Home
Login.
Artikelilmiahs
11487
Update
PENY TUTUT ASTARINI
NIM
Judul Artikel
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT (GRDP) BASED ON SECTOR TO LOCALLY GENERATED-REVENUE (LGR) IN BANJARNEGARA DISTRICT IN 1998-2012 PERIOD
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Menurut Sektor Terhadap Produk Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Banjarnegara Tahun 1998-2012”. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk menganalisis PDRB menurut sektor Primer, sector Sekunder dan sector Tersier terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. (2) Untuk mengetahui sektor apa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan PAD Kabupaten Banjarnegara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang diperoleh dari BPS, Bappeda dan literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain adalah PDRB dan PAD 1998-2012 di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini meggunakan alat Analisis Regresi Linier Berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh dari suatu variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi β1 variable PDRB sektor primer diperoleh hasil 106,756 artinya PDRB sektor primer mempunyai pengaruh positif terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Hal ini berarti apabila PDRB sektor primer mengalami peningkatan sebesar Rp 1.000.000,00 maka PAD Kabupaten Banjarnegara meningkat sebesar RP 106,756,00. Dari hasil penghitungan analisis regresi dan uji statistik maka di peroleh, secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri PDRB sektor primer berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Hal ini berarti bahwa sektor primer masih merupakan salah satu penyumbang bagi pendapatan daerah yang cukup potensial. Sumbangan dari sektor pertanian, pertambangan dan penggalian masih cukup tinggi terhadap PDRB primer, terutama untuk sektor pertanian yang secara absolut masih besar sumbangannya bagi PDRB kabupaten Banjarnegara. (2) Dengan menghitung koefesien regresi variabel PDRB sektor sekunder sebesar 198,575 artinya variabel PDRB sektor sekunder mempunyai pengaruh yang positif terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Apabila PDRB sektor sekunder mengalami peningkatan sebesar Rp 1.000.000,00 maka PAD Kabupaten Banjarnegara meningkat sebesar Rp 198,575,00. PDRB sektor sekunder baik secara bersama-sama dan sendiri-sendiri mempengaruhi PAD Kabupaten Banjarnegara. Dengan semakin banyak tenaga kerja yang terserap di dalam sektor sekunder ini maka akan semakin mengurangi tingkat pengangguran dan akan meningkatkan pendapatan dari masyarakat. Dengan peningkatan pendapatan dari masyarakat, maka akan meningkatkan daya beli yang berpengaruh terhadap pemasukan pendapatan daerah dari segi pajak dan retribusi. (3) Variable sektor tersier secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan variable sektor tersier mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara ditolak. Ini karena sektor tersier jarang digunakan di Negara berkembang atau di daerah-daerah. (4) Variabel yang paling berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara selama kurun waktu 1998-2012 adalah sektor primer. Dari penelitian ini pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara perlu lebih memperhatikan sektor tersier tanpa mengabaikan sektor primer dan sektor sekunder agar ketiga sektor tersebut dapat secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Untuk mendorong peningkatan PAD Kabupaten Banjarnegara, pemerintah harus mengoptimalkan sumber-sumber PAD yang ada dan jeli mencari sumber-sumber PAD yang baru dari sektor primer guna menambah pendapatan daerah, misalnya dengan menambah retribusi daerah dari sektor penggalian dan pertambangan. Disamping itu, mekanisme pengeluaran pemerintah daerah harus diperhitungkan secara efisien. Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara perlu meningkatan kemampuan dalam menarik investasi yaitu dengan menambah dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, perijinan dan kemudahan yang diberikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetap selektif terhadap investor, dan jangan menggantungkan investasi pada satu dua investor saja. Selain itu, PAD harus ditingkatkan untuk kemandirian masyarakat, jadi ketika PAD meningkat dana alokasi untuk publik akan meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Pada penelitian ini sektor primer paling berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara, oleh karena itu sektor ini perlu mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah daerah Kabupaten yaitu dengan kebijakan pembangunan melalui upaya-upaya yang mengarah pada agroindustri dan agrobisnis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research title is “Analysis Of The Influence Of Gross Regional Domestic Product (GRDP) Based On Sector On Locally Generated Revenue (LGR) In Banjarnegara District In 1998-2012 Period. The purpose of this research is (1) To analyze GRDP by primary sector, secondary sector and tertiary sector on LGR Banjarnegara District. (2) To find out what is the most influential sector to the growth of LGR Banjarnegara District. Data used in this research were secondary data obtained from CSA, Board for Planning and Regional Development and literature related to this research. Secondary data required in this research were GRDP and LGR in 1998-2012 in Banjarnegara District. This research used Linear Regression Analysis tool to determine the influence of an independent variable on dependent variable. The result of this study show that (1) Regression coefficient value β1 primary sector GRDP variable obtains 106.756, it means primary sector GRDP has positive influence on Banjarnegara LGR. This means if the primary sector GRDP increases in RP 1.000.000,00 then Banjarnegara LGR increases by RP 106,756,00. From the results of the regression analysis and the calculation of statistical test, simultaneously and partially the primary sector GRDP influences on Banjarnegara LGR. This means the primary sector is still one of the contributors to LGR. Contribution of agriculture, mining and quarrying is still quite high, especially the agricultural sector which is still large in absolute terms regarding its contribution to Banjarnegara GRDP. (2) From the calculation of regression coefficient value β2 secondary sector GRDP variable obtains 106.756, it means primary sector GRDP has positive influence on Banjarnegara LGR. This means if the secondary sector GRDP increases by Rp 1.000.000,00 then Banjarnegara LGR increases by RP 198,575,00. From the results of the regression analysis and the calculation of statistical test, simultaneously and partially the primary sector GRDP influences on Banjarnegara LGR. With more workers absorbed in the secondary sector, this will further reduce the level of unemployment and will increase the income of the community. With the increasing income of the community, it increases the purchasing power of the region in terms of income taxes and levies. (3) Tertiary sector variable is partially giving no significant effect on Banjarnegara LGR. Thus, the hypothesis states that tertiary sector variable has significant influence on Banjarnegara LGR is rejected. This is because the tertiary sector is rarely used in developing countries or regions. (4) The variables that most influence on Banjarnegara LGR since 1998-2012 is primary sector. From this research, Local Government of Banjarnegara needs more attention on tertiary sector without neglecting the primary sector and secondary sector that these three sectors can simultaneously give effect on Banjarnegara LGR. To boost Banjarnegara LGR, the government should optimize the LGR resources available and find new revenue sources from primary sector in order to increase LGR, for example by increasing levies of excavation and mining sectors. In addition, the mechanism of local government expenditure must be calculated efficiently. Local Government of Banjarnegara needs to improve the ability to attract investment to increase and improve the quality of road infrastructure, licensing and convenience provided, improving the quality of human resources, remain selective towards investors, and do not only relying on one or two investors. Not only that, LGR should be increased for community self-reliance, thus when LGR increases the allocation of public funds will be increased, so the public welfare will also increase. The most influential variable on Banjarnegara LGR is primary sector. Therefore, this sector should receive more attention from local government, such as policy development that led to agro-industry and agribusiness.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save