Home
Login.
Artikelilmiahs
48029
Update
MAHFUDHAH TRI ASTUTI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PROTEIN, KARBOHIDRAT, DAN LATIHAN DENGAN KEKUATAN OTOT PADA ATLET BELA DIRI DI BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kekuatan otot berpengaruh pada performa atlet bela diri. Asupan yang adekuat dan latihan dapat mempengaruhi kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecukupan protein, kecukupan karbohidrat, dan durasi latihan dengan kekuatan otot lengan dan otot tungkai pada atlet bela diri di Banyumas. Metodologi: Penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 52 atlet bela diri dengan cabang olahraga pencak silat, karate, dan taekwondo di Banyumas. Sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Pengambilan data dilakukan selama tiga hari. Pengisian formulir karakteristik, pengukuran komposisi tubuh, dan wawancara 24h food recall pertama dilakukan pada hari pertama. Pengukuran kekuatan otot dan wawancara 24h food recall kedua dilakukan pada hari kedua. Wawancara 24h food recall ketiga dilakukan pada hari ketiga. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan uji korelasi menggunakan Rank Spearman dan Pearson. Hasil Penelitian: Sebanyak 82,7% responden memiliki tingkat kecukupan protein yang tergolong defisit. Sebanyak 69,2% responden memiliki tingkat kecukupan karbohidrat yang tergolong berlebih. Seluruh responden memiliki durasi latihan yang cukup, tetapi sebanyak 42,3% responden memiliki frekuensi latihan yang tergolong kurang. Tidak terdapat hubungan kecukupan protein dengan kekuatan otot lengan dan tungkai, kecukupan karbohidrat dengan kekuatan otot lengan dan tungkai, serta durasi latihan dengan kekuatan otot lengan dan tungkai. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan kecukupan protein dengan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai. Tidak terdapat hubungan kecukupan karbohidrat dengan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai. Tidak terdapat hubungan durasi latihan dengan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Muscle strength is crucial for martial arts performance. Nutrition and training impact muscle strength. This study aimed to determine the relationship between protein adequacy, carbohydrate adequacy, and training duration with arm and leg muscle strength in Banyumas martial arts athletes. Methods: A cross-sectional correlational study involving 52 athletes from pencak silat, karate, and taekwondo. Participants were selected via purposive and snowball sampling. Data collection spanned three days, including characteristic forms, body composition, 24-hour food recall interviews, and muscle strength measurements. Data were analyzed using Kolmogorov Smirnov and Spearman/Pearson correlation tests. Results: As many as 82.7% of respondents had deficient protein intake, while 69.2% had excessive carbohydrate intake. All respondents had sufficient training duration, but 42.3% had insufficient frequency. No significant relationship was found between protein adequacy, carbohydrate adequacy, or training duration with arm and leg muscle strength. Conclusion: This study found no relationship between protein adequacy, carbohydrate adequacy, or training duration and arm and leg muscle strength in martial arts athletes.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save