Artikel Ilmiah : G1A021123 a.n. ARIADNE HAPSARI PUTRI TAUFIK

Kembali Update Delete

NIMG1A021123
NamamhsARIADNE HAPSARI PUTRI TAUFIK
Judul ArtikelGAMBARAN HISTOPATOLOGI JARINGAN HEPAR TIKUS
(Rattus norvegicus) PADA BEBERAPA KEADAAN TENGGELAM
DI AIR TAWAR
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Tenggelam merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, yang
berkontribusi terhadap mortalitas dan morbiditas yang tinggi setiap tahunnya. Membedakan antara
tenggelam ante-mortem dan post-mortem masih menjadi tantangan dalam ilmu forensik.
Pemeriksaan histopatologi organ, seperti hati (hepar), dapat memberikan wawasan berharga
tentang perubahan fisiologis selama tenggelam. Tujuan: Untuk menyelidiki ciri histopatologi
jaringan hati pada tikus putih (Rattus norvegicus) dalam tiga kondisi tenggelam di air tawar: hidup
saat tenggelam, tidak sadar saat tenggelam, dan mati sebelum tenggelam. Metodologi: Penelitian
eksperimental ini menggunakan desain kelompok pasca-uji yang melibatkan 21 tikus Sprague-
Dawley jantan. Tikus dibagi menjadi tiga kelompok (hidup, tidak sadar, dan mati saat tenggelam).
Sampel jaringan hati dianalisis secara histopatologi, dengan fokus pada kongesti dan vakuolisasi
menggunakan sistem penilaian Suzuki. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal-
Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Analisis menunjukkan perbedaan signifikan dalam vakuolisasi
di antara kelompok (p = 0,007). Pengujian post hoc menunjukkan perbedaan vakuolisasi yang
signifikan antara kelompok hidup dan mati (p = 0,002). Namun, tidak ada perbedaan signifikan yang
diamati dalam skor kongesti di antara kelompok (p = 0,070). Kesimpulan: Penelitian ini
mengidentifikasi perubahan histopatologis yang khas pada hati berdasarkan kondisi tenggelam.
Vakuolisasi secara signifikan lebih tinggi pada tikus yang tenggelam saat hidup dibandingkan
dengan yang tenggelam setelah kematian. Temuan ini meningkatkan pemahaman tentang
perubahan fisiologis selama tenggelam dan membantu investigasi forensik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Drowning is a significant global health concern, contributing to substantial mortality
and morbidity annually. Differentiating between ante-mortem and post-mortem drowning
remains a challenge in forensic science. Histopathological examination of organs, such as the liver
(hepar), can provide valuable insights into the physiological changes during drowning. Objective:
To investigate the histopathological features of liver tissues in white rats (Rattus norvegicus) under
three drowning conditions in freshwater: alive at submersion, unconscious at submersion, and
dead before submersion. Methodology: This experimental study employed a post-test-only group
design involving 21 male Sprague-Dawley rats. The rats were divided into three groups (alive,
unconscious, and dead at submersion). Liver tissue samples were analyzed histopathologically,
focusing on congestion and vacuolization using Suzuki’s scoring system. Data were statistically
analyzed using the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests. Results: The analysis showed
significant differences in vacuolization among the groups (p = 0.007). Post hoc testing indicated
significant vacuolization differences between the alive and dead groups (p = 0.002). However, no
significant differences were observed in congestion scores among the groups (p = 0.070).
Conclusion: The study identified distinctive histopathological changes in the liver based on the
drowning condition. Vacuolization was notably higher in rats that drowned while alive compared
to those submerged post-mortem. These findings enhance the understanding of physiological
changes during drowning and aid forensic investigations.
Kata kunciTenggelam, histopatologi, hati, Rattus norvegicus, air tawar, ilmu forensik, vakuolisasi, kongesti
Pembimbing 1M. Zaenuri Syamsu Hidayat
Pembimbing 2Lantip Rujito
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman91
Tgl. Entri2025-02-05 14:00:55.50259
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.