Artikel Ilmiah : A1H010047 a.n. AMIN
| NIM | A1H010047 |
|---|---|
| Namamhs | AMIN |
| Judul Artikel | KAJIAN UNSUR IKLIM MIKRO PADA SISTEM AEROPONIK DENGAN PENDINGINAN PERAKARAN UNTUK PRODUKSI BENIH KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN RENDAH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh iklim mikro dan pendinginan daerah perakaran terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil benih kentang di daerah dataran rendah pada sistem aeroponik. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu kontrol, suhu pendinginan nutrisi 20 oC dan pH nutrisi 6,5 (perlakuan 1), suhu pendinginan nutrisi 15 oC dan pH nutrisi 6,5 (perlakuan 2) dan suhu pendinginan nutrisi 15 oC dan pH nutrisi 7,5 (perlakuan 3). Data iklim mikro rata-rata di greenhouse yaitu suhu udara 27 oC, kelembaban udara 83 %, kecepatan angin 0,02 m/s, dan tekanan udara 102 kPa. Data evapotranspirasi tanaman untuk masing-masing perlakuan kontrol, perlakuan 1, perlakuan 2 dan perlakuan 3, berturut-turut adalah 0,88 mm/hari, 2,33 mm/hari, 1,57 mm/hari dan 2,29 mm/hari. Perlakuan 1 memiliki evapotranspirasi tertinggi yang menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi diantara perlakuan yang lain. Pendinginan daerah perakaran pada perlakuan 1 juga menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot umbi, diameter umbi tertinggi diantara perlakuan yang lain. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Purpose of this study is to know the influence of microclimate and zone cooling on crop growth and yield of potato in aeroponic system inside the greenhouse. The study consisted of four treatments: control, nutrition cooling temperature of 20 oC and nutrition pH of 6,5 (first treatment), nutrition cooling temperature of 15 oC and nutrition pH of 6,5 (second treatment) and nutrition cooling temperature of 15 oC and nutrition pH of 7,5 (third treatment). The microclimate data in the greenhouse are 27 °C air temperature, 83 % humidity, 0,02 m/s wind speed, and 102 kPa air pressure. The crop evapotranspiration data for each of the control treatment, first treatment, second treatment and third treatment, respectively 0,88 mm/day, 2,33 mm/day, 1,57 mm/day and 2,29 mm/day. First treatment has the highest rate of evapotranspiration which resulted the highest height of plant and number of leaves among other treatments. Root zone cooling at first treatment also resulted the highest height of plants, number of leaves, number of tubers, weight of tubers, diameter of tubers, among other treatments. |
| Kata kunci | kentang, aeroponik, dataran rendah, iklim mikro, pendinginan daerah perakaran. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ardiansyah, S.TP, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Eni Sumarni, S.TP, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2014-08-15 12:59:07.644429 |