Home
Login.
Artikelilmiahs
47598
Update
LUTFI ALIFIATUR ROHMAH
NIM
Judul Artikel
Psychological Well Being pada Anak Tuna Grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Aisyiyah Al Walidah Kecamatan Ajibarang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kabupaten Banyumas pada tahun 2023 jumlah anak tunagrahita dengan retardasi mental tercatat sebanyak 134 anak. Anak tunagrahita mengalami keterlambatan dalam kematangan intelektual yang menyebabkan kondisi mental juga mengalami keterlambatan, sehingga mengganggu kesejahteraan psikologis anak tunagrahita. Tujuan: Menggambarkan Kesejahteraan Psikologis Anak Tunagrahita di SLB Aisyiyah Al Walidah Kecamatan Ajibarang. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Terdapat 5 informan utama dan 4 informan pendukung dengan menggunakan analisis data Interaktif Miles dan Huberman. Subjek penelitian adalah anak SDLB tuna grahita yang bertempat tinggal di Kecamatan Aibarang. Hasil: Dimensi konsep Psychological Well Being, informasi yang dikaji beragam, namun sebagian besar informan menyatakan penerimaan diri hampir belum muncul, hubungan positif dengan orang lain lebih baik, belum mandiri, penguasaan lingkungan pasif, tidak memiliki tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi lambat. Kesimpulan: Anak berkebutuhan khusus di SLB Aisyiyah AL Walidah Kecamatan Ajibarang belum semuanya terpenuhi kesejahteraan psikologisnya, Diperlukan peningkatan pembelajaran yang lebih interaktif di SLB disertai dukungan yang maksimal dari orang tua anak. Kata Kunci: Anak-anak disabilitas, anak tuna grahita, psychological well being, kesejahteraan psikologi anak, SLB.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Banyumas Regency in 2023 the number of mentally disabled children will be recorded at 134 children. Children with intellectual disabilities experience delays in intellectual maturity which causes their mental condition to also experience delays, thus disrupting the psychological well-being of children with intellectual disabilities. Objective: To describe the psychological well-being of mentally retarded children at SLB Aisyiyah Al Walidah, Ajibarang District. Method: This research uses qualitative research with in-depth interview methods. There were 5 main informants and 4 supporting informants using Miles and Huberman Interactive data analysis. The research subjects were mentally disabled SDLB children who live in Ajibarang District. Results: Dimensions of the Psychological Well Being concept, the information studied varied, but the majority of informants stated that self-acceptance was just emerging, positive relationships with other people were better, not yet independent, passive mastery of the environment, no life goals and slow personal growth. Conclusion: Children with special needs at SLB Aisyiyah AL Walidah, Ajibarang District, have not yet fully met their psychological well-being, so it is necessary to improve learning at SLB which is more interactive accompanied by maximum support from the children's parents. Keywords: Children with special needs, mentally retarded children, psychological well-being, children's psychological well-being, SLB.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save