Artikel Ilmiah : E1A022120 a.n. CHARISTA LOUIS NISMARA YOSEPH

Kembali Update Delete

NIME1A022120
NamamhsCHARISTA LOUIS NISMARA YOSEPH
Judul ArtikelLEGALITAS DUKUN BAYI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Keberadaan dukun bayi sebagai penolong persalinan tradisional masih dijumpai di
berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas. Meskipun
pemerintah telah menetapkan bahwa pertolongan persalinan merupakan
kewenangan tenaga kesehatan, praktik dukun bayi tetap bertahan karena faktor
sosial, budaya, dan kepercayaan masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan
persoalan hukum terkait legalitas dukun bayi dalam memberikan pelayanan
kesehatan serta sinkronisasi pengaturan peraturan perundang-undangan yang
mengaturnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas dukun bayi
dalam memberikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyumas serta menelaah
sinkronisasi pengaturan hukumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, analitis, dan
konseptual. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui
studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dukun bayi memiliki legalitas dalam memberikan pelayanan
kesehatan, yaitu sebagai penyehat tradisional dan tenaga pendukung atau penunjang
kesehatan dalam lingkup pelayanan kesehatan tradisional empiris serta dalam pola
kemitraan dengan tenaga kesehatan dengan memenuhi persyaratan administratif
yang ditentukan. Akan tetapi, legitimasi legal-rasional hanya dimiliki oleh sebagian
dukun bayi, yaitu dukun bayi yang menjalankan praktiknya dalam kemitraan
dengan tenaga kesehatan dan sudah mengikuti pelatihan, sedangkan dukun bayi
yang melakukan praktik secara mandiri dengan mengunjungi rumah-rumah
masyarakat belum memiliki legitimasi legal-rasional. Sinkronisasi pengaturan
terkait legalitas dukun bayi dalam memberikan pelayanan kesehatan juga telah
menunjukkan adanya taraf sinkronisasi vertikal.
Abtrak (Bhs. Inggris)The existence of dukun bayi as traditional birth attendants is still found in various
regions of Indonesia, including Banyumas Regency. Although the government has
stipulated that childbirth assistance falls under the authority of health
professionals, the practice of dukun bayi persists due to social, cultural, and
community belief factors. This condition gives rise to legal issues concerning the
legality of dukun bayi in providing health services as well as the synchronization of
the laws and regulations governing them. This research aims to analyze the legality
of dukun bayi in providing health services in Banyumas Regency and to examine
the synchronization of the relevant legal regulations. The research method used is
normative juridical research with statutory, analytical, and conceptual approaches.
The data used consist of secondary data obtained through literature study and
analyzed using qualitative normative analysis. The results of the study indicate that
dukun bayi possess legality in providing health services as traditional healers and
as supporting or auxiliary health personnel within the scope of empirical
traditional health services and partnership schemes with health professionals,
provided that the stipulated administrative requirements are fulfilled. However,
legal-rational legitimacy is only held by certain dukun bayi, namely those who
practice in partnership with health professionals and have undergone training,
whereas dukun bayi who practice independently by visiting community households
do not yet possess legal-rational legitimacy. The regulation concerning the legality
of dukun bayi in providing health services also demonstrates a level of vertical
synchronization.
Kata kunciDukun Bayi; Legalitas; Pelayanan Kesehatan
Pembimbing 1Nayla Alawiya, S. H, M. H.
Pembimbing 2Alef Musyawarah Rahmah, S. H., M. H.
Pembimbing 3Sri Hartini, S. H, M. H
Tahun2026
Jumlah Halaman22
Tgl. Entri2026-02-12 14:12:06.366745
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.