Home
Login.
Artikelilmiahs
47427
Update
THOMAS RIZKI ALI
NIM
Judul Artikel
REIFIKASI MEMORI DAN REVITALISASI HERITAGE SITE Path Dependent Analysis Politik Pembangunan Kota Lama Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pengembangan destinasi wisata yang menjadi bagian dari Revitalisasi Kota Lama Banyumas, sebagai upaya pemerintah daerah untuk menghidupkannya kembali melalui reifikasi warisan sejarah kota untuk memperkuat identitas daerah saat ini. Program revitalisasi meliputi dua kegiatan utama, yaitu pengembangan prasarana Sungai Serayu sebagai wisata air dan penataan kawasan Kota Lama Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode path dependent analysis, dalam lima tahap untuk menganalisis tahapan reifikasi dalam program revitalisasi, sebagai berikut: 1) kondisi anteseden, Sungai Serayu sebagai entitas penting dalam sejarah masa lalu Banyumas, direifikasi menjadi gagasan Serayu River Voyage (SRV) pada tahun 2005 yang bertujuan untuk menghidupkan kembali Sungai Serayu di masa kini. 2) Cleavage/shock, pengembangan kawasan Sungai Serayu melalui proyek pariwisata transportasi air Pemerintah Daerah Banyumas akhirnya terwujud menjadi Angkutan Serayu Banyumas (Angsamas) pada tahun 2021. 3) Critical juncture, keputusan bupati pada tahun 2019 untuk menjadikan Kota Lama Banyumas sebagai cagar budaya, hal ini berawal dari kajian akademis dari para aktor intelektual yang akhirnya mendorong political will para pemangku kebijakan di masa mendatang untuk mewujudkan Living Heritage kawasan lama Banyumas. 4) Aftermath, perwujudan di kawasan Kota Lama Banyumas mulai diwujudkan dalam penataan kawasan kota lama pada tahun 2023, pengembangan ini mampu terjadi berkat lobi dari tokoh masyarakat yang secara efektif menjembatani pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Keseluruhan pembangunan tersebut menciptakan 5) Legacy, Angsamas sebagai pengembangan prasarana wisata air dan Penataan Kota Lama Banyumas dihidupkan kembali sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya, hal ini merupakan perwujudan kembali sisi sejarah Kota Lama Banyumas yang bertujuan untuk memperkuat identitas lokal dan menumbuhkan potensi ekonomi berbasis sejarah dan budaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to explore the process of developing tourist destinations that form the Revitalization of Banyumas Old Town, as an effort by the local government to revive it through the reification of the city's historical heritage to strengthen the current regional identity. The revitalization program includes two main activities: the development of Serayu River infrastructure as a water tourism and the arrangement of the Banyumas Old Town area. This study uses the path dependent analysis method, in five stages to analyze the stages of reification in the revitalization program, as follows: 1) antecedent conditions, Serayu River as an important entity in Banyumas' past history, was reified into the idea of Serayu River Voyage (SRV) in 2005 aimed at reviving Serayu River in the present. 2) cleavage/shock, the development of the Serayu River area through the Banyumas Regional Government's water transportation tourism project was finally reified into Angkutan Serayu Banyumas (Angsamas) in 2021. 3) critical juncture, the regent's decision in 2019 to make the Old City of Banyumas a cultural heritage, this began with an academic study from intellectual actors which finally encouraged the political will of policy makers in the future to reify the old Banyumas Living Heritage area. 4) aftermath, reification in the Old City of Banyumas area began to be realized in the arrangement of the old city area in 2023, this development was able to occur thanks to lobbying from public figures who effectively bridged the regional government and the central government. The entire development created 5) legacy, Angsamas as a water tourism infrastructure development and the Arrangement of the Old City of Banyumas was revived as a historical and cultural tourism destination, this is a reification of the historical side of Old Banyumas which aims to strengthen local identity and grow economic potential based on culture
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save