Home
Login.
Artikelilmiahs
9424
Update
ASTARI ELKA ISTIQOMAH
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR PERILAKU OPORTUNISTIK PENYUSUNAN ANGGARAN (Studi Pada Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
RINGKASAN Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang menetukan perilaku oportunistik penyusunan anggaran Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Ada beberapa fakta yang berkaitan dengan penyimpangan pada penggunaan APBD, dimana penyimpangan dari proses penganggaran bermula karena praktek perilaku oportunistik pemangku kepentingan (stakeholders). Objek penelitian ini adalah Oportunistik Penyusunan Anggaran (OPA) Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), Dana Alokasi Umum (DAU) pada Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda, penelitian berdasarkan data panel (time series dan cross-sectional), dan spread anggaran belanja pada Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun anggaran 2010-2012. Penelitian ini menemukan bukti yang mendukung penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan faktor yang menentuka perilaku oportunistik penyusunan anggaran pada Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Penemuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Semakin tinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka akan semakin besar perilaku Oportunistik Penyusunan Anggaran (OPA) di Provinsi Jawa Tengah 2) Semakin tinggi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) maka akan semakin besar perilaku Oportunistik Penyusunan Anggaran (OPA) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah 3) Semakin tinggi Dana Alokasi Umum (DAU) maka akan semakin besar perilaku Oportunistik Penyusunan Anggaran (OPA) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah 4) Dana Alokasi Umum memberikan pengaruh paling besar pada Oportunistik Penyusunan Anggaran. Pelaku oportunistik penyusunan anggaran dapat dikurangi dengan memperbaiki mekanisme perencanaan, yaitu dengan melaksanakan perencanaan partisipatif yang melibatkan masyarakat sehingga perencanaan anggaran lebih transparan dan aspiratif. Perilaku oportunistik penyusunan anggaran terjadi karena adanya kesempatan atau sebagai reaksi dari lemahnya regulasi, oleh karena itu regulasi hatus dibuat lebih ketat dan jelas
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT This study analyzes factors that determine the behavior of opportunistic budgeting at the district/city in Central Java. There are several facts related irregularities (fraud) in the use of APBD, where the deviation of the budgeting process begins allegedly because the practice of opportunistic behavior of stakeholders. Objects in this study is the opportunistic behavior of budgeting (OPA), income (PAD), Excess of Budget Financing (SiLPA), General Allocation Fund (DAU) at the district/city in Central Java. Using multiple regression analysis techniques, research based on panel data (time series and cross-sectional), the form of PAD, SiLPA, DAU and the spread of expenditures in the budget at the district/city in Central Java fiscal year 2010-2012. This study found the evidence to support several previous studies associated with the factors that determine the behavior of opportunistic budgeting at the district/city in Central Java. The findings of this study it can be concluded that 1) the greater the amount of revenue (PAD) that is owned by Regency/City in Central Java, the greater the opportunistic behavior of budget preparation, 2) the greater amount of Excess of Budget Financing (SiLPA) in APBD, the greater the budgeting opportunistic behavior, 3) the greater the amount of DAU, the greater the opportunistic behavior of budgeting. Budgeting opportunistic behavior can be reduced by improving the planning system, i.e. by carrying out participatory planning involving the community so that a more transparent budget planning and aspirational. Budgeting opportunistic behavior occurs because of chance or as a reaction to weak regulation, therefore regulations should be made more firm and clear.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save