Artikel Ilmiah : C1A020050 a.n. FACHRI RAHMAN IRSYAD

Kembali Update Delete

NIMC1A020050
NamamhsFACHRI RAHMAN IRSYAD
Judul ArtikelPengaruh Pariwisata Heritage terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kota Semarang (Studi Kasus : Objek Wiasata Lawang Sewu)
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan bersejarah di Indonesia yang termasuk dalam objek wisata heritage karena memiliki arsitektur peninggalan zaman penjajahan Belanda. Bangunan Lawang sewu sendiri di dirikan pada tahun 1904 oleh Het Hoofdkantoor van de Nederland-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Bangunan lawing Sewu sebagai objek wisata berperan penting dalam perekonomian sektor informal di sekitarnya khususnya pedagang kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh objek wisata heritage terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Faktor yang dianalisis meliputi modal usaha, lama bekerja, jumlah tenaga kerja, lokasi uaha, dan jumlah pengunjung. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda metode ordinary least square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Lawang Sewu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Modal usaha, lama bekerja, dan jumlah tenaga kerja memberikan pengaruh yang postif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Sedangkan lokasi usaha dan jumlah pengunjung tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Implikasi pada penelitian ini adalah pedagang kaki lima harus menentukan lokasi usaha yang optimal sehingga mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang.
Kata kunci : Modal usaha, lama bekerja, jumlah tenaga kerja, lokasi usaha, jumlah pengunjung, pendapatan


Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
Lawang Sewu is one of the historical buildings in Indonesia which is included in the heritage tourist attraction because it has architecture left over from the Dutch colonial era. The Lawang Sewu building itself was founded in 1904 by Het Hoofdkantoor van de Nederland-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). The Sewu lawing building as a tourist attraction plays an important role in the surrounding informal sector economy, especially street vendors. This research aims to analyze the influence of heritage tourist attractions on street vendor income. Factors analyzed include business capital, length of work, number of workers, business location, and number of visitors. This research uses multiple linear regression analysis using the ordinary least square method. The research results show that the Lawang Sewu tourist attraction has a significant influence on the income of street vendors. Business capital, length of work, and number of workers have a positive and significant influence on street vendor income. Meanwhile, business location and number of visitors do not have a significant influence on street vendor income. The implication of this research is that street vendors must determine the optimal business location so that they can have a significant influence on the trader's income
Keywords: Business capital, length of work, number of workers, business location, number of visitors, income
Kata kunciKata kunci : Modal usaha, lama bekerja, jumlah tenaga kerja, lokasi usaha, jumlah pengunjung, pendapatan
Pembimbing 1Suharno
Pembimbing 2Chairani Fadhila Pravitasari
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman109
Tgl. Entri2024-07-23 11:33:13.197529
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.