO dari mantan penderita TB yang sudah sembuh dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji pair T-test dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan antara sebelum dan sesudah pelatihan serta antara sebelum dan jarak 1 minggu sesudah pelatihan.Ada perbedaan pengetahuan antara sesudah dan jarak 1 minggu sesudah pelatihan akan tetapi tidak ada perbedaan pada keterampilan. Pelatihan pengawas minum obat hendaknya dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga PMO mampu melakukan pendampingan terhadap penderita baru TB Parun dengan baik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | One of the factors contributing to the failure of the petient treatment (drop out) is caused by supervisors taking medication or PMO’role function not realy maximum. The problem that arises is the lack of understanding PMO about theirs tasks and functions. Alternative PMO used from ex-Pulmonary Tuberculosis patient. Training needs to be done to increase the knowledge and skills of supervisors for patients assisting medication. Determine the effect of training to increase knowledge and skills of ex- Pulmonary Tuberculosis patient as a supervisors taking medication in the Kembaran II Comunity Health Center of Banyumas district. The method was used quasy experimental with one group pretest and posttest design. The number of samples this research as many as 26 PMO from ex- Pulmonary Tuberculosis patient was cured by the use of technical purposive of sampling. The analysis of the data was used pair T-test and wilcoxon. There was a significant difference on knowledge and skill between before and after training and between before and one week after training. There was a significant difference knowledge between after training and one week after training but no difference in skill. Training must be continue to increase the knowledge and skills of the supervisor taking medications for assisting the new Pulmonary TB patient. |
| Kata kunci | Pelatihan, Pengetahuan, Keterampilan, Pengawas Minum Obat |
| Pembimbing 1 | Sri Nurlaela,SKM.,M.epid |
| Pembimbing 2 | Dwi Sarwani Sri Rejeki,SKM.,M.Kes (Epid) |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |