Artikel Ilmiah : F1F021036 a.n. JASMINE OKTADINA ZAHRA

Kembali Update Delete

NIMF1F021036
NamamhsJASMINE OKTADINA ZAHRA
Judul ArtikelAnalisis Perubahan Kebijakan Luar Negeri Turki Terhadap Pengungsi Suriah (2018-2023)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji evolusi kebijakan luar negeri Turki terhadap pengungsi
Suriah sebagai respons terhadap krisis multidimensional yang kompleks, yang
mencakup tekanan sosial, ekonomi, politik, dan keamanan, baik di tingkat domestik
maupun internasional. Pada awalnya, Turki menerapkan kebijakan open door yang
didasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan, Konvensi Jenewa 1951, serta doktrin
zero problems with neighbours, yang sejalan dengan identitas neo-Ottomanisme dan
aspirasi soft power negara tersebut. Namun, seiring berlarutnya krisis pengungsi dan
meningkatnya ketegangan sosial, tekanan ekonomi, serta kekhawatiran keamanan
nasional, kebijakan ini mengalami transformasi yang signifikan. Untuk menganalisis
perubahan ini, penelitian menggunakan model perubahan kebijakan luar negeri Jakob
Gustavsson yang menekankan pengaruh faktor politik dan ekonomi, baik domestik
maupun internasional, dalam mendorong perubahan arah kebijakan. Sejak tahun 2018,
perubahan kebijakan luar negeri Turki tercermin melalui pembangunan tembok
perbatasan, peluncuran operasi militer di Suriah, dan institusionalisasi program
pemulangan sukarela. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan tersebut
bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan mencerminkan goal change, yaitu
pergeseran tujuan strategis dari yang semula bersifat normatif menuju orientasi yang
lebih realistis demi menjaga stabilitas internal dan keamanan nasional.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research examines the evolution of Turkey’s foreign policy towards Syrian
refugees as a response to a complex and multidimensional crisis involving social,
economic, political, and security pressures at both the domestic and international
levels. Initially, Turkey adopted an open-door policy inspired by humanitarian
principles, the 1951 Geneva Convention, and the "zero problems with neighbours"
doctrine, aligning with its neo-Ottomanist identity and soft power aspirations.
However, the prolonged nature of the refugee crisis, combined with growing societal
tensions, economic strain, and national security concerns, triggered a significant
policy transformation. To analyze this shift, the study employs Jakob Gustavsson’s
foreign policy change model, which highlights the influence of both domestic and
international political-economic factors in driving policy transformation. From 2018
onwards, Turkey’s foreign policy visibly shifted through the construction of border
walls, military operations in Syria, and the institutionalization of voluntary return
programs. The findings demonstrate that Turkey’s policy change reflects not merely
programmatic adjustments but a strategic goal change, where the original normative
objectives gave way to more pragmatic goals centered on internal stability and
national security.
Kata kunci
Pembimbing 1Arief Bakhtiar Darmawan, M.A
Pembimbing 2Kholifatus Saadah, M.Hub.Int
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman77
Tgl. Entri2025-04-28 11:32:52.595419
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.