Home
Login.
Artikelilmiahs
47804
Update
DENI PRIYANTO HARA
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Anonimitas dan Big Five Personality Terhadap Keterbukaan Diri Pengguna Akun Menfess @unsoedmfs
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh anonimitas dan big five personality terhadap keterbukaan diri menggunakan teori penetrasi sosial. Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan responden yang dipakai adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan penarikan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel berjumlah 99 responden. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner yang disebarkan melalui google formulir dan metode dokumentasi. Kuesioner yang disebarkan menggunakan skala likert dengan 4 poin jawaban dan data yang dihasilkan adalah data ordinal. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yaitu Revised Self disclosure Scale (RSDS) dari Leung (2002), anonimitas yang dikembangkan Lee, Choi, & Kim (2013), dan The Big Five Personality yang dikembangkan oleh Oliver P. John (2009). Metode analisis data menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 30.0. Uji analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukan anonimitas dan big five personality memiliki pengaruh signifikan terhadap keterbukaan diri pengguna akun menfees @unsoedmfs dengan proporsi varians sebesar 24,8%. Melalui uji t yang menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, didapatkan hasil bahwa tiga variabel memiliki pengaruh terhadap keterbukaan diri yaitu unobeservability, pesudonymity, dan, neuroticism, extraversion, dan agreebleness tidak memiliki pengaruh terhadap keterbukaan diri pengguna akun menfess @unsoedmfs, Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel diluar penelitian ini seperti menggunakan variabel tingkat stress atau variabel budaya. Peneliti menyarankan untuk peneliti selanjutnya agar teknik pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara langsung. Hal ini dilakukan agar responden dapat menanyakan item yang kurang dipahami ketika mengisi kuesioner untuk mengurangi bias karena kurangnya pemahaman terhadap item dalam kuesioner.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is a quantitative study aimed at analyzing the influence of anonymity and the Big Five personality traits on self-disclosure using social penetration theory. The study employs a non-probability sampling technique with purposive sampling. Based on sample selection using Slovin’s formula, a total of 99 respondents were obtained. The research utilizes a questionnaire distributed via Google Forms and a documentation method. The questionnaire employs a Likert scale with four response options, producing ordinal data. The measurement instruments used in this study include the Revised Self-Disclosure Scale (RSDS) by Leung (2002), the anonymity scale developed by Lee, Choi, & Kim (2013), and the Big Five Personality scale developed by Oliver P. John (2009). Data analysis was conducted using the Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 30.0. The analytical tests performed in this study include data quality testing, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, and the coefficient of determination test. The results indicate that anonymity and the Big Five personality traits significantly influence self-disclosure among users of the menfess account @unsoedmfs, with a variance proportion of 24.8%. Based on the t-test, which examines the influence of independent variables on the dependent variable, it was found that three variables unobservability, pseudonymity, and neuroticism affect self-disclosure, while extraversion and agreeableness do not influence self-disclosure among @unsoedmfs users. Future research is recommended to include additional variables beyond this study, such as stress levels or cultural variables. It is also suggested that future researchers distribute questionnaires directly to respondents. This approach would allow respondents to ask about any unclear questionnaire items, reducing bias caused by misunderstandings of the questionnaire items.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save