Home
Login.
Artikelilmiahs
43757
Update
RIZQI KURNIAWAN
NIM
Judul Artikel
ANALYSIS OF INCOME AND VALUE ADDED OF PROCESSED MACKEREL FISH IN PESANGGRAHAN VILLAGE, KROYA DISTRICT, CILACAP REGENCY
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Cilacap merupakan salah satu penghasil ikan tengiri di Indonesia. Perikanan di Kabupaten Cilacap yang cukup baik dan diimbangi konsumsi masyarakat yang terus meningkat, didukung kondisi geografis Cilacap dengan kawasan pesisir yang membentang. Salah satu desa di Kabupaten Cilacap memanfaatkan hasil perikanan khususnya pada ikan tengiri yaitu Desa pesanggrahan, ikan tengiri ini diolah menjadi siomay dan batagor. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk meneliti analisis pendapatan dan nilai tambah olahan ikan tengiri di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pendapatan dan nilai tambah olahan ikan tengiri di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Responden dari penelitian merupakan seluruh pengusaha siomay dan batagor sebanyak 40 responden. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode wawancara berdasarkan kuesioner sedangkan untuk analisis menggunakan analisis pendapatan dan metode hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan diketahui dua olahan tengiri mempunyai rata-rata pendapatan pengusaha siomay sebesar Rp4.420.763,82 dan rata-rata pendapatan pengusaha batagor sebesar Rp3.616.014,01. sedangkan, olahan siomay dengan nilai tambah sebesar Rp 403.234,90/kg dan batagor dengan nilai tambah sebesar Rp 484.451,29/kg. Implikasi dari penelitian ini adalah usaha pengolahan ikan tengiri di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya mampu memberikan keuntungan yang cukup besar dan nilai tambah bagi pengusaha pengolahan ikan tengiri yang menggunakan ikan tengiri sebagai bahan dasar pembuatan produknya. Oleh karena itu, para pedagang olahan tengiri di Desa Pesanggrahan dapat terus berinovasi dalam mengolah tengiri sehingga menghasilkan banyak produk yang lebih menarik dan diminati masyarakat. Kata Kunci: Pendapatan, nilai tambah, ikan tengiri
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Cilacap Regency is one of the producers of mackerel in Indonesia. Fisheries in Cilacap Regency are quite good and are balanced by increasing public consumption, supported by Cilacap's geographical conditions with its long coastal area. One of the villages in Cilacap Regency utilizes fisheries products, especially mackerel, namely Pesanggrahan Village. This mackerel is processed into siomay and batagor. Therefore, author is interested in examining the income analysis and added value of mackerel food in Pesanggrahan Village, Kroya District, Cilacap Regency. The aim of this research is to analyze the income and value added of processed mackerel in Pesanggrahan Village, Kroya District, Cilacap Regency. Respondents from the research were all siomay and batagor businessmen totaling 40 respondents. The data collection technique is using an interview method based on a questionnaire, while for analysis using income analysis and the hayami method. The research results indicate that, based on the calculations, the two processed mackerel products have an average income of IDR 4,420,763.82 for siomay businessmen and an average income of IDR 3,616,014.01 for batagor businessmen. Meanwhile, siomay has an added value of IDR 403,234.90/kg and batagor has an added value of IDR 484,451.29/kg. The implication of this research is that the mackerel processing business in Pesanggrahan Village, Kroya District is able to provide quite large profits and value added for mackerel processing businessmen who use mackerel as a basic ingredient for making their products. Therefore, businessmen of processed mackerel in Pesanggrahan Village can continue to innovate in processing mackerel so as to produce many products that are more attractive and popular with the public. Keywords: Income, value added, mackerel
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save