Home
Login.
Artikelilmiahs
48268
Update
ANA VALIANA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH CELUP PUTING (TEAT DIPPING) IODIN 1% PADA SAPI PERAH TERHADAP KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS, KERUSAKAN SUSU, DAN JUMLAH TOTAL BAKTERI SUSU SEGAR DI KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh celup puting (teat dipping) menggunakan larutan iodin 1% terhadap tingkat kejadian mastitis subklinis berdasarkan hasil uji CMT, kerusakan susu berdasarkan hasil uji alkohol, dan jumlah mikroba berdasarkan nilai TPC pada sapi perah. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Limpakuwus dan Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah yang tergabung menjadi anggota KOPERASI PESAT dan mau melakukan perlakuan celup puting (teat dipping). Materi yang digunakan adalah susu segar dari 21 ekor sapi perah laktasi. Analisis data menggunakan analisis uji T berpasangan (paired student test). Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian mastitis subklinis, kerusakan susu, dan jumlah total bakteri susu sebelum adanya celup puting lebih tinggi dibandingkan setelah adanya celup puting. Hasil analisis uji T menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sangat nyata (P<0,01) antara celup puting dengan kejadian mastitis subklinis berdasarkan hasil uji CMT. Sedangkan hasil analisis uji T antara celup puting dengan kerusakan susu dan celup puting dengan jumlah total bakteri menunjukan adanya pengaruh nyata (P<0,05). Dengan demikian sebaiknya celup puting (teat dipping) dapat diterapkan sebagai salah satu rangkaian manajemen pemerahan wajib yang dilakukan oleh para peternak di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas sehingga kasus mastitis subklinis, dan kerusakan susu dapat berkurang, serta jumlah total bakteri susu selalu dalam batas normal menurut SNI.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this research is to determine the effect of teat dipping using 1% iodine solution on the incidence rate of subclinical mastitis based on the results of the CMT test, milk damage based on the alcohol test results, and microbial count based on TPC values in dairy cows. The location determination was based on purposive sampling. This study was conducted in Limpakuwus Village and Susukan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The research target was dairy farmers who are members of KOPERASI PESAT and are willing to perform teat dipping treatment. The material used was fresh milk from 21 lactating dairy cows. Data analysis was performed using a paired T-test. The obtained data were analyzed through descriptive statistics and presented in tabular form. Research results indicate that the incidence of subclinical mastitis, milk damage, and total bacteria count in milk prior to teat dipping is higher compared to after teat dipping. The results of the T-test analysis show a very significant effect (P<0.01) of teat dipping on the incidence of subclinical mastitis based on the CMT test results. Meanwhile, T-test analysis between teat dipping and milk damage and between teat dipping and total bacteria count indicates a significant effect (P<0.05). Therefore, teat dipping should be implemented as a part of the mandatory milking management practices by farmers in Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, in order to reduce cases of subclinical mastitis and milk damage, as well as to maintain the total bacteria count in milk within normal limits according to SNI
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save