Artikelilmiahs

Menampilkan 41.081-41.100 dari 48.888 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4108143235C1I019021ANALYSIS THE EFFECT OF DIGITALIZATION AND ACCOUNTING INFORMATION SYSTEMS
ON THE QUALITY OF SMEs FINANCIAL STATEMENT IN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh digitalisasi dan sistem informasi akuntansi
terhadap kualitas laporan keuangan UKM di Kabupaten Banyumas. Populasi penelitian ini adalah UKM di
Kabupaten Banyumas dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling
dengan alat SPSS. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 140 responden
dengan pilot test yang dilakukan terhadap 40 responden dan seluruh data yang diperoleh dianalisis dengan
menggunakan teknik analisis regresi sederhana.
Hasil penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan dan
wawasan penelitian di bidang akuntansi keuangan khususnya mengenai kemampuan digitalisasi laporan
keuangan dan pemanfaatan sistem informasi akuntansi. UKM diharapkan lebih memperhatikan pelaporan
keuangan khususnya penyusunan laporan keuangan digital dan pemanfaatan sistem informasi akuntansi
untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan UKM. UKM diharapkan mampu mengelola laporan
keuangan sehingga tidak lagi menggunakan sistem manual melainkan mulai menggunakan digital.
This research aims to examine the effect of digitalization and accounting information systems on
the quality of SME financial reports in Banyumas Regency. The population of this research is SMEs in
Banyumas Regency with a sampling technique using the purposive sampling method with SPSS tools. Data
collection was carried out by distributing questionnaires to 140 respondents with a pilot test carried out
on 40 respondents and all data obtained was analyzed using simple regression analysis techniques.
The results of this research are theoretically expected to contribute to knowledge and research
insight in the field of financial accounting, especially regarding the ability to digitalize financial reports and
utilize accounting information systems. SMEs are expected to pay more attention to financial reporting,
especially the preparation of digitized financial reports and the use of accounting information systems to
improve the quality of SMEs financial reports. SMEs are expected to be able to manage financial reports so
that they no longer use manual systems but start using digital.
4108243236H1B019008STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI KETEBALAN SEKAT TANAH SEMEN BAN BEKAS TERHADAP POLA ALIRAN INTRUSI AIR LAUTPeningkatan penduduk di Kota Cilacap sebanding dengan meningkatnya kebutuhan air bersih yang menyebabkan terjadinya pengambilan air tanah secara berlebihan. Hal tersebut menjadi penyebab terjadinya intrusi air laut terutama di wilayah pesisir pantai. Pantai Teluk Penyu merupakan kawasan pesisir yang berada tidak jauh dari pusat Kota Cilacap sehingga memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Intrusi air laut juga mampu merusak struktur bangunan karena penggunaan material struktur yang tidak tahan korosi, seperti tulangan baja. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak dari intrusi air laut dengan membuat struktur sekat tanah semen ban bekas. Penambahan material ban bekas pada campuran sekat bertujuan untuk menggantikan fungsi tulangan baja yang mudah mengalami korosi jika diaplikasikan pada struktur yang berhubungan langsung dengan air laut. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pola intrusi air laut dengan variasi ketebalan sekat campuran tanah semen ban bekas dan menentukan pengaruh dari variasi ketebalan sekat dan penambahan ban bekas ke dalam campuran tanah semen terhadap panjang intrusi. Metode pengujian dengan model fisik akuifer pada flume dan membandingkan hasil pengujian dengan analisis menggunakan persamaan Darcy. Penelitian ini menggunakan sekat yang berupa campuran bahan dari tanah dan semen dengan perbandingan kadar 6:1 serta ban bekas dengan kadar 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% terhadap berat pasir. Pola dari intrusi air laut yang terjadi pada akuifer tanah dapat diamati dengan melakukan variasi pada ketebalan sekat 0.5 cm, 1.0 cm, dan 2.0 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan sekat tanah semen ban bekas dengan ketebalan 0.5 cm mengurangi panjang intrusi air laut sebesar 17.25%, ketebalan 1.0 mengurangi panjang intrusi air laut sebesar 22.93, dan ketebalan 2.0 mengurangi panjang intrusi air laut sebesar 27.64%.The increase in population in Cilacap City is proportional to the increase in demand for clean water which causes excessive groundwater extraction. This causes sea water intrusion, especially in coastal areas. Teluk Penyu Beach is a coastal area located near the center of Cilacap City which has a high population density. Sea water intrusion can also damage building structures due to the use of structural materials that are not corrosion resistant, such as steel reinforcement. Therefore, it is necessary to reduce the impact of sea water intrusion by modeling of cement soil bulkhead and used tires. The addition of used tire to the bulkhead mixture aims to replace the function of steel reinforcement which is easily corroded when applied directly related to sea water. The objectives of this study are determine the pattern of sea water intrusion with variation of bulkhead and determine the effect of the bulkhead thickness variation and the addition of used tires into the cement soil mixture on the intrusion length. The method was to modeling the aquifer into a flume and compare the results with analysis using the Darcy equations. This study used a bulkhead in the form of a mixture of soil and cement with a ratio of 6:1 and used tyres with levels of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25% by weight of sand. The pattern of sea water intrusion that occurs in the soil aquifer can be observed by varying the bulkhead thickness of 0.5 cm, 1.0 cm, and 2.0 cm. The results show that the use of used tyre cement soil barrier with a thickness of 0.5 cm reduced the length of sea water intrusion by 17.25%, a thickness of 1.0 reduced the length of sea water intrusion by 22.93, and a thickness of 2.0 reduced the length of sea water intrusion by 27.64%.
4108343237L1B018040PRODUKSI, RASIO KONVERSI PAKAN, DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) YANG DIBUDIDAYAKAN DI CV CEMARA SEWU SUMBER REJEKI

Produksi, rasio konversi pakan, serta tingkat kelangsungan hidup organisme budidaya merupakan indikator keberhasilan dalam proses budidaya udang vannamei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah produksi, rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup udang vannamei yang dibudidayakan pada dua petak tambak berbeda di CV Cemara Sewu Sumber Rejeki, Cilacap. Waktu pelaksanaan penelitian ini yaitu pada 1 September 2021 - 24 Desember 2021 di CV. Cemara Sewu Sember Rezeki, Jetis, Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Udang vannamei dibudidayakan sesuai dengan SOP perusahaan. Setelah mencapai ukuran yang diinginkan, udang dipanen dan dihitung total hasil produksi, rasio konversi pakan selama pemeliharaan, dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil produksi tambak A8 sebesar 10001,87 kg dan tambak A11 sebesar 6119,3 kg. Rasio konversi pakan yang diperoleh pada tambak A8 sebesar 1,56 dan tambak A11 sebesar 1,50. Tingkat kelangsungan hidup tambak A8 sebesar 74,9% dan tambak A11 sebesar 50,8. Hasil ini menunjukan bahwa hasil budidaya tergolong baik, namun masih dapat ditingkatkan dalam segi jumlah produksi, rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidupnya.
Kata kunci : Produksi, Udang Vannamei, CV Cemara Sewu Sumber Rezeki
Production, feed conversion ratio, and survival rate of cultured organisms are indicators of success in the process of vannamei shrimp farming. The purpose of this study was to determine the amount of production, feed conversion ratio and survival rate of vannamei shrimp cultivated on two different pond plots at CV Cemara Sewu Sumber Rejeki, Cilacap. The time of this research was 1 September 2021 - 24 December 2021 at CV. Cemara Sewu Sember Rezeki, Jetis, Nusawungu, Cilacap Regency. Vannamei shrimp were cultured according to the company's SOP. After reaching the desired size, the shrimp were harvested and the total production yield, feed conversion ratio during rearing, and survival rate were calculated. The results showed that the production of pond A8 was 10001.87 kg and pond A11 was 6119.3 kg. The feed conversion ratio obtained in pond A8 was 1.56 and pond A11 was 1.50. The survival rate of pond A8 was 74.9% and pond A11 was 50.8. These results indicate that the results of cultivation are good, but can still be improved in terms of the amount of production, feed conversion ratio and survival rate.
Keywords: Production, Vannamei Shrimp, CV Cemara Sewu Sumber Rezeki
4108443238J1B019008POTRET KENAKALAN REMAJA DALAM NOVEL "ASYA STORY" KARYA SABRINA FEBRIANTIPenelitian ini berjudul “Potret Kenakalan Remaja dalam Novel Asya Story karya Sabrina Febrianti”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tokoh, penokohan, latar, potret dari bentuk-bentuk kenakalan remaja, dan faktor penyebab kenakalan remaja dalam novel Asya Story karya Sabrina Febrianti. Penelitian dilakukan menggunakan kajian sosiologi sastra dengan pendekatan sosiologi karya. Penelitian dilakukan menggunakan teori Kenakalan Remaja menurut Kartini Kartono. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Novel Asya Story karya Sabrina Febrianti. Sumber data yang digunakan adalah Novel Asya Story karya Sabrina Febrianti, buku, jurnal ilmiah, artikel berita dan lainnya yang berkaitan dengan objek penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu membaca, menyimak, mempelajari, menandai, mencatat dan mengklasifikasikan. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu kondensasi data, penyajian data yang bersifat naratif, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan deskripsi tokoh, penokohan, dan latar dalam novel Asya Story yang berkaitan dengan kenakalan remaja. Selain itu, ditemukan juga beberapa bentuk kenakalan remaja dalam novel Asya Story karya Sabrina Febrianti seperti: Kebut-kebutan, bolos sekolah, kriminalitas anak, mabuk, pemerkosaan dan balas dendam, judi dan taruhan, menggugurkan janin, dan penyimpangan perilaku. Kenakalan remaja tidak semata-mata muncul begitu saja. Terdapat faktor penyebab seorang remaja melakukan tindak kenakalan remaja. Kenakalan remaja dapat terjadi karena faktor biologis, faktor psikogenis, faktor sosiogenis, dan faktor subkultur.

Kata Kunci: Remaja, Kenakalan Remaja, Sosiologi Sastra
This research is entitled “Potret Kenakalan Remaja dalam Novel Asya Story karya Sabrina Febrianti”. The purpose of this study is to describe the characters, characterizations, settings, portraits of forms of juvenile delinquency, and factors causing juvenile delinquency in the novel Asya Story by Sabrina Febrianti. The research was conducted using literary sociology studies with a sociology of works approach. The research was conducted using the theory of Juvenile Delinquency according to Kartini Kartono. The method used is descriptive qualitative. The object of this research is the novel Asya Story by Sabrina Febrianti. The data sources used are Novel Asya Story by Sabrina Febrianti, books, scientific journals, news articles and others related to the object of research. Data collection techniques in this research are reading, listening, studying, marking, recording and classifying. The analysis techniques in this research are data condensation, narrative data presentation, and drawing conclusions. This study shows a description of the characters, characterizations, and settings in the novel Asya Story related to juvenile delinquency. In addition, there are also several forms of juvenile delinquency in the novel Asya Story by Sabrina Febrianti such as: Speeding, skipping school, child crime, drunkenness, rape and revenge, gambling and betting, aborting a fetus, and behavioral deviations. Juvenile delinquency does not just appear out of nowhere. There are factors that cause a teenager to commit juvenile delinquency. Juvenile delinquency can occur due to biological factors, psychological factors, sociological factors, and subcultural factors.

Keywords: Teenagers, Juvenile Delinquency, Literary Sociology
4108543239I1B020050Hubungan Aktivitas Berorganisasi dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal SoedirmanAbstrak

HUBUNGAN AKTIVITAS BERORGANISASI DENGAN KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Fadillah Puspa Nadinnisa1, Made Sumarwati2, Hasby Pri Choiruna2

Latar Belakang: Kemampuan pengambilan keputusan merupakan hal yang penting. Mahasiswa khususnya Jurusan Keperawatan akan menghadapi berbagai permasalahan ketika menjalani masa studinya, jika mahasiswa memiliki soft skill yang mumpuni, masalah-masalah yang muncul akan terselesaikan dengan keputusan yang memuaskan. Aktif berorganisasi diduga mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungam aktivitas berorganisasi dengan kemampuan pengambilan keputusan pada mahasiswa Jurusan Keperawatan.

Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif korelatif. Populasinya mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman tahun angkatan 2020, 2021, dan 2022. Sampel yang diambil dari populasi menggunakan teknik stratified random sampling menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% sehingga didapatkan total sampel 179 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan pengisian kuesioner aktivitas berorganisasi dan kemampuan pengambilan keputusan. Uji korelasi menggunakan uji Spearman Rank.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara variabel aktivitas berorganisasi dengan variabel kemampuan pengambilan keputusan dengan nilai nilai r =+ 0,686 dan p-value < 0,01 (p < 0,05).

Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara aktivitas berorganisasi dan kemampuan pengambilan keputusan mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.

Kata Kunci: aktivitas berorganisasi, keperawatan, pengambilan keputusan

1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2 Dosen Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman
Abstract

THE RELATIONSHIP OF ORGANIZATIONAL ACTIVITIES WITH THE DECISION-MAKING ABILITY OF NURSING STUDENTS, JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
Fadillah Puspa Nadinnisa1, Made Sumarwati2, Hasby Pri Choiruna2


Background: Decision-making ability is an important skill. Students especially in the Department of Nursing will face various problems during their studies, competent students will make effective decision to solve their problems. While decision-making skills demand on exercises participate actively in student organizations may beneficial ini decision-making skills. The aim of this study was to find out the relationship between organizational activity and decision-making ability in nursing students.

Methods: This was a correlative study design. Nursing students from batch 2020, 2021, and 2022 was target population. Sample were selected stratified random sampling technique with an error rate of 5%. 179 students participated in this study. Data was collected by use quituonnaires of organizational activity and decision-making abilities. Hypothesis was tested uses r Spearman Rank test.

Results: The results of the study showed a positive, strong and significant relationship between organizational activity variables and decision-making ability variables with p-value < 0.01 (p < 0.05) and strong correlation in positive direction with r value = 0.686.

Conclusion: There is a strong and significant positive relationship between organizational activities and the decision-making ability of students in the Nursing Department at Jenderal Soedirman University.

Keywords: decision-making, nursing, organizational activities

1 Student of Nursing Department, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University
2 Lecturer of Nursing Department, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University
4108643240H1C020062ANALISIS KESTABILAN LERENG JALAN AKSES BENDUNGAN AMERORO DAERAH AMERORO, KECAMATAN UEPAI, KABUPATEN KONAWE, SULAWESI TENGGARADalam pengembangan infrastruktur bendungan, keberlanjutan dan keamanan jalan akses menuju bendungan menjadi aspek kritis. Kestabilan lereng pada jalur akses mendukung kelancaran transportasi dan menjaga keamanan pengguna jalan serta operasioanal bendungan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kestabilan lereng pada jalan akses bendungan dengan menggunakan metode geoteknikal dan pemodelan.
Studi ini mencakup survei lapangan untuk mengumpulkan data geoteknikal, Analisis massa batuan dilakukan dengan metode Rock Mass Rating yaitu dengan melakukan pembobotan dari parameter. Kemudian dari hasil pembobotan parameter tersebut dijumlahkan dan didapatkan hasil nilai RMR nya, kemudian diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi RMR yang menghasilkan kondisi masa batuannya, kohesi, dan sudut geser dalamnya yang kemudian dilakukan interpolasi agar mendapatkan nilai pasti untuk kohesi dan sudut geser dalamnya. Dari hasil klasifikasi RMR tersebut selanjutnya dilakukan pemodelan menggunakan software Geostudio dengan menggunakan metode Bishop yang disederhanakan dan Spencer untuk mendapatkan nilai FK lereng.
Berdasarkan hasil analisis massa batuan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR) untuk jalan akses segmen 2 Lereng STA 3+100, STA 0+375, STA 0+500, STA 0+650, dan STA 0+800 tergolong dalam kelas III yang memiliki kelas massa batuan fair. Kemudian untuk jalan akses segmen empat yaitu lereng STA 0+950 dan STA 1+075 termasuk kedalam kelas III memiliki kelas massa batuan fair. Lereng pada jalan akses segmen dua berdasarkan klasifikasi Bowless (1984) masuk ke dalam kelas stabil. Dan pada jalan akses segmen empat untuk lereng STA 0+325 dengan material soil masuk kedalam kelas kritis dan untuk lereng STA 0+950 dan STA 1+075 masuk kedalam kelas stabil.
Rekomendasi perbaikan dan mitigasi risiko diajukan untuk meningkatkan keamanan dan kestabilan jalan akses bendungan. Dari Penelitian ini direkomendasikan membangun dinding pasangan batu untuk mencegah keruntuhan sebagai bentuk perkuatan lereng.
In the development of dam infrastructure, the sustainability and safety of the access road to the dam is a critical aspect. Slope stability on the access road supports smooth transportation and maintains the safety of road users and the operation of the dam itself. This study aims to conduct a slope stability analysis of the dam access road using geotechnical methods and modeling.
This study includes field surveys to collect geotechnical data, rock mass analysis is carried out using the Rock Mass Rating method by weighting the parameters. Then the results of the weighting of the parameters are summed up and the RMR value is obtained, then classified based on the RMR classification which results in the condition of the rock mass, cohesion, and the inner shear angle which is then interpolated to get the exact value for cohesion and inner shear angle. From the RMR classification results, modeling is then carried out using Geostudio software using the simplified Bishop and Spencer methods to obtain the FK value of the slope.
Based on the results of rock mass analysis using the Rock Mass Rating (RMR) method for segment 2 access roads, the slopes of STA 3+100, STA 0+375, STA 0+500, STA 0+650, and STA 0+800 are classified in class III which has a fair rock mass class. Then for the fourth segment access road, the slopes of STA 0+950 and STA 1+075 are included in class III which has a rock mass class of fair.
Improvement and risk mitigation recommendations are proposed to improve the safety and stability of the dam access road. From this research it is recommended to build a masonry wall to prevent collapse as a form of slope reinforcement.
4108743241D1A019124PENGARUH IMBANGAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT YANG BERBEDA TERHADAP DURABILITAS DAN DAYA SERAP AIR PELLET PAKAN KOMPLIT BERBASIS FODDER JAGUNGDyah Ayu Rizqika Lestari. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh imbangan hijauan dan konsentrat yang berbeda terhadap karakteristik fisik berupa durabilitas dan daya serap air pada pellet pakan komplit berbasis fodder jagung. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Peubah yang diamati adalah durabilitas dan daya serap air. Perlakuan terdiri dari P1 = 30% hijauan dan 70% konsentrat, P2 = 50% hijauan dan 50% konsentrat, dan P3 = 70% hijauan dan 30% konsentrat. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa rataan durabilitas perlakuan P1=94,88±0,54%, perlakuan P2=92,99±0,91%, dan perlakuan P3=90,26±0,70%, sedangkan rataan daya serap air perlakuan P1=138,68±1,06%, perlakuan P2=156,76±8,10%, dan perlakuan P3=216,82±13,09%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa imbangan hijauan dan konsentrat yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap durabilitas dan daya serap air (P<0,01). Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan bahwa semakin tinggi imbangan hijauan dibanding konsentrat akan menghasilkan nilai durabilitas yang rendah dan daya serap air yang tinggi. Pellet pakan kompit perlakuan P1 dengan imbangan 30% hijauan dan 70% konsentrat merupakan pellet dengan durabilitas tertinggi dan daya serap air terendah.
Dyah Ayu Rizqika Lestari. This research was conducted to determine the effect of different forage and concentrates ratios on physical characteristics such as durability and water absorption in complete feed pellets based on corn fodder. The study was carried out experimentally in a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications. The variables observed were durability and water absorption. The treatment consisted of P1 = 30% forage and 70% concentrate, P2 = 50% forage and 50% concentrate, and P3 = 70% forage and 30% concentrate. The results of the study showed that the mean durability for treatments P1=94.88±0.54%, P2=92.99±0.91%, and P3=90.26±0.70%. Meanwhile, the mean water absorption capacity for treatments P1=138.68±1.06%, P2=156.76±8.10%, and P3=216.82±13.09%. The analysis of variance showed that different forage and concentrate ratios significantly affected durability and water absorption capacity (P<0.01). The Duncant New Multiple Range Test indicated that a higher forage to concentrate ratio resulted in lower durability and higher water absorption capacity. The treatment P1 with a 30% forage and 70% concentrate ratio exhibited the highest durability and the lowest water absorption capacity in pellets of complete feed.

4108844994A1D020154Pengaruh Perendaman Biji Buah Kerukup (flacourtia jangomas) dengan Larutan Giberelin Terhadap Laju PerkecambahanKerukup (Flacourtia jangomas) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk makhluk hidup. Tanaman ini memiliki tingkat perkecambahan yang rendah dan memiliki kendala dalam proses regenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman biji kerukup dalam larutan giberelin terhadap laju perkecambahan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin berupa K1 (Kontrol), K2 (200 ppm), K3 (400 ppm), faktor kedua yaitu lama perendaman berupa T0 (0 jam), T1 (6 jam), T2 (12 jam), T3 (24 jam). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kesalahan 5% dan dilanjutkan pada uji DMRT jika berbeda nyata. Interaksi antara konsentrasi giberelin 200 ppm (K2) dan lama perendaman 6 jam (T1) memberikan hasil yang terbaik terhadap panjang radikula sebesar 2,03 cm.Kerukup (Flacourtia jangomas) is a plant that has many benefits for living creatures. This plant has a low germination rate and has problems in the regeneration process. This research aims to determine the effect of concentration and length of soaking kerukup seeds in gibberellin solution on germination rate. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) with two treatment factors and repeated three times. The first factor is the concentration of gibberellin in the form of K1 (Control), K2 (200 ppm), K3 (400 ppm), the second factor is the soaking time in the form of T0 (0 hours), T1 (6 hours), T2 (12 hours), T3 (24 O'clock). The research data were analyzed using the ANOVA test at an error level of 5% and continued with the DMRT test if they were significantly different. The interaction between a gibberellin concentration of 200 ppm (K2) and a soaking time of 6 hours (T1) gave the best results for a radicle length of 3.69 cm.
4108943242I1A020005Pengaruh Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru di Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten BanyumasLatar Belakang : Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberkulosis di paru. Data tahun 2021 menunjukkan, ada sekitar 969.000 kasus penderita Tuberkulosis Paru di Indonesia, sedangkan kasus Tuberkulosis Paru di Desa Ledug merupakan desa dengan kasus Tuberkulosis Paru tertinggi di Kecamatan Kembaran pada periode Januari-September 2023 di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II sebanyak 30 kasus. Tuberkulosis Paru memerlukan intervensi perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara PHBS terhadap kejadian Tuberkulosis Paru di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.

Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dan dilakukan mulai bulan Oktober hingga bulan Desember 2023. Responden kelompok kasus sebanyak 30 orang diambil menggunakan metode total sampling, sedangkan kelompok kontrol diambil menggunakan purposive sampling dengan perbandingan 1:1. Variabel penelitian ini meliputi bebas, yaitu aktivitas fisik, pola makan, perilaku merokok, CTPS dengan variabel terikat yaitu kejadian Tuberkulosis Paru. Analisis yang digunakan meliputi univariat, bivariat, dan multivariat.

Hasil Penelitian : Variabel yang berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis Paru adalah CTPS (p-value: 0,030) Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis Paru adalah aktivitas fisik (p-value: 0,434), pola makan (p-value: 0,605) dan perilaku merokok (p-value: 0,424). Variabel yang berpengaruh terhadap kejadian Tuberkulosis Paru adalah CTPS (p-value: 0,025) dengan nilai OR=3,749

Kesimpulan : Ada faktor yang memengaruhi kejadian Tuberkulosis Paru di Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.

Kata Kunci : Kejadian Tuberkulosis Paru, PHBS, Pengaruh.

1Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKES Universitas Jenderal Soedirman
2Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKES Universitas Jenderal Soedirman
Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria in the lungs. Data from 2021 indicates approximately 969,000 cases of pulmonary tuberculosis patients in Indonesia. In Ledug Village, there were 30 cases of pulmonary tuberculosis, making it the village with the highest cases in Kembaran Subdistrict from January to September 2023 in the working area of Kembaran II Community Health Center. Pulmonary tuberculosis requires health behavior interventions. This study aims to determine the influence of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) on the incidence of pulmonary tuberculosis in Ledug Village, Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency.

Method: This research used a case-control approach conducted from October to December 2023. The case group consisted of 30 individuals selected using total sampling, while the control group was selected using purposive sampling with a 1:1 ratio. The variables in this study include independent variables such as physical activity, dietary patterns, smoking behavior, and CHLB with the dependent variable being the incidence of pulmonary tuberculosis. The analysis used univariate, bivariate, and multivariate methods.

Research Results: Variables related to the incidence of Pulmonary Tuberculosis are CTPS (p-value: 0.030). Variables not associated with the incidence of Pulmonary Tuberculosis are physical activity (p-value: 0.434), dietary pattern (p-value: 0.605), and smoking behavior (p-value: 0.424). The variable influencing the incidence of Pulmonary Tuberculosis is CTPS (p-value: 0.025) with an OR value of 3.749.

Conclusion: There are factors influencing the incidence of Pulmonary Tuberculosis in Ledug Village, Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency.

Keywords: Incidence of Pulmonary Tuberculosis, Clean and Healthy Living Behavior (CHLB), Influence.

1Student of Public Health Department, Faculty of Public Health, Universitas Jenderal Soedirman
2Department of Public Health, Faculty of Public Health, Universitas Jenderal Soedirman

4109043247K1C019059Estimasi Kontaminasi Neutron Dari Radioterapi Linac Pada Kanker Payudara Menggunakan Metode Monte CarloPenelitian ini dilatarbelakangi banyaknya kasus kanker payudara di Indonesia. Salah satu penanganan kanker payudara adalah dengan radioterapi Linear accelerator (Linac). Linac adalah pemercepat elektron yang mengenai target Tungsten (W) sehingga melepaskan foton, namun jika pemercepat elektron pada Linac yang digunakan ≥ 7 MV akan dihasilkan suatu kontaminasi neutron. Neutron mempunyai faktor bobot radiasi lebih besar dari foton akibatnya keberadaan kontaminasinya perlu dipertimbangkan dalam perencanaan radioterapi. Faktor bobot akan berpengaruh pada perhitungan dosis ekivalen dan dosis efektifnya. Peristiwa interaksi foton dan proses terjadinya kontaminasi neutron terjadi secara random sehingga dapat disimulasikan dengan metode Monte Carlo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis efektif kontaminasi neutron pada target kanker payudara dan pada jaringan Organ at risk (OAR) dengan teknik penyinaran 2 arah, yaitu 120° dan 300° dengan dosis total 2 Gy per fraksi. Penyinaran divariasikan beda potensial 8-25 MV. Hasil Kontaminasi Neutron dari dosis efektif <1% di kanker dan OAR. Dosis efektifnya direntang 4,17×10־⁹ mSv hingga 1,46×10־⁴ mSv pada kanker, sedangkan pada OAR direntang 6,37×10־⁸ mSv hingga 8,36×10־³ mSv. Kontaminasi neutron yang diperhitungkan sangat kecil yaitu dibawah ambang batas dosis penyinaran sehingga tidak diperlukan faktor koreksi dosis dari kontaminasi neutron atau dapat diabaikan.This research was motivated by the large number of breast cancer cases in Indonesia. One of the treatments for breast cancer is Linear accelerator (Linac) radiotherapy. Linac is an electron accelerator that hits a Tungsten (W) target thereby releasing photons, however if the electron accelerator on the Linac used is ≥ 7 MV neutron contamination will result. Neutrons have a greater radiation weight factor than photons, so the presence of contamination needs to be considered in radiotherapy planning. The weight factor will influence the calculation of the equivalent dose and effective dose. Photon interaction events and the process of neutron contamination occur randomly so they can be simulated using the Monte Carlo method. This study aims to determine the effective dose of neutron contamination in breast cancer targets and in Organ at Risk (OAR) tissue using a 2-way alignment technique that is 120° and 300° with a total dose of 2 Gy per fraction. The broadcast is varied with a potential difference of 8-25 MV. Neutron Contamination Results from an effective dose of <1% effective dose in cancer and OAR. The effective dose ranges from 4,17×10־⁹ mSv to 1,46×10־⁴ mSv in cancer, while in OAR it ranges from 6,37×10־⁸ mSv to 8,36×10־³ mSv. The calculated neutron contamination is very small below the exposure dose threshold so that no dose correction factor for neutron contamination is needed or can be ignored.
4109143243F1B020105ANALISIS PELAKSANAAN FUNGSI KOORDINASI BAPPEDALITBANG DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANYUMASBappedalitbang memiliki peran sebagai koordinator dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Berdasarkan IKU (Indeks Kinerja Utama) Kabupaten Banyumas terdapat 12 indikator namun terdapat dua indikator belum mencapai target pembangunan. Dengan adanya permasalahan pembangunan daerah menggambarkan kendala dalam pelaksanaan koordinasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan koordinasi serta faktor yang mempengaruhi koordinasi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi partisipasi aktif, wawancara, serta dokumentasi.
Metode analisis yang digunakan yaitu model analisis interaktif. Serta keabsahan data dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi koordinasi Bappedalitbang dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas belum optimal, perinciannya sebagai berikut: pada aspek kerjasama,
kesatuan tindakan, pembagian kerja dan faktor tingkat formalitas sudah berjalan dengan optimal. Sedangkan aspek komunikasi, sinkronisasi dan disiplin sudah berjalan namun belum optimal.
Bappedalitbang has a role as coordinator in the preparation of the Regional Government Work Plan. Based on the IKU (Main Performance Index) of Banyumas Regency, there are 12 indicators, but two indicators have not yet reached the development target. The existence of regional development problems illustrates the obstacles in the implementation of coordination. The purpose of this research is to analyze the implementation of coordination and the factors that influence coordination in the preparation of the Banyumas Regency Regional Government Work Plan. The method used in the research is descriptive qualitative. The data collection methods used were active participation observation, interviews, and documentation. The analysis method used was an interactive analysis model. And the validity of the data in this study was tested using source triangulation. The results showed that the implementation of the coordination function of Bappedalitbang in the preparation of the Banyumas Regency Regional Government Work Plan was not optimal, the details are as follows: in the aspects of cooperation, unity of action, division of labor and formality level factors have run optimally.
4109244995H1E019020Pengukuran Tingkat Kelelahan Pengemudi Bus Trans Jateng Menggunakan Metode Swedish Occupational Fatigue Inventory dan Fatigue Risk Assessment in High-risk EnvironmentsTransportasi merupakan suatu sektor yang memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat. Beberapa jenis transportasi massal yang umum digunakan di Indonesia, diantaranya ialah kereta dan bus. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi bus ialah PT Trans Linggamas Mandiri (TLM). Berdasarkan data historis perusahaan tahun 2019 – 2023 diketahui terdapat beberapa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengemudi dari Trans Jateng. Hal ini dikhawatirkan oleh pihak manajemen sebagai akibat dari pengemudi yang mengalami kelelahan pada saat bekerja. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat kelelahan pengemudi pada Trans Jateng. Tingkat kelelahan pengemudi ini akan diukur menggunakan metode Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) dan Fatigue Risk Assessment and Management in High-Risk Environments (FRAME). Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar tingkat kelelahan pengemudi ada pada kategori rendah, dimana pada metode FRAME berjumlah 22 orang atau seluruh pengemudi Trans Jateng dan pada metode SOFI berjumlah 12 orang. Sepuluh pengemudi lain pada metode SOFI yang tidak termasuk dalam kategori rendah, teridentifikasi masuk pada kategori kelelahan tingkat sedang. Diketahui pula bahwa item pernyataan yang kerap dirasakan oleh pengemudi pada Trans Jateng adalah perasaan mengantuk dan sulit terjaga. Oleh karena itu usulan perbaikan yang diberikan, yaitu memberikan anjuran pada pengemudi untuk melakukan peregangan, melakukan evaluasi terkait durasi mengemudi, melakukan penyesuaian suhu pada stasiun kerja pengemudi, menyediakan makanan ringan bagi pengemudi, memberikan arahan pada pengemudi untuk mengoptimalkan kualitas tidur serta memberikan anjuran bagi pengemudi untuk tidur dan beristirahat pada salah satu dari ketujuh waktu interval antar keberangkatan bus.Transportation is a sector that plays a vital role in society's lives. Some common forms of mass transportation used in Indonesia include trains and buses. One of the companies operating in the field of bus transportation sector is PT Trans Linggamas Mandiri (TLM). According to the company's historical data in 2019-2023, there have been several traffic accidents involving drivers from Trans Jateng. This is concerned by the management as a result of drivers who experienced fatigue while on duty. Therefore, this study was conducted with the aim of evaluating the level of driver fatigue at Trans Jateng. The driver's fatigue level will be measured using the Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) and Fatigue Risk Assessment and Management in High-Risk Environments (FRAME) methods. The results of this study indicate that the majority of drivers have a low level of fatigue, with 22 drivers or all Trans Jateng drivers categorized as low fatigue according to the FRAME method, and 12 drivers categorized as low fatigue according to the SOFI method. The remaining ten drivers assessed by the SOFI method fall into the moderate fatigue category. It was also found that the most commonly reported symptoms among Trans Jateng drivers are drowsiness and difficulty staying awake. Therefore, the proposed improvements recommending drivers to perform stretching exercises, evaluating driving duration, adjusting the temperature at the driver's workstation, provide snacks for the drivers, advising drivers on optimize the quality of sleep, and suggesting drivers to sleep and rest during one of the seven intervals between bus departures.
4109343245B1A019082PENGARUH ANTIOKSIDAN Streptomyces sp. SAE4034 PADA EKSPRESI GEN pap1 DAN GEN sty1 DI Saccharomyces cerevisiae SEBAGAI AGEN ANTI-AGINGRadikal bebas merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya ROS yang dapat menimbulkan stres oksidatif hingga menyebabkan penuaan dini. Senyawa antioksidan diperlukan untuk mengatasinya. Salah satu mikroorganisme yang dapat menghasilkan senyawa antioksidan adalah Streptomyces sp. SAE4034. Potensi senyawa antioksidan yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. SAE4034 sebagai agensia anti-aging belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senyawa antioksidan yang dihasilkan oleh ekstrak Streptomyces sp. SAE4034 pada Saccharomyces cerevisiae yang mengalami stres oksidatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Sel yeast diberi perlakuan menggunakan H2O2 berbagai konsentrasi (1-7 mM). Ekstrak dengan berbagai konsentrasi (250, 500, 750 μg/mL) diberikan terhadap S.cerevisiae yang mengalami stres oksidatif. Ragam konsentrasi digunakan untuk melihat potensi ekstrak yang paling berpengaruh mengatasi stres dibandingkan dengan yeast kondisi stres tanpa ekstrak sebagai kontrol negatif, dan yeast tanpa H2O2 dan ekstrak sebagai kontrol positif. Potensi tersebut dibuktikan pada tingkat molekuler melalui ekspresi gen pap1 dan sty1. Parameter yang diukur yaitu konsentrasi ekstrak Streptomyces sp. SAE4034 yang dapat mengatasi stres oksidatif dan ekspresi gen pap1 dan sty1 pada S. cerevisiae. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak Streptomyces sp. SAE4034 berpotensi mengatasi stres oksidatif pada S.cerevisiae dengan kombinasi antara konsentrasi H2O2 3 mM dan konsentrasi ekstrak 250 μg/mL yang dibuktikan dengan peningkatan jumlah sel setelah 24 jam. Hasil visualisasi elektroforesis menunjukkan adanya penurunan ekspresi gen pap1 6 kali lebih tipis pada perlakuan dengan kondisi stres oksidatif H2O2 3 mM dan konsentrasi ekstrak 250 μg/mL dibandingkan dengan kontrol negatif. Hasil visualisasi gen sty1 tidak berhasil diekspresikan.Free radicals are factor that can trigger ROS which causes oxidative stress even premature aging. Antioxidant compounds are needed to overcome this. One of the microorganisms that can produce antioxidant is Streptomyces sp. SAE4034. Potential antioxidant compounds produced by Streptomyces sp. SAE4034 not yet known. This research aims to determining the effect of antioxidant produced by the extract Streptomyces sp. SAE4034 in S. cerevisiae under oxidative stress. The research used a survey method. The yeast treated using H2O2 in various concentrations (1-7 mM) to induce oxidative stress. Extracts with various concentrations (250, 500, 750 μg/mL) were added after that. Various concentrations are used to see which extract's potential has the most effect when compared with yeast in stress conditions as a negative control, and yeast without H2O2 and extract as a positive control. This potential is proven at the molecular level through gene expression of pap1 and sty1. The parameter measured was the extract concentration of Streptomyces sp. SAE4034 which can overcome oxidative stress and gene expression of pap1 and sty1. The research data was analyzed descriptively. The results show extract Streptomyces sp. SAE4034 has potential to overcome oxidative stress in S.cerevisiae is combination of 3 mM H2O2 with extract concentration 250 μg/mL. This is proven by the number of cells increasing and electrophoresis visualization showed that there was a 6 times smaller decrease in pap1 gene expression in treatment with that combination compared to the negative control. Meanwhile, the visualization results of the sty1 gene were not successfully expressed.
4109443111K1B019005FUNGSI KUASA UNTUK UJI HIPOTESIS ARAH KANAN PARAMETER LOKASI PADA DISTRIBUSI CAUCHYPenelitian ini membahas fungsi kuasa untuk uji hipotesis arah kanan pada parameter lokasi distribusi Cauchy. Tujuan penelitian ini adalah menentukan fungsi kuasa serta menganalisis grafik fungsi kuasa. Metodologi yang digunakan untuk menentukan fungsi kuasa, yaitu menentukan statistik cukup dan daerah penolakan uji arah kanan, dan atau menggunakan konsep dasar dari definisi fungsi kuasa. Selanjutnya, grafik fungsi kuasa disimulasikan menggunakan software R. Hasil simulasi grafik menunjukkan bahwa parameter skala (σ) yang semakin besar dan batas daerah penolakan (k) yang semakin kecil, maka nilai ukuran uji semakin besar. Selain itu, untuk batas daerah penolakan (k) serta parameter lokasi (μ) yang semakin besar, maka nilai ukuran uji semakin rendah.The research discussed the power function for the right-sided hypothesis testing in location parameter on Cauchy distribution. The purpose is to determine the power function and create the graph pattern. The power function is obtained by determining the sufficient statistics and its rejection region for the right-side, and or using the basic concept of the definition. Furthermore, the graph of power function was simulated using R software. The graphic simulation result show that for the larger scale parameter (σ) and the smaller rejection region (k), the larger size of the test. In addition, for the larger rejection region (k) and location parameter (μ), the smaller size of the test.
4109543246E1A020064IMPLEMENTASI HUKUM PENYELENGGARAAN IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (Studi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi hukum penyelenggaraan Identitas Kependudukan Digital dalam pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya dan mengetahui apa saja faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi hukum penyelenggaraan Identitas Kependudukan Digital dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Data yang telah terkumpul diolah menggunakan metode reduksi data, display data, dan kategorisasi yang disajikan dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif, serta dianalisis menggunakan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi hukum penyelenggaraan Identitas Kependudukan Digital dalam pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya terlaksana dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari maksimalnya pelaksanaan perekaman KTP-el, belum maksimalnya pelaksanaan instalasi dan registrasi aplikasi IKD, dan maksimalnya pelaksanaan aktivasi aplikasi IKD. Terdapat beberapa faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum penyelenggaraan Identitas Kependudukan Digital dalam pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya, yakni faktor hukum itu sendiri, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaan.This study aims to determine how the implementation of the law on the implementation of Digital Population Identity in population administration services at the Tasikmalaya City Population and Civil Registration Office and to find out what are the factors that affect the implementation of the law on the implementation of Digital Population Identity in population administration services in Tasikmalaya City. The research method used is qualitative research with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. The research location was at the Tasikmalaya City Population and Civil Registration Office. Determination of informants in this study using purposive sampling. The types of data sources include primary data and secondary data. The data that has been collected is processed using data reduction, data display, and categorization methods presented in the form of qualitative matrices and narrative text, and analyzed using content analysis and comparative analysis methods. The results showed that the legal implementation of Digital Population Identity implementation in population administration services at the Tasikmalaya City Population and Civil Registration Office was well implemented. This can be seen from the implementation of KTP-el recording which has been maximally implemented, the implementation of the installation and registration of the Digital Population Identity application which has not been maximally implemented, and the implementation of the activation of the Digital Population Identity application which has been maximally implemented. There are several factors that tend to influence the legal implementation of Digital Population Identity in population administration services at the Tasikmalaya City Population and Civil Registration Office, namely the legal factors themselves, law enforcement factors, facilities and facilities, community factors, and cultural factors.
4109643248I1C020080EFEK FRAKSI N-HEKSANA RIMPANG BANGLE HANTU (Zingiber ottensii) TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG YANG DIISOLASI DARI RONGGA PERITONEAL MENCIT SECARA IN VITRO Z. ottensii merupakan salah satu tanaman yang berpotensi memiliki aktivits imunomodulator karena mengandung senyawa golongan terpenoid yang dapat memodulasi aktivitas fagositosis makrofag. Fagositosis merupakan bagian penting dari sistem imun, dimana sel makrofag menelan dan mencerna zat asing. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fagositosis makrofag oleh fraksi n-heksan rimpang Z. ottensii. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan sel makrofag yang diisolasi dari rongga peritoneal mencit BALB/c yang diberikan fraksi n-heksan rimpang Z. ottensii 25, 50, dan 100 µg/mL.Senyawa terpenoid pada fraksi n-heksan diidentifikasi menggunakan KLT dengan reagen liebermann-burchard. Data indeks fagositosis dan kapasitas fagositosis diuji menggunakan one way ANOVA. Fraksi n-heksan rimpang Z. ottensii mengandung senyawa golongan terpenoid dan steroid. Semua konsentrasi fraksi n-heksan rimpang Z. ottensii dapat meningkatkan aktivitas fagositosis dengan memiliki nilai indeks fagosistosis (2,19; 2,20, dan 2,21) dan kapasitas fagositosis (59,67; 67,67; dan 74,33%) yang berbeda signifikan dengan kontrol sel (1,52 dan 35,67%). Fraksi n-heksan rimpang Z. ottensii 100 µg/mL memiliki aktivitas fagositosis makrofag paling tinggi dibandingkan konsentrasi lainnya berdasarkan kapasitas fagositosis dan indeks fagositosis. Z. ottensii is one of the plants that potentially has immunomodulatory activities because it contains terpenoid group compounds that can modulate the phagocytosis activity of macrophages. Phagocytosis is an important part of the immune system, where macrophage cells ingest and digest foreign substances. Therefore, this study aims to determine the phagocytic activity of macrophages by the n-hexane fraction of Z. ottensii rhizome. The study was conducted in vitro using macrophage cells isolated from the peritoneal cavity of BALB/c mice delivered 25, 50, and 100 µg/mL n-hexane fraction of Z. ottensii rhizome. Terpenoid compounds in the n-hexane fraction were identified using KLT with Liebermann-burchard reagent. Data on phagocytosis index and phagocytosis capacity were analyzed using one-way ANOVA. All concentrations of the n-hexane fraction of Z. ottensii rhizome can increase phagocytosis activity by having phagocytosis index values (2.19; 2.20, and 2.21) and phagocytosis capacity (59.67; 67.67; and 74.33%) that are significantly different from cell control (1.52 and 35.67%). Z. ottensii rhizome n-hexane fraction 100 µg/mL had the highest macrophage phagocytosis activity compared to other concentrations based on phagocytosis capacity and phagocytosis index.
4109743249D1A019163HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI DAN ETOS KERJA
PETERNAK KAMBING DI KECAMATAN KALIGESING
KABUPATEN PURWOREJO
Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi dan Etos Kerja Peternak Kambing di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui gaya kepemimpinan ketua kelompok peternak kambing peranakan etawa di kecamatan kaligesing, kabupaten purworejo. (2) Mengidentifikasi motivasi dan etos kerja peternak kambing peranakan etawa (PE). (3) Menganalisis hubungan gaya kepemimpinan dengan motivasi dan etos kerja peternak kambing Peranakan Etawa (PE) anggota kelompok di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.
Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan wilayah penelitian dilakukan menggunakan metode secara random sampling sebanyak 20% dari jumlah desa, sehingga terpilih 4 desa dari 21 desa di Kecamatan Kaligesing. Pada setiap desa terpilih selanjutnya dipilih sebanyak 50% dari total kelompok peternak sebagai sampel, sedangkan responden dipilih menggunakan analisis G*Power 3.1.9.4 dengan effect size sebesar 0,15 dengan statistical power 80% dan alpha error probability 5% sehingga diperoleh 85 orang responden terpilih. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi rank spearman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil yang diperoleh gaya kepemimpinan otoriter dan demokrasi pada kelompok peternak kecamatan kaligesing berkorelasi tapi tidak signifikan atau tidak berpengaruh nyata terhadap motivasi dan etos kerja beternak, jika ditinjau dari hubungannya (positif/negatif)nya. Hubungan tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan karakteristik anggota kelompok juga baik berdasarkan usia, pendidikan, lama beternak, dan lama terbentuknya kelompok peternak.
The Relationship between Leadership Style and Motivation and Work Ethic of Goat Farmers in Kaligesing District, Purworejo Regency. The aim of this research is (1) to determine the leadership style of the head of the Etawa crossbreed goat breeder group in Kaligesing sub-district, Purworejo district. (2) Identifying the motivation and work ethic of Etawa crossbreed goat breeders (PE). (3) Analyzing the relationship between leadership style and the motivation and work ethic of the Etawa Peranakan (PE) goat breeders of group members in Kaligesing District, Purworejo Regency.
This research uses a survey method. Determining the research area was carried out using a random sampling method of 20% of the number of villages, so that 4 villages were selected from 21 villages in Kaligesing District. In each selected village, 50% of the total group of breeders were selected as samples, while respondents were selected using G*Power 3.1.9.4 analysis with an effect size of 0.15 with statistical power of 80% and alpha error probability of 5% so that 85 respondents were obtained. selected. The analytical methods used are descriptive analysis and Spearman rank correlation analysis.
The research results show that the results obtained by authoritarian and democratic leadership styles in the Kaligesing sub-district breeder group are correlated but not significant or have no real effect on motivation and work ethic in farming, if viewed from the relationship (positive/negative). This relationship is influenced by environmental conditions and the characteristics of group members, including age, education, years of farming and the length of time the breeder group was formed.
4109843250C1G018043Factors Affecting Manufacturing Output on The Provinces of The Island of JavaPulau Jawa merupakan pusat industri nasional dan sumber pertumbuhan terbesar di
Pulau Jawa salah satunya adalah industri manufaktur. Sektor industri manufaktur merupakan
sektor terpenting dalam perekonomian nasional. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk meneliti
faktor-faktor yang mempengaruhi output sektor manufaktur pada enam provinsi di Pulau Jawa
selama periode 2013 sampai 2022.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh investasi, tenaga kerja, dan
infrastruktur terhadap output sektor manufaktur pada enam provinsi di Pulau Jawa. Penelitian ini
menggunakan data sekunder yang didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS), Publikasi Badan
Pusat Statistik, dan Buku Dalam Angka. Teknik analisis yang digunakan Panel Data Regresi.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel investasi memiliki pengaruh positif
dan signifikan terhadap ouput sektor manufaktur, variabel tenaga kerja juga memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap output sektor manufaktur, dan variabel infrastruktur tidak memiliki
pengaruh terhadap sektor manufaktur.
Implikasi penelitian ini yaitu menjaga stabilitas perekonomian, dalam hal ini dengan
meningkatkan output dari sektor-sektor industri terutama yang memiliki kontribusi penting
terhadap pertumbuhan ekonomi seperti sektor manufaktur. Pemerintah diharapkan dapat
menciptakan iklim investasi yang kondusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan
pemerataan Pembangunan infrastruktur sehingga dapat meningkatkan produktivitas industri.
Kata Kunci : Investasi, Tenaga Kerja, Infrastruktur, Output Sektor Manufaktur
Java Island is the center of national industry and the largest source of growth in Java,
one of which is the manufacturing industry. The manufacturing industry sector is the most
important sector in the national economy. Therefore, researchers are interested in examining the
factors that affect the output of the manufacturing sector in six provinces in Java Island during the
period 2013 to 2022.
The purpose of this study is to analyze the effect of investment, labor, and infrastructure
on the output of the manufacturing sector in six provinces in Java. This study used secondary data
obtained from the Central Statistics Agency (BPS), Central Statistics Agency Publications, and
Books in Numbers. Analysis techniques used Regression Data Panel.
The results of this study show that investment variables have a positive and significant
influence on the output of the manufacturing sector, labor variables also have a positive and
significant influence on the output of the manufacturing sector, and infrastructure variables have
no influence on the manufacturing sector.
The implication of this research is to maintain economic stability, in this case by increasing output
from industrial sectors, especially those that have an important contribution to economic growth
such as the manufacturing sector. The government is expected to create a conducive investment
climate, improve the quality of human resources and equitable distribution of infrastructure
development so as to increase industrial productivity.
Keywords : Investment, Labor, Infrastructure, Manufacturing Sector Output
4109943251A1A019116ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI NILAM (Pogostemon Cablin) DI DESA LIMPAKUWUS, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMASPertanian memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai penopang ekonomi maupun dalam memenuhi kebutuhan pokok. Sektor perkebunan, seperti tanaman nilam, menawarkan potensi ekonomi tinggi bagi petani di pedesaan. Nilam merupakan sumber minyak atsiri yang bernilai tinggi dan banyak digunakan dalam industri kosmetik.
Salah satu daerah yang mengembangkan komoditas nilam di Jawa Tengah adalah Kabupaten Banyumas, khususnya Kecamatan Sumbang. Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, terdapat usahatani tanaman nilam yang menjadi fokus penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan usahatani tanaman nilam Desa Limpakuwus dengan menganalisis pendapatannya serta melihat aspek teknis, manajemen, lingkungan, ekonomi, dan pasar.
Data dikumpulkan pada Juli 2023 dan dianalisis menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan dari panen nilam meningkat dari panen I sebesar Rp189.780,00 menjadi Rp1.515.822,00 pada panen II, namun mengalami penurunan pada panen III menjadi Rp504.780,00. Dalam analisis kelayakan, rasio pendapatan terhadap biaya (R/C Ratio) sebesar 1,41, dengan nilai titik impas (Break Even Point) per musim sebesar 137,03 kg daun atau Rp273.990,8. Meskipun layak untuk diusahakan, usahatani nilam tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga yang memiliki anggota 3 sampai 5 orang
Agriculture plays a crucial role in society, both in supporting the economy and fulfilling essential needs in various farming sectors. These sectors offer promising prospects in rural areas and hold high economic value for farmers, especially with commodities like patchouli (Pogostemon cablin Benth), a plant that produces essential oil and holds significant economic value, being used as a primary ingredient in cosmetics.
Banyumas Regency is one of the regions developing patchouli commodities in Central Java. Sumbang Subdistrict is one of the areas within Banyumas Regency that engages in patchouli cultivation. Limpakuwus Village, located in Sumbang Subdistrict, is one of the areas where patchouli cultivation lands are established in Banyumas Regency. The objective of this research is twofold: 1) to analyze the feasibility level of patchouli farming in Limpakuwus Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, and 2) to determine the income generated from patchouli farming in the aforementioned area.
The research methodology employed in this study is a case study. Data collection took place in July 2023. Data analysis includes the Revenue Cost ratio (R/C), Break Even Point (BEP), and descriptive analysis involving Technical, Management, Environmental, Economic, and Market aspects.The research findings reveal that patchouli farming yielded an income of Rp189,780.00 for the first harvest and experienced an increase to Rp1,515,822.00 for the second harvest. However, there was a decrease in income to Rp504,780.00 during the third harvest. The R/C ratio calculation per season yielded a value of 1.41, while the Break Even Point for patchouli farming per season amounted to 137.03 kg of leaves or Rp273,990.8 in price. The statement indicates that patchouli farming is considered feasible; however, it falls short in meeting the daily needs of a family consisting of 3 to 5 members
4110043252I1A020004Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Balita dalam Pencegahan Tuberkulosis pada Anak di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto SelatanLatar Belakang: Pengendalian dan pencegahan tuberkulosis (TB) pada anak menjadi peranan penting dunia karena hampir setiap tahun 500.000 anak menderita TB. Kejadian TB pada anak di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan khususnya di Kelurahan Teluk masih tinggi. Berbagai upaya preventif sudah dilakukan oleh Puskesmas Purwokerto Selatan, namun kasus TB pada anak masih terus bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku ibu balita dalam pencegahan TB pada anak di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. Metodologi: Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di Kelurahan Teluk berjumlah 522 orang dengan sampel sebanyak 81 responden yang dipilih secara bertahap yaitu cluster sampling kemudian purposive sampling dari posyandu di beberapa RW. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dilakukan pada bulan November 2023. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pada variabel sikap (p-value = 0,021) dan dukungan petugas kesehatan (p-value = 0,003) dengan perilaku ibu balita dalam pencegahan TB pada anak. Sedangkan, variabel yang tidak berhubungan yaitu tingkat pendidikan (p-value = 0,782), pekerjaan (p-value = 0,510), pengetahuan (p-value = 0,902) dan akses informasi (p-value = 0,101). Uji regresi logistik menunjukkan dukungan petugas kesehatan menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku ibu balita dalam pencegahan TB pada anak (p-value = 0,016) (OR = 3,525). Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh dengan perilaku ibu balita dalam pencegahan TB pada anak di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan adalah dukungan petugas kesehatan. Background: Control and prevention of tuberculosis (TB) in children is an important role in the world because almost every year 500.000 children suffer from TB. The incidence of TB in children at the South Purwokerto Community Health Center working area is still high, especially at Teluk Subdistrict. Various preventive efforts have been carried out by the South Purwokerto Community Health Center, but TB cases in children are still increasing. This study aims to determine the factors that influence mother’s behavior of toddlers to prevent TB in children at Teluk Subdistrict, South Purwokerto. Methods: The method used is analytical observation with a cross sectional approach. The population of this study was 522 mothers of toddlers in Teluk Subdistrict with a sample of 81 respondents selected in stages, first cluster sampling and then purposive sampling from intergrated healthcare center in several citizens association. Primary data collection using a questionnaire was carried out in November 2023. Data were analyzed using chi-square test and multiple logistic regression. Results: The research results showed that there was a relationship variables between the attitude (p-value = 0.021) and health workers support (p-value = 0.003) with behavior of mothers of toddlers in preventing TB in children. Meanwhile, variables that are not related are education level (p-value = 0.782), occupation (p-value = 0.510), knowledge (p-value = 0.902) and information accsess (p-value = 0.101). The logistic regression test showed that health workers support was the most influential factor mother’s behavior of toddlers to prevent TB in children (p-value = 0.016) (OR = 3.525). Conclusion: The factor that has the most influence mother’s behavior of toddlers to prevent TB in children at Teluk subdistrict, South Purwokerto is the health workers support.