Home
Login.
Artikelilmiahs
14297
Update
ADE AYU NURAINI
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman Duku Lokal (Lansium parasiticum (Osbeck) K. C. Sahni & Bennet) Berdasarkan Karakter Anatomi Daun di Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Duku (Lansium parasiticum (Osbeck) K. C. Sahni & Bennet) merupakan tanaman berupa pohon yang buahnya memiliki rasa manis yang khas dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, dan dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai pada ketinggian 500 m dpl. Duku merupakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan komoditas unggulan Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman karakter anatomi daun duku lokal di tiga lokasi di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Variabel yang diamati berupa karakter anatomi daun dan parameter yang diukur meliputi tebal kutikula (atas dan bawah), tebal epidermis (atas dan bawah), tebal mesofil, jumlah trikomata per satuan luas daun, jumlah stomata per satuan luas daun, ukuran stomata (panjang dan lebar), letak stomata, dan tipe stomata. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui keanekaragaman karakter anatomi beberapa daun duku pada lokasi yang berbeda. Hasil penelitian tanaman duku Purbalingga dari tiga lokasi yang berbeda yaitu Bakulan, Senon, dan Kalikajar memiliki struktur anatomi daun yang seragam yaitu terdiri dari jaringan pelindung, jaringan mesofil, dan jaringan berkas pengangkut. Karakter anatomi daun yang dimiliki ketiga kultivar duku beragam pada ukuran dan jumlah stomata serta jumlah trikomata, hal ini terlihat dari hasil setiap pengukuran dan penghitungan yang didapatkan meliputi, tebal kutikula yang paling tebal pada duku ‘Senon’ yaitu 5,72 µm pada permukaan adaksial maupun abaksial. Tebal epidermis paling tebal didapatkan pada duku ‘Senon’ pada permukaan adaksial yaitu 14,04 µm. Tebal mesofil paling tebal didapatkan pada duku ‘Senon’ yaitu 212,16 µm. Ukuran stomata bervariasi dengan panjang antara 17,68 – 20,28 µm dan lebar antara 14,4 µm – 18,72 µm, ukuran terpanjang stomata terdapat pada duku ‘Kalikajar’ yaitu 20,28 µm, sedangkan stomata dengan ukuran paling lebar terdapat pada duku ‘Senon’ yaitu 18,72 µm. Jumlah stomata yang paling tinggi pada duku ‘Kalikajar’ yaitu 12 per mm2 luas daun, dan jumlah trikomata paling tinggi yaitu pada duku ‘Bakulan’ 3 per mm2 luas daun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Duku (Lansium parasiticum (Osbeck) K. C. Sahni & Bennet) is a plant that has a high economic value because it has sweet and unique fruit. Duku is one of the plants that can be used as a leading commodity from Purbalingga. The purpose of this study was to determine the diversity of local duku leaves anatomical characters at several locations in Purbalingga. This research showed that the leaves anatomy structure from three different locations in Purbalingga Bakulan, Senon, and Kalikajar were similar and consists of a cuticle, epidermis, mesophyll, and the vessels tissue. The difference was found only in the size and the number of stomata and trikomata. The thickest cuticle found in 'Senon' that was 5.72 μm on the adaxial and abaxial surface. The thickest epidermis found in 'Senon' on the adaxial surface that was 14.04 μm. The thickest mesophyll found in 'Senon' that was 212.16 μm. Stomata size varies with length between 17.68 - 20.28 μm and width 14.4 μm - 18.72 μm, the longest size of stomata were found in 'Kalikajar' that was 20.28 μm, and the size of the widest stomata are on the 'Senon' that is equal to 18.72 μm. The shortest size of stomata was found in 'Kalikajar' that is equal to 12 mm2. The highest density of stomata was found in ‘Kalikajar’ that was 12 mm2. The highest density of trichomes found in 'Bakulan' that was 3 mm2.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save