Artikel Ilmiah : I1D020083 a.n. ANNISA FIOLETA PRADYA

Kembali Update Delete

NIMI1D020083
NamamhsANNISA FIOLETA PRADYA
Judul ArtikelFLAKES TEPUNG UBI JALAR KUNING DAN TEPUNG KACANG HIJAU TINGGI SERAT SEBAGAI ALTERNATIF SARAPAN BAGI OBESITAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Flakes tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau merupakan sarapan praktis tinggi serat untuk obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau terhadap kadar serat kasar, kadar lemak, dan mutu hedonik dari flakes tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau.

Metode: Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan formulasi perbandingan tepung ubi jalar kuning dan kacang hijau sebanyak 4 taraf (70:30, 60:40, 50:50, dan 40:60). Parameter yang diuji pada penelitian ini adalah kadar serat kasar, kadar lemak, dan mutu hedonik. Analisis data untuk kadar serat kasar dan kadar lemak menggunakan uji ANOVA serta mutu hedonik menggunakan uji friedman. Dilanjutkan dengan uji Duncan jika didapatkan hasil yang signifikan (p<0,05).

Hasil Penelitian: Terdapat pengaruh nyata pada proporsi tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau terhadap mutu hedonik aroma (p=0,022), tekstur (p=0,000), dan overall (p=0,039). Produk flakes terbaik terdapat pada proporsi tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau F4 (40:60) dengan kandungan proksimat berupa air (6,82%), abu (3,28%), protein (14,89%), lemak (3,57%), karbohidrat (71,49%), energi (377,65 Kkal), serat kasar (56,69%), serat pangan (6,31%), dan aktivitas antioksidan (724 ppm).

Kesimpulan: Flakes tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau berpotensi sebagai alternatif sarapan bagi obesitas karena memiliki klaim tinggi serat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Yellow sweet potato flour and mung bean flour flakes was an alternative high fiber breakfast food for obesity. This study aims to determine the effect of the propotion of yellow sweet potato flour: mung bean flour and their interactiom on were crude fiber content, fat contant, and hedonic quality of yellow sweet potato flour and mung bean flour flakes.

Methods: This study Completly Randomized Design (CRD) with 4 levels of proportion of yellow sweet potato flour and mung bean flour (70:30, 60:40, 50:50, dan 40:60). The parameters measured in this study were crude fiber content, fat contant, and hedonic quality. The Friedman test was used to analysis the data for hedonic quality, while the ANOVA test was utilized to analysis the data for crude fiber and fat content. Followed by Duncan test if the outcomes are sinificant (p<0,05).

Result: The propotion of yellow sweet potato flour: mung bean flour affect aroma hedonic quality (p=0,022), texture (p=0,000), and overall (p=0,039). The best yellow sweet potato flour and mung bean flour flakes formula is made from the propotion F4 (40:60) with water content (6,82%), ash (3,28%), protein (14,89%), fat (3,57%), carbohydrate (71,49%), energy (377,65 Kkal), increase fiber (56,69%), dietary fiber (6,31%), and antioxidant activity (724 ppm)

Conclusion: Yellow sweet potato flour and mung bean flour flakes has potential as a alternative breakfast for obesity due to high dietary fiber content
Kata kunciFlakes, Ubi Jalar Kuning, Kacang Hijau, Obesitas, Tinggi Serat
Pembimbing 1Friska Citra Agustia
Pembimbing 2Gumintang Ratna Ramadhan
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman2
Tgl. Entri2025-02-28 16:47:25.752546
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.