Artikel Ilmiah : H1B021080 a.n. WINNA JUWAN AL MAUQIYA
| NIM | H1B021080 |
|---|---|
| Namamhs | WINNA JUWAN AL MAUQIYA |
| Judul Artikel | Analisis Imbangan Air untuk Optimalisasi Penggunaan Irigasi di Kutai Kartanegara |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Analisis imbangan air menggunakan Metode Mock di 120 daerah irigasi Kutai Kartanegara dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan irigasi di tengah ketidakseimbangan air dan sektor pertanian yang berkembang. Pemodelan ini mengaitkan kebutuhan air tanaman, curah hujan, dan sistem irigasi guna memberikan gambaran kondisi imbangan air dan rekomendasi pengelolaan irigasi yang efisien. Hasil analisis menunjukkan fluktuasi ketersediaan air tahunan yang signifikan, kontras dengan kebutuhan air irigasi yang relatif stabil. Debit andalan 80% rerata DAS Mahakam sebesar 1.607,3 m³/detik mengalami puncak pada periode 7-8 dan penurunan tajam pada periode 15-20. Perbandingan ketersediaan dan kebutuhan air irigasi mengungkap ketidakseimbangan besar, dengan kebutuhan maksimum mencapai 42,951 m³/detik, menekankan urgensi pengelolaan air yang lebih efisien. Disimpulkan bahwa pengelolaan air irigasi adaptif dan efisien krusial bagi keberlanjutan pertanian di Kutai Kartanegara. Rekomendasi meliputi pengembangan sistem irigasi fleksibel, penjadwalan berbasis data, pembangunan infrastruktur penyimpanan air, dan integrasi perikanan dalam sistem irigasi untuk mengelola total 30.380 hektar lahan pertanian yang terlayani. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | An analysis of water balance using the Mock method was conducted across 120 irrigation areas in Kutai Kartanegara to optimize irrigation water use amidst water imbalances and a developing agricultural sector. This modeling correlated crop water requirements, rainfall, and the irrigation system to provide insights into water balance conditions and recommendations for efficient irrigation management. The analysis results revealed significant annual fluctuations in water availability, contrasting with the relatively stable irrigation water demand. The average 80% dependable discharge of the Mahakam River Basin, at 1,607.3 m³/second, peaked during periods 7-8 and sharply declined during periods 15-20. A comparison between water availability and irrigation needs highlighted a substantial imbalance, with the maximum irrigation requirement reaching 42,951 m³/second, underscoring the urgency of more efficient water management. In conclusion, adaptive and efficient irrigation water management is crucial for the sustainability of agriculture in Kutai Kartanegara. Recommendations include developing flexible irrigation systems, implementing data-driven irrigation scheduling, constructing water storage infrastructure, and integrating the fisheries sector with the irrigation system to manage a total of 30,380 hectares of agricultural land served by irrigation. |
| Kata kunci | Imbangan air, Metode Mock, Kutai Kartanegara, Kebutuhan air, Ketersediaan air |
| Pembimbing 1 | Ir. Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Ir. Wahyu Widiyanto, S.T., M.T., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2025-05-17 14:45:15.252318 |