Home
Login.
Artikelilmiahs
43745
Update
Adib Helga Prawiranegara
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Faktor Lingkungan dan Perilaku terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Pada tahun 2021 kasus DBD di Indonesia sebanyak 73.518 kasus, akan tetapi pada akhir tahun 2022 jumlah kasus DBD di Indonesia mencapai 143.000 kasus, meningkat 94,8% (Kemenkes, 2023). Jawa Tengah memiliki angka CFR DBD terbesar di Indonesia dengan presentase 2,71% pada tahun 2021 (Dinkes Jateng, 2022), wilayah dengan angka DBD yang tinggi salah satunya adalah Kabupaten Banyumas dengan kejadian sebanyak 307 kasus dengan 13 kematian pada tahun 2022 (BPS Banyumas, 2023). Berdasarkan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat terjadi karena beberapa faktor dominan yaitu faktor lingkungan dan faktor perilaku. Menurut Mentari (2022) menyebutkan bahwa Purwokerto Barat rawan dan berpotensi terjadinya kejadian DBD karena lokasi dan kondisi di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain studi case control, dimana menggunakan perbandingan 1:1 untuk sampel kasus yaitu 42 dan sampel kontrol 42. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil Penelitian: Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian DBD yaitu keberadaan jentik nyamuk (p-value=0,008; OR=4,425) dan kebiasaan menggantung pakaian (p-value=0,021; OR=4,403). Faktor-faktor yang berhubungan terhadap kejadian DBD yaitu keberadaan genangan air (p-value=0,012; OR=3,667), keberadaan kawat kasa (p-value=0,014; OR=3,411), dan praktik PSN 3M (p-value=0,002; OR=4,889). sedangkan faktor-faktor yang tidak berhubungan antara lain kepadatan hunian (p-value=0,546), kondisi tempat penampungan air (p-value=0,487), dan kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk (p-value=0,383). Kesimpulan: Variabel yang berpengaruh adalah keberadaan jentik nyamuk dan kebiasaan menggantung pakaian. Masyarakat dihimbau untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan agar jentik nyamuk tidak muncul di sekitar rumah dengan pencegahan praktik PSN 3M meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang serta supaya tidak menggantung pakaian yang kotor atau bekas pakai di dalam rumah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: In 2021, there were 73,518 dengue fever cases in Indonesia, but at the end of 2022 the number of dengue fever cases in Indonesia reached 143,000 cases, an increase of 94.8% (Ministry of Health, 2023). Central Java has the largest CFR dengue fever rate in Indonesia with a percentage of 2.71% in 2021 (Central Java Health Office, 2022), one of the areas with a high dengue fever rate is Banyumas Regency with an incidence of 307 cases with 13 deaths in 2022 (BPS Banyumas , 2023). Based on previous research, it shows that Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) can occur due to several dominant factors, namely environmental factors and behavioral factors. According to Mentari (2022), West Purwokerto is vulnerable and has the potential for dengue fever incidents due to the location and conditions in the area. The aim of this research is to determine and analyze the influence of environmental and behavioral factors on the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) in the work area of the West Purwokerto Community Health Center, Banyumas Regency. Methodology: This research uses an analytical observational research type with a case control study design, which uses a 1:1 ratio for case samples, namely 42 and 42 control samples. The sampling technique is total sampling. The analyzes carried out were univariate, bivariate and multivariate analysis. Result of Research: Factors that influence the incidence of dengue fever are the presence of mosquito larvae (p-value=0.008; OR=4.425) and the habit of hanging clothes (p-value=0.021; OR=4.403). Factors related to the incidence of dengue fever are the presence of standing water (p-value=0.012; OR=3.667), the presence of wire mesh (p-value=0.014; OR=3.411), and PSN 3M practices (p-value=0.002; OR=4.889). while factors that are not related include residential density (p-value=0.546; OR=1.741), condition of water reservoirs (p-value=0.487; OR=1.538), and habit of using mosquito repellent (p-value= 0.383; OR=1.614). Conclusion: The influencing variables are the presence of mosquito larvae and the habit of hanging clothes. The public is advised to be more sensitive to environmental conditions so that mosquito larvae do not appear around the house by preventing PSN 3M practices including draining, covering and recycling and not hanging dirty or used clothes in the house.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save