Home
Login.
Artikelilmiahs
14034
Update
SEPTI TRISNO ANGGRAINI
NIM
Judul Artikel
KEANEKARAGAMAN DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN PADA UPACARA ADAT DI KAMPUNG KUTA KABUPATEN CIAMIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kampung Kuta adalah suatu daerah di Kabupaten Ciamis yang masyarakatnya masih terikat kuat dengan adat istiadat. Masyarakat daerah tersebut berusaha menjunjung tinggi tradisi adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya secara turun temurun. Salah satu tradisi yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Kuta adalah masih melakukan ritual upacara adat dalam keseharian. Pelaksanaan upacara adat tidak bisa terlepas dari pemanfaatan spesies tumbuhan yang mendukung makna dari upacara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies tumbuhan yang dimanfaatkan pada upacara adat dan untuk mengetahui manfaat serta cara pemanfaatan spesies tumbuhan pada upacara adat di Kampung Kuta Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei Participatory Rural Appraisal dengan metode pengambilan sampel Purposive Random Sampling. Data spesies tumbuhan yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan nama lokal dan nama ilmiah spesies tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan serta cara pemanfaatannya pada upacara adat di Kampung Kuta. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui nilai pemanfaatan tumbuhan dengan menghitung Fidelity Level (FL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 35 spesies tumbuhan yang termasuk ke dalam 22 familia yang dimanfaatkan pada upacara adat nyuguh, sedekah bumi, babarit, nebusweteng, ngarupus, teya, upacara sunatan, dan upacara di hutan kramat. Cara pemanfaatannya adalah untuk dijadikan sawen, gegawar, sesaji, suraga, patok, nyamu, tumbuhan wajib, sebagai bahan untuk perawatan tali pusat, mandi bunga dan saweran. Spesies tumbuhan yang memiliki nilai pemanfaatan tertinggi adalah aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) sedangkan yang memiliki nilai pemanfaatan terendah adalah kiseueur (Antidesma tetrandum BI.).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kampung Kuta is an area in Ciamis city which has people that are still bounded with tradition. The people in Kampung Kuta are trying to uphold the tradition that passed down by their ancestors through generations. One of the tradition that still carried by people in Kampung Kuta is perform traditional ceremonies in their life. Implementation of the ceremonies can not be separated from the utilization of plant species that support the meaning of the ceremony. The aims of the research are to determine the diversity of plant species that used in traditional ceremonies and to know the benefits and how to use the plants at the traditional ceremony in Kampung Kuta. Research method that used is Participatory Rural Appraisal survey, whereas sampling method is purposive random sampling. The data plant species that have been obtained are analyzed qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis are used for describing the local names and scientific names, parts that being used and utilization of the plants in Kampung Kuta traditional ceremony. Quantitative analysis is used for determine beneficial value of the plants by calculating Fidelity Level (FL). The research results showed that there are 35 species of plants that grouped into 22 families. Those are being used in ceremonies like nyuguh, sedekah bumi, babarit, nebusweteng, ngarupus, teya, sunatan, and rituals in the sacred forest. Utilization of the plants are to become sawen, gegawar, sesaji, suraga, patok, nyamu, tumbuhan wajib, material for cord care, and saweran. Plant species with the highest beneficial value is palm, whereas the lowest one is kiseueur. Keywords : Diversity, plant utilization, traditional ceremonies, Kampung Kuta
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save