Home
Login.
Artikelilmiahs
46716
Update
ARIFIAN AULIARACHMAN
NIM
Judul Artikel
EFEK MADU LEBAH KLANCENG (Tetragonula biroi) TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA MODEL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) HIPERURISEMIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Hiperurisemia adalah suatu keadaan terjadinya peningkatan kadar asam urat serum di atas normal. Madu lebah klanceng (Tetragonula biroi) mengandung flavonoid yang di duga mampu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas madu lebah klanceng sebagai pendamping pengobatan hiperurisemia pada model tikus putih hiperurisemia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan Pre-Test Post-Test Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari 25 ekor tikus putih jantan yang terbagi ke dalam 5 kelompok perlakuan : kelompok I (kontrol normal), kelompok II (jus hati ayam), kelompok III (jus hati ayam + madu klanceng), kelompok IV (jus hati ayam + allopurinol), kelompok V (jus hati ayam + allopurinol + madu klanceng). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian jus hati ayam pada tikus dapat meningkatkan kadar asam urat pada tikus. Pemberian madu klanceng dan allopurinol terbukti lebih efektif dibanding pemberian allopurinol saja. Madu lebah klanceng mampu menurunkan kadar asam urat pada tikus. Pemberian kombinasi allopurinol dan madu lebah klanceng sebagai pendamping memiliki efektivitas penurunan kadar asam urat yang lebih baik dibandingkan monoterapi allopurinol atau madu lebah klanceng.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Hyperuricemia is a condition of increased serum uric acid levels above normal. Klanceng bee honey (Tetragonula biroi) contains flavonoids which are thought to be able to reduce uric acid levels in the body, so further research needs to be done which aims to determine the effectiveness of klanceng bee honey as a companion to hyperuricemia treatment in hyperuricemia white rat models. This type of research is a laboratory experiment with Pre-Test PostTest Control Group Design. The research subjects consisted of 25 male white rats divided into 5 treatment groups: group I (normal control), group II (chicken liver juice), group III (chicken liver juice + klanceng honey), group IV (chicken liver juice + allopurinol), group V (chicken liver juice + allopurinol + klanceng honey). The data obtained were statistically analyzed using One Way ANOVA test. The results showed that giving chicken liver juice to rats can increase uric acid levels in rats. Giving klanceng honey and allopurinol proved to be more effective than giving allopurinol alone. Klanceng bee honey is able to reduce uric acid levels in rats. Giving a combination of allopurinol and klanceng bee honey as a companion has a better effectiveness in reducing uric acid levels than allopurinol or klanceng bee honey monotherapy.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save