Home
Login.
Artikelilmiahs
10499
Update
KANIA KANISTIA
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA ORANG TUA ANAK DISABILITAS TUNGGAL DENGAN ORANG TUA ANAK DISABILITAS GANDA DI SLB ABC WATHANIYAH ARJAWINANGUN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang:Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya dapat berkembang secara normal. Namun, beberapa anak terlahir dengan kondisi mengalami disabilitas.Bagi orang tua, memiliki anak disabilitas menjadi sebuah pengalaman yang traumatis, apalagi jika anak tersebut memiliki lebih dari satu disabilitas yang berat.Orang tua anak disabilitas memiliki tanggung jawab dan tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan orang tua anak normal.Hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat kecemasan pada orang tua anak disabilitas. Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan antara orang tua anak disabilitas tunggal dengan orang tua anak disabilitas ganda di SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. Metode:Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anakdisabilitas di SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. Sebanyak 40 orang tua anak disabilitas memenuhi kriteria eksklusi. Data diperoleh dari hasil pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Anxiety Analog Scale (AAS). Analisis statistik yang digunakan adalah uji Mann Whitney. Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kecemasan antara orang tua anak disabilitas tunggal dengan orang tua anak disabilitas ganda (p>0,05). Beberapa faktor penyebab hasil menjadi tidak signifikan baik secara statistik maupun teori, yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, jenis disabilitas, variasi ketunaan dan lama memiliki anak disabilitas. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kecemasan antara orang tua anak disabilitas tunggal dengan orang tua anak disabilitas ganda di SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Every parents wants their children to grow up normally. However, some children are born with disability. It becomes a traumatic experience, especially if the child has more than one severe disability. Parents of disabled child had responsibilities and pressures greater than parents with normal child. This causes higher levels of anxiety in parents of disabled child. Objective:This study aimed to know the difference level of anxiety between parents of single-disability children and parents of multiple-disability children in SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. Method: This was an analytic observational study with cross-sectional approach. The study involved 40 parents of disabled child in SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun. The respondents were matched with exclusion criteria. Anxiety AnalogScale(AAS) questionnaire was used to obtain data. Univariable analysis was done, followed by theMann-Whitney Test for bivariable analysis test. Result: There was no significant difference in level of anxiety between parents of single-disability children and parents of multiple-disability children (p>0,05). Some factors affecting the results are sex, education level, economic level, type of disability, and time to have a disabled child. Conclusion: There was no significant difference level of anxiety between parents of single-disability children and parents of multiple-disability children in SLB ABC Wathaniyah Arjawinangun.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save