Artikel Ilmiah : I1A021097 a.n. NAYLA SHAFALAISYA RIZQIA

Kembali Update Delete

NIMI1A021097
NamamhsNAYLA SHAFALAISYA RIZQIA
Judul ArtikelPENGARUH KONDISI FISIK LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURRADEN II
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Asma merupakan penyakit kronis tidak menular yang mempengaruhi saluran pernapasan dan sering dipicu oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan dalam rumah berperan besar dalam memicu terjadinya kejadian asma. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi fisik lingkungan rumah terhadap kejadian asma di wilayah kerja Puskesmas Baturraden II.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, serta pengukuran suhu rumah, kelembapan rumah, dan luas ventilasi rumah dengan alat ukur. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang terdiagnosa asma dan tercatat dalam data Detail Diagnosa Asthma milik Puskesmas Baturraden II pada periode Januari-September 2024 dan berjumlah 47 orang.

Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara suhu rumah dan paparan asap rokok dengan kejadian asma, di mana suhu rumah memiliki pengaruh paling besar terhadap kejadian asma dengan p-value 0,027 (<0,05).

Kesimpulan: Suhu rumah dan paparan asap rokok memiliki hubungan signifikan dengan kejadian asma, di mana suhu rumah berperan lebih dominan. Pengendalian suhu yang sesuai dan menghindari paparan asap rokok sangat penting untuk mencegah kejadian asma, terutama pada individu yang berisiko.

Kata Kunci: Asma, Kondisi Rumah, Lingkungan, Paparan Polusi, Baturraden
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Asthma is a chronic, non-communicable disease that affects the respiratory system and is often triggered by environmental factors. The physical conditions within the home environment play a significant role in triggering asthma events. This study aims to analyze the influence of physical home environment conditions on asthma occurrence in the working area of Baturraden II Public Health Center.
Methodology: This study uses an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected through interviews using questionnaires, as well as measurements of house temperature, humidity, and ventilation area using measuring instruments. The study population consists of all patients diagnosed with asthma and recorded in the Detailed Asthma Diagnosis data of Baturraden II Public Health Center during the period of January-September 2024, totaling 47 individuals.
Research Results: This study found a significant relationship between house temperature and exposure to cigarette smoke with the incidence of asthma, where house temperature had the greatest influence on asthma occurrence (p-value 0.027, <0,05).
Conclusion: House temperature and exposure to cigarette smoke have a significant relationship with the incidence of asthma, with house temperature playing a more dominant role. Proper temperature control and avoiding cigarette smoke exposure are crucial to prevent asthma occurrence, especially in individuals at risk.

Keywords: Asthma, Home Conditions, Environment, Pollutant Exposure, Baturraden
Kata kunciAsma, Kondisi Rumah, Lingkungan, Paparan Polusi, Baturraden
Pembimbing 1Agnes Fitria Widiyanto
Pembimbing 2Septiono Bangun Sugiharto
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2025-02-07 16:37:29.312678
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.