Artikel Ilmiah : H1B021045 a.n. DEVANTI RIZKY

Kembali Update Delete

NIMH1B021045
NamamhsDEVANTI RIZKY
Judul ArtikelAnalisis Perilaku Struktur Bangunan Beton Bertulang Beraturan dan Tidak Beraturan Horizontal Menggunakan Metode Linear Time History
Abstrak (Bhs. Indonesia)Secara geologis, wilayah Indonesia terletak antara tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Akibatnya, beberapa daerah di Indonesia rentan terhadap bencana gempa bumi. Disamping itu, saat ini banyak bangunan bertingkat didesain dengan ketidakberaturan horizontal sebagai pemenuhan fungsi bangunan, estetika, ataupun keterbatasan lahan. Adanya ketidakberaturan horizontal berpengaruh terhadap kemampuan struktur dalam menahan beban gempa. Penelitian ini melakukan analisis pada bangunan beton bertulang 7 lantai (satu model beraturan dan tiga model tidak beraturan horizontal) untuk melihat perbedaan perilaku struktur meliputi base shear, displacement, dan drift struktur akibat gempa. Metode analisis yang digunakan yaitu metode linear time history dengan data gempa El Centro, Kushiro, dan Chili menggunakan software ETABS v.21.2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur beraturan cenderung mempunyai nilai base shear, displacement, dan drift yang lebih kecil dibandingkan dengan struktur tidak beraturan. Nilai base shear, displacement, dan drift terbesar yaitu model tidak beraturan C, dengan nilai berturut-turut 8410,2 kN (+4,44% dari struktur beraturan); 64,444 mm (akibat gempa Kushiro); dan 60,527 mm (akibat gempa Kushiro).
Abtrak (Bhs. Inggris)From a geological perspective, Indonesia is located between three tectonic plates: the Eurasian Plate, the Indo-Australian Plate, and the Pacific Plate. As a result, several regions in Indonesia are vulnerable to earthquake disasters. In addition, many multi-story buildings are currently designed with horizontal irregularities due to functional requirements, aesthetic considerations, or land constrains. These horizontal irregularities affect the structural performance in resisting seismic loads.This study analyzes seven-story reinforced concrete building (one regular model and three horizontally irregular models) to investigate the differences in structural behavior, including base shear, displacement, and drift. The analysis method used is linear time history using earthquake records from El Centro, Kushiro, and Chile. The calculation procces uses ETABS v.21.2.0 software. The results indicate that the regular structure generally shows lower values of base shear, displacement, and drift compared to the irregular structures. The highest values of base shear, displacement, and drift were observed in the irregular model C, with respective values of 8,410.2 kN (+4.44% compared to the regular structure); 64,444 mm (due to the Kushiro earthquake); and 60,527 mm (due to the Kushiro earthquake).
Kata kunciPerilaku struktur, bangunan tidak beraturan horizontal, linear time history
Pembimbing 1Dr. Ir. Nanang Gunawan Wariyatno, S.T., M.T.
Pembimbing 2Ir. Dani Nugroho Saputro, S.Pd.T., M.Eng., IPM.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2025-08-19 14:03:59.42363
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.