Artikelilmiahs
Menampilkan 41.721-41.740 dari 48.867 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 41721 | 43758 | I1A019018 | Determinan Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas (Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II) | Latar Belakang: Posyandu lansia adalah pelayanan kesehatan yang disepakati dalam jangkauan tertentu untuk masyarakat lanjut usia. Posyandu Lansia diselenggarakan oleh kader di bawah arahan Puskesmas untuk melakukan beberapa kegiatan antara lain peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan penyakit dan pemulihan kepercayaan diri lansia. Wilayah yang memiliki cakupan pelayanan kesehatan lanjut usia terkecil berada di Desa Ledug sebesar 34%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan kunjungan lansia ke posyandu lansia Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas (Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II). Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner kepada 95 responden. Sampel dipilih menggunakan metode simple random sampling dengan populasi pra lanjut usia (45-59 tahun), lanjut usia muda (60-69 tahun), dan lanjut usia tua (>70 tahun) yang terdaftar dalam posyandu lansia Desa Ledug yaitu sebanyak 1686 orang. Analisis data yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Sedangkan, analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara pelayanan tenaga kesehatan (0,044), motivasi lansia (0,028), dan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan (0,022) dengan kunjungan lansia ke posyandu lansia. Sedangkan, yang tidak terdapat hubungan yaitu umur (0,245), jenis kelamin (1,000), pengetahuan (0,947), pekerjaan (0,423), akses posyandu (0,588), dan dukungan keluarga (0,818) dengan kunjungan lansia ke posyandu lansia. Kesimpulan: Kunjungan lansia ke posyandu lansia dipengaruhi oleh faktor pelayanan tenaga kesehatan, motivasi lansia, dan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan. | Background: Posyandu for the elderly is a health service that is agreed within a certain range for elderly people. Posyandu for the Elderly is organized by cadres under the direction of the Community Health Center to carry out several activities including improving health, preventing disease, treating disease and restoring the self-confidence of the elderly. The area with the smallest coverage of elderly health services is in Ledug Village at 34%. The aim of this research is to determine the determinants of elderly visits to the elderly posyandu in Ledug Village, Kembaran District, Banyumas Regency (Kembaran II Health Center Working Area). Method: The method used in this research is a quantitative method with a cross sectional design which was carried out by interviewing 95 respondents using a questionnaire. The sample was selected using a simple random sampling method with a population of pre-elderly (45-59 years), young elderly (60-69 years), and elderly (>70 years) registered in the elderly posyandu in Ledug Village, namely 1686 people. Data analysis was univariate and bivariate using the chi-square test. Meanwhile, multivariate analysis uses a logistic regression test. Results: There is a relationship between health personnel services (0.044), elderly motivation (0.028), and availability of health service facilities (0.022) with elderly visits to elderly posyandu. Meanwhile, there was no relationship, namely age (0.245), gender (1.000), knowledge (0.947), employment (0.423), posyandu access (0.588), and family support (0.818) with elderly visits to elderly posyandu. Conclusion: Elderly visits to elderly posyandu are influenced by health personnel service factors, elderly motivation, and the availability of health service facilities. | |
| 41722 | 43759 | H1A020003 | ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TRAFO DISTRIBUSI TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA PENYULANG PBG 10 GARDU INDUK 150 KV PURBALINGGA | Di Gardu Induk 150 kV Purbalingga terdapat 12 penyulang. Pada saat operasional penyulang sering mengalami ketidakseimbang beban terutama di malam hari. Pada kondisi operasional terdapat salah satu penyulang yang presentasenya melebihi nilai batas toleransi ketidakseimbang beban yaitu Penyulang PBG 10 dengan persentase 8,3 %. Berdasarkan SPLN D5.004-1: 2012 nilai batas toleransi ketidakseimbangan sebesar 2% [1]. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh, serta membandingkan nilai ketidakseimbangan beban, arus netral, dan losses setelah pemerataan beban pada penyulang PBG 10 Gardu Induk Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Untuk penganalisis permasalahan dengan membuat pemodelan di ETAP 12.6.0. Untuk pendekatan penulis akan melakukan pemerataan beban yang disimulasi dengan ETAP. Kemudian melakukan perhitungan arus netral dan losses pada jaringan penyulang tersebut. Pada kondisi awal total nilai presentase ketidakseimbangan beban sebesar 9 %, arus netral yang ditimbulkan sebesar 177,322 A dan losses yang dihasilkan sebesar 122,08 kW. Setelah dilakukan pemerataan beban nilai ketidakseimbangan turun menjadi 1 %, arus netral menjadi 0,32A dan losses mengalami penurunan menjadi 106,28 kW. Dapat disimpulkan metode pemerataan beban sangat berpengaruh terhadap penurunan presentase ketidakseimbangan beban, arus netral dan losses. | At the Purbalingga 150 kV main substation there are 12 feeders. During operational times, feeders often experience load imbalance, especially at night. In operational conditions, there is one feeder whose percentage exceeds the load unbalance tolerance limit, namely feeder PBG 10 with a percentage of 8.3%. Based on SPLN D5.004-1: 2012, the imbalance tolerance limit value is 2% [1]. This research aims to analyze the influence and compare the values of load imbalance, neutral current and losses after load equalization on the PBG 10 Purbalingga Main Substation feeder. The research method used is a quantitative method. To analyze problems by modeling in ETAP 12.6.0. For the author's approach, we will carry out load equalization which is simulated with ETAP. Then calculate the neutral current and losses in the feeder network. In the initial conditions, the total load imbalance percentage value was 9%, the neutral current generated was 177.322 A and the resulting losses were 122,08 kW. After load equalization, the unbalance value dropped to 1%, the neutral current became 0.32A and the losses decreased. to 106,28 kW. It can be concluded that the load equalization method has a great influence on reducing the percentage of load imbalance, neutral current and losses. | |
| 41723 | 45082 | F1C019079 | Budaya Partisipasi (Participatory Culture) Followers Akun Autobase @berburusales pada Media Sosial X dalam Menyebarkan Informasi Promo | Penelitian ini membahas mengenai penggunaan akun autobase di media sosial X sebagai bukti perkembangan media teknologi dan informasi. Dengan digunakannya sistem BOT pada akun ini, pengguna media sosial X khususnya followers akun @berburusales dapat ikut menyebarkan informasi yang mereka ketahui mengenai diskon dan promo dengan menggunakan trigger words yang sudah diatur oleh pengelola agar bisa langsung terunggah di akun @berburusales sendiri. Terdapat empat kategori interaksi yang terjadi sehingga melengkapi pengertian teori budaya partisipasi menurut Jenkins, yaitu afiliasi, ekspresi, kolaborasi pemecahan masalah, dan sirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya partisipasi dan bentuk pemaknaan yang dilakukan oleh followers akun @berburusales. Budaya partisipasi ini berfokus pada perkembangan teori media dimana pengguna media dianggap sebagai pengambil bagian yang aktif dan kreatif, bukan hanya sebagai konsumen dan audiens pasif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pemilihan informan dalam penelitian kali ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Data yang didapatkan dalam penelitian ini berasal dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kebanyakan followers yang membagikan informasi diskon dan promo melalui akun @berburusales ini menggunakan konsep milik Alle, yaitu information sharing dimana orang-orang melihat hal ini sebagai suatu proses yang bisa mengubah, menambahkan, ataupun menolak informasi yang baru diberikan. Selain itu, ditemukan juga pemaknaan yang dilakukan oleh followers akun @berburusales dimana mereka mengirim menfess berdasarkan tiga model pemaknaan budaya partisipasi, yaitu partisipasi berdasarkan apresiasi, partisipasi berdasarkan eksistensi, dan partisipasi berdasar kesenangan. | Penelitian ini membahas mengenai penggunaan akun autobase di media sosial X sebagai bukti perkembangan media teknologi dan informasi. Dengan digunakannya sistem BOT pada akun ini, pengguna media sosial X khususnya followers akun @berburusales dapat ikut menyebarkan informasi yang mereka ketahui mengenai diskon dan promo dengan menggunakan trigger words yang sudah diatur oleh pengelola agar bisa langsung terunggah di akun @berburusales sendiri. Terdapat empat kategori interaksi yang terjadi sehingga melengkapi pengertian teori budaya partisipasi menurut Jenkins, yaitu afiliasi, ekspresi, kolaborasi pemecahan masalah, dan sirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya partisipasi dan bentuk pemaknaan yang dilakukan oleh followers akun @berburusales. Budaya partisipasi ini berfokus pada perkembangan teori media dimana pengguna media dianggap sebagai pengambil bagian yang aktif dan kreatif, bukan hanya sebagai konsumen dan audiens pasif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pemilihan informan dalam penelitian kali ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Data yang didapatkan dalam penelitian ini berasal dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kebanyakan followers yang membagikan informasi diskon dan promo melalui akun @berburusales ini menggunakan konsep milik Alle, yaitu information sharing dimana orang-orang melihat hal ini sebagai suatu proses yang bisa mengubah, menambahkan, ataupun menolak informasi yang baru diberikan. Selain itu, ditemukan juga pemaknaan yang dilakukan oleh followers akun @berburusales dimana mereka mengirim menfess berdasarkan tiga model pemaknaan budaya partisipasi, yaitu partisipasi berdasarkan apresiasi, partisipasi berdasarkan eksistensi, dan partisipasi berdasar kesenangan. Abstract This research discusses the use of autobase accounts on social media X as evidence of the development of technology and information media. With the use of the BOT system on this account, X social media users, especially @berburusales account followers, can participate in disseminating information they know about discounts and promos by using trigger words that have been set by the owner so that they can be uploaded directly to the @berburusales account itself. There are four categories of interaction that occur to complete the understanding of the theory of participatory culture according to Jenkins, they are affiliation, expression, collaborative problem solving, and circulation. This research aims to find out the culture of participation and the form of meaning carried out by followers of the @berburusales account. This culture of participation focuses on the development of media theory where media users are considered as active and creative partakers, not just passive consumers and audiences. The method used in this research is qualitative method. The selection of informants in this research used purposive sampling technique with certain predetermined criteria. The data obtained in this study came from interviews, observations, and documentation. The results of this study found that most followers who share discount and promo information through the @berburusales account use Alle's concept, namely information sharing where people see this as a process that can change, add, or reject newly provided information. In addition, it was also found that the meaning made by followers of the @berburusales account where they send menfess based on three cultural models of participation, namely participation based on appreciation, participation based on existence, and participation based on pleasure. | |
| 41724 | 43761 | C1G018020 | The Influence of Capital, Education, Firm Age and Financial Literacy on Profit of Food Stalls In North Purwokerto | Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal, lama usaha, dan literasi keuangan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan warung makan, sedangkan pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan warung. Selain itu, masing-masing variabel independen tersebut juga berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen. Usaha warung makan sebagai bagian dari koperasi dan UMKM non-pertanian memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi, khususnya di sektor penyediaan makanan dan minuman di Indonesia. Meskipun sektor industri makanan dan minuman mengalami penurunan pertumbuhan di tahun 2020 akibat pandemi, UMKM di sektor ini masih mampu bertahan, namun banyak di antaranya yang menghadapi tantangan terkait permodalan dan literasi keuangan. Warung makan, sebagai salah satu elemen penting dalam konsumsi sehari-hari, menawarkan peluang bisnis yang baik, khususnya di Purwokerto Utara. Oleh karena itu, dukungan pemerintah dalam hal akses permodalan, pelatihan pendidikan usaha, dan peningkatan literasi keuangan dinilai penting untuk mendukung perkembangan UMKM warung makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh modal, pendidikan, lama usaha, dan literasi keuangan terhadap keuntungan warung makan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 270 warung makan yang ada di kecamatan Purwokerto Utara. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 73 responden yang ditentukan dengan rumus Slovin. Metode pengambilan sampel adalah proporsional random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal, pendidikan, lama usaha dan literasi keuangan berpengaruh secara simultan terhadap keuntungan rumah makan. Kemudian, modal, lama usaha dan literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signikan terhadap keuntungan rumah makan, sedangkan pendidikan memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keuntungan rumah makan. | Food stall businesses as part of cooperatives and non-agricultural MSMEs have high growth potential, especially in the food and beverage supply sector in Indonesia. Even though the food and beverage industry sector experienced a decline in growth in 2020 due to the pandemic, MSMEs in this sector were still able to survive, but many of them faced challenges related to capital and financial literacy. Food stalls, as an important element in daily consumption, offer good business opportunities, especially in North Purwokerto. Therefore, government support in access to capital, business education training and increasing financial literacy is considered crucial to support the development of food stall MSMEs. The aim of this research is to analyze the influence of capital, education, firm age and financial literacy on food stall. The population 270 units in this study were all MSME food stalls in the North Purwokerto subdistrict. The number of respondents taken in this research was 73 respondents determined by the Slovin formula. The sampling method was proportional random sampling. This research uses a quantitative descriptive approach and data were analyzed using multiple linear regression. This results of this research show that capital, education, firm age, and financial literacy have simultaneously influenced on food stall profits. Then, capital, firm age, and financial literacy have a positive and significant influence on food stall profits, while education have a negative and not significant influence on food stalls profits.. | |
| 41725 | 45083 | E1A020100 | KEDUDUKAN DAN PERAN LEMBAGA KERJA SAMA BIPARTIT DALAM PENCEGAHAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PADA PERUSAHAAN (STUDI DI PT PE KOTA TANGERANG) | Kesinambungan dan keseimbangan antara pengusaha dengan pekerja merupakan tujuan yang hendak dicapai sehingga tercipta keharmonisan hubungan antara pekerja dan pengusaha. LKS Bipartit didirikan sebagai inisiatif pemerintah untuk memfasilitasi pengusaha dan pekerja dalam menjalin keharmonisan hubungan industrial guna mengurangi banyaknya kasus perselisihan hubungan industrial yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaturan LKS Bipartit serta kendala dan hambatan yang dihadapi lembaga tersebut dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan serta mencegah terjadinya perselisihan hubungan industrial di perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis serta spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi dokumen, yang kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, LKS Bipartit berkedudukan sebagai sarana hubungan industrial seperti yang tercantum dalam Kepmenakertrans No. 76 Tahun 2024 tentang Pedoman Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila. LKS Bipartit memiliki peran sebagai wadah komunikasi dan konsultasi antara pengusaha dan pekerja mengenai ketenagakerjaan di perusahaan, sebagai upaya pencegahan perselisihan hubungan industrial sebagaimana diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jo. Permenakertrans No. PER.32/MEN/XII/2008 tentang Tata Cara Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Lembaga Kerja Sama Bipartit. Dalam praktiknya, LKS Bipartit menghadapi kendala dan hambatan yang berasal dari unsur eksternal dan internal. Unsur eksternal meliputi pembinaan dan pengawasan Dinas Tenaga Kerja yang belum optimal, sementara unsur internal meliputi kurangnya pemahaman anggota LKS Bipartit terkait fungsi serta urgensi pendirian LKS Bipartit di perusahaan. Pemerintah dan pengusaha perlu melakukan pembenahan regulasi dan menekankan urgensi peran LKS Bipartit. | The continuity and balance between employers and employees are objectives to be achieved to create harmonious relations between them. The Bipartite Cooperation Institution (LKS Bipartit) was established as a government initiative to facilitate employers and employees in establishing harmonious industrial relations to reduce the number of industrial relations disputes occurring in Indonesia. This study aims to evaluate the regulation of LKS Bipartit and identify the challenges and obstacles faced by the institution in creating harmonious, dynamic, and equitable industrial relations and preventing industrial relations disputes in companies. This research employs a normative juridical method with a legislative and analytical approach and descriptive-analytical research specification. The data sources used are secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. Data collection in this study uses literature review and document study methods, which are then presented in narrative text using qualitative normative analysis as the data analysis method. Based on the research findings and discussions, LKS Bipartit functions as a means of industrial relations as stipulated in Minister of Manpower and Transmigration Decree No. 76 of 2024 on Guidelines for the Implementation of Pancasila Industrial Relations. LKS Bipartit serves as a communication and consultation forum between employers and employees on employment-related matters in the company to prevent industrial relations disputes as outlined in Law No. 13 of 2003 on Manpower in conjunction with the Minister of Manpower and Transmigration Regulation No. PER.32/MEN/XII/2008 on Procedures for the Establishment and Membership Composition of the Bipartite Cooperation Institution. In practice, LKS Bipartit encounters challenges and obstacles from both external and internal sources. External challenges include the insufficient guidance and supervision from the Department of Manpower in the implementation of LKS Bipartit's duties in companies, while internal challenges include the lack of understanding among LKS Bipartit members regarding the functions and urgency of establishing LKS Bipartit in companies. The government and employers need to improve regulations and emphasize the urgency of the role of LKS Bipartit. | |
| 41726 | 43763 | I1A020047 | PERAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) YAYASAN MENTARI SEHAT INDONESIA (MSI) DALAM PENGELOLAAN PROGRAM PENANGGULANGAN TBC | Latar Belakang : Satu-satunya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap pengelolaan program penanggulangan TBC di Kabupaten Banyumas adalah Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI). MSI Banyumas mendapatkan penghargaan sebagai SSR terbaik 1 se-Jawa Tengah pada tiga tahun berturut-turut yakni tahun 2021, 2022, dan 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran MSI Banyumas dalam pengelolaan program penanggulangan TBC di Banyumas Metodelogi : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang melibatkan 10 informan dari MSI Banyumas dan 1 informan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil Penelitian : MSI Banyumas melaksanakan program penanggulangan TBC, mendukung percepatan eliminasi TBC, menjalin kerjasama dengan mitra, mengupayakan kepentingan pasien, berinovasi dalam menghadapi permasalahan yang ditemui di lapangan, dan menciptakan iklim partisipasi bagi masyarakat. Kesimpulan : MSI Banyumas berperan sebagai Implementer, Catalyst, Partnership, Advokasi, Inovasi, Penggerak Peran Serta Masyarakat dalam pengelolaan program penanggulangan TBC di Banyumas. Kata Kunci : Peran Lembaga Swadaya Masyarakat, Penanggulangan TBC, Pengelolaan Program | Background : The only non-governmental organization (NGO) that cares about the management of TB control programs in Banyumas Regency is the Mentari Sehat Indonesia Foundation (MSI). MSI Banyumas received the award as the 1st best SSR in Central Java for three years, 2021, 2022 and 2023. The aim of this research is to determine the role of MSI Banyumas in managing the TB control program in Banyumas Methodology : This research uses qualitative methods with a case study design. Data collection was carried out using in-depth interviews involving 10 informants from MSI Banyumas and 1 informant from the Banyumas District Health Service. Data analysis uses thematic analysis. Research Results : MSI Banyumas implements a TBC control program, supports the acceleration of TB elimination, collaborates with partners, seeks patient interests, innovates in dealing with problems encountered in the field, and creates a climate of participation for the community. Conclusion : MSI Banyumas plays a role as Implementer, Catalyst, Partnership, Advocacy, Innovation, Activator of Community Participation in managing the TB control program in Banyumas. Keywords : The Role Of Non-Govermental Organization (NGO), TBC Program, Program Management | |
| 41727 | 43764 | I1A017102 | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA DI KECAMATAN SAPURAN | Latar Belakang : Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh seseorang, dengan usia di bawah 19 tahun untuk perempuan dan 20 tahun untuk laki-laki. Angka Pernikahan dini di Kecamatan Sapuran cukup tinggi yaitu sebanyak 394 kasus. Tindakan pencegahan dilakukan untuk menurunkan kasus pernikahan dini. Tujuan : Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan pernikahan dini pada remaja di Kecamatan Sapuran Metode : Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 95 orang yang di peroleh dengan metode proportionate stratified random sampling. Instrument kuesioner. Analisis dilakukan sampai chi square. Hasil Penelitian : Dari 95 remaja yang menjadi responden mayoritas merupakan remaja dengan kategori umur remaja awal sebanyak 58,9%, berjenis kelamin perempuan sebanyak 55%, pendidikan SMP/Sederajat sebanyak 67,4%, dan penghasilan Rp 1.000.000 – Rp 3.000.000 sebanyak 58,9%. Pencegahan baik 83,2%, pengetahuan baik 58,9%, presepsi budaya baik 47,7%, peran orang tua baik 66,3%, pergaulan baik 68,4%. Hasil analisis Bivariat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan pernikahan dini adalah pengetahuan (p= 0,001), budaya (p=0,000), sikap pergaulan bebas (p=0,028). Kesimpulan : Peran orang tua tidak memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan pernikahan dini. Namun, pengetahuan, budaya, serta sikap pergaulan bebas memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan pernikahan dini. | Context: An early marriage is one in which the couple marries before the age of 19 for women and 20 for men. With 394 occurences, the early marriage rate in Sapuran District is relatively high. To lower the number of early marriage, preventive measures are implemented. The goal: Is to identify the behavioural characteristics that keep teens in Sapuran District from getting married young. Method: Proportionate stratified random sampling was used to obtain a sample of 95 participants for this quantitative, cross-sectional study. Instrument for questionnaires. The analysis was done all the way up the chi-square. Finding of the study: Of the 95 teens who completed the survey, 58.9% were in the early teenage age group, 55% were female, 67.4% had junior or comparable education, and 58.9% had an income between IDR 1,000,000 and IDR 3,000,000. Good relationships are 68.4%, good preventive measures are 83.2%, good knowledge is 58.9%, good cultural perception is 47.7%, and an excellent parental role is 66.3%. The results of the bivariate analysis indicate that knowledge (p = 0.001), culture (p = 0.000), and attitudes toward promiscuity (p = 0.028) are factors connected to conduct that prevent early marriage. In conclision: There is no correlation between parental behaviour and the prevention of early marriage. Promiscuity-related conduct is correlated with attitudes, knowledge, and culture. Nonetheless, these factors can still delay marriage. | |
| 41728 | 43778 | I1B020047 | Hubungan Fungsi Afektif Keluarga dengan Kesejahteraan Psikologis Remaja Awal yang Tinggal Terpisah dengan Orang Tua | Latar Belakang: Kebutuhan psikologis remaja awal harus terpenuhi untuk dapat menciptakan kepribadian, perilaku, dan kebiasaan yang baik dan sejahtera. Fungsi afektif keluarga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan psikologis remaja awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi afektif keluarga dengan kesejahteraan psikologis pada remaja yang tinggal terpisah dengan orang tua. Metodologi: Desain penelitian ini adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan responden penelitian berjumlah 39 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengunakan skala likert. Analisis bivariat menggunakan uji Sommers’d. Hasil Penelitian: Hasil univariat karakteristik responden diperoleh nilai tengah usia responden 13 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 69,2%. Mayoritas responden memiliki alamat asal Adipala, Binangun, Kawunganten, Kedungreja, dan Maos. Mayoritas responden memiliki pendapatan orang tua ≥ UMK Cilacap sebanyak 76,9%. Mayoritas responden memiliki fungsi afektif keluarga pada kategori sedang 53,8% dan kesejahteraan psikologis pada kategori.tinggi 56,4%. Hasil hipotesis korelasi didapatkan p-value sebesar 0,001 (P<0,05) dan r=0,567. Kesimpulan: Terdapat signifikan antara fungsi afektif dengan kesejahteraan psikologis remaja awal yang tinggal terpisah dengan orang tua dan didapatkan hubungan yang positif pada kedua variabel. Sehingga semakin baik fungsi afektif keluarga, maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis remaja awal yang tinggal terpisah dengan orang tua. | Background: The psychological needs of early adolescents must be met in order to create a good and prosperous personality, behavior and habits. The family's affective function is needed to meet the psychological needs of early adolescents. This study aims to determine the relationship between family affective function and psychological well-being in adolescents who live separately from their parents. Method: The design of this research is correlational analysis with a cross sectional approach. Sampling used total sampling with 39 research respondents. The research instrument is a questionnaire that uses a Likert scale. Bivariate analysis used the Sommers'd test. Results: The results of the univariate characteristics of the respondents showed that the mean age of the respondents was 13 years and the majority were female, 69.2%. The majority of respondents had addresses of origin: Adipala, Binangun, Kawunganten, Kedungreja and Maos. The majority of respondents had parental income ≥ UMK Cilacap, 76.9%. The majority of respondents had family affective function in the medium category at 53.8% and psychological well-being in the high category at 56.4%. The results of the correlation hypothesis obtained a p-value of 0.001 (P<0.05) and r=0.567. Conclusion: There is a significant relationship between affective function and the psychological well-being of early adolescents who live separately from their parents and a positive relationship was found for both variables. So the better the family's affective function, the higher the psychological well-being of early adolescents who live separately from their parents. | |
| 41729 | 43779 | H1D019039 | SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN ANALISIS KINERJA PRODUK MENGGUNAKAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER OF PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION | Toko merupakan salah satu bagian dari UMKM yang cukup penting. Sebagai suatu usaha penjualan barang, toko memiliki banyak produk untuk ditawarkan kepada masyarakat. dan menganalisis kinerja produk mereka dengan lebih efektif untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar. Analisis kinerja produk merupakan suatu pendekatan yang penting dalam mengevaluasi sejauh mana produk-produk yang ditawarkan oleh toko telah mencapai tujuan bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk membantu toko dalam menganalisis kinerja produk secara efektif dan efisien dengan menggunakan sistem pendukung keputusan (SPK). Metode SPK yang digunakan pada penelitian ini adalah metode TOPSIS. Kriteria untuk menentukan produk dengan kinerja paling tinggi adalah return on assets, gross margin, inventory turnover, dan rasio efisiensi. SPK analisis kinerja produk memiliki satu jenis pengguna, yaitu admin. SPK analisis kinerja produk terdiri dari beberapa halaman, yaitu aset, kriteria, analisis, dan hasil analisis. Pengujian blackbox pada sistem ini memiliki nilai terpenuhi pada setiap uji kasus. | Stores are one part of UMKM which is quite important. As a business selling goods, stores have many products to offer to the public. and analyze their product performance more effectively to maintain and increase market share. Product performance analysis is an important approach in evaluating the extent to which the products offered by stores have achieved their business goals. This study aims to assist stores in analyzing product performance effectively and efficiently by using a decision support system (SPK). The DSS method used in this study is the TOPSIS method. The criteria for determining the product with the highest performance are return on assets, gross margin, inventory turnover, and efficiency ratio. Product performance analysis SPK has one type of user, namely admin. The SPK for product performance analysis consists of several pages, namely assets, criteria, analysis and analysis results. Black box testing on this system has a value fulfilled in each test case. | |
| 41730 | 43762 | J1C017022 | Konsep Ganbaru pada Tokoh Yukihira Souma dalam Anime Shokugeki no Souma Season 3 karya Yuuto Tsukuda | Penelitian ini menggunakan objek penelitian berupa konsep ganbaru tokoh utama anime “Shokugeki no Souma season 3”, Yukihira Souma. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan sifat ganbaru pada tokoh utama Yukihira Souma di anime Shokugeki no Souma season 3 dengan menggunakan teori ganbaru. Yang terbagi menjadi tiga subdata. Pantang menyerah, fokus dan sabar. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya konsep ganbaru pada tindakan dan kalimat Yukihira Souma di anime Shokugeki no Souma season 3 yang dianalisis menjadi 3 kelompok sub data yaitu pantang menyerah, fokus dan sabar. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan data dari dialog dalam anime yang menunjukkan tindakan pantang menyerah, fokus dan sabar. | This research uses the research object in the form of the ganbaru concept of the main character of the anime "Shokugeki no Souma season 3", Yukihira Souma. The focus of this research is to describe the ganbaru nature of the main character Yukihira Souma in the anime Shokugeki no Souma season 3 using the ganbaru theory. Which is divided into three sub-data. Never giving up, focus and patience. The method in this research is a qualitative descriptive method. The result of this research was the discovery of the ganbaru concept in Yukihira Souma's actions and senteces in the anime Shokugeki no Souma season 3 which was analyzed into 3 sub-data groups, never give up, focus and patience. Based on the results of the analysis, data were found from the dialogue in the anime which showed the actions of never giving up, focus and patience | |
| 41731 | 43041 | C1B019119 | PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI, STRES AKADEMIK DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA RAS MELANESIA (PAPUA, NTT DAN MALUKU) DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh penggunaan teknologi informasi, stres akademik dan motivasi belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa ras melanesia (papua, ntt dan maluku) di kabupaten banyumas dengan sampel 60 responden. Pengambilian sampel menggunakan metode total sample. Penelitian ini memiliki 4 variabel dengan Variabel independennya yaitu penggunaan teknologi informasi, stres akademik dan motivasi belajar dan variabel dependenya adalah Prestasi Akademik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Pengujian hipotesis menggunakan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap prestasi akademik mahasiswa ras melanesia, stres akademik tidak berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa ras Melanesia, motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa ras Melanesia Kata kunci : Penggunaan Teknologi Informasi, Stres Akademik, Motivasi Belajar, Prestasi Akademik | This research aims to determine the influence of the use of information technology, academic stress and learning motivation on the academic achievement of students of the Melanesian race (Papua, NTT and Maluku) in Banyumas district with a sample of 60 respondents. Sampling used the total sample method. This research has 4 variables with the independent variables namely use of information technology, academic stress and learning motivation and the dependent variable is Academic Achievement. This research is quantitative research using Multiple Linear Regression analysis. Hypothesis testing uses the SPSS 25 application. The results of this study show that the use of information technology has a positive effect on the academic achievement of students of the Melanesian race, academic stress has no effect on the academic achievement of students of the Melanesian race, learning motivation has an effect on the academic achievement of students of the Melanesian race Keywords: Use of Information Technology, Academic Stress, Learning Motivation, Academic Achievement | |
| 41732 | 43760 | I1C019097 | PENGEMBANGAN TEST STRIP KOMBINASI EKSTRAK BAHAN ALAM YANG DI IMOBILISASI DALAM KERTAS SELULOSA UNTUK IDENTIFIKASI FORMALIN PADA IKAN ASIN | Latar Belakang: Banyak informasi yang beredar dikalangan masyarakat tentang penyalahgunaan formalin pada ikan asin di pasar tradisional. Alat ukur yang digunakan saat ini untuk mendeteksi adanya formalin yaitu test strip yang dijual dengan harga relatif mahal. Maka perlu adanya pengembagan test strip mengunakan bahan alam. Bahan alam yang digunakan untuk identifikasi formalin pada ikan asin adalah yang mengandung antosianin. Tujuan dari penelitian adalah mengembangkan suatu alat berupa tes strip dari beberapa ekstrak bahan alam yang mengandung antosianin untuk identifikasi formalin pada ikan asin. Metodologi: Penelitian dilakukan dengan membuat ekstrak bahan alam yaitu ekstrak ubi jalar ungu, ekstrak kulit buah naga, ekstrak kubis ungu, ekstrak bunga telang, ekstrak daun adam hawa, ekstrak bunga mawar merah, ekstrak pucuk merah, ekstrak kulit buah manggis, ekstrak kulit buah naga dan ekstrak bayam merah, yang mengandung antosianin. Ekstrak dioptimasi dan diimobilisasi dalam kertas selulosa. Uji performa alat ukur yang dilakukan meliputi uji waktu respon, uji reprodusibilitas, uji stabilitas dan uji selektivitas. Hasil uji positif yang diperoleh dari 10 ekstrak bahan alam, 3 bahan alam diantaranya yaitu ekstrak kubis ungu, ekstrak kulit buah naga, ekstrak bunga mawar merah positif pada formalin. Ekstrak bahan alam yang positif pada formalin diuji waktu respon pada test strip dengan hasil kurang dari 15 detik. Uji selektivitas dilakukan menggunakan NaCl, natrium benzoate dan paraben dengan hasil tidak selektiv pada formalin. Uji stabilitas test strip dilakukan replikasi selama hari pertama, hari ketiga, hari kelima, hari ketujuh, dan hari kesepuluh, dengan hasilnya kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah test strip dibuat dari ekstrak bahan alam yaitu ekstrak kubis ungu, ekstrak kulit buah naga, ekstrak bunga mawar merah tidak memenuhi persyaratan uji kinerja yang baik untuk uji formalin. | Background: There is a lot of information circulating among the public about the abuse of formaldehyde in salted fish in traditional markets. The measuring tool currently used to detect the presence of formaldehyde is a test strip, which is sold at a relatively expensive price. So it is necessary to develop test strips using natural materials, which are abundant in Indonesia. The natural ingredients used to identify formaldehyde in salted fish contain anthocyanins. Objective: The aim of the research is to develop a tool in the form of a test strip from several natural extracts containing anthocyanins for the identification of formaldehyde in salted fish. Methodology: Research was carried out by making extracts from natural ingredients, namely purple sweet potato extract, dragon fruit peel extract, purple cabbage extract, butterfly pea flower extract, adam hawa leaf extract, red rose flower extract, red shoot extract, mangosteen peel extract, fruit peel extract dragon, and red spinach extract, which contain anthocyanins. The extract was optimized and immobilized in cellulose paper. The measuring instrument performance tests carried out include response time tests, reproducibility tests, stability tests, and selectivity tests. Research Results: Positive test results obtained from 10 natural ingredient extracts, including 3 natural ingredients, including purple cabbage extract, dragon fruit peel extract, and red rose extract, were positive for formalin. Extracts of natural ingredients that were positive for formalin were tested for response time on a test strip with results of less than 15 seconds. Selectivity tests were carried out using NaCl, sodium benzoate, and parabens, with results that were not selective for formalin. The test strip stability test was replicated on the first day, third day, fifth day, seventh day, and tenth day, with poor results.. Conclusion: The conclusion of this research is that test strips made from natural extracts, namely purple cabbage extract, dragon fruit peel extract, and red rose extract, do not meet the test requirements for good performance in the formalin test. | |
| 41733 | 43797 | E1A020170 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK SEPATU BEKAS TIDAK BERLABEL DAN TANPA IZIN IMPOR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Perkara Nomor 829/Pid.Sus/2023/PN Pbr) | Kegiatan jual-beli merupakan bentuk dari persetujuan antara pelaku usaha dengan konsumen. Perlindungan hukum pada kegiatan jual beli diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan konsumen (selanjutnya disebut sebagai UU PK). Penjualan sepatu termasuk salah satu bentuk kegiatan jual beli barang antara pelaku usaha dengan konsumen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen produk sepatu bekas tidak berlabel dan tanpa izin impor berdasarkan UU PK pada Putusan Perkara Nomor 829/Pid.Sus/2023/PN Pbr. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data studi kepustakaan dan studi dokumenter dan disajikan dengan uraian secara sistematis dan logis dalam bentuk teks naratif serta menggunakan metode analisis data normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Lindahwati selaku konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf I Jo Pasal 9 ayat (1) huruf b UU PK. Popo Hariyanto selaku pelaku usaha melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf i UU PK dan Pasal 9 ayat (1) huruf b UU PK. Atas hal terseebut, Popo Hariyanto dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 (empat) bulan. Putusan tersebut menjadi bukti bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen atas penjualan sepatu bekas tidak berlabel dan tanpa izin impor telah diupayakan. | Buying and selling activities are a form of agreement between business actors and consumers. Legal protection for buying and selling activities is regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer. Shoe sales are a form of buying and selling of goods between business actors and consumers. This research aims to determine the legal protection for consumers of used shoe products without labels and without import permits based on the Consumer Protection Law in Case Decision Number 829/Pid.Sus/2023/PN Pbr. The method used in this research is normative juridical with analytical descriptive research specifications. The data sources used in this research are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. This research uses library study and documentary study data collection methods and is presented with systematic and logical descriptions in the form of narrative text and uses qualitative normative data analysis methods. Based on the results of research and discussions, Lindahwati as a consumer has received legal protection based on Article 62 paragraph (1) Jo Article 8 paragraph (1) letter I Jo Article 9 paragraph (1) letter b of the Consumer Protection Law. Popo Hariyanto as a business actor violated Article 8 paragraph (1) letter i of the Consumer Protection Law and Article 9 paragraph (1) letter b of the Consumer Protection Law. For this matter, Popo Hariyanto was sentenced to prison for 4 (four) months. This decision is proof that legal protection for consumers regarding the sale of used shoes without labels and without an import permit has been sought. | |
| 41734 | 43803 | F1C020027 | Peran Editor Dalam Pembuatan Film Dokumenter Gula Nipah: ”Budaya dan Rasa Khas Nusadadi” | Nipah (Nypa Fruticans) merupakan tanaman yang tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia. Di daerah Banyumas, Jawa Tengah, tanaman nipah banyak ditemukan di wilayah Nusadadi, salah satu desa yang berada di wilayah selatan Kabupaten Banyumas. Nipah telah dimanfaatkan sebagai bahan olahan salah satunya yaitu Gula Nipah. Gula nipah memiliki banyak potensi dan dapat menjadi komoditas ekonomi yang bernilai tinggi, namun gula nipah belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, pembuatan film dokumenter berjudul “Gula Nipah: Budaya dan Rasa Khas Nusadadi” ini bertujuan untuk menceritakan, mendeskripsikan, mengenalkan, serta mempromosikan gula nipah sebagai produk olahan masyarakat Desa Nusadadi yang memiliki kaitan erat dengan nilai-nilai budaya dan sejarah. Penulis yang berperan sebagai video editor bertanggung jawab pada proses pasca produksi, yakni menyunting dan menyusun materi audio visual hasil produksi menjadi satu kesatuan cerita yang menarik sesuai dengan script dan storyboard. Dalam pembuatan film ini, editor melewati serangkaian proses seperti penyesuaian alur setelah produksi, manajemen file, pengaturan awal, offline editing, online editing, coloring, vfx compositing, mastering, mixing, scoring, dan rendering. Editor memiliki peran penting karena hasil akhir dari proses pembuatan film ini ada ditangan seorang editor. | Nipah (Nypa Fruticans) is a plant that grows abundantly in tropical regions such as Indonesia. In the Banyumas area, Central Java, nipa plants are often found in the Nusadadi area, one of the villages in the southern region of Banyumas Regency. Nipah has been used as a processed ingredient, one of which is Nipah sugar. Palm sugar has a lot of potential and can become a high-value economic commodity, but palm sugar is not widely known by the wider community. Therefore, the making of a documentary film entitled "Nipah Sugar: Typical Culture and Taste of Nusadadi" aims to tell, describe, introduce and promote nipah sugar as a processed product of the Nusadadi Village community which is closely related to cultural and historical values. The writer who acts as a video editor is responsible for the post-production process, namely editing and compiling the audio-visual material produced into one interesting story according to the script and storyboard. In making this film, the editor goes through a series of processes such as adjusting the flow after production, file management, initial settings, offline editing, online editing, coloring, vfx compositing, mastering, mixing, scoring, and rendering. The editor has an important role because the final result of the film-making process is in the hands of an editor. | |
| 41735 | 43765 | F1C020015 | Partisipasi PT CSA (Perseroda) dalam Pekan Promosi Cilacap Expo 2023 sebagai Bentuk Implementasi Bauran Komunikasi Pemasaran | Pemasaran merupakan salah satu fungsi penting dalam suatu organisasi, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Salah satu strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah bauran komunikasi pemasaran. Bauran komunikasi pemasaran terdiri dari empat elemen, yaitu periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan penjualan personal. Pada tahun 2023, PT Cilacap Segara Arta (Perseroda) berpartisipasi dalam Pekan Promosi Cilacap Expo 2023. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi PT Cilacap Segara Arta (Perseroda) dalam Pekan Promosi Cilacap Expo 2023 sebagai bentuk implementasi bauran komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi PT Cilacap Segara Arta (Perseroda) dalam Pekan Promosi Cilacap Expo 2023 telah berhasil mengkomunikasikan informasi tentang perusahaan dan produk-produknya kepada masyarakat luas. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa partisipasi PT Cilacap Segara Arta (Perseroda) dalam Pekan Promosi Cilacap Expo 2023 merupakan bentuk implementasi bauran komunikasi pemasaran dan telah berhasil mengenalkan perusahaan pada publik khususnya masyarakat Cilacap. | Marketing is one of the important functions in an organization, including Regional-Owned Enterprises (BUMD). One of the marketing strategies that can be used by Regional-Owned Enterprises (BUMD) is the marketing communication mix. The marketing communication mix consists of four elements, namely advertising, sales promotion, public relations, and personal selling. In 2023, PT Cilacap Segara Artha (Perseroda) participated in the Cilacap Expo 2023 Promotion Week. This activity is one form of implementation of the marketing communication mix carried out by the company. This research aims to analyze the participation of PT Cilacap Segara Artha (Perseroda) in the Cilacap Expo 2023 Promotion Week as a form of implementation of the marketing communication mix. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that the participation of PT Cilacap Segara Artha (Perseroda) in the Cilacap Expo 2023 Promotion Week has successfully communicated information about the company and its products to the wider community. Based on the research results, it can be concluded that the participation of PT Cilacap Segara Artha (Perseroda) in the Cilacap Expo 2023 Promotion Week is a form of implementation of the marketing mix communication and has succeeded in introducing the company to the public, especially the people of Cilacap. | |
| 41736 | 43766 | C1G017029 | THE EFFECTS OF CASHLESS APPLICATION DEVELOPMENTS ON THE VELOCITY OF MONEY IN SOUTH JAKARTA IN THE PERIOD OF 2015-2021 | Penelitian ini didasari oleh perkembangan penggunaan teknology digital di kehidupan zaman modern ini. Sebagai pemegang otoritas system pembayaran, Bank Indonesia telah mengajukan Grand Design untuk meningkatkan pergeseran penggunaan kedua tipe pembayaran tersebut yang diketahui sebagai Less Cash Society. Terjadi peningkatan volume transaksi gradual dari tahun 2015-2021 dengan tingkat penggunaan masyarakat 34% dari total populasi Jakarta Selatan. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Aplikasi Perkembangan Cashless Terhadap Perputaran Uang di Jakarta Selatan Pada Tahun 2015-2021”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa perkembangan penggunaan applikasi cashless di Jakarta Selatan, menganalisa pengaruh QR Code terhadap perputaran uang di Jakarta Selatan, dan menganalisa pengaruh EDC Cashless di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil secara kuartal selama periode 2015 Kuartal 1-2021 Kuartal 4 dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah uang elektronik beredar, QR Code dan EDC Cashless secara simultan dan parsial memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap perputaran uang di Jakarta Selatan. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu dengan terus mengembangkan teknologi yang akan terus mempengaruhi ekonomi dan cara konsumen bertransaksi. Diharapkan pemerintah terus memperluas sarana uang elektronik dan segala medianya sesuai dengan perkembangan zaman. Juga terus memperbarui sistem pembayaran menggunakan uang elektronik agar lebih mudah diintegrasikan dalam penggunaan sehari-hari. | This research is based on the development of the use of digital technology in modern life. As the payment system authority, Bank Indonesia has proposed a Grand Design to increase the transfer of use of these two types of payments, known as the Less Cash Society. There has been a gradual increase in transaction volume from 2015- 2021 with a community usage rate of 34% of the total population of South Jakarta. This research is entitled "The Influence of Cashless Development Applications on Money Circulation in South Jakarta in 2015-2021". The aim of this research is to analyse the development of the use of cashless applications in South Jakarta, analyse the influence of QR Codes on money circulation in South Jakarta, and analyse the influence of EDC Cashless in South Jakarta. The research method used is quantitative research with an analytical descriptive nature. The data used is secondary data taken quarterly during the 2015 Quarter 1-2021 Quarter 4 period using multiple linear regression analysis techniques. The results of this research show that the amount of electronic money in circulation, QR Code and EDC Cashless simultaneously and partially have a significant and positive influence on the circulation of money in South Jakarta. The implication of the conclusion above is that by continuing to develop technology, it will continue to influence the economy and the way consumers make transactions. It is hoped that the government will continue to expand electronic money facilities and all its media in line with current developments. Also continues to update the payment system using electronic money to make it easier to integrate into daily use. | |
| 41737 | 43656 | I1A020089 | Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku pencegahan Tuberkulosis pada Masyarakat di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan | Latar Belakang: Angka kasus tuberkulosis pada 2023 di Puskesmas Purwokerto Selatan menduduki jumlah tertinggi di Banyumas. Kelurahan Teluk menjadi Kelurahan dengan kasus tertinggi di wilayah kerja puskesmas ini. Perilaku pencegahan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penularan dari penyakit tuberkulosis di kelurahan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan tuberkulosis pada masyarakat di kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. Metode: Penelitan ini merupakan penelitian kuantitatif crossectional dengan populasi seluruh masyarakat Teluk dan sampel sejumlah 106 responden diambil dengan metode accidental sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap, aksesibilitas informasi, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan) variabel terikat dalam penelitian ini perilaku pencegahan TB. Instrumen penelitian menggunakan wawancara dan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat, bivariat dengan uji chi- square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 56,6% responden memiliki kategori perilaku baik terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis. Aksesesibilitas informasi dan jenis kelamin memiliki pengaruh terhadap perilaku pencegahan Tuberkulosis di Kelurahan Teluk. Kesimpulan: Jenis kelamin perempuan dan aksesibilitas informasi yang baik memiliki pengaruh terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis yang baik pada masyarakat di Kelurahan Teluk | Background: The number of tuberculosis cases in 2023 at the South Purwokerto Community Health Center will be the highest in Banyumas. Teluk Subdistrict is the subdistrict with the highest cases in the work area of this puskesmas. Poor preventive behavior can increase the risk of transmission of tuberculosis in this sub-district. The aim of this research is to analyze what factors influence the behavior of preventing the transmission of tuberculosis in the community in Teluk sub-district, South Purwokerto District. Method: This study is a quantitative cross-sectional research involving the entire population of Teluk community with a sample size of 106 respondents selected through accidental sampling method. The independent variables in this study (age, gender, education, occupation, income, knowledge, attitude, accessibility of information, family support, and health worker support) are related to the dependent variable, which is TB prevention behavior. The research instrument comprises interviews and questionnaires. Data analysis includes univariate analysis, bivariate analysis using chi-square test, and multivariate analysis using logistic regression. Research Results: The analysis results indicate that 56.6% of the respondents exhibit good behavior towards tuberculosis prevention. Accessibility of information and gender have an influence on tuberculosis prevention behavior in the Teluk District. Conclusion: Female gender and good information accessibility influence good tuberculosis prevention behavior in Teluk Sub-District | |
| 41738 | 43767 | E1A020060 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PUPUK PALSU YANG TIDAK TERDAFTAR DAN TIDAK SESUAI DENGAN LABEL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor 849/Pid.Sus/2023/PN Pbr) | Pupuk merupakan bahan kimia atau organisme yang berperan sebagai penyedia unsur hara bagi keperluan tanaman. Pupuk wajib untuk memiliki kandungan hara sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Peredaran pupuk palsu yang tidak terdaftar dengan kandungan hara yang tidak sesuai standar mutu dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen. Penggunaan label pupuk yang tidak mencerminkan kandungan asli dari pupuk tersebut juga dapat menyesatkan konsumen dalam mendapatkan informasi mengenai produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen pupuk palsu yang tidak terdaftar dan tidak sesuai dengan label berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen pada Putusan Nomor 849/Pid.Sus/2023/PN Pbr. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara logis dan sistematis, yang dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Pasal 62 ayat (1) Jo. Pasal 8 huruf e dan f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan menjatuhkan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan dan denda sebesar Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah) subsider 2 (dua) bulan kurungan kepada pelaku usaha. Putusan hakim tersebut menunjukkan bahwa hak-hak yang dimiliki oleh konsumen terlindungi oleh hukum. | Fertilizer are chemicals or organisms that act as providers of nutrients for plant needs. Fertilizer is required to have nutrient content in accordance with established quality standards. Circulation of unregistered fake fertilizers with nutrient content that does not meet quality standards can cause losses to consumers. Using fertilizer labels that do not reflect the actual content of the fertilizer can also mislead consumers in obtaining information about the product. This research aims to determine legal protection for consumers of unregistered fake fertilizer and does not accord the label based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in Decision Number 849/Pid.Sus/2023/PN Pbr. The method used in this research is normative juridical with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials using library research. The data obtained is presented in the form of narrative text arranged logically and systematically, which is analyzed using qualitative normative methods. Based on the results of research and discussion, it shows that consumers have received legal protection based on Article 62 paragraph (1) Jo. Article 8 letters e and f of Law Number 8 of 1999 concering Consumer Protection by imposing a prison sentence of 8 (eight) months and a fine of Rp100.000.000,- (one hundred million rupiah) subsidiary to 2 (two) months in prison for the business actors. The judge’s decision shows that the rights of consumers are protected by law. | |
| 41739 | 43768 | E1A020046 | Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Perumahan Dengan Sistem Penjualan Pre Project Selling Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2023/PN.Plg) | Salah satu strategi penjualan perumahan adalah dengan sistem pre project selling, yaitu mempromosikan konsep atau gambar sebelum produk properti terwujud. Namun, dalam praktiknya masih sering menimbulkan masalah seperti kondisi rumah yang tidak sesuai dengan iklan dijanjikan serta rumah tidak dapat diterima karena belum dilakukan proses pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum perumahan dengan sistem pre project selling berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dalam Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2023/PN.Plg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disusun dengan bentuk deskriptif analitis yang disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan menjatuhkan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 3 (tiga) bulan sebagaimana tercantum dalam amar putusan hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Palembang Nomor 163/Pid.Sus/2023/PN.Plg. | One of housing marketing strategy is a pre project selling system, namely promoting concepts or images before the property product is realized. However, in practice it still often causes problems, such as the condition of the house not being as advertised as promised and the house not being accepted because the construction process has not been carried out. This research aims to determine legal protection for housing with a pre project selling system based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in Decision Number 163/Pid.Sus/2023/PN.Plg. This research uses normative juridical research methods with analytical descriptive research specifications. The data sources used are secondary data with primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials carried out using library research. The data obtained were analysed using qualitative normative methods and prepared in a systematic analytical descriptive form. Based on the results of research and discussion, consumers have received legal protection based on Article 62 paragraph (1) Jo Article 8 paragraph (1) letter f Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection by imposing a prison sentence of 2 (two) years 3 (three) months as stated in the judge's decision in the Palembang District Court Decision Number 163/Pid.Sus/2023/PN.Plg. | |
| 41740 | 43769 | C1A017017 | Analisis Pendapatan Usaha Industri Kerupuk Udang di Desa Kenanga Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan efisiensi produksi pada industri kerupuk udang di Desa Kenanga Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu yakni menggunakan seluruh populasi pengusaha kerupuk udang sebanyak 30 pengusaha dijadikan sampel dengan metode sampling jenuh (sensus). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data penelitian berupa wawancara menggunakan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis regresi linear berganda fungsi produksi Cobb-Douglass Stochastic Frontier dengan model Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor input bahan baku memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kerupuk udang, sedangkan tenaga kerja, bahan penolong dan peralatan tidak berpengaruh terhadap produksi kerupuk udang. Efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi usaha industri kerupuk udang memiliki nilai < 1 artinya tidak efisien. Nilai R/C ratio sebesar 1,81 artinya usaha ini menguntungkan dan layak dikembangkan dengan penerimaan rata-rata usaha kerupuk udang di Desa Kenanga sebesar Rp71.948.500 perbulan dan keuntungan rata-rata sebesar Rp32.211.876 perbulan. | This study’s aim is to analyze business income, factors that effect shrimp cracker production, and production efficiency in the shrimp cracker industry in Kenanga Village, Sindang District, Indramayu Regency, using the entire population of 30 shrimp cracker entrepreneurs as sample using the saturated sampling method (cencus). The study uses a quantitative approach and research data collection techniques collection in the form of interviews using questionnaires. The analysis technique used is multiple linear regression analysis of the production function Cobb-Douglass Stochastic Frontier with Ordinary Least Square (OLS) model. The results study showing that the raw material input factor have a positive and significant effect on the production of shrimp crackers, while labor, auxiliary materials and equipment have no effect on the production of shrimp crackers.The technical, allocative and economic efficiency of the shrimp cracker industry business have a value < 1, meaning it is inefficient. The R/C ratio value is 1,81, meaning that business is profitable and worth developing, with the average income from the shrimp cracker business in Kenanga Village amounting to Rp71.948.500 per mount and average profit of Rp32.211.876 per mount. |