Artikel Ilmiah : C1L011009 a.n. ACHMAD TEZAR PAHLEVI STEFANNANDRA
| NIM | C1L011009 |
|---|---|
| Namamhs | ACHMAD TEZAR PAHLEVI STEFANNANDRA |
| Judul Artikel | THE EFFECT OF FIRM SIZE, PROFITABILITY AND PUBLIC OWNERSHIP STRUCTURE ON INCOME SMOOTHING AFTER THE IMPLICATION OF PSAK 50 AND 55 (Empirical Study on Banking Companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2010-2014) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | PSAK 50 & 55 (revisi) penting bagi sektor perbankan, karena bertujuan untuk meningkatkan transparansi, memperkecil pengungkapan yang hanya menguntungkan manajerial perbankan dan mempersempit kemungkinan adanya kecurangan. Perataan laba merupakan salah bentuk kecurangan yang sering manajemen lakukan untuk memaksimalkan keuntungan bagi dirinya sendiri sehingga membuat investor salah dalam mengambil keputusan untuk investasinya. Penelitian ini merupakan penelitian verifikatif untuk menguji kebenaran tentang pengetahuan dan penelitian terdahulu pada perusahaan perbankan yang terdaftar di IDX. Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas dan Struktur Kepemilikan Publik Terhadap Praktek Perataan Laba Pasca Penerapan PSAK 50 & 55 ” (Studi Kasus pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di IDX Periode 2010-2014). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan perbankan yang terdaftar di IDX pada periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan 25 perusahaan perbankan sebagai sampel yang didapat melalui metode Purposive Sampling. Discretionary Accrual dengan Modified Jones digunakan untuk menentukan praktek perataan laba. Metode Multiple Linear Regression digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini. Hasil penelitian memberikan bukti empiris sebagai berikut, pertama, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap praktek perataan laba. Kedua, return on assets tidak berpengaruh terhadap praktek perataan laba. Ketiga, operating profit margin tidak berpengaruh terhadap praktek perataan laba. Keempat, earnings per share berpengaruh negatif terhadap praktek perataan laba. Kelima, struktur kepemilikan publik berpengaruh positif terhadap praktek perataan laba. Temuan hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi investor untuk lebih berhati-hati pada earnings per share dan struktur kepemilikan publik dalam mengambil keputusan untuk investasi, karena kedua faktor tersebut mempunyai pengaruh terhadap praktek perataan laba. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | PSAK 50 & 55 (revised) is important for the banking sector, as it aims to increase transparency, reducing disclosure that only benefit for banking managerial and narrow down the possibilities of fraud. Income smoothing is one form of fraud that management is often done to maximize the benefits for themselves, so that make any investor incorrect in making decisions for their investment. This study is a verification to test the truth of knowledge and previous research on banking companies listed on the IDX. This study takes the title: "The Effect of Firm Size, Profitability and Public Ownership Structure On Income Smoothing After The Implementation Of PSAK 50 & 55" (Case Study on Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange Period 2010-2014). The population in this study are all banking companies listed on IDX in 2010-2014. This study used 25 banking companies as samples obtained through purposive sampling method. Discretionary Accrual by Modified Jones used to determine income smoothing practice. Multiple Linear Regression method used to test the effect of independent variables and the dependent variable in this study. The results of the study provides empirical evidence as follows, first, firm size has no effect on income smoothing practice. Second, return on assets has no effect on income smoothing practice. Third, operating profit margin has no effect on income smoothing practice. Fourth, earnings per share negatively affect income smoothing practice. Fifth, public ownership structure positively affect income smoothing practice. The findings of this study have implications for investors to be more cautious on earnings per share and public ownership structure in the decision to invest, because both of these factors have an influence on income smoothing practice. |
| Kata kunci | Income Smoothing, Firm Size, ROA, OPM, EPS, Public Ownership, PSAK 50 &55. |
| Pembimbing 1 | Dr. Negina Kencono Putri, SE, M.Si, AK |
| Pembimbing 2 | Dr. Wita Ramadhanti, SE, M.SA, AK |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2016-08-10 22:49:25.962958 |