Home
Login.
Artikelilmiahs
48017
Update
IKE NURAINI
NIM
Judul Artikel
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM KUMPULAN FILM PENDEK KANAL YOUTUBE CERDAS BERKARAKTER KEMENDIKDASMEN RI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berawal dari kasus kekerasan seksual yang semakin meningkat di lembaga pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi menempati peringkat tertinggi kasus pelecehan seksual. Korban pelecehan seksual verbal mengalami ambiguitas dalam memaknai pelecehan seksual verbal karena tidak bisa membedakan antara pelecehan, pujian, dan candaan. Atas masalah tersebut penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kerja sama, implikatur percakapan yang terdapat dalam pelanggaran prinsip kerja sama, dan implikatur percakapan yang mengandung bentuk pelecehan seksual verbal dalam kumpulan film pendek tema kekerasan seksual di kanal YouTube Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang ditemukan meliputi pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim relevansi, dan pelanggaran maksim cara. Implikatur percakapan yang ditemukan diantara, implikatur menggoda penampilan, menuduh, menyampaikan keinginan seksual, meminta untuk menerima keputusan, meredam kecurigaan, menyampaikan keinginan seksual, menuduh, menyampaikan keinginan seksual, menuduh, membela dan menuduh, mengancam, mengomentari bentuk fisik, menggoda, menyampaikan keinginan seksual, serta keinginan untuk menceritakan pengalaman. Implikatur percakapan yang mengandung bentuk pelecehan seksual verbal meliputi bercandaan dengan bentuk menggoda atau pertanyaan seksual, menyampaikan atau menanyakan keinginan atau kegiatan seksual, dan mengkritik dan mengomentari bentuk fisik. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa implikatur percakapan dapat mengungkap makna tersirat yang mengandung bentuk pelecehan seksual verbal. Kata kunci: implikatur percakapan, pelecehan seksual verbal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research started from the increasing cases of sexual violence in educational institutions, especially universities that rank highest in sexual harassment cases. Victims of verbal sexual harassment experience ambiguity in interpreting verbal sexual harassment because they cannot distinguish between harassment, compliments, and jokes. For this problem, the author conducted a study with the aim of describing the form of violation of the principle of cooperation, conversational implicature contained in the violation of the principle of cooperation, and conversational implicature containing a form of verbal sexual harassment in a collection of short films on the theme of sexual violence on the YouTube channel Cerdas Berkarakterter Kemendikdasmen RI. This research uses qualitative descriptive method. The results show that the forms of violation of the principle of cooperation found include violation of the maxim of quantity, violation of the maxim of quality, violation of the maxim of relevance, and violation of the maxim of manner. The conversational implicatures found include teasing appearance, accusing, conveying sexual desire, asking to accept the decision, reducing suspicion, conveying sexual desire, accusing, conveying sexual desire, accusing, defending and accusing, threatening, commenting on physical form, teasing, conveying sexual desire, as well as the desire to tell the experience. Conversational implicatures containing verbal forms of sexual harassment include teasing or sexual questions, conveying or asking about sexual desires or activities, and criticising and commenting on physical form. Therefore, this study shows that conversational implicature can reveal the implied meaning of verbal sexual harassment. Keywords: conversational implicature, verbal sexual harassment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save