Artikel Ilmiah : C1A009131 a.n. ANJAR PRASETYO

Kembali Update Delete

NIMC1A009131
NamamhsANJAR PRASETYO
Judul ArtikelANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG BERPENGARUH TERHADAP NILAI PRODUKSI TEMPE KEDELAI DAN KELAYAKAN USAHANYA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG
BERPENGARUH TERHADAP NILAI PRODUKSI TEMPE KEDELAI (studi
kasus: Indutri Kecil dan Rumah Tangga Desa Rawalo Kecamatan Rawalo
Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
secara bersama-sama dan individu dari variabel biaya modal tetap, biaya bahan
baku, biaya bahan bakar dan biaya tenaga kerja serta mengetahui variabel
manakah yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi tempe di Desa Rawalo,
Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Metode slovin digunakan untuk
menentukan jumlah responden sebanyak 51 dari seluruh populasi sebanyak 103
orang perajin. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei dengan
melakukan wawancara secara langsung dan menggunakan kuisioner. Metode
analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression
analysis)dan R/C.
Hasil analisis regresi berganda menyatakan bahwa variabel modal tetap,
bahan baku, bahan bakar dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap produksi tempe dengan nilai F-
hitung
113,196 > F-
2,57.
Hasil pengujian secara individu menyatakan bahwa variabel bahan baku dengan
nilai t-hitung 9,682 > t-tabel 2,013 dan tenaga kerja dengan nilai t-hitung 3,645 >
t-tabel 2,013 berpengaruh positif terhadap produksi tempe. Tenaga kerja
merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi tempe di Desa
Rawalo Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas dengan nilai koefisien beta
1,832. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa total pendapatan dari usaha
pembuatan tempe kedelai ini lebih besar dari pada biaya produksi yang
digunakan, sehingga pelaksanaan usaha ini sudah menguntungkan. Hal tersebut
terlihat dari nilai R/C rasio yang lebih besari dari 1, yakni sebesar 1,6.
Implikasi dari penelitian ini yaitu para perajin tempe kedelai perlu
memperhatikan faktor bahan baku dan tenaga kerja dalam proses produksi tempe
(3)
tabel
kedelai, karena variabel bahan baku dan tenaga kerja merupakan variabel yang
berpengaruh terhadap peningkatan produksi tempe kedelai. Hal yang perlu
dilakukan oleh para perajin untuk meningkatkan produksi tempe kedelai yaitu
dengan menambah penggunaan bahan baku yang berkualitas dengan harga yang
relaif lebih murah dan menambah tenaga kerja yang memilki ketrampilan serta
pengalaman. Selain itu juga cara mengkombinasikan antara bahan baku dan
tenaga kerja secara tepat.
Kata kunci :
Tempe kedelai, Desa Rawalo, Total Produksi.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research entitled “THE ANALYSIS OF PRODUCTION FACTORS THAT
INFLUENCE THE PRODUCTION OF SOY TEMPE” (A Case Study: Small
Industry and Households in Rawalo village, Sub district of Rawalo, District of
Banyumas). The purpose of this research is to know the influence of permanent
capital variable, basic commodity, fuel and workers, either collectively or
individually. And also to know which one is the most influential variables to the
production of soy tempe, in Rawalo village, Rawalo sub district, Banyumas
district. Slovin method is used to determine 51 repondents from the whole
population 103 soy tempe markers. The writer uses survey method to get the data,
that is by direct interview and questioner. Meanwhile, the data analysis method
used is multiple regression analysis and R/C.
The results of multiple regression analysis states that, collectively
permanent capital variable, basic commodity, fuel and workers are significantly
influencing the production of soy tempe with value F-hitung 113,196 > F-table
2,57. The results of individual experiment states that basic commodity variable
with value T-hitung 9,682 > T-table 2,013 and the workers with value T-hitung
3,645 > T- table 2,013 positively influence the production of soy tempe. The
workers is the most influential variable to the production of soy tempe in Rawalo
village, Rawalo sub district, Banyumas district with beta coefficient value 1,832.
It is seen from the value of R / C ratio of greater than 1, which is equal to 1.6.
The implication from this research is that the tempe makers should notice
the factors of basic commodity and workers in the process of producing soy
tempe, because these variables are influencing variables in increasing soy tempe
production. Things that should be done by tempe makers to increase soy tempe
production are by adding the basic commodity with good quality but in cheap
price, and also adding skillful and experienced workers. Besides, it also needs to
combine between the basic commodity and workers appropriately.
Keywords :
Soy Tempe, Rawalo Village, Total Production.
Kata kunciTEMPE KEDELAI, DESA RAWALO, TOTAL PRODUKSI
Pembimbing 1Drs. Sri Nugroho PR M.A
Pembimbing 2Kikin Windhani SE,M.Ec.Dev
Pembimbing 3Drs. Supadi M.Si
Tahun2016
Jumlah Halaman25
Tgl. Entri2016-08-22 21:31:33.709912
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.