Home
Login.
Artikelilmiahs
48821
Update
EVI MUIDATUL AQIQOH
NIM
Judul Artikel
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI GALUR PADI GREEN SUPER RICE UNSOED PADA KONDISI AEROB DAN ANAEROB
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peningkatan produksi padi dapat diupayakan dengan teknik budidaya aerob dan pengembangan genotip padi unggul seperti GSR (Green Super Rice). Penelitian ini bertujuan mengetahui respon pertumbuhan dan produksi galur GSR Unsoed terhadap teknik budidaya aerob dan anaerob, dibandingkan varietas Ciherang dan Inpari-32. Penelitian dilaksanakan di Screen House Experimental Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu genotip padi (GSR Unsoed, Inpari-32, dan Ciherang) dan ketersediaan air (aerob dan anaerob). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga genotip yang diuji menunjukkan respon yang berbeda terhadap teknik budidaya aerob dan anaerob pada beberapa variabel. Perlakuan kondisi anaerob pada GSR Unsoed dapat meningkatkan variabel tinggi tanaman (120,06), jumlah anakan total (40,66), jumlah anakan produktif (39,26), umur berbunga (95), panjang malai (27,83), jumlah gabah per malai (244,66), bobot gabah per rumpun (132,30), dan indeks panen (0,60). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Inpari-32 dan Ciherang, namun pada variabel jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, dan indeks panen, varietas Ciherang lebih baik dibandingkan dengan GSR Unsoed. Sementara perlakuan aerob pada GSR Unsoed dapat meningkatkan variabel efisiensi pemanfaatan air saja (0,26). Nilai variabel tersebut lebih baik dibandingkan varietas Inpari-32 dan Ciherang. Interaksi antara teknik budidaya dengan genotip yang diuji hanya berpengaruh nyata pada variabel efisiensi pemanfaatan air, dengan kombinasi terbaik adalah G1K3 dan G3K3 (GSR Unsoed dan Ciherang pada kondisi aerob).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Increasing rice production can be pursued with aerobic cultivation techniques and the development of superior rice genotypes such as GSR (Green Super Rice). This study aims to determine the growth and production response of GSR Unsoed strains to aerobic and anaerobic cultivation techniques, compared to the Ciherang and Inpari-32 varieties.The research was carried out at the Screen House Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study uses a factorial Complete Group Random Design (RAKL) consisting of 2 factors, namely rice genotype (GSR Unsoed, Inpari-32, and Ciherang) and water availability (aerobic and anaerobic). The results showed that the three genotypes tested showed different responses to aerobic and anaerobic cultivation techniques on several variables. Treatment of anaerobic conditions in GSR Unsoed can increase the variables of plant height ((120.06), total number of saplings (40.66), number of productive saplings (39.26), flowering age (95), panicle length (27.83), number of grains per panicle (244.66), weight of grain per clump (132.30), and harvest index (0.60). This value is higher than the Inpari-32 and Ciherang varieties, but in the variables of total number of saplings, number of productive saplings, and harvest index, the Ciherang variety is better than GSR Unsoed. Meanwhile, aerobic treatment in GSR Unsoed can increase the variable of water utilization efficiency only (0.26). The value of these variables is better than the Inpari-32 and Ciherang varieties. The interaction between cultivation techniques and the genotype tested only had a real effect on the variables of water utilization efficiency, with the best combination being G1K3 and G3K3 (GSR Unsoed and Ciherang under aerobic conditions).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save