Home
Login.
Artikelilmiahs
51651
Update
CHARISTA LOUIS NISMARA YOSEPH
NIM
Judul Artikel
LEGALITAS DUKUN BAYI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keberadaan dukun bayi sebagai penolong persalinan tradisional masih dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas. Meskipun pemerintah telah menetapkan bahwa pertolongan persalinan merupakan kewenangan tenaga kesehatan, praktik dukun bayi tetap bertahan karena faktor sosial, budaya, dan kepercayaan masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan hukum terkait legalitas dukun bayi dalam memberikan pelayanan kesehatan serta sinkronisasi pengaturan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas dukun bayi dalam memberikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyumas serta menelaah sinkronisasi pengaturan hukumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, analitis, dan konseptual. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukun bayi memiliki legalitas dalam memberikan pelayanan kesehatan, yaitu sebagai penyehat tradisional dan tenaga pendukung atau penunjang kesehatan dalam lingkup pelayanan kesehatan tradisional empiris serta dalam pola kemitraan dengan tenaga kesehatan dengan memenuhi persyaratan administratif yang ditentukan. Akan tetapi, legitimasi legal-rasional hanya dimiliki oleh sebagian dukun bayi, yaitu dukun bayi yang menjalankan praktiknya dalam kemitraan dengan tenaga kesehatan dan sudah mengikuti pelatihan, sedangkan dukun bayi yang melakukan praktik secara mandiri dengan mengunjungi rumah-rumah masyarakat belum memiliki legitimasi legal-rasional. Sinkronisasi pengaturan terkait legalitas dukun bayi dalam memberikan pelayanan kesehatan juga telah menunjukkan adanya taraf sinkronisasi vertikal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The existence of dukun bayi as traditional birth attendants is still found in various regions of Indonesia, including Banyumas Regency. Although the government has stipulated that childbirth assistance falls under the authority of health professionals, the practice of dukun bayi persists due to social, cultural, and community belief factors. This condition gives rise to legal issues concerning the legality of dukun bayi in providing health services as well as the synchronization of the laws and regulations governing them. This research aims to analyze the legality of dukun bayi in providing health services in Banyumas Regency and to examine the synchronization of the relevant legal regulations. The research method used is normative juridical research with statutory, analytical, and conceptual approaches. The data used consist of secondary data obtained through literature study and analyzed using qualitative normative analysis. The results of the study indicate that dukun bayi possess legality in providing health services as traditional healers and as supporting or auxiliary health personnel within the scope of empirical traditional health services and partnership schemes with health professionals, provided that the stipulated administrative requirements are fulfilled. However, legal-rational legitimacy is only held by certain dukun bayi, namely those who practice in partnership with health professionals and have undergone training, whereas dukun bayi who practice independently by visiting community households do not yet possess legal-rational legitimacy. The regulation concerning the legality of dukun bayi in providing health services also demonstrates a level of vertical synchronization.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save