Artikel Ilmiah : J1D020051 a.n. FANINDIA LUTHFI OKSAOI
| NIM | J1D020051 |
|---|---|
| Namamhs | FANINDIA LUTHFI OKSAOI |
| Judul Artikel | Kesantunan Berbahasa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purbalingga |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Oksaoi, Fanindia Luthfi. 2024. “Kesantunan Berbahasa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purbalingga”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman. Kesantunan berbahasa berperan penting sebagai tolok ukur penggunaan bahasa yang sesuai etika di lingkungan sekolah. Observasi menunjukkan bahwa beberapa tuturan selama proses pembelajaran belum memenuhi standar kesantunan yang diharapkan, menghambat interaksi antara guru dan siswa serta antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan strategi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purbalingga pada guru dan siswa kelas 10 XI, 11 D2, dan 12 MIPA 1. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan fokus pada tuturan guru dengan siswa, siswa dengan guru, dan antar siswa dengan siswa selama pembelajaran Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat, serta dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding membedakan. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara deskriptif, menggunakan teknik triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 tuturan yang ditemukan, terdapat 16 tuturan guru dengan siswa, 3 tuturan siswa dengan guru, dan 12 tuturan antar siswa. Bentuk kesantunan berbahasa yang ditemukan meliputi 10 data maksim kebijaksanaan, 3 maksim kedermawanan, 2 maksim penghargaan, 1 maksim kesederhanaan, 6 maksim persetujuan, dan 6 maksim simpati. Strategi kesantunan berbahasa yang digunakan terdiri dari 13 strategi kesantunan langsung, 12 strategi kesantunan positif, 1 strategi kesantunan tersamar, dan 5 strategi kesantunan negatif. Penelitian ini memberikan wawasan tentang kesantunan berbahasa dalam konteks pendidikan di SMA, terutama dalam interaksi sehari-hari antara guru dan siswa. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan metode pengajaran yang lebih efektif dan memperhatikan aspek kesantunan berbahasa, serta menekankan pentingnya pemahaman terhadap berbagai bentuk dan strategi kesantunan untuk menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan produktif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Oksaoi, Fanindia Luthfi. 2024. "Linguistic Politeness in Indonesian Language Learning at SMA Negeri 1 Purbalingga." Thesis. Purwokerto: Faculty of Cultural Sciences, Universitas Jenderal Soedirman. Linguistic politeness plays an important role as a benchmark for the appropriate use of language in the school environment. Observations indicate that several utterances during the learning process do not meet the expected standards of politeness, hindering interactions between teachers and students, as well as among students. This study aims to identify the forms and strategies of linguistic politeness in Indonesian language learning at SMA Negeri 1 Purbalingga among teachers and students of classes 10 XI, 11 D2, and 12 MIPA 1. This research employs a descriptive qualitative method, focusing on the utterances between teachers and students, students and teachers, and among students during Indonesian language learning. Data were collected using non- participatory observation, recording, and note-taking techniques, and analyzed using a pragmatic equivalence method with determinant element sorting and comparative contrast techniques. The results of the data analysis are presented descriptively, employing theoretical triangulation. The findings reveal that out of 31 analyzed utterances, 16 were between teachers and students, 3 were between students and teachers, and 12 were among students. The forms of linguistic politeness identified include 10 instances of the maxim of wisdom, 3 of the maxim of generosity, 2 of the maxim of praise, 1 of the maxim of modesty, 6 of the maxim of agreement, and 6 of the maxim of sympathy. The politeness strategies used consist of 13 direct politeness strategies, 12 positive politeness strategies, 1 indirect politeness strategy, and 5 negative politeness strategies. This research provides insights into the practice of linguistic politeness in the educational context of high school, particularly in daily interactions between teachers and students, as well as among students. These findings can serve as a basis for developing more effective teaching methods that consider aspects of linguistic politeness, emphasizing the importance of understanding various forms and strategies of politeness to create a harmonious and productive learning environment. Keywords: linguistic politeness, Indonesian language learning, and politeness strategies |
| Kata kunci | kesantunan berbahasa, pembelajaran bahasa Indonesia, strategi kesantunan |
| Pembimbing 1 | Etin Pujihastuti, S.S., M.Pd. |
| Pembimbing 2 | M. Riyanton, S.S., M.Pd. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 142 |
| Tgl. Entri | 2024-07-25 12:57:55.885003 |