Artikelilmiahs

Menampilkan 41.701-41.720 dari 48.870 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4170145077E1A020279Peralihan Hak Asuh, Anak Usia Dini Pasca Perceraian (Studi Terhadap Penetepan Pengadilan Agama Medan Nomor 1489/Pdt.G/2023/PA.Mdn)Perceraian merupakan pemutusan tali perkawinan yang disyariatkan dalam Islam. Perceraian tidak saja berdampak pada pihak yang bersangkutan, akan tetapi dampaknya berakibat pula pada anak. Salah satu akibat perceraian adalah perebutan hak asuh anak (hadhanah) suami istri. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam pemberian hak asuh anak kepada bapak dan hak asuh anak dibawah umur.

Rumusan masalahnya adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam memberikan hak asuh anak dibawah umur kepada Bapak setelah perceraian menurut putusan Nomor 1489/Pdt.G/2023/PA.Mdn dan Bagaimana akibat hukum berdasarkan Putusan Nomor 1489/Pdt.G/2023/PA.Mdn tentang pemberian hak asuh anak dibawah umur yang jatuh kepada bapak setelah perceraian. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif yang kemudian dianalisis secara normatif, sistematis dan logis guna memperoleh penjelasan dari masalah tersebut.

Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwaperalihan hak asuh anak
terhadap penetapan Pengadilan Agama Medan Nomor 1489/Pdt.G/2023/PA.Mdn. mendasarkan pada Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 105 huruf a. Pasal 59 ayat (2) Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaiman telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 jo. Pasal 10 ayat (2) Peraturan Menteri Sosial Nomor 21 tahun 2013. Menurut peneliti, sebaikanya dalam pertimbangan hukum hakim dilengkapi dengan Pasal 156 Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum terhadap orang tua adalah hak asuh dialihkan kepada Ayahnya karena Ibunya tidak dapat memberikan perhatian dan kasih sayang
yang cukup terhadap anaknya. Ketentuan pada SEMA No. 1 Tahun 2017 menjelaskan bahwa hak asuh anak dapat dialihkan kepada Ayahnya jika dapat memberikan dampak positif ke anak.
Divorce is the termination of the marriage rope that is prescribed in Islam. Divorce not only has an impact on the parties concerned, but also on the children. One of the consequences of divorce is the struggle for child custody (hadhanah) between husband and wife. Therefore, this study aims to determine the basis of the judge's legal considerations in granting child custody to the father and custody of minors.

The formulation of the problem is how the basis of the judge's legal considerations in giving custody of minors to the father after divorce according to Decision Number 1489/Pdt.G/2023/PA.Mdn and what are the legal consequences based on Decision Number 1489/Pdt.G/2023/PA.Mdn regarding the granting of custody of minors who fall to the father after divorce. This research uses normative juridical research which is then analyzed normatively, systematically and logically in order to obtain an explanation of the problem.

The results of the research can be concluded that the transfer of child custody rights to the Medan Religious Court determination Number 1489/Pdt.G/2023/PA.Mdn. based on the Compilation of Islamic Law (KHI) Article 105 letter a. Article 59 paragraph (2) of Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights. Article 26 paragraph (1) of Law Number 23 of 2002 Concerning Child Protection as amended by Law Number 35 of 2014 jo. Article 10 paragraph (2) of Minister of Social Affairs Regulation Number 21 of 2013. According to the researcher, it would be better if the judge's legal considerations were complemented by Article 156 of the Compilation of Islamic Law. The legal effect on parents is that custody is transferred to the father because the mother cannot provide sufficient attention and affection for the child. The provisions in SEMA No. 1 of 2017 explain that child custody can be transferred to the father if it can have a positive impact on the child.
4170243749C1C020020ANALISIS FRAUD THEORY TERHADAP KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN BENEISH M-SCORE, DECHOW F-SCORE DAN ALTMAN Z-SCORE MODELTujuan dari penelitian adalah untuk menguji fraud theory dalam laporan keuangan dengan menggunakan perhitungan dari model Beneish M-Score, Dechow F-Score, dan Altman Z-Score. Studi ini berfokus pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar tahun 2020 sampai 2022 di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang bertepatan dengan pandemi virus Covid-19. Teori pemangku kepentingan (stakeholder theory), teori kecurangan (fraud theory), dan teori agensi (agency theory) adalah tiga teori yang diterapkan. Penelitian menggunakan analisis data panel dengan menggunakan aplikasi Eviews 13 dan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan purposive sampel. Berdasarkan temuan penelitian, financial target berpengaruh signifikan dalam model Altman Z-Score tetapi tidak dalam model Beneish M-Score dan Dechow F-Score terhadap kecurangan laporan keuangan. Pada ketiga model, variabel ineffective monitoring tidak berpengaruh signifikan. Ditemukan bahwa model Dechow F-Score adalah model yang paling efektif dalam memprediksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan consumer non-cyclicals yang terdaftar di BEI pada tahun 2020-2022. Studi ini diharapkan dapat menjelaskan kecurangan di Indonesia, meningkatkan pengawasan perusahaan untuk menghentikan kecurangan, membantu kreditor dan investor dalam manajemen risiko, serta menawarkan rekomendasi kepada auditor untuk meningkatkan prosedur audit dalam mendeteksi kecurangan. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu penambahan variabel independen yang sejalan dengan fraud hexagon theory dan menggunakan dua populasi penelitian yang berbeda, seperti sektor keuangan dan non-keuangan.The purpose of the study is to test fraud theory in financial statements using calculations from the Beneish M-Score, Dechow F-Score, and Altman Z-Score models. This study focuses on consumer non-cyclicals sector companies listed from 2020 to 2022 on the Indonesia Stock Exchange (IDX), which coincides with the Covid-19 virus pandemic. Stakeholder theory, fraud theory, and agency theory are the three theories applied. The research uses panel data analysis using the Eviews 13 application and a quantitative approach using a purposive sample. Based on the research findings, financial targets have a significant effect in the Altman Z-Score model but not in the Beneish M-Score and Dechow F-Score models on financial statement fraud. In all three models, the ineffective monitoring variable has no significant effect. It was found that the Dechow F-Score model is the most effective model in predicting financial statement fraud in consumer non-cyclicals companies listed on the IDX in 2020-2022. This study is expected to explain fraud in Indonesia, improve corporate supervision to stop fraud, assist creditors and investors in risk management, and offer recommendations to auditors to improve audit procedures to detect fraud. Suggestions for future research include adding independent variables that are in line with the fraud hexagon theory and using two different research populations, such as the financial and non-financial sectors.
4170343745I1A019114Pengaruh Faktor Lingkungan dan Perilaku terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Barat Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Pada tahun 2021 kasus DBD di Indonesia sebanyak 73.518 kasus, akan tetapi pada akhir tahun 2022 jumlah kasus DBD di Indonesia mencapai 143.000 kasus, meningkat 94,8% (Kemenkes, 2023). Jawa Tengah memiliki angka CFR DBD terbesar di Indonesia dengan presentase 2,71% pada tahun 2021 (Dinkes Jateng, 2022), wilayah dengan angka DBD yang tinggi salah satunya adalah Kabupaten Banyumas dengan kejadian sebanyak 307 kasus dengan 13 kematian pada tahun 2022 (BPS Banyumas, 2023). Berdasarkan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat terjadi karena beberapa faktor dominan yaitu faktor lingkungan dan faktor perilaku. Menurut Mentari (2022) menyebutkan bahwa Purwokerto Barat rawan dan berpotensi terjadinya kejadian DBD karena lokasi dan kondisi di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain studi case control, dimana menggunakan perbandingan 1:1 untuk sampel kasus yaitu 42 dan sampel kontrol 42. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Hasil Penelitian: Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian DBD yaitu keberadaan jentik nyamuk (p-value=0,008; OR=4,425) dan kebiasaan menggantung pakaian (p-value=0,021; OR=4,403). Faktor-faktor yang berhubungan terhadap kejadian DBD yaitu keberadaan genangan air (p-value=0,012; OR=3,667), keberadaan kawat kasa (p-value=0,014; OR=3,411), dan praktik PSN 3M (p-value=0,002; OR=4,889). sedangkan faktor-faktor yang tidak berhubungan antara lain kepadatan hunian (p-value=0,546), kondisi tempat penampungan air (p-value=0,487), dan kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk (p-value=0,383).
Kesimpulan: Variabel yang berpengaruh adalah keberadaan jentik nyamuk dan kebiasaan menggantung pakaian. Masyarakat dihimbau untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan agar jentik nyamuk tidak muncul di sekitar rumah dengan pencegahan praktik PSN 3M meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang serta supaya tidak menggantung pakaian yang kotor atau bekas pakai di dalam rumah.
Background: In 2021, there were 73,518 dengue fever cases in Indonesia, but at the end of 2022 the number of dengue fever cases in Indonesia reached 143,000 cases, an increase of 94.8% (Ministry of Health, 2023). Central Java has the largest CFR dengue fever rate in Indonesia with a percentage of 2.71% in 2021 (Central Java Health Office, 2022), one of the areas with a high dengue fever rate is Banyumas Regency with an incidence of 307 cases with 13 deaths in 2022 (BPS Banyumas , 2023). Based on previous research, it shows that Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) can occur due to several dominant factors, namely environmental factors and behavioral factors. According to Mentari (2022), West Purwokerto is vulnerable and has the potential for dengue fever incidents due to the location and conditions in the area. The aim of this research is to determine and analyze the influence of environmental and behavioral factors on the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) in the work area of the West Purwokerto Community Health Center, Banyumas Regency.
Methodology: This research uses an analytical observational research type with a case control study design, which uses a 1:1 ratio for case samples, namely 42 and 42 control samples. The sampling technique is total sampling. The analyzes carried out were univariate, bivariate and multivariate analysis.
Result of Research: Factors that influence the incidence of dengue fever are the presence of mosquito larvae (p-value=0.008; OR=4.425) and the habit of hanging clothes (p-value=0.021; OR=4.403). Factors related to the incidence of dengue fever are the presence of standing water (p-value=0.012; OR=3.667), the presence of wire mesh (p-value=0.014; OR=3.411), and PSN 3M practices (p-value=0.002; OR=4.889). while factors that are not related include residential density (p-value=0.546; OR=1.741), condition of water reservoirs (p-value=0.487; OR=1.538), and habit of using mosquito repellent (p-value= 0.383; OR=1.614).
Conclusion: The influencing variables are the presence of mosquito larvae and the habit of hanging clothes. The public is advised to be more sensitive to environmental conditions so that mosquito larvae do not appear around the house by preventing PSN 3M practices including draining, covering and recycling and not hanging dirty or used clothes in the house.
4170443748I1A018001STUDI PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA PETANI SAAT PANDEMI COVID-19 DI DESA LINGGASARI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Prevalensi hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Beberapa faktor yang dapat menimbulkan risiko akan terjadinya hipertensi pada seseorang yaitu faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko hipertensi pada petani saat pandemi COVID-19 di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 75 petani dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, kebiasaan minum kopi, indeks massa tubuh, tingkat stress, riwayat hipertensi, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, asupan garam, dan paparan pestisida. Instrumen yang digunakan adalah wawancara dengan kuesioner, pengukuran berat badan, dan pengukuran hipertensi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat, dan multivariat.

Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan prevalensi hipertensi pada petani saat pandemi COVID-19 Di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas sebesar 34,7%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa usia merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian hipertensi dengan rentang usia petani yang hipertensi > 55 tahun.

Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian hipertensi yaitu usia. Semakin tua usia seseorang maka beresiko 12,121 kali lebih besar mengalami hipertensi.
Background: Hypertension is one of the health problems in Indonesia. The prevalence of hypertension continues to increase every year. Some factors that can pose a risk of hypertension in a person can be changed, and those that cannot. This study will determine farmers' hypertension prevalence and risk factors during the COVID-19 pandemic in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency.

Method: This study used a cross-sectional approach. The sample was 75 farmers with sampling techniques using simple random sampling. The variables studied included age, gender, education, coffee drinking habits, body mass index, stress level, history of hypertension, smoking habits, exercise habits, salt intake, and pesticide exposure. The instruments used were interviews with questionnaires, weight measurements, and hypertension measurements. The data analysis used is univariate, bivariate, and multivariate analysis.
Results: From the study, the prevalence of hypertension in farmers during the COVID-19 pandemic in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency, was 34.7%. The results of statistical tests show that age is the most influential factor on the incidence of hypertension with the age range of hypertensive farmers > 55 years.

Conclusion: The factor that most influences the incidence of hypertension is age. The older a person is the 12,121 times greater the risk of developing hypertension.

4170543750C1A019090FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI IPHONE BEKAS PADA MAHASISWA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNSOED
Penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh harga iPhone baru, harga iPhone bekas, harga android baru, dan pendapatan orang tua terhadap preferensi iPhone bekas. Data penelitian ini dilakukan melalui survei dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh sebagai data primer dan dikumpulkan melalui kuesioner online. Sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan data yang diperoleh sebanyak 112 responden. Analisis data menggunakan SPSS for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan orang tua, harga iPhone baru, dan harga android baru berpengaruh positif terhadap preferensi iPhone bekas. Namun, harga iPhone bekas memiliki efek negatif pada preferensi iPhone bekas.This research is to test and analyze the influence of the price of a new iPhone, the price of a used iPhone, the price of a new Android, and parents' income on preferences for used iPhones. This research data was conducted through a survey with a quantitative approach. Data was obtained as primary data and collected through an online questionnaire. This research sample used purposive sampling, and the data obtained was 112 respondents. Data analysis using SPSS for Windows. The results of this study show that parental income, the price of a new iPhone, and the price of a new Android have a positive effect on preference for used iPhones. However, the price of a used iPhone has a negative effect on the preference for a used iPhone.
4170643230E1A019307TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KERJASAMA PENGIRIMAN BARANG MELALUI PENGANGKUTAN UDARA(Studi Putusan Nomor 650/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst)Penelitian Penelitian ini mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 650/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst tentang perbuatan wanprestasi pada perjanjian kerjasama pengangkutan udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan akibat hukum terjadinya wanprestasi atas penggunaan jasa angkutan udara serta pertimbangan hukum hakim terhadap perbuatan wanprestasi dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 650/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian prespektif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Putusan Nomor 650/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst tentang perjanjian kerjasama pengiriman barang dan dokumen wilayah domestik Indonesia melalui jalur udara antara CV. CITRA PERKASA MANDIRI (Penggugat) dengan PT. KERTA GAYA PUSAKA (Tergugat) bahwa bentuk dan akibat hukum terjadinya wanprestasi dalam perjanjian pengangkutan udara yaitu Tergugat tidak memenuhi kewajiban perikatannya berupa pembayaran jasa angkutan udara tersebut. Akibatnya Tergugat dihukum untuk membayarkan hutang pokok atas jasa pengangkutan udara tersebut secara kontan dan seketika serta membayar biaya perkara, hal ini didasarkan pada pertimbangan hukum hakim yang menetapkan bahwa Tergugat wanprestasi karena terdapat unsur salah dalam diri Tergugat. Pertimbangan hukum hakim dalam putusan Nomor 650/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst telah sesuai dengan Pasal 1238 KUHPerdata.
This research examines the Decision of the Central Jakarta District Court Number 650/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst regarding the act of default in the air transportation cooperation agreement. The purpose of this research is to analyze the form and legal consequences of default in the use of air transportation services and the legal considerations of the judge regarding the act of default in the Decision of the District Court Number 650/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst. The method used in this research is the normative juridical approach with analytical perspective research specifications. The data source used is secondary data, and data collection is done through literature studies.
Based on the results of the research and discussion on Decision Number 650/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst regarding the domestic air transportation cooperation agreement for the delivery of goods and documents within Indonesia through air routes between CV. CITRA PERKASA MANDIRI (Plaintiff) and PT. KERTA GAYA PUSAKA (Defendant), it is found that the form and legal consequences of default in the air transportation agreement are that the Defendant did not fulfill its contractual obligation to pay for the air transportation services. As a result, the Defendant is sentenced to pay the principal debt for the air transportation services immediately and in cash, as well as to pay the litigation costs. This is based on the legal considerations of the judge, which establish that the Defendant defaulted due to the presence of an error on the part of the Defendant. The legal considerations of the judge in Decision Number 650/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst are in accordance with Article 1238 of the Civil Code.
4170743751H1B020028Kajian Perbandingan Persepsi Kebutuhan Teknologi Digital Instrumen Pengendalian Waktu Proyek Konstruksi antara Konsultan Manajemen Konstruksi dengan Konsultan Pengawas Pengerjaan suatu proyek konstruksi dalam suatu pembangunan harus tertata dengan rapi serta membutuhkan proses manajemen yang baik termasuk manajemen waktu, maka dari itu dalam pengendalian proyek konstruksi diperlukan sebuah alat dan metode yang dapat menunjang keberhasilan dari pengendalian waktu proyek konstruksi. Penelitian ini secara khusus berfokus pada identifikasi persepsi konsultan manajemen konstruksi dan/atau konsultan pengawas mengenai penggunaan teknologi digital yang digunakan dalam pengendalian waktu proyek konstruksi. Selain itu, penelitian ini juga mengindentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapan teknologi digital termasuk perbedaan persepsi antara konsultan manajemen konstruksi dengan konsultan pengawas terkait hal tersebut. Melalui kuesioner sebagai alat pengumpulan data, penelitian ini melibatkan 47 responden yang berasal dari konsultan manajemen konstruksi dan 46 responden yang berasal dari konsultan pengawas. Analisis data kuesioner dilakukan menggunakan software Smart-PLS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukan bahwa 16 dari 21 indikator dinyatakan valid dan reliabel dalam mengukur variabel eksogen dan endogen. Gabungan seluruh variabel yang ada berpengaruh sebesar 57.8% terhadap Urgensi Penerapan Teknologi Digital dalam Pengendalian Waktu Proyek Konstruksi. Analisis Path Coefficients menunjukkan bahwa faktor-faktor Manfaat, Hambatan, dan Pemahaman menunjukan hubungan positif. Namun, faktor Experience menunjukan hubungan negatif terhadap variabel endogen. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara persepsi konsultan manajemen konstruksi dengan konsultan pengawas terkait penerapan teknologi digital sebagai alat untuk pengendali waktu proyek konstruksi.The work on a construction project in a development must be neatly organized and requires a good
management process including time management, therefore in controlling construction projects, tools and methods are needed that can support the success of controlling construction project time. This research specifically focuses on identifying the perceptions of construction management consultants and/or supervisory consultants regarding the use of digital technology used in controlling construction project time. Apart from that, this research also identifies factors that influence the application of digital technology, including differences in perceptions between construction management consultants and supervisory consultants regarding this matter. Using a questionnaire as a data collection tool, this research involved 47 respondents from construction management consultants and 46 respondents from supervisory consultants. Questionnaire data analysis was carried out using Smart-PLS software and Microsoft Excel. The research results showed that 16 of the 21 indicators were declared valid and reliable in measuring exogenous and endogenous variables. The combination of all existing variables has an effect of 57.8% on the Urgency of Applying Digital Technology in Controlling Construction Project Time. Path Coefficients analysis shows that the factors Benefits, Barriers, and Understanding show a positive relationship. However, the Experience factor shows a negative relationship with endogenous variables. Based this research, it can be seen that there is no significant difference between the perceptions of construction management consultants and supervisory consultants regarding the application of digital technology as a tool for controlling construction project time.
4170843747J1C019043Penggunaan Boku dan Ore pada Reality Show (Kajian sosiolinguistik)ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Penggunaan Boku dan Ore pada Reality Show (Kajian Sosiolinguistik). Penelitian mengkaji penggunaan boku dan ore (ichininshou daimeishi ‘kata ganti persona pertama’) berdasarkan konteks kalimat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan boku dan ore dikaitkan dengan konteks kalimat berupa faktor sosial yang melatar belakangi penutur saat melakukan percakapan dengan mitra tutur. Data diambil dari percakapan yang mengandung kata boku dan ore serta konteks kalimat yang mendukung percakapan tersebut. Sumber data adalah reality show yang berjudul “Hi! JO1, JO1 House, dan Produce 101 Japan the Girls”. Peneliti menyimak dan mencatat data pada kartu data untuk diklasifikasi ke dalam penggunaan boku dan ore oleh penutur berdasarkan posisi mitra tutur. Analisis data mengacu pada faktor sosial menggunakan teori Kabaya (ningenkankei ‘hubungan antarpartisipan’ dan ba ‘latar percakapan’). Dari sumber data dianalisis 15 percakapan yang menggunakan kata boku serta 5 percakapan yang menggunakan kata ore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boku dan ore digunakan oleh pria dan wanita cenderung menggunakan kata watashi atau atashi. Pemilihan boku oleh penutur pria dipengaruhi oleh mitra tutur yang sesama pria, usia di bawah penutur, tema tuturan dan tempat dilakukannya percakapan bersifat non formal. Selain itu hubungan antarpartisipan percakapan menunjukan tidak adanya jarak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman khususnya bagi pembelajar bahasa Jepang dalam menggunakan kata boku dan ore yang sesuai dengan faktor sosial sehingga komunikasi dapat berjalan dengan baik.

Kata kunci: Boku, Ore, Sosiolinguistik, Faktor sosial, Reality Show
ABSTRACT

The study is entitled "The Utilization of 'Boku' and 'Ore' in Reality Shows: A Sociolinguistic Inquiry," endeavors to scrutinize the deployment of 'boku' and 'ore' (specifically classified as ichininshou daimeishi, or 'first-person pronouns') within the contextual framework of sentences observed in reality show programs. The objective of this research is to determine the utilization of 'boku' and 'ore' within the contextual framework of sentence structures, particularly elucidating the social factors influencing their deployment by speakers during conversational exchanges. The data collection process encompassed transcripts of dialogues wherein occurrences of the terms 'boku' and 'ore' were present—as well as the documentation of sentence contexts that support these conversational exchanges. The primary data resource emanates from a reality television program entitled "Hi! JO1, JO1 House, and Produce 101 Japan the Girls." Researcher meticulously listened to and documented the gathered data onto data cards, employing a systematic classification method to discern instances of 'boku' and 'ore' usage relative to the positional dynamics of the speech partner. Subsequent data analysis entailed the application of “Kabaya theory”, specifically focusing on the ningenkankei (interpersonal relationships) and ba (interactional settings) frameworks, to discern underlying social factors influencing the linguistic phenomena. A total of 15 dialogues incorporating the term 'boku' and 5 dialogues featuring the term 'ore' were meticulously examined from the dataset. The findings of the study revealed a distinct gender-based preference, with male speakers predominantly employing 'boku' and 'ore', while female speakers gravitated towards 'watashi' or 'atashi.' Furthermore, the selection of 'boku' among male speakers was observed to be contingent upon various factors, including the speaker's gender, age, thematic content of the discourse, and the informality of the conversation. Furthermore, the examination of the interpersonal dynamics among conversation participants reveals a notable absence of interpersonal distance. It is envisaged that the findings of this study will furnish valuable insights, particularly to learners of the Japanese language, regarding the appropriate utilization of the terms 'boku' and 'ore' in alignment with pertinent social factors, thereby fostering effective communication dynamics.

Key words: Boku, Ore, Sociolinguistic, Social Factors, Reality Show
4170943578K1C019021PEMODELAN INVERSI TIGA DIMENSI CEKUNGAN AIR TANAH SIDAREJA BERDASARKAN DATA ANOMALI BOUGUER LENGKAPPemodelan geologi kawasan Cekungan Air Tanah Sidareja dan sekitarnya dilakukan menggunakan data digitasi Peta Anomali Bouguer Lengkap dan data anomali gravitasi citra satelit. Digitasi peta ABL menghasilkan data anomali gravitasi yang telah terkoreksi hingga koreksi udara bebas serta data topografi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model tiga dimensi yang digunakan sebagai salah satu acuan interpretasi lapisan batuan bawah permukaan daerah penelitian. Pengolahan data anomali gravitasi diawali digitasi peta ABL, sehingga diperoleh data Anomali Bouguer Lengkap (ABL) di topografi. Selanjutnya, reduksi data ke bidang datar bertujuan untuk membawa nilai anomali gravitasi pada ketinggian rata-rata topografi. Data anomali gravitasi regional dan residual dipisahkan menggunakan metode upward continuation. Proses pemodelan diawali dengan proses inversi data anomali residual menggunakan software Grablox 1.7. Hasil pemodelan geologi dari data anomali residual di tampilkan dalam software Bloxer 1.6e, kemudian gambar pemodelan dihaluskan menggunakan software Voxler. Hasil dari pengolahan data gravitasi adalah anomali gravitasi residual. Nilai anomali gravitasi residual kawasan luahan Cekungan Air Tanah PurwokertoPurbalingga berkisar -18 – 27 mGal. Nilai anomali gravitasi residual ini digunakan untuk proses pemodelan inversi sehingga diperoleh pemodelan 3D batuan bawah permukaan dengan rentang densitas sebesar 1,76 – 4,50 g/cm3 . Densitas endapan aluvial berkisar 1,76 – 2,70 g/cm3 . Interpretasi dilakukan dengan melakukan dua sayatan. Sayatan A-A’ menghasilkan ketebalan rata-rata endapan aluvium sebesar 2.980 m dan sayatan B-B’ menghasilkan ketebalan rata-rata endapan aluvium sebesar 3.311 m. Berdasarkan hasil pemodelan, kawasan yang berpotensi mengandung air tanah dalam jumlah besar terdapat di sayatan B-B’ dengan ketebalan rata-rata endapan aluvium sebesar 3.311 m.Geological modeling of the Sidareja Groundwater Basin area and its surroundings was carried out using the Complete Bouguer Anomaly Map digitation data and satellite image gravity anomaly data. The ABL map digitization produces gravity anomaly data that has been corrected to free air correction and topographic data. This research aims to create a 3-dimensional model that is used as one of the references for interpreting the subsurface rock layers of the research area. Gravity anomaly data processing begins with the digitization of the ABL map, so that complete Bouguer Anomaly (ABL) data is obtained in topography. Furthermore, data reduction to a flat plane aims to bring the gravity anomaly value to the average height of the topography. Regional and residual gravity anomaly data are separated using the upward continuation method. The modeling process begins with the inversion of residual anomaly data using Grablox 1.7 software. Geological modeling results from residual anomaly data are displayed in Bloxer 1.6e software, then the modeling image is smoothed using Voxler software. The result of gravity data processing is the residual gravity anomaly. The residual gravity anomaly value of the Sidareja Groundwater Basin discharge area ranges from -18 - 27 mGal. This residual gravity anomaly value is used for the inversion modeling process to obtain 3D modeling of subsurface rocks with a density range of 1.76 - 4.50 g/cm3 . The density of alluvial deposits ranges from 1.76 - 2.70 g/cm3 . Interpretation was done by making two incisions. Incision A-A' resulted in an average thickness of alluvial deposits of 2,980 m and incision B-B' resulted in an average thickness of 3,311 m of alluvial deposits. Based on the modeling results, the area that has the potential to contain large amounts of groundwater is located in the B-B' incision with an average thickness of 3,311 m of alluvial deposits.
4171043651I1A020041ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA MASYARAKAT DI DESA BANTERAN KECAMATAN SUMBANG
KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang: Angka kasus tuberkulosis pada 2023 di Puskesmas I Sumbang mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Desa Banteran menjadi desa dengan kasus tertinggi di wilayah kerja puskesmas ini. Perilaku pencegahan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penularan dari penyakit tuberkulosis di desa ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan tuberkulosis pada masyarakat di Desa Banteran.
Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi seluruh masyarakat di Desa Banteran. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 104 responden dengan teknik pengambilan proportional random sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap, aksesibilitas informasi, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dan perilaku pencegahan tuberkulosis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data diolah dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan sebanyak 56,7% responden memiliki perilaku dalam kategori baik terhadap pencegahan tuberkulosis. Jenis kelamin, pendapatan, dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis dengan faktor yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin perempuan.
Kesimpulan: Jenis kelamin, pendapatan, dan dukungan keluarga perpengaruh terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis pada masyarakat di Desa Banteran.
Background: The number of tuberculosis cases in 2023 at Sumbang Community Health Center has a significant increase compared to previous years. Banteran has become the village with the highest number of cases in the working area of this health center. Poor preventive behavior can increase the risk of transmission of tuberculosis in this village. The purpose of this research is to determine the factors influencing tuberculosis prevention behaviors in the community of Banteran.
Method: This is a cross-sectional research with the entire population of the Banteran Village. This research consisted of 104 samples and using proportional random sampling. The variables study included age, gender, education, occupation, income, knowledge, attitude, accessibility of information, family support, healthcare personnel support, and tuberculosis prevention behavior. Data collection conducted through interviews using a questionnaire. The data were analyzed through univariate, bivariate using chi-square test, and multivariate using logistic regression.
Result: The results indicate that 56.7% of respondents has good behavior of tuberculosis prevention. Gender, income, and family support influence the behavior of tuberculosis prevention, with the most significant factor being female gender.
Conclusion: Gender, income, and family support influence the behavior of tuberculosis prevention in the community of Banteran Village.
4171143753I1C019017Studi Bioinformatika dan Molecular Docking Senyawa Galangin terhadap Kanker ServiksKanker serviks menduduki peringkat keempat kanker paling umum pada wanita secara global. Pengobatan kemoradioterapi disebut paling efektif tetapi banyak mengalami resistensi. Galangin secara in vitro diketahui mempunyai aktivitas antikanker serviks pada sel hela. Penelitian in silico ini bertujuan untuk mengetahui target molekuler, energi ikatan dan jenis ikatan senyawa galangin pada kanker serviks. Analisis bioinformatika dilakukan melalui NCBI, STITCH, STRING, venny 2.1 hingga didapatkan PTTGs yang kemudian dianalisis menggunakan webgestalt dan dicari top 10 hub gene melalui cytoscape. Protein potensial kemudian dilakukan molecular docking dengan galangin menggunakan AutoDock Vina dan divisualisasikan menggunakan DS BIOVIA. Top 10 hub gene yaitu VEGFA, AKT1, MMP2, CD44, TNF, STAT3, CYP1A1, TGFB1, IL6, dan FN1. AKT1 dan MMP2 berhasil memenuhi parameter validasi molecular docking dengan RMSD ≤ 2 Å. MMP2 menjadi protein target terpilih karena memiliki energi ikatan lebih rendah dari kontrol positif marimastat dengan energi ikatan sebesar -8.3 kkal/mol dengan jenis ikatan hidrogen dan hidrofobik. Senyawa galangin memiliki potensi sebagai antikanker serviks pada penambatan protein MMP2 dengan jenis ikatan hidrogen dan hidrofobik dan energi sebesar -8.3 kkal/mol. Cervical cancer maintains its fourth-place ranking in women globally. Chemoradiotherapy treatment is called the most effective but many experience resistance. Galangin has potential as an anticancer agent in Hela cells. This study aims to identify molecular targets, binding energy, and type of attachment of galangin compound in cervical cancer. Bioinformatics analysis was carried out using NCBI, STITCH, STRING, Venny 2.1 until PTTGs were obtained which were then analyzed using webgestalt, and the top 10 hub genes were searched for via Cytoscape. Potential proteins were subjected to molecular docking with galangin using AutoDock Vina and visualized using DS BIOVIA. Bioinformatics analysis was carried out using NCBI, STITCH, STRING, Venny 2.1 until PTTGs were obtained which were then analyzed using webgestalt, and the top 10 hub genes were searched for via Cytoscape. Potential proteins were subjected to molecular docking with galangin using AutoDock Vina and visualized using DS BIOVIA. The top 10 hub genes are VEGFA, AKT1, MMP2, CD44, TNF, STAT3, CYP1A1, TGFB1, IL6, and FN1. AKT1 and MMP2 successfully fulfilled the molecular docking validation parameters with RMSD ≤ 2 Å. MMP2 was the chosen target protein because it has a lower binding energy than the positive control marimastat with a binding energy of -8.3 kcal/mol with hydrogen and hydrophobic bond types. Galangin compound has the potential as a cervical anticancer by binding to the MMP2 with hydrogen and hydrophobic bonds and binding energy -8.3 kcal/mol.
4171243754C1C020035DETERMINAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA BUMN DI INDONESIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2018-2022Kecurangan laporan keuangan merupakan kasus fraud yang jarang terjadi di Indonesia namun menimbulkan kerugian yang paling besar diantara jenis fraud lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh stabilitas keuangan, pengawasan internal, pergantian auditor, pergantian direktur, foto CEO, dan corporate social responsibility terhadap kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar dalam BEI tahun 2018-2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu annual report dan sustainability report dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data sekunder. Pengujian hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin rendah stabilitas keuangan maka semakin besar peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan, semakin lemah pengawasan internal maka semakin besar peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan, pergantian akuntan publik yang sering terjadi tidak berpengaruh terhadap besarnya peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan, pergantian direktur yang sering terjadi tidak berpengaruh terhadap besarnya peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan, semakin banyak foto CEO dalam laporan keuangan tidak berpengaruh terhadap besarnya peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan, dan semakin banyak pengungkapan corporate social responsibility (CSR) maka semakin besar peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan.Financial statement fraud is a case fraud which rarely occurs in Indonesia but causes the greatest losses among types fraud other. This research aims to examine the influence of financial stability, internal control, auditor change, director change, CEO photo, and corporate social responsibility against fraudulent financial statements. This research was conducted on Badan Usaha Milik Negara (BUMN) companies registered on the BEI in 2018-2022. This research was conducted using a quantitative approach. The data sources used annual report and sustainability report from BUMN Enterprises listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2022. The data collection method used is secondary data collection. Hypothesis testing uses multiple linear regression analysis techniques. The results of the research show that the lower the financial stability, the greater the opportunity for financial statement fraud to occur, the weaker the internal control, the greater the opportunity for financial statement fraud to occur, frequent changes in public accountants have no effect on the magnitude of the opportunity for financial report fraud to occur, frequent changes in directors occurs does not affect the magnitude of the opportunity for financial statement fraud to occur, the more photos of the CEO in the financial report does not influence the magnitude of the opportunity for financial statement fraud to occur, and the more disclosure corporate social responsibility (CSR), the greater the opportunity for financial statement fraud to occur.
4171343755C1I017044The Role of Internal Auditors in Preventing and Detecting Fraud in The Company ( Case of PT.United Tractors Tbk,Jakarta)Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kecurangan laporan keuangan atau fraud semakin marak terjadi di berbagai perusahaan, yang mengakibatkan sanksi berat bagi perusahaan dan individu terlibat serta menunjukkan perlunya pengawasan ketat dan tindakan pencegahan fraud dalam dunia bisnis dan korporasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran auditor internal dalam mendeteksi fraud at PT United Tractors tbk Jakarta.
Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan mendeskripsikan fenomena yang ada, baik rekayasa alam maupun manusia, yang lebih memperhatikan karakteristik, kualitas, dan keterkaitan antar kegiatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor internal di PT. United Tractors, Tbk memiliki peran krusial dalam mencegah dan mendeteksi kecurangan di perusahaan. Mereka menjalankan audit independen dan objektif, memastikan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan. Keberhasilan mereka dalam menjaga independensi dan objektivitas sangat penting karena hasil audit mereka mencerminkan realitas perusahaan. Auditor internal bertanggung jawab untuk menyelidiki masalah audit sesuai standar audit yang berlaku dan memiliki pengetahuan mendalam dalam audit dan operasi perusahaan. Mereka juga menggunakan metode dan alat audit untuk mendeteksi fraud, menjalankan audit forensik untuk mengungkap tindakan kecurangan kompleks, dan melaporkan hasilnya kepada pemangku kepentingan. Dengan komitmen perusahaan terhadap integritas dan transparansi, auditor internal menjadi garda terdepan dalam menjaga reputasi perusahaan dan memastikan bisnis yang berkelanjutan. Ini penting untuk mempertahankan kepercayaan investor dan reputasi yang baik di mata publik.

In recent years, cases of fraudulent financial reporting or fraud have become increasingly common in various companies, which has resulted in heavy sanctions for companies and individuals involved and shows the need for strict supervision and fraud prevention measures in the business and corporate world. This research aims to identify and analyze the role of internal auditors in detecting fraud at PT United Tractors tbk Jakarta.
In recent years, cases of fraudulent financial reporting or fraud have become increasingly common in various companies, which has resulted in heavy sanctions for companies and individuals involved and shows the need for strict supervision and fraud prevention measures in the business and corporate world. This research aims to identify and analyze the role of internal auditors in detecting fraud at PT United Tractors tbk Jakarta.
The type used in this research is a type of research using a qualitative approach, qualitative descriptive research aimed at describing and describing existing phenomena, both natural and human engineering, which pays more attention to the characteristics, quality and interrelationships between activities.
The research results show that internal auditors at PT. United Tractors, Tbk has a crucial role in preventing and detecting fraud in the company. They perform independent and objective audits, ensuring a thorough evaluation of the company. Their success in maintaining independence and objectivity is very important because their audit results reflect the reality of the company. Internal auditors are responsible for investigating audit matters according to applicable audit standards and have in-depth knowledge in auditing and company operations. They also use audit methods and tools to detect fraud, carry out forensic audits to uncover complex fraudulent acts, and report the results to stakeholders. With the company's commitment to integrity and transparency, internal auditors are at the forefront in maintaining the company's reputation and ensuring sustainable business. This is important to maintain investor confidence and a good reputation in the eyes of the public.
4171445081J1D020051Kesantunan Berbahasa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 PurbalinggaOksaoi, Fanindia Luthfi. 2024. “Kesantunan Berbahasa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purbalingga”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.

Kesantunan berbahasa berperan penting sebagai tolok ukur penggunaan bahasa yang sesuai etika di lingkungan sekolah. Observasi menunjukkan bahwa beberapa tuturan selama proses pembelajaran belum memenuhi standar kesantunan yang diharapkan, menghambat interaksi antara guru dan siswa serta antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan strategi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purbalingga pada guru dan siswa kelas 10 XI, 11 D2, dan 12 MIPA 1.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan fokus pada tuturan guru dengan siswa, siswa dengan guru, dan antar siswa dengan siswa selama pembelajaran Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat, serta dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding membedakan. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara deskriptif, menggunakan teknik triangulasi teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 tuturan yang ditemukan, terdapat 16 tuturan guru dengan siswa, 3 tuturan siswa dengan guru, dan 12 tuturan antar siswa. Bentuk kesantunan berbahasa yang ditemukan meliputi 10 data maksim kebijaksanaan, 3 maksim kedermawanan, 2 maksim penghargaan, 1 maksim kesederhanaan, 6 maksim persetujuan, dan 6 maksim simpati. Strategi kesantunan berbahasa yang digunakan terdiri dari 13 strategi kesantunan langsung, 12 strategi kesantunan positif, 1 strategi kesantunan tersamar, dan 5 strategi kesantunan negatif.
Penelitian ini memberikan wawasan tentang kesantunan berbahasa dalam konteks pendidikan di SMA, terutama dalam interaksi sehari-hari antara guru dan siswa. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan metode pengajaran yang lebih efektif dan memperhatikan aspek kesantunan berbahasa, serta menekankan pentingnya pemahaman terhadap berbagai bentuk dan strategi kesantunan untuk menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan produktif.
Oksaoi, Fanindia Luthfi. 2024. "Linguistic Politeness in Indonesian Language Learning at SMA Negeri 1 Purbalingga." Thesis. Purwokerto: Faculty of Cultural Sciences, Universitas Jenderal Soedirman.

Linguistic politeness plays an important role as a benchmark for the appropriate use of language in the school environment. Observations indicate that several utterances during the learning process do not meet the expected standards of politeness, hindering interactions between teachers and students, as well as among students. This study aims to identify the forms and strategies of linguistic politeness in Indonesian language learning at SMA Negeri 1 Purbalingga among teachers and students of classes 10 XI, 11 D2, and 12 MIPA 1.
This research employs a descriptive qualitative method, focusing on the utterances between teachers and students, students and teachers, and among students during Indonesian language learning. Data were collected using non- participatory observation, recording, and note-taking techniques, and analyzed using a pragmatic equivalence method with determinant element sorting and comparative contrast techniques. The results of the data analysis are presented descriptively, employing theoretical triangulation.
The findings reveal that out of 31 analyzed utterances, 16 were between teachers and students, 3 were between students and teachers, and 12 were among students. The forms of linguistic politeness identified include 10 instances of the maxim of wisdom, 3 of the maxim of generosity, 2 of the maxim of praise, 1 of the maxim of modesty, 6 of the maxim of agreement, and 6 of the maxim of sympathy. The politeness strategies used consist of 13 direct politeness strategies, 12 positive politeness strategies, 1 indirect politeness strategy, and 5 negative politeness strategies.
This research provides insights into the practice of linguistic politeness in the educational context of high school, particularly in daily interactions between teachers and students, as well as among students. These findings can serve as a basis for developing more effective teaching methods that consider aspects of linguistic politeness, emphasizing the importance of understanding various forms and strategies of politeness to create a harmonious and productive learning environment.
Keywords: linguistic politeness, Indonesian language learning, and politeness strategies
4171543752I1A019036Evaluasi Program Kampung Iklim dengan Metode Evaluasi Context, Input, Process, Product di Desa Rempoah Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan upaya adaptasi dan mitigasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengajak partisipasi masyarakat dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan memperkuat ketahanan Iklim. Salah satu Desa yang turut serta dalam program ProKlim adalah Desa Rempoah di Kabupaten Banyumas, yang berhasil meraih penghargaan ProKlim Utama tahun 2022. Evaluasi ProKlim di Desa Rempoah bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program tersebut di wilayah tersebut, serta mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki guna mengoptimalkan dampak positifnya.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Total subjek penelitian yang diwawancarai adalah sebanyak 1 informan kunci, 6 informan utama, dan 3 informan pendukung. Sumber data diambil melalui wawancara mendalam serta dokumen-dokumen yang terkait dengan pelaksanaan ProKlim di Desa Rempoah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan model interaktif dan dilakukan dengan bantuan software NVivo.
Hasil Penelitian: Pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Rempoah telah menjadi bagian penting dari inisiatif masyarakat setempat terkait berbagai masalah seperti darurat sampah, ketersediaan air bersih, dan ketahanan pangan sebelum ProKlim diperkenalkan. Dana desa dan dukungan sponsor seperti PT Astra International menjadi sumber utama pendanaan untuk infrastruktur ProKlim, dengan kepengurusan ProKlim memainkan peran kunci dalam pengumpulan data dan meningkatkan dukungan masyarakat. Proses implementasi ProKlim di Desa Rempoah telah mengikuti pedoman yang ditetapkan, meskipun ada kendala terkait keterbatasan waktu dari pengurus ProKlim. Meskipun belum dipastikan adanya penurunan emisi GRK, masyarakat Desa Rempoah telah terlibat aktif dalam ProKlim melalui kegiatan seperti Kelompok Wanita Tani (KWT), pengelolaan sampah, dan Posyandu.
Simpulan: Komponen yang belum sesuai dengan pedoman ataupun belum berjalan dengan baik yaitu komunikasi dan koordinasi dengan pihak DLH Kabupaten Banyumas selaku penanggungjawab ProKlim di Kabupaten Banyumas, koordinasi antar pengurus yang jarang dilakukan, serta pemantauan dan evaluasi yang tidak maksimal.
Background: The Climate Village Program (ProKlim) is an adaptation and mitigation effort initiated by the Indonesian Government to encourage community participation in reducing Greenhouse Gas (GHG) emissions and strengthening climate resilience. One of the villages participating in the ProKlim program is Rempoah Village in Banyumas District, which successfully received the main ProKlim award in 2022. The evaluation of ProKlim in Rempoah Village aims to enhance the effectiveness of the program in the area and identify aspects that need improvement to optimize its positive impact.
Method: This study adopts a qualitative research approach through a case study methodology. The total number of research subjects interviewed consists of 1 key informant, 6 primary informants, and 3 supporting informants. Data sources are gathered through in-depth interviews and documents related to the implementation of ProKlim in Rempoah Village. Data analysis employs an interactive model technique and is facilitated by NVivo software.
Research Findings: The implementation of the Climate Village Program (ProKlim) in Rempoah Village has become an integral part of the local community's initiatives addressing various issues such as waste emergencies, clean water availability, and food security prior to the introduction of ProKlim. Village funds and sponsor support from companies like PT Astra International serve as the primary sources of funding for ProKlim infrastructure, with ProKlim management playing a key role in data collection and enhancing community support. The implementation process of ProKlim in Rempoah Village has adhered to established guidelines, although there have been challenges related to time constraints faced by ProKlim administrators. While a reduction in GHG emissions has not yet been confirmed, the Rempoah Village community has actively engaged in ProKlim through activities such as Women Farmer Groups (KWT), waste management, and integrated health services (Posyandu).
Conclusion: Components that do not comply with the guidelines or are not functioning effectively include communication and coordination with the Banyumas District Environmental Agency (DLH) as the responsible party for ProKlim in Banyumas District, infrequent coordination among administrators, and suboptimal monitoring and evaluation.
4171645078I1B020060Description of Nurses' Confidence in Implementation of Non-Pharmacological Pain ManagementLatar Belakang: Perawat dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi menunjukkan kompetensi yang lebih besar dalam mengembangkan intervensi yang tepat dan aman, membuat keputusan yang tepat, dan memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada pasien. Penatalaksanaan nyeri nonfarmakologis berarti memanfaatkan terapi alternatif seperti terapi kenyamanan, terapi fisik dan okupasi, terapi/konseling psikososial, dan neurostimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri perawat dalam melaksanakan manajemen nyeri non farmakologi

Metodologi: Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat yang bekerja di bangsal penyakit dalam di RSUD Prof. Margono Soekarjo sebanyak 87 perawat. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58 (66,7%) perawat memiliki kepercayaan diri sedang. Sedangkan 17 orang (19,5%) memiliki rasa percaya diri yang buruk dan 12 orang (13,8%) memiliki rasa percaya diri yang baik.

Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang menggambarkan kepercayaan diri perawat dalam melaksanakan manajemen nyeri non farmakologi di RSUD Prof. Margono Soekarjo tahun 2024 dapat disimpulkan bahwa perawat mempunyai kepercayaan diri yang sedang. Hasil korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden dengan kepercayaan diri kecuali Pekerjaan dan Pendidikan Pembelajaran Khusus.
Background: Nurses with higher levels of self-confidence demonstrate greater competence in developing appropriate and safe interventions, making informed decisions, and providing better quality care to patients. Non-pharmacological pain management means utilizing alternative therapies such as comfort therapy, physical and occupational therapy, psychosocial therapy/counseling, and neurostimulation. This study aims to determine the description of nurses' self-confidence in implementing non-pharmacological pain management

Methodology: This research design is descriptive research with a quantitative approach and cross-sectional design. The population of this study were nurses who worked in internal medicine wards in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo as many as 87 nurses. This research instrument uses a questionnaire.

Result: The research results showed that 58 (66.7%) nurses had moderate self-confidence. Meanwhile, 17 (19.5%) had bad self-confidence and 12 (13.8%) had good self-confidence.

Conclusion: Based on the results of research describing nurses' self-confidence in implementing non-pharmacological pain management in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo 2024, it can be concluded that nurses have moderate self-confidence. The correlation results show that there is no correlation between respondent characteristics and self-confidence except for Job and Specific Learning Education.
4171745079J1A018033A SEMIOTIC ANALYSIS OF SPIDER MAN TRILOGY POSTERPenelitian ini mempunyai dua tujuan yaitu untuk mengetahui makna denotatif dan konotatif pada poster Trilogi Spider Man dan mengetahui mitos-mitos yang terkandung dalam poster Trilogi Spider Man. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mempertimbangkan penjelasan dan deskripsi ketika menganalisis data. Data yang diambil adalah gambar yang ada di website resmi Marvel Picture. Data yang digunakan adalah 3 Poster Trilogi Spiderman yang dirilis pada tahun 2017, 2019, 2021 dan dianalisis menggunakan sistem signifikansi dua tingkat. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan definisi dan persuasi untuk menentukan mitos. Teori yang digunakan adalah teori Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang disajikan menggunakan metode semiologis dua tatanan sehingga menghasilkan sebuah mitos yaitu perjalanan Spider Man menjadi superhero demi menjaga keamanan masyarakat, namun Spider Man juga ingin menjadi manusia yang memiliki hidup normal dan pasti membutuhkan tempat untuk kembali yaitu “Rumah”. Peneliti menyimpulkan hasil dan pembahasan poster trilogi Spider Man. Dapat disimpulkan bahwa setiap aspek dan unsur dalam poster mempunyai tanda dan makna tersendiri. Selain itu juga ditemukan kata denotasi dan konotasi yang menjadi poin utama dalam poster ini.This research has two objectives, namely to find out the denotative and connotative meaning of the Spider Man Trilogy poster and to find out the myths contained in the Spider Man Trilogy poster. The method used in this research is a qualitative method which aims to consider explanations and descriptions when analyzing data. The data taken are images on the official Marvel Picture website. The data used are 3 Spiderman Trilogy Posters released in 2017, 2019, 2021 and analyzed using a two-level significance system. The data is then analyzed using definitions and persuasion to determine myths. The theory used is Barthes' theory. The research results show that the data presented uses a two-order semiological method, resulting in a myths, namely Spider Man's journey to become a superhero in order to maintain public security, but Spider Man also wants to be a human who has a normal life and definitely needs a place to return to, namely "Home". Researchers conclude the results and discussion of the Spider Man trilogy poster. It can be concluded that every aspect and element in the poster has its own sign and meaning. Apart from that, the words denotation and connotation are also found which are the main points in this poster.
4171843757C1G018001ANALYSIS OF INCOME AND VALUE ADDED OF PROCESSED MACKEREL FISH IN PESANGGRAHAN VILLAGE, KROYA DISTRICT, CILACAP REGENCYKabupaten Cilacap merupakan salah satu penghasil ikan tengiri di Indonesia. Perikanan di Kabupaten Cilacap yang cukup baik dan diimbangi konsumsi masyarakat yang terus meningkat, didukung kondisi geografis Cilacap dengan kawasan pesisir yang membentang. Salah satu desa di Kabupaten Cilacap memanfaatkan hasil perikanan khususnya pada ikan tengiri yaitu Desa pesanggrahan, ikan tengiri ini diolah menjadi siomay dan batagor. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk meneliti analisis pendapatan dan nilai tambah olahan ikan tengiri di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pendapatan dan nilai tambah olahan ikan tengiri di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Responden dari penelitian merupakan seluruh pengusaha siomay dan batagor sebanyak 40 responden. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode wawancara berdasarkan kuesioner sedangkan untuk analisis menggunakan analisis pendapatan dan metode hayami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan diketahui dua olahan tengiri mempunyai rata-rata pendapatan pengusaha siomay sebesar Rp4.420.763,82 dan rata-rata pendapatan pengusaha batagor sebesar Rp3.616.014,01. sedangkan, olahan siomay dengan nilai tambah sebesar Rp 403.234,90/kg dan batagor dengan nilai tambah sebesar Rp 484.451,29/kg.
Implikasi dari penelitian ini adalah usaha pengolahan ikan tengiri di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya mampu memberikan keuntungan yang cukup besar dan nilai tambah bagi pengusaha pengolahan ikan tengiri yang menggunakan ikan tengiri sebagai bahan dasar pembuatan produknya. Oleh karena itu, para pedagang olahan tengiri di Desa Pesanggrahan dapat terus berinovasi dalam mengolah tengiri sehingga menghasilkan banyak produk yang lebih menarik dan diminati masyarakat.

Kata Kunci: Pendapatan, nilai tambah, ikan tengiri
ABSTRACT

Cilacap Regency is one of the producers of mackerel in Indonesia. Fisheries in Cilacap Regency are quite good and are balanced by increasing public consumption, supported by Cilacap's geographical conditions with its long coastal area. One of the villages in Cilacap Regency utilizes fisheries products, especially mackerel, namely Pesanggrahan Village. This mackerel is processed into siomay and batagor. Therefore, author is interested in examining the income analysis and added value of mackerel food in Pesanggrahan Village, Kroya District, Cilacap Regency.
The aim of this research is to analyze the income and value added of processed mackerel in Pesanggrahan Village, Kroya District, Cilacap Regency. Respondents from the research were all siomay and batagor businessmen totaling 40 respondents. The data collection technique is using an interview method based on a questionnaire, while for analysis using income analysis and the hayami method.
The research results indicate that, based on the calculations, the two processed mackerel products have an average income of IDR 4,420,763.82 for siomay businessmen and an average income of IDR 3,616,014.01 for batagor businessmen. Meanwhile, siomay has an added value of IDR 403,234.90/kg and batagor has an added value of IDR 484,451.29/kg.
The implication of this research is that the mackerel processing business in Pesanggrahan Village, Kroya District is able to provide quite large profits and value added for mackerel processing businessmen who use mackerel as a basic ingredient for making their products. Therefore, businessmen of processed mackerel in Pesanggrahan Village can continue to innovate in processing mackerel so as to produce many products that are more attractive and popular with the public.

Keywords: Income, value added, mackerel
4171945080H1A020028ANALISA PROTEKSI DISTANCE RELAY AKIBAT PERBEDAAN GANGGUAN PADA PENGHANTAR GARDU INDUK 150 KV KALIBAKAL MENGGUNAKAN DISTURBANCE FAULT RECORDER (DFR) Gardu induk 150 kV Kalibakal merupakan bagian integral dari jaringan transmisi tenaga listrik Jawa-Bali, dengan salah satu bay penghantarnya, Bumiayu 1, terhubung melalui saluran udara tegangan tinggi (SUTT). Gangguan yang umum terjadi pada saluran transmisi, seperti gangguan hubung singkat, memiliki dampak signifikan terhadap operasional sistem. Pada 22 Januari 2023 dan 3 Januari 2024 di saluran transmisi yang menghubungkan kedua GI yakni Gardu Induk Kalibakal dan Gardu Induk Bumiayu 1 terdapat satu kasus ditemukan terjadi gangguan hubung singkat fasa R pada SUTT 150 kV Kalibakal – Bumiayu 1, disebabkan oleh benda asing berupa balon udara dan sambaran petir. Gangguan ini menyebabkan kerusakan pada sistem transmisi dan menimbulkan kerugian pada konsumen. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis setting relay jarak yang terdapat pada saluran transmisi GI Kalibakal – GI Bumiayu dan membandingkan hasil dari perhitungan manual dengan simulasi sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Setelah itu, dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui nilai gangguan di setiap zona saluran penghantar yang didapat besarnya nilai arus hubung singkat yang terbesar yaitu terjadi pada jarak gangguan 25% yaitu pada zona 1, dan memperkirakan jenis gangguan dengan menggunakan analisis grafik nilai arus tegangan yang ada di tools/alat Disturbance Fault Recorder yang didapat hasil keluaran nilai arus terhadap gangguan yang disebabkan oleh benda asing ditandai dengan lonjakan arus yang besar sekitar 2 kA fasa R dan N. Sedangkan untuk gangguan yang disebabkan oleh petir nilai arus cenderung lebih besar sekitar 5,3 kA fasa S dan sebagian terjadi pada fasa N dengan nilai arus 6,2 kA.The Kalibakal 150 kV substation is an integral part of the Java-Bali electric power transmission network, with one of its conducting bays, Bumiayu 1, connected via high voltage overhead lines (SUTT). Common disturbances in transmission lines, such as short circuit faults, have a significant impact on system operations. On January 22 2023 and January 3 2024 on the transmission line connecting the two substations, namely the Kalibakal Main Substation and the Bumiayu 1 Substation, one case was found to have an R phase short circuit at the Kalibakal – Bumiayu 1 150 kV SUTT, caused by a foreign object in the form of a hot air balloon. and lightning strikes. This interference causes damage to the transmission system and causes losses to consumers. The aim of this research is to analyze the distance relay settings on the Kalibakal GI - Bumiayu GI transmission line and compare the results of manual calculations with simulations in accordance with established standards. After that, further analysis was carried out to determine the fault value in each zone of the conductor channel. The largest value of short circuit current was obtained, which occurred at a fault distance of 25%, namely in zone 1, and estimated the type of fault using graphical analysis of the existing voltage current values. in the Disturbance Fault Recorder tools, the current output results obtained for disturbances caused by foreign objects are characterized by large current spikes of around 2 kA for the R and N phases. Meanwhile, for disturbances caused by lightning, the current values tend to be greater at around 5.3 kA in the S phase and some occur in the N phase with a current value of 6.2 kA.
4172043756G1A020024PENGARUH INTERVENSI RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TEKANAN DARAH, LAJU DENYUT NADI DAN LAJU PERNAPASAN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT, KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Kematian pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh ketidakstabilan tanda vital pada saat kehamilan. Ibu hamil membutuhkan intervensi yang aman bagi ibu dan janin. Intervensi relaksasi nafas dalam dapat menstabilisasi tekanan darah, laju denyut nadi dan laju pernapasan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap tanda vital pada ibu hamil.
Metode: Penelitian ini merupakan quasy experimental pretest dan posttest with control group design. Jumlah sampel pada penelitian yaitu, 36 ibu hamil menggunakan purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah intervensi relaksasi nafas dalam dan variabel terikat yaitu tekanan darah, laju denyut nadi dan laju pernapasan. Analisis data menggunakan uji Fisher sebagai uji data dasar serta dilakukan uji Paired t Test dan Wilcoxon sebagai uji perbedaan rerata tanda vital sebelum dan setelah intervensi. Lalu dilakukan uji analisa pada kedua kelompok setelah intervensi menggunakan uji T tidak berpasangan dan Mann Whitney.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rerata sebelum dan setelah intervensi pada tanda vital yaitu, tekanan darah sistolik dengan p=0,001, tekanan darah diastolik=< 0,001, laju denyut nadi dengan p=0,013 dan laju pernapasan p=0,070. Namun, nilai mean pada laju pernapasan menunjukkan adanya penurunan laju pernapasan. Pada uji beda rerata setelah intervensi relaksasi nafas dalam hanya laju pernapasan pada kelompok perlakuan intervensi relaksasi nafas dalam yang memiliki perbedaan nilai secara signifikan dengan kelompok kontrol dengan nilai p=0,003.
Kesimpulan: Intervensi relaksasi nafas dalam dapat membantu menurunkan tekanan darah, laju denyut nadi dan laju pernapasan.
Background: Death in pregnant women can be influenced by instability of vital signs during pregnancy. Pregnant women need interventions that are safe for the mother and fetus. Deep breathing relaxation interventions can stabilize blood pressure, pulse rate and respiratory rate
Objective: This study aims to determine the effect of deep breathing relaxation on vital signs in pregnant women
Method: This research is a quasy experimental pretest and posttest with control group design. The number of samples in the study was 36 pregnant women using purposive sampling. The independent variable in this study was deep breathing relaxation intervention and the dependent variables were blood pressure, pulse rate and respiratory rate. Data analysis used the Fisher test as a basic data test and the Paired t Test and Wilcoxon test as a test for differences in mean vital signs before and after the intervention. Then an analysis test was carried out on the two groups after the intervention using the unpaired T test and Mann Whitney.
Result: The results of the study showed that there were differences in the mean before and after the intervention in vital signs, namely, systolic blood pressure with p=0.001, diastolic blood pressure=<0.001, pulse rate with p=0.013 and respiratory rate p=0.070. However, the mean value for respiratory rate shows a decrease in respiratory rate. In the mean difference test after the deep breathing relaxation intervention, only the respiratory rate in the deep breathing relaxation intervention treatment group had a significantly different value from the control group with a value of p=0.003
Conclusion: Deep breathing relaxation interventions can help reduce blood pressure, pulse rate and respiratory rate.