Artikel Ilmiah : C1A012050 a.n. DEWI SITI MULYANI
| NIM | C1A012050 |
|---|---|
| Namamhs | DEWI SITI MULYANI |
| Judul Artikel | EFISIENSI USAHA DAN KEUNTUNGAN USAHA TANI JAGUNG DI DESA DANGDEUR KECAMATAN BANYURESMI KABUPATEN GARUT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Efisiensi Usaha dan Keuntungan Usaha Tani Jagung di Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut”. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui tingkat efisiensi usaha usaha tani jagung di Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut; 2) Mengetahui keuntungan yang diterima dari usaha tani jagung di Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut; 3) Menganalisis break even point atau titik impas usaha tani jagung di Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani jagung di Desa Dangdeur. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 petani jagung di Desa Dangdeur dengan metode stratified random sampling (acak berstrata). Pada penelitian ini digunakan analisis R/C rasio untuk mengetahui tingkat efisiensi usaha, analisis penerimaan dan biaya untuk mengetahui besarnya keuntungan dan analisis break even point untuk menghitung BEP. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata penerimaan usaha tani jagung per 1 hektar di daerah penelitian adalah Rp17.776.237,00 dengan rata-rata biaya produksi sebesar Rp10.845.225,00 sehingga diperoleh total pendapatan bersih usaha tani jagung di daerah penelitian sebesar Rp6.931.012,00. Nilai R/C yang diperoleh 1,63 > 1. Rata-rata nilai BEP unit sebesar 2.071 kg, BEP penjualan sebesar Rp6.017.150,00, BEP harga produksi Rp1.803,00 dan BEP luas lahan sebesar 0,93 hektar maka usaha tani jagung didaerah penelitian sudah efisien dan menguntungkan serta layak untuk diusahakan. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Penggunaan input produksi seperti pupuk dan bibit perlu disesuaikan dengan standar operasional prosedur, agar petani dapat menghasilkan jagung berkualitas dengan produksi yang optimal dan biaya yang efisien. Biaya terbesar diperoleh dari biaya tenaga kerja, penggunaan alat-alat pertanian modern dalam dalam proses tanam, pemupukan dan panen akan membantu memudahkan proses pertanian dan mempercepat waktu pengerjaan, dengan demikian petani dapat meminimalkan biaya. 2) Pendapatan yang diperoleh dari usaha tani jagung secara keseluruhan sudah memberikan keuntungan kepada petani di Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Dilihat dari pendapatan yang diperoleh, usaha tani jagung ini dapat tetap dilanjutkan, karena telah memberikan keuntungan kepada petani. 3) Luas lahan yang berada di bawah nilai BEP, perlu dilakukan ekstensifikasi pertanian, hal ini dimaksudkan agar petani dapat mencapai titik impas dalam luas lahan dan tetap bisa menjaga efisiensi produksi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This reseacrh entitled “Business Efficiency and Profits of Corn Farming in Dangdeur Village of Banyuresmi District Garut Regency”. This research aims 1) determine business efficiency level of corn farming in Dangdeur Village, Banyuresmi District, Garut Regency; 2) determine profits that earned by corn farming in Dangdeur Village, Banyuresmi District, Garut Regency; 3) analyze the break event point of corn farming in Dangdeur Village, Banyuresmi District, Garut Regency. The method of this research used survey and usage primary data by interview questionnaries. Populations of this research are all of corn farmers in Dangdeur Village. The number of samples are 80 respondents in Dangdeur Village and sample method used by stratified random sampling. This research used R/C ratio analysis to determine business efficiency level, income and cost analysis to determine profits and break event point analysis to determine BEP. The result of this research shows that average income of corn farmers per 1 hectare is Rp17.776.237,00 and average cost of production is Rp10.845.225,00 so total revenue of corn farming in this research area is Rp6.931.012.,00. R/C values which gained is 1,63 > 1. Average BEP’s unite value is 2.071 kg, BEP’s sales is Rp6.017.150,00, BEP’s price of production is Rp1.803,00 and BEP’s land area is 0,93 hectare so corn farming in the research area are efficient and profitable. Implications of this research are: 1) The usage of input production such as fertilizer and seeds should be adapted by operational standards procedure so farmers can producing good quality of corn with higher resale values with efficient cost. Most of cost came from labour cost. The usage of modern farmer tools on planting process, fertilizing and harvest will help and simplify the process of agriculture and accelerate the processing time, so farmers can minimize their costs. 2) Revenues which gained from corn farmers overall already profitable for farmers in Dangdeur Village, Banyuresmi District, Garut Regency. Observed from revenue that earned, this corn farmers can be continued, because already profitable. 3) Land area which under the BEP value, should be done agricultural extensification, it is intended so farmers can reach BEP’s land area and can maintain efficiency of production. |
| Kata kunci | Efesiensi Usaha, Keuntungan, Break Event Point |
| Pembimbing 1 | Dra. Endang Sri Gunawati, MP |
| Pembimbing 2 | Drs. Sukiman, MP |
| Pembimbing 3 | Barokatuminalloh, S.E, M.Sc |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2016-08-10 22:46:10.190795 |