Home
Login.
Artikelilmiahs
14658
Update
SUSI ANGGRAENI MUKTILESTARI
NIM
Judul Artikel
MODEL PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG ANTARA KERETA API DAN BUS PATAS AC DENGAN TEKNIK STATED PREFERENCE (Studi Kasus Rute Purwokerto-Semarang)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemilihan moda merupakan salah satu model yang digunakan dalam perencanaan transportasi angkutan umum, hal ini dikarenakan peran kunci dari angkutan umum dalam upaya meningkatkan perbaikan dan peningkatan pelayanan dari moda transportasi. Mobilitas masyarakat Kota Purwokerto dan Kota Semarang semakin bertambah, sehingga PT.KAI melayani perjalanan dari arah Purwokerto-Semarang maupun sebaliknya yaitu kereta api Kamandaka dengan 3 kali frekuensi keberangkatan dalam sehari. Kereta ini baru mulai dibuka pada 17 Februari 2014 (KA Kamandaka I) dan 19 Desember 2014 (Ka Kamandaka II). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penumpang bus dan kereta api dan memodelkan pemilihan moda agar dapat diketahui potensi penggunaan moda berdasarkan empat atribut terpilih yaitu biaya (cost), waktu tempuh perjalanan (journey time), frekuensi moda, dan keterlambatan serta mengestimasi elastisitas dan sensitivitas pelaku perjalanan dalam menentukan pilihan moda antara Kereta Api Bisnis dan Bus Patas Ac. Data yang didapatkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner responden melalui wawancara secara langsung dengan responden pengguna bus patas. Data sekunder diperoleh dari PT.KAI, PO.Nusantara, dan internet. Pemodelan dilakukan berdasarkan respon penumpang dengan metode stated preference. Metode stated preference adalah teknik survey yang dilakukan berdasarkan pertanyaan andaian (hipotesis) yang dihubungkan dengaan atribut-atribut baru. Penelitian ini menyediakan delapan skenario yang berbeda pada kuesioner. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan model logit binomial selisih dengan regresi linier berganda pada program excel 2013. Model pemilihan moda yang terbaik yaitu : Ukereta– Ubus = -7.6076 - 0.0001X1 +2.40541X3 - 0.2362X4 Dimana : X1 = selisih biaya perjalanan (cost) kereta api dan bus patas AC X3 = selisih jumlah keberangkatan moda dalam 1 hari (frekuensi) kereta api dan bus patas AC X4 = selisih keterlambatan kereta api dan bus patas AC
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mode choice is one of the models used in transportation planning, public transportation, this is due to the key role of public transportation in an attempt to improve repair and improving the services of the mode of transportation. Mobility society city of Semarang and Purwokerto is growing, so the PT. KAI travel from the direction of Purwokerto or Semarang-on the contrary i.e. a train Kamandaka with 3 times the frequency of departures a day. This new railway opened on 17 February 2014 (KAKamandaka I) and 19 December 2014 (Ka Kamandaka II). The purpose of this research is to know the characteristics of passenger buses and trains and model selectionmode so that you can note the potential use of modes based on four selected attributes, i.e. the cost (cost), it takes a trip (journey time), the frequency of the mode, andthe delay as well as the mengestimasi elasticity and sensitivity of the offender in determining a choice of mode of travel between Rail and Bus Business Patas Ac. Data obtained include primary and secondary data. Primary data obtained through questionnaires respondents directly through interviews with respondents user patas buses.Secondary data obtained from PT. KAI, PO. Nusantara, and the internet. Modeling is done based on the response of passengers by the method stated preference.Stated preference methods are survey techniques being performed based on questions the assumption (hypothesis) that is associated with the new attributes. This research provides eight different scenarios on a questionnaire. Modeling is done using binomial logit model the difference with multiple linear regression excel program on2013. The best mode of election model: Utrain – Ubus =-7.6076-0.0001 x 1 + 2.40541 X 3-X 4 0.2362 Where: X 1 = difference in travel costs (cost) trains and buses patas AC X 3 = the difference between the number of departure mode in 1 day (frequency) trains and buses patas AC X 4 = the difference between train and bus delays patas AC
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save