Home
Login.
Artikelilmiahs
51659
Update
SODIK DWI PURNOMO
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN, KEBERLANJUTAN USAHATANI, DAN KEGIATAN AGRIBISNIS: PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARES–STRUCTURAL EQUATION MODELING
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sektor pertanian Indonesia menghadapi rendahnya kapasitas kewirausahaan pelaku usaha tani, terutama petani muda yang masih didominasi berpendidikan rendah dan memiliki keterbatasan akses teknologi, standarisasi produk, kemitraan, serta permodalan. Kondisi ini semakin mendesak di tengah perubahan iklim, dinamika pasar, dan tuntutan keberlanjutan agribisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kapasitas kewirausahaan, keberlanjutan usahatani, dan kegiatan agribisnis pada petani muda hortikultura di Karangreja, Purbalingga, serta menguji pengaruh karakteristik petani, dukungan eksternal, dan peran penyuluh dengan moderasi perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa karakteristik petani, dukungan eksternal, dan peran penyuluh berpengaruh signifikan terhadap kapasitas kewirausahaan dan keberlanjutan usahatani. Perubahan iklim terbukti memoderasi beberapa hubungan tersebut. Selain itu, kapasitas kewirausahaan dan keberlanjutan usahatani berpengaruh signifikan terhadap kegiatan agribisnis. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kewirausahaan, dukungan eksternal yang tepat sasaran, dan pendampingan penyuluh untuk mendorong agribisnis hortikultura yang adaptif, modern, dan berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Indonesian agricultural sector faces low entrepreneurial capacity among farmers, particularly young farmers who are predominantly low-educated and have limited access to technology, product standardization, partnerships, and capital. This condition has become increasingly critical amid climate change, market dynamics, and the demand for sustainable agribusiness. This study aims to analyze the relationship between entrepreneurial capacity, farm sustainability, and agribusiness activities among young horticultural farmers in Karangreja, Purbalingga, and to examine the influence of farmer characteristics, external support, and extension services, with climate change as a moderating variable. The study employed Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that farmer characteristics, external support, and extension services significantly influence entrepreneurial capacity and farm sustainability. Climate change moderates several of these relationships. Furthermore, entrepreneurial capacity and farm sustainability significantly affect agribusiness activities. These findings highlight the importance of strengthening entrepreneurial capacity, improving targeted external support, and enhancing extension services to promote adaptive, modern, and sustainable horticultural agribusiness.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save