Artikelilmiahs
Menampilkan 40.981-41.000 dari 48.889 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40981 | 43158 | H1D019001 | APLIKASI KLASIFIKASI BERBASIS WEB MENGGUNAKAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) UNTUK KLASIFIKASI STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS PURWOJATI | Balita merupakan kelompok usia paling rentan dalam hal kesehatan, sehingga penentuan status gizi balita merupakan faktor penting dalam mengamati pertumbuhan dan kesehatan mereka untuk menghindari terjadinya malnutrisi atau kekurangan gizi pada balita. Kondisi status gizi balita dapat digunakan untuk memprediksi bagaimana kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Peran status gizi balita merupakan faktor yang penting dalam menciptakan generasi unggul dalam segala bidang. Puskesmas Purwojati sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis data status gizi balita. Namun dalam pelaksanaannya, proses klasifikasi status gizi balita masih menggunakan perhitungan manual dan belum pernah dilakukan pengujian mengenai keakuratan hasil status gizi balita. Tujuan penelitian ini adalah melakukan klasifikasi dan membangun aplikasi yang dapat mempermudah dalam menentukan status gizi balita. Klasifikasi yang akan dilakukan oleh peneliti adalah klasifikasi menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dan aplikasi yang akan dibangun menggunakan bahasa Python dengan framework flask. Dataset yang berhasil diolah berjumlah 378 dengan enam label status gizi, yaitu gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, risiko gizi lebih, gizi lebih, dan obesitas. Model berhasil mendapatkan akurasi sebesar 93.42% dengan rata-rata nilai dari precision sebesar 94%, recall sebesar 93%, dan f1-score sebesar 93%. Hasil akhir dari penelitian ini adalah menerapkan model yang telah dibuat ke dalam aplikasi website menggunakan Python Flask yang dapat melakukan klasifikasi berdasarkan input dari pengguna. | Toddlers are the most vulnerable age group in terms of health, so determining the nutritional status of toddlers is an important factor in monitoring their growth and health to avoid malnutrition. The nutritional status of children under five can be used to predict the quality of human resources in the future. The role of nutritional status of children under five is an important factor in creating a superior generation in all fields. Purwojati Health Center as a community health service center has the responsibility to collect and analyze data on nutritional status of toddlers. However, in its implementation, process of classifying the nutritional status of toddlers still uses manual calculations and has never been tested regarding the accuracy of the nutritional status results of toddlers. This research is to classify and build an application that can make it easier to determine the nutritional status of toddlers. The classification that will be carried out by researchers is classification using the Support Vector Machine (SVM) algorithm and the application will be built using Python language with the flask framework. The datasets that were successfully processed were 378 with six nutritional status labels, namely poor nutrition, undernutrition, good nutrition, risk of overnutrition, overnutrition and obesity. The model succeeded in getting an accuracy of 93.42% with an average value of precision of 94%, recall of 93%, and f1-score of 93%. The final result of this research is to apply the model that has been created into a website application using Python Flask which can carry out classification based on user input. | |
| 40982 | 43132 | L1C018032 | Pengaruh Bahan Organik Total Pada Sedimen Terhadap Kelimpahan Gastropoda di Ekosistem Mangrove Muara Kali Ijo, Kebumen | Penelitian ini berjudul Pengaruh Bahan Organik Total Pada Sedimen Terhadap Kelimpahan Gastropoda di Ekosistem Mangrove Muara Kali Ijo, Kebumen. Tujuan dari penilitian ini adalah mengetahui konsentrasi bahan organik total, kerapatan mangrove, kelimpahan gastropoda, pengaruh bahan organik total terhadap kerapatan mangrove, dan pengaruh bahan organik total terhadap kelimpahan gastropoda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan data tingkat kerapaatan mangrove dan kelimpahan gastropoda menggunakan metode transek kuadrat 10 x 10 m dan 1 x 1 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bahan organik total termasuk dalam kategori tinggi (40,41 – 65,80%). Kerapatan mangrove termasuk dalam kategori sedang sampai sangat baik (1.733 – 3.800 ind/ha). Kelimpahan gastropoda berkisar antara 2,32 – 38,16 ind/m². Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa bahan organik total berpengaruh nyata terhadap kerapatan mangrove dan kelimpahan gastropoda. | This study is entitled The Effect of Total Organic Matter in Sediment on the Gastropods Abundance in the Muara Kali Ijo Mangrove Ecosystem, Kebumen. The purpose of this study is to determine the total organic matter concentration, mangrove density, gastropod abundance, the effect of total organic matter on mangrove density, and the effect of total organic matter on gastropod abundance. The research method was used the survey method. Data collection of mangrove density level and gastropod abundance using the 10 x 10 m and 1 x 1 m squared transect method. The results showed that the total organic matter concentration was included in the high category (40,41 – 65,80%). The density of mangroves is included in the medium to very good category (1,733 – 3,800 ind/ha). The abundance of gastropods ranges from 2,32 – 38,16 ind/m². The results of regression analysis showed that total organic matter was have significant effect on mangrove density and gastropod abundance. | |
| 40983 | 42824 | H1A020006 | ANALISIS SISTEM PROTEKSI DISTANCE RELAY AKIBAT GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA PENGHANTAR BAY RAWALO 2 GARDU INDUK 150 kV PURBALINGGA | Relay jarak digunakan sebagai pengaman utama pada saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dari gangguan antar phasa maupun gangguan hubungan tanah. Pada bay Rawalo Gardu Induk Purbalingga menggunakan relay jarak ini sebagai system proteksi utama. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis setting relay jarak yang terdapat pada saluran transmisi GI Purbalingga – GI Rawalo. Kemudian membandingkan hasil perhitungan manual dengan simulasi sesuai dengan standard IEEE nomor C37.113.1999. Didapatkan hasil perhitungan setting relay jarak pada zona 1 sebesar 3,191 Ω, pada zona 2 sebesar 6,586 Ω, dan pada zona 3 sebesar 10,227 Ω. Perbandingan antara hasil perhitungan manual dan data aktual di lapangan tidak terlalu berbeda jauh sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak perlu dilakukannya resetting pada proteksi relay jarak. | Distance relays are used as the main safety on high-voltage overhead lines (SUTT) from interphase interference and ground faults. In the Rawalo bay of the Purbalingga substation using this distance relay as the main protection system. Disturbances that occur result in the function of the distance relay protection system equipment (Distance Relay) requires a reassessment of the distance relay settings or settings that show the protection system on the Rawalo conductor is less reliable and selective. The purpose of this research is to analyze the distance relay settings contained in the GI Purbalingga - GI Rawalo transmission line. Then compare the results of manual calculations with simulations in accordance with IEEE standards standard number C37.113.1999. The results of the calculation of the distance relay setting in zone 1 amounted to 3.191 Ω, in zone 2 amounted to 6.586 Ω, and in zone 3 amounted to 10.227 Ω. The comparison between the results of manual calculations and actual data in the field is not too different, so it can be concluded that there is no need to reset the distance relay protection. | |
| 40984 | 43159 | H1A020004 | ANALISIS KOORDINASI KERJA OVER CURRENT RELAY DAN GROUND FAULT RELAY AKIBAT ARUS HUBUNG SINGKAT SEBAGAI PENGAMAN CADANGAN PADA TRAFO 1 150/20 KV 60 MVA DI GARDU INDUK PURBALINGGA | Transformator Daya 1 merupakan salah satu transformator dari 3 transformator daya yang tersedia di Gardu Induk 150 kV Purbalingga dan terletak pada bay transformator 1. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis koordinasi kerja Over Current Relay untuk gangguan arus hubung singkat tiga fasa dan dua fasa dan Ground Fault Relay untuk gangguan arus hubung singkat satu fasa antara sisi incoming 20 kV dan juga sisi 150 kV. Menurut standar SPLN 52-1:2022, jeda waktu kerja rele antar zona adalah 0,3 - 0,4 detik. Setelah dilakukan perhitungan, jeda waktu kerja OCR antara sisi incoming 20 kV dan sisi 150 kV adalah 0,4651 sampai 0,4668 detik untuk gangguan hubung singkat 3 fasa dan juga 0,5069 sampai 0,5088 detik untuk gangguan hubung singkat 2 fasa. Sementara itu, jeda waktu kerja GFR antara sisi incoming 20 kV dan sisi 150 kV adalah 0,8445 sampai 0,8473 detik untuk gangguan hubung singkat 1 fasa. Oleh karena itu, dilakukanlah resetting untuk nilai TMS baru OCR dan GFR di sisi 150 kV dengan TMS baru OCR sebesar 0,324 detik dan TMS baru GFR sebesar 0,5166 detik. Setelah didapatkan nilai TMS baru tersebut, jeda waktu kerja rele yang diperoleh antara sisi incoming 20 kV dan sisi 150 kV adalah 0,3638 sampai 0,3651 detik untuk gangguan hubung singkat 3 fasa. Untuk gangguan hubung singkat 2 fasa didapat jeda waktu sebesar 0,3964 sampai 0,3979 detik. Sementara itu, untuk gangguan arus hubung singkat 1 fasa diperoleh jeda waktu sebesar 0,3983 sampai 0,3998 detik. Diharapkan nilai setting peralatan tersebut dapat meminimalisir kerusakan peralatan dan meningkatkan keamanan akibat gangguan arus hubung singkat. | Power Transformer 1 is one of the 3 power transformers available at the Purbalingga 150 kV Substation and is located in transformer bay 1. This research was conducted to analyze the work coordination of the Over Current Relay for three-phase and two-phase short circuit current disturbances and the Ground Fault Relay. for single phase short circuit current disturbances between the incoming 20 kV side and also the 150 kV side. According to the SPLN 52-1:2022 standard, the relay working time delay between zones is 0.3 - 0.4 seconds. After calculations, the OCR working time lag between the incoming 20 kV side and the 150 kV side is 0.4651 to 0.4668 seconds for a 3 phase short circuit fault and also 0.5069 to 0.5088 seconds for a 2 phase short circuit fault. Meanwhile, the GFR working time lag between the incoming 20 kV side and the 150 kV side is 0.8445 to 0.8473 seconds for a single phase short circuit fault. Therefore, resetting was carried out for the new TMS OCR and GFR values on the 150 kV side with the new TMS OCR of 0.324 seconds and the new TMS GFR of 0.5166 seconds. After obtaining the new TMS value, the relay working time lag obtained between the incoming 20 kV side and the 150 kV side is 0.3638 to 0.3651 seconds for a 3 phase short circuit fault. For a 2-phase short circuit, the time lag is 0.3964 to 0.3979 seconds. Meanwhile, for single-phase short circuit current disturbances, a time lag of 0.3983 to 0.3998 seconds is obtained. It is hoped that the equipment setting value can minimize equipment damage and increase safety due to short circuit current disturbances. | |
| 40985 | 43160 | L1B019017 | PENGARUH PENGGUNAAN AUTOFEEDER TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEI (Litopenaneus vannamei) PADA TAMBAK INTENSIF DI CV. CEMARA SEWU SUMBER REJEKI, CILACAP | Penggunaan alat pemberi pakan otomatis (automatic feeder) mampu meningkatkan produktivitas budidaya udang vannamei dan meningkatkan hasil panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pemberian pakan yang efektif terhadap performa pertumbuhan dan hasil produksi udang vannamei dari ketiga metode pemberian pakan (manual, autofeeder 120°, dan autofeeder 360°). Udang yang digunakan berasal dari Sura Tani Pemuka yang ditebar sejak 23-25 Juli 2022 pada usia PL (post larva) 11. Pada penggunaan autofeeder 360° dengan total luas 5.880 m2 dan kepadatan berkisar 169 ekor/m2. Pada penggunaan autofeeder 120° dengan total luas 2.840 m2 dan kepadatan berkisar 166 ekor/m2. Pada penggunaan metode manual dengan total luas 2.500 m2 dan kepadatan berkisar 187 ekor/m2. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasi dan analisis secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan yang saat kegiatan sampling udang, pengecekan kualitas air, dan pemanenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan autofeeder 360°, autofeeder 120°, dan manual menghasilkan performa pertumbuhan secara berurutan meliputi: tingkat kelangsungan hidup sebesar 39,37%, 51,47%, dan 32,47%; pertumbuhan berat rata-rata sebesar 21,53 gr/ekor, 17,47 gr/ekor, dan 10,12 gr/ekor; pertumbuhan berat harian sebesar 0,31 gr/hari, 0,25 gr/hari dan 0,16 gr/hari; serta, rasio konversi pakan sebesar 1,84, 1,73 dan 2,23. Hasil panen yang didapatkan dari penggunaan autofeeder 360°, autofeeder 120°, dan metode manual secara berurutan mencapai sebesar 4558,32 kg, 3670,18 kg, dan 1294,965 kg. | The use of automatic feeding equipment can increase the productivity of vannamei shrimp cultivation and increase harvest yields. The aim of this research is to determine the effective feeding method for the growth performance and production results of vannamei shrimp from three feeding methods (manual, 120° autofeeder, and 360° autofeeder). The shrimp used came from Sura Tani Pemuka which were stocked from 23-25 July 2022 at PL (post larval) age 11. When using a 360° autofeeder with a total area of 5,880 m2 and a density of around 169 individuals/m2. When using a 120° autofeeder with a total area of 2,840 m2 and a density of around 166 fish/m2. The manual method is used with a total area of 2,500 m2 and a density of around 187 individuals/m2. The research method was carried out by means of descriptive observation and analysis. Data collection was carried out during shrimp sampling activities, checking water quality, and harvesting. The research results showed that the use of a 360° autofeeder, 120° autofeeder, and manual resulted in sequential growth performance including: survival rates of 39.37%, 51.47%, and 32.47%; average weight growth of 21.53 gr/head, 17.47 gr/head, and 10.12 gr/head; daily weight growth of 0.31 gr/day, 0.25 gr/day and 0.16 gr/day; and, feed conversion ratios were 1.84, 1.73 and 2.23. The harvest results obtained from using the 360° autofeeder, 120° autofeeder, and manual method respectively reached 4558.32 kg, 3670.18 kg, and 1294.965 kg. | |
| 40986 | 44981 | H1B020086 | DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP BENCANA KEKERINGAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CISANGGARUNG MENGGUNAKAN MODEL SWAT (SOIL WATER ASSESSMENT TOOL) | Perubahan iklim menjadi isu yang sangat mengkhawatirkan dan menjadi perhatian dunia. Perubahan iklim terjadi karena adanya perubahan variabel iklim seperti suhu, curah hujan, kelembaban, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Perubahan iklim dapat berdampat pada terancamnya kekurangan ketersediaan air di daerah aliran sungai, termasuk DAS Cisanggarung. DAS Cisanggarung adalah DAS yang termasuk bagian wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis mengenai dampak perubahan iklim terhadap bencana kekeringan di DAS Cisanggarung. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mensimulasikan perubahan iklim menggunakan pendekatan scenario-neutral lalu melakukan perhitungan indeks kekeringan hidrologi. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui cara pemodelan hidrologi pada DAS Cisanggarung menggunakan software SWAT; (ii) untuk mengetahui cara pembuatan skenario perubahaan iklim berupa curah hujan menggunakan pendekatan scenario-neutral; (iii) untuk mengetahui respons sensitivitas DAS Cisanggarung terhadap skenario perubahan iklim; (iv) untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap risiko bencana kekeringan pada DAS Cisanggarung. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder. Data yang digunakan adalah data digital elevation model (DEM), data land use and land cover (LULC), data jenis tanah, dan data iklim yang berupa data suhu, curah hujan, kelembaban, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Pemodelan hidrologi dilakukan menggunakan model SWAT dengan tahapan-tahapan yaitu deliniasi DAS, pembentukan HRU, penggabungan HRU dengan data iklim, simulasi SWAT, dan kalibrasi dan validasi. Dalam melakukan pendekatan - scenario-neutral digunakan program Rstudio. Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil pemodelan hidrologi DAS Cisanggarung dengan nilai R2 0.92 dan nash-sutcliffe 0.91. Dalam skenario perubahan iklim menggunakan data curah hujan, dihasilkan skenario curah hujan sebanyak 130 simulasi. Hasil analisis sensitivitas DAS menunjukan bulan yang memiliki ketersediaan air yang tinggi terjadi pada rentang bulan Desember – April, sedangkan bulan yang memiliki ketersediaan air yang terbilang sedikit ada pada rentang bulan Mei – November. Hasil analisisis indeks kekeringan hidrologi menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim terhadap bencana kekeringan di DAS Cisanggarung terbilang tidak signifikan dengan melihat hasil yang serupa dari setiap debit skenario yang sudah disimulasikan dengan total bulan kering pada sepanjang tahun 1981-2013 sebanyak 72 bulan. | Climate change has become a deeply concerning issue garnering global attention. Climate change occurs due to variations in climate variables such as temperature, rainfall, humidity, solar radiation, and wind speed. Climate change can lead to threats of water scarcity in river basins, including the Cisanggarung Watershed. The Cisanggarung Watershed is part of the working area of the Cimanuk-Cisanggarung River Basin Authority. Therefore, an analysis is needed to assess the impact of climate change on drought disasters in the Cisanggarung Watershed. The analysis conducted in this study involves simulating climate change using a scenario-neutral approach and calculating hydrological drought indices. The objectives of this research are: (i) to understand hydrological modeling techniques in the Cisanggarung Watershed using SWAT software; (ii) to understand how to create climate change scenarios in terms of rainfall using a scenario-neutral approach; (iii) to determine the sensitivity response of the Cisanggarung Watershed to climate change scenarios; (iv) to assess the impact of climate change on drought disaster risk in the Cisanggarung Watershed. This research is conducted using a quantitative research method utilizing secondary data. The data used include digital elevation model (DEM) data, land use and land cover (LULC) data, soil type data, and climate data including temperature, rainfall, humidity, solar radiation, and wind speed. Hydrological modeling is performed using the SWAT model with the following steps: watershed delineation, Hydrological Response Unit (HRU) formation, merging HRU with climate data, SWAT simulation, calibration, and validation. The scenario-neutral approach is implemented using Rstudio. The results of this research include obtaining hydrological modeling results for the Cisanggarung Watershed with R2 value of 0.92 and Nash-Sutcliffe coefficient of 0.91. In the climate change scenarios using rainfall data, 130 rainfall scenarios were generated. The sensitivity analysis results show that months with high water availability occur from December to April, while months with relatively low water availability are from May to November. The analysis of hydrological drought indices indicates that the impact of climate change on drought disasters in the Cisanggarung Watershed is relatively insignificant, with similar results observed for each simulated discharge scenario, with a total of 72 dry months throughout the period from 1981 to 2013. | |
| 40987 | 45139 | D1A017178 | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP pH DAN WARNA ALBUMEN TELUR ASIN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe terhadap pH dan warna albumen pada pembuatan telur asin. Jahe mengandung senyawa gingerol, shagaol, kurkumin dan zingerone yang dapat digunakan sebagai bahan pengawet serta pewarna alami. Penambahan tepung jahe pada pembuatan telur asin dapat meningkatkan kualitas telur asin. Penelitian ini mengunakan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analisis Variansi (ANAVA). Hasil yang berpengaruh dilanjutkan dengan menggunakan uji lanjut orthogonal polinomial. Perlakuan yang diuji dengan penambahan tepung jahe, yaitu P0 : tepung jahe 0%, P1 : tepung jahe 10%, P2 : tepung jahe 20%, dan P3 : tepung jahe 30%. Uji pH albumen telur asin diukur menggunakan alat yang dinamakan pH meter dan pengukuran whiteness index albumen telur itik asin menggunakan alat colorimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pH albumen telur itik asin berkisar 7,08 - 7,81 dan whiteness index berkisar 64,14 – 85,86. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe dapat mempengaruhi pH dan whiteness index telur asin. | This research aims to determine the effect of adding ginger flour on the pH and color of albumen in making salted eggs. Ginger contains the compounds gingerol, shagaol, curcumin and zingerone which can be used as a preservative and natural coloring. Adding ginger flour to making salted eggs can improve the quality of salted eggs. This research used a completely randomized design method with 4 treatments and 5 replications. Data analysis was carried out using Analysis of Variance (ANOVA). The influential results are continued using the orthogonal polynomial further test. The treatments tested with the addition of ginger flour were P0: 0% ginger flour, P1: 10% ginger flour, P2: 20% ginger flour, and P3: 30% ginger flour. The salted egg albumen pH test was measured using a tool called a pH meter and the whiteness index of salted duck egg albumen was measured using a colorimeter. The research results showed that the average pH of salted duck egg albumen ranged from 7.08 - 7.81 and the whiteness index ranged from 64.14 - 85.86. The research results showed that the addition of ginger flour could affect the pH and whiteness index of salted eggs. | |
| 40988 | 43161 | B1A019056 | Studi tentang Pengaruh Formulasi Media dan Nutrijell pada Perbanyakan Tunas Mikro Anthurium plowmanii Croat. dalam Kultur in vitro | Anthurium plowmanii Croat. adalah salah satu jenis tanaman hias asal Amerika yang banyak diminati dan dibudidayakan oleh masyarakat, khususnya dalam industri florikultura. Perbanyakan A. plowmanii secara konvensional membutuhkan waktu yang lama dengan jumlah anakan yang terbatas, sehingga dibutuhkan alternatif perbanyakan melalui teknik kultur in vitro tumbuhan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh interaksi antara formulasi media dan konsentrasi nutrijell pada perbanyakan tunas mikro A. plowmanii; 2) menentukan formulasi media dan konsentrasi nutrijell terbaik pada perbanyakan tunas mikro A. plowmanii. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah formulasi media yang terdiri atas 6 taraf yaitu MS full-strength (MSFS), MS half-strength (MSHS), MSHS + growmore, MSHS + AB-Mix, growmore, dan AB-Mix. Faktor kedua adalah konsentrasi nutrijell yang terdiri atas 3 taraf yaitu 10 g.L-1, 12 g.L-1, dan 14 g.L-1. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 54 unit percobaan. Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas (buah), jumlah daun (helai), dan tinggi tunas (mm). Data yang diperleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 1% dan 5% dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pertumbuhan tunas mikro A. plowmanii dipengaruhi oleh jenis media dan konsentrasi nutrijell yang digunakan. Media AB-Mix merupakan media terbaik untuk memacu pembentukan tunas mikro A. plowmanii dan nutrijell dengan konsentrasi 12 g.L-1 merupakan konsentrasi pemadat terbaik untuk memacu LPR jumlah tunas dan LPR jumlah daun pada tunas mikro A. plowmanii. | Anthurium plowmanii Croat. is a type of ornamental plant originated from America that has a great demand and cultivated by public, especially in the floriculture industry. Conventional propagation of A. plowmanii is less than optimal because it requires a long time with a limited number of offsprings, so a propagation alternative is therefore needed, such as in vitro plant culture technique. This research has been conducted with a view to 1) study the effect of the interaction between media formulations and nutrijell concentrations on the propagation of A. plowmanii microshoots; 2) determine the best media formulation and nutrijell concentration for the propagation of A. plowmanii microshoots. This research has been carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) on a two-factor factorial treatment pattern. The first factor was the media formulation which consisted of 6 levels, namely MS full-strength (MSFS), MS half-strength (MSHS), MSHS + growmore, MSHS + AB-Mix, growmore, and AB-Mix. The second factor was the nutrijell concentration which consisted of 3 levels, namely 10 g.L-1, 12 g.L-1, and 14 g.L-1. Each treatment combination was repeated 3 times, which resulted in 54 experimental units. The parameters measured including the number of shoots (each), number of leaves (strands), and plant height (mm). The data obtained were analysed using an Analysis of Variance (ANOVA) at error rates of 1% dan 5%, followed by Duncan Multiple Range Test at 5% error rate.The research results showed that the growth of A. plowmanii microshoot was controlled by media formulation and nutrijell concentration used. AB-Mix media was the best media for microshoot formation of A. plowmanii and 12 g.L-1 nutrijell resulted in the best RGR of number of shoots and number of leaves A. plowmanii microshoots. | |
| 40989 | 43162 | B1A019072 | Pengaruh Beberapa Formulasi Media dan Konsentrasi Agar pada Multiplikasi Tunas Mikro Anthurium plowmanii Croat. dalam Kultur In Vitro | Anthurium merupakan tanaman hias yang cukup diminati di Indonesia, karena memiliki keindahan dan keragaman warna dan bentuk baik bunga maupun daunnya. Anthurium plowmanii Croat. merupakan salah satu jenis Anthurium daun yang banyak disukai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh interaksi antara formulasi media dan konsentrasi agar pada multiplikasi tunas mikro A. plowmanii; 2) menentukan formulasi media dan konsentrasi agar terbaik pada multiplikasi tunas mikro A. plowmanii. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap pola perlakuan faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah formulasi media yang terdiri dari 6 taraf: Media MS Full Strength, media MS Half Strength, Media MS Half Strength+growmore, Media MS Half Strength+AB-Mix, growmore, dan AB-Mix. Faktor kedua adalah konsentrasi agar dengan 3 taraf konsentrasi, yaitu 6 g.L-1, 8 g.L-1, dan 10 g.L-1. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 54 unit percobaan. Parameter yang diukur, yaitu jumlah tunas (buah), jumlah daun (helai), dan tinggi tunas (mm). Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1 %, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi media dan konsentrasi agar berpengaruh pada multiplikasi tunas mikro A. plowmanii. Media Half Strength+growmore merupakan media terbaik untuk meningkatkan jumlah tunas, LPR jumlah tunas dan LPR jumlah daun tunas A. plowmanii. Media AB-Mix yang dipadatkan dengan agar sebesar 10 g.L-1 merupakan media terbaik untuk meningkatkan tinggi tunas dan LPR tinggi tunas A.plowmanii. | Anthurium is one of ornamental plants that is quite popular in Indonesia due to its beautiful colors and varieties of leaves and flower shapes. Anthurium plowmanii Croat. is one type of Anthurium leaf that many people like. This research has been carried out with a view to: 1) study the effect of the interaction between media formulations and agar concentrations on the multiplication of A. plowmanii microshoot; 2) determine the best media formulation and agar concentration for A. plowmanii microshoot multiplication. This research has been carried out experimentally using a completely randomized design on a factorial treatment pattern of two factors. The first factor was the media formulation which consisted of 6 levels: Full Strength MS media, Half Strength MS media, Half Strength MS media+growmore, Half Strength MS media+AB-Mix, growmore, and AB-Mix. The second factor was agar concentration with 3 concentration levels, namely 6 g.L-1, 8 g.L-1, and 10 g.L-1. Each treatment combination was repeated 3 times, which resulted in 54 experimental units obtained. The independent variables tested in this research were media formulations and agar concentrations. The parameters measured were the number of shoots (shoot), number of leaves (leaf), and shoot length (mm). The data obtained were analyzed using an analysis of variance (ANOVA) at an error rates of 5% and 1% followed with Duncan Multiple Range Test at an error rate of 5%. The research results showed that the multiplication of A. plowmanii microshoot was controlled by media formulation and agar concentration. Half Strength+growmore media was the best media which resulted in the best number of shoots, RGR of number of shoots, and RGR number of leaves. AB-Mix media solidified with 10 g.L-1 agar was found to be the best media to speed up shoot elongation as indicated by highest A.plowmanii shoot length and RGR of shoot length. | |
| 40990 | 43163 | I1C020084 | EFEK IMUNOMODULATOR FRAKSI N-HEKSAN RIMPANG BANGLE HANTU BERDASARKAN PARAMETER PROLIFERASI LIMFOSIT MENCIT DAN IDENTIFIKASI SENYAWA DENGAN LIQUID CHROMATOGRAPHY TANDEM MASS SPECTROMETRY | Bangle hantu (Zingiber ottensii) termasuk famili Zingiberaceae dengan berbagai senyawa yang berpotensi sebagai imunomodulator. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek imunomodulator fraksi nheksan ekstrak Z. ottensii dari parameter proliferasi limfosit dan mengidentifikasi terpenoid pada fraksi n-heksan. Penelitian in vitro ini dilakukan dengan metode MTT assay untuk mengetahui viabilitas sel dan indeks stimulasi limfosit serta identifikasi senyawa dengan LC-MS/MS. Hasil rerata viabilitas sel dari fraksi n-heksan (15,625; 31,25; 62,5; 125; dan 250 µg/mL), kontrol positif Echinacea, kontrol PHA, serta kontrol sel masing-masing sebesar 18,407; 9,444; 15,852; 8,926; 15,444; 16,566; 1,024; dan 0,963. Rerata indeks stimulasi dari fraksi nheksan (15,625; 31,25; 62,5; 125; dan 250 µg/mL), kontrol positif Echinacea, serta kontrol sel masing-masing sebesar 1,286; 0,762; 1,381; 0,804; 1,524; 2,180; dan 0,124. Fraksi n-heksan ekstrak Z. ottensii dapat meningkatkan aktivitas proliferasi limfosit (p-value < 0,05) pada mencit secara in vitro. Berdasarkan identifikasi senyawa dengan LC-MS/MS ditemukan 7 senyawa niacinamide, kaempferol, kafein, gingerol, alpha-humulene, dan nootkatone. Fraksi n-heksan ekstrak rimpang Z. ottensii memiliki aktivitas imunomodulator dengan meningkatkan proliferasi limfosit dengan 6 senyawa yang diduga berperan dalam hal tersebut. | Bangle hantu (Zingiber ottensii) is a plant from the Zingiberaceae family with various compounds. Z. ottensii is potentially an immunomodulator. The aim of study is to determine the immunomodulatory effect of n-hexane fraction of Z. ottensii ethanol extracts with a measurement of lymphocyte proliferation in vitro and identify terpenoid compounds in the n-hexane fraction. This study in vitro used the MTT assay method to determine the stimulation index of lymphocyte proliferation and LC-MS/MS for identified terpenoids compounds in the n-hexane fraction. The results average stimulation index of lymphocyte proliferation of nhexane fraction (15,625; 31,25; 62,5; 125; dan 250 µg/mL), Echinacea control, PHA control, and cell control respectively are 1,286; 0,762; 1,381; 0,804; 1,524; 2,180; 1,024; and 0,124. Average for cell viability of n-hexane fraction (15,625; 31,25; 62,5; 125; dan 250 µg/mL), Echinacea control, and cell control respectively are 1,286; 0,762; 1,381; 0,804; 1,524; 2,180; dan 0,124. The n-hexane fraction of Z. ottensii ethanol extract can increase lymphocyte proliferation (p-value < 0,05) in mice in vitro. Furthermore, there were six compounds that were successfully identified using LC-MS/MS, namely niacinamide, kaempferol, kafein, gingerol, alpha-humulene, and nootkatone. The n-hexane fraction of Z. ottensii ethanol extract can increase lymphocyte proliferation in mice in vitro with identified six compounds | |
| 40991 | 43164 | I1C020036 | PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN POTENSI FRAKSI ETIL ASETAT RIMPANG Zingiber ottensii SEBAGAI IMUNOMODULATOR BERDASARKAN PROLIFERASI SEL LIMFOSIT LIMPA MENCIT | Imunomodulator adalah agen farmakologis yang dapat mempengaruhi respon imun untuk melindungi tubuh. Zingiber ottensii memiliki berbagai senyawa dengan aktivitas farmakologi dan berpotensi sebagai imunomodulator, seperti flavonoid, terpenoid, steroid, alkaloid, tannin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek fraksi etil asetat rimpang Zingiber ottensii terhadap proliferasi limfosit limpa mencit dan mengidentifikasi senyawa tersebut menggunakan KLT. Metode penelitian eksperimental dengan mengidentifikasi senyawa pada fraksi etil asetat menggunakan KLT dan uji aktivitas imunomodulator secara in vitro menggunakan sel limfosit limpa mencit dan fraksi etil asetat Zingiber ottensii dengan konsentrasi 15,625-250 μg/mL dengan metode MTT assay. Fraksi etil asetat Zingiber ottensii dapat memodulasi proliferasi sel limfosit limpa mencit dari parameter indeks stimulasi dengan p value <0,05. Hal ini terlihat dari hasil indeks stimulasi proliferasi tertinggi pada konsentrasi 62,5 μg/mL. Identifikasi senyawa dengan KLT menunjukkan keberadaan golongan senyawa flavonoid, terpenoid, steroid, alkaloid, tanin, dan saponin. Fraksi etil asetat rimpang Zingiber ottensii dapat memodulasi proliferasi sel limfosit limpa mencit. Identifikasi senyawa menunjukkan adanya senyawa golongan flavonoid, terpenoid, steroid, alkaloid, tanin, dan saponin yang diduga berperan dalam memodulasi proliferasi sel limfosit limpa mencit. | Immunomodulators are pharmacological agents that can influence immune response to protect the body. Zingiber ottensii has various compounds that have pharmacological activity and potential as immunomodulators. This study set out to determine effect of ethyl acetate fraction of Zingiber ottensii rhizome on lymphocyte proliferation in vitro and identify the compound using TLC. In vitro experimental using mice spleen based MTT assay with 15,625-250 μg/mL ethyl acetate fraction of Zingiber ottensii and identification of compounds in the ethyl acetate fraction based on the TLC. Ethyl acetate fraction of Zingiber ottensii can increase lymphocyte proliferation from the parameters stimulation index. This is seen from the results of the highest SI Proliferation located at a concentration of 62,5 μg/mL Identification of compounds shows the presence of flavonoids, terpenoids, steroids, alkaloids, tannins, and saponins. Ethyl acetate fraction of Zingiber ottensii rhizomes has immunomodulatory activity based on stimulation index. Identification of compounds using TLC shows the presence of flavonoids, terpenoids, steroids, alkaloids, tannins and saponins which are thought to take a part in lymphocyte proliferation | |
| 40992 | 44982 | L1C020016 | Analisis Vegetasi Mangrove Berdasarkan Karakteristik Sedimen di Muara Kali Ijo, Kebumen | Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Muara Kali Ijo merupakan kawasan ekosistem mangrove hasil rehabilitasi yang terletak di Desa Ayah, Kabupaten Kebumen. Komposisi jenis dan kerapatan mangrove berbeda-beda berdasarkan kondisi tekstur sedimen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kerapatan, jenis fraksi sedimen, dan kerapatan mangrove berdasarkan karakteristik fraksi sedimen. Penelitian ini dilakukan di mangrove Muara Kali Ijo, Desa Ayah, Kabupaten Kebumen pada bulan Desember 2023. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerapatan mangrove di Muara Kali Ijo termasuk kedalam kategori sedang hingga sangat baik (zona depan), kategori baik hingga sangat baik (zona tengah) dan kategori sedang hingga sangat baik (zona belakang). Kerapatan jenis mangrove tertinggi didapat pada jenis mangrove Rhizophora mucronata (2.546 ind/ha) yang dapat ditemukan disetiap zona dan terendah pada jenis Rhizophora stylosa (60 ind/ha). Jenis fraksi sedimen mangrove yang ditemukan meliputi pasir kasar, pasir sangat halus, debu kasar, debu halus, liat kasar, dan liat halus. Jenis fraksi zona depan yaitu liat berdebu dengan kriteria kerapatan mangrove sedang hingga sangat baik, fraksi zona tengah liat berpasir dengan kriteria kerapatan mangrove baik hingga sangat baik, dan fraksi zona belakang liat bededu dengan kriteria kerapatan mangrove sedang hingga baik. | The Muara Kali Ijo Mangrove Essential Ecosystem Area (KEE) is a rehabilitated mangrove ecosystem in Ayah Village, Kebumen Regency. Mangrove species composition and density vary based on sediment texture conditions. The purpose of this study was to determine the density value, sediment fraction type, and mangrove density based on sediment fraction characteristics. This research was conducted in the mangrove of Kali Ijo Estuary, Ayah Village, Kebumen Regency in December 2023. The data analysis was descriptive. The results showed that the level of mangrove density in the Kali Ijo Estuary was included in the moderate to outstanding category (front zone), good to outstanding category (middle zone), and mild to outstanding category (back zone). The highest density of mangrove species is obtained in Rhizophora mucronata mangrove species (2,546 ind/ha) which can be found in each zone and the lowest in Rhizophora stylosa species (60 ind/ha). Types of mangrove sediment fractions found include coarse sand, very fine sand, coarse dust, fine dust, coarse clay, and fine clay. The type of fraction of the front zone is dusty clay with moderate to very good mangrove density criteria, sandy clay middle zone fraction with good to very good mangrove density criteria, and back zone fraction of bedded clay with moderate to good mangrove density criteria. | |
| 40993 | 43166 | F1B020012 | DIGITALISASI PELAYANAN PUBLIK PADA APLIKASI JAMSOSTEK MOBILE (JMO) DALAM PROSES PENGKLAIMAN SALDO JAMINAN HARI TUA (JHT) KEPADA PESERTA BPJS KETENAGAKERJAAN CABANG PURWOKERTO | Penelitian ini dilatarbelakangi diciptakannya aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang berfungsi sebagai media untuk memudahkan peserta dalam pengklaiman saldo jaminan hari tua dimana saja dan kapan saja tanpa harus datang ke kantor cabang terdekat. Adanya program tersebut sudah sepantasnya peserta merasa dimudahkan dan kunjungan ke kantor cabang terkait urusan pengklaiman saldo dapat terminimalisir. Namun, nyatanya aplikasi JMO tersebut masih belum sepenuhnya mudah digunakan bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto dan beberapa dari mereka menganggap aplikasi JMO belum efektif dalam media pengklaiman saldo jaminan hari tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagimana efektivitas berbasis digitalisasi pelayanan ublic pada Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dalam proses pengklaiman saldo Jaminan Hari Tua (JHT) kepada Peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dari penelitian ini adalah bagaimana efektivitas berbasis digitalisasi pelayanan ublic pada Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dalam proses pengklaiman saldo Jaminan Hari Tua (JHT) kepada Peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto yang diteliti dengan beberapa aspek dari digitalisasi pelayanan ublic untuk mengetahui efektivitas pada teori yang dikemukakan ahli. Aspek tersebut terdiri dari perubahan program, pemanfaatan teknologi, dan tujuan program. Teknik pemilihan informan menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis interaktif. Validitas data menggunakan Teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas berbasis digitalisasi pelayanan publik pada Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dalam proses pengklaiman saldo Jaminan Hari Tua (JHT) kepada Peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto berdasarkan dimensi efektivitas yang dianalisis menggunakan aspek perubahan program, pemanfaatan teknologi, dan tujuan program. Pada aspek tujuan program terdapat perubahan prosedur dengan persyaratan yang sudah mengarah pada pemberkasan yang lebih simple dan mudah dipenuhi peserta, pada aspek pemanfaatan teknologi menunjukkan respon peserta yang masih menunjukkan perberbedaan antara merasa dimudahkan dan merasa rumit terkait efek yang dirasakan setelah mengklaim saldo JHT menggunakan aplikasi JMO dan juga mobilitas program yang sudah menyeluruh pada user android dan IOS. Pada aspek tujuan program menunjukkan bahwa aplikasi JMO sebagai media pengklaiman saldo jaminan hari tua belum sepenuhnya efektif karena masih ditemui perbedaan respon dan beberapa informan cenderung masih menyukai program lama dibandingkan dengan program baru sekarang ini. Kata Kunci: Digitalisasi, Pelayanan Publik, Kemudahan, Aplikasi, Kebijakan | This research was motivated by the creation of the Jamsostek Mobile (JMO) application which functions as a medium to make it easier for participants to claim old age insurance balances anywhere and at any time without having to come to the nearest branch office. With this program, it is appropriate for participants to feel that it is made easier and that visits to branch offices regarding balance claims can be minimized. However, in fact the JMO application is still not completely easy to use for all BPJS Employment Purwokerto Branch participants and some of them think that the JMO application is not yet effective in claiming old age insurance balances. The aim of this research is to analyze the effectiveness of digitalization-based public services on the Jamsostek Mobile Application (JMO) in the process of claiming Old Age Security (JHT) balances for Purwokerto Branch BPJS Employment Participants. This research is descriptive qualitative research. The focus of this research is how effective the digitalization of public services is based on the Jamsostek Mobile Application (JMO) in the process of claiming Old Age Security (JHT) balances for Purwokerto Branch BPJS Employment Participants which is researched using several aspects of the digitalization of public services to determine the effectiveness of the theory put forward expert. These aspects consist of program changes, use of technology, and program objectives. The informant selection technique uses purposive sampling technique. Data collection used interview, observation and documentation methods, which were then analyzed using interactive analysis methods. Data validity uses source triangulation techniques. The results of this research show that the effectiveness of digitalization-based public services in the Jamsostek Mobile Application (JMO) in the process of claiming Old Age Security (JHT) balances for Purwokerto Branch BPJS Employment Participants is based on dimensions of effectiveness which are analyzed using aspects of program change, use of technology, and program objectives. . In the aspect of program objectives, there are changes in procedures with requirements that have led to filing that is simpler and easier for participants to fulfill. In the aspect of using technology, participants' responses still show a difference between feeling that it is easy and feeling that it is complicated regarding the effects felt after claiming the JHT balance using the JMO application. and also comprehensive program mobility for Android and iOS users. The program objective aspect shows that the JMO application as a medium for claiming old age insurance balances is not yet fully effective because there are still differences in responses and some informants tend to still prefer the old program compared to the current new program. Keywords: Digitalization, Public Services, Convenience, Applications, Policies | |
| 40994 | 43167 | C1C020078 | Pengaruh Due Professional Care, Time Budget Pressure, dan Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh : (1) Due Professional Care terhadap Kualitas Audit, (2) Time Budget Pressure terhadap Kualitas Audit, (3) Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah auditor pada Inspektorat Daerah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling atau sampel jenuh. Sebanyak 51 auditor pada Inspektorat Daerah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo menjadi responden dalam penelitian ini. Berdasarkan pengujian dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 26 menunjukkan bahwa: (1) Due Professional Care berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Audit, (2) Time Budget Pressure berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kualitas Audit, (3) Pengalaman Kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kualitas Audit. | This study aims to determine the effect of: (1) Due Professional Care on Audit Quality, (2) Time Budget Pressure on Audit Quality, (3) Work Experience on Audit Quality. This study is a quantitative research using primary data in the form of a questionnaire. The population in this study were auditors at the Regional Inspectorate of Temanggung Regency and Wonosobo Regency. The sample used in this study used the total sampling method or saturated sample. A total of 51 auditors at the Regional Inspectorate of Temanggung Regency and Wonosobo Regency were respondents in this study. Based on testing and data analysis using multiple linear regression analysis with the help of Statistical Program for Social Science (SPSS) version 26 software, it shows that: (1) Due Professional Care has a positive and significant effect on Audit Quality, (2) Time Budget Pressure has a negative and insignificant effect on Audit Quality, (3) Work Experience has a positive and insignificant effect on Audit Quality. | |
| 40995 | 43168 | E2A022017 | PENERAPAN PASAL 22 UNDANG UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 DALAM KASUS PERSEKONGKOLAN TENDER (STUDI PUTUSAN NOMOR 23/KPPU-L/2018 jo PUTUSAN NOMOR 692/Pdt.Sus-KPPU/2019/PN Mdn DAN PUTUSAN NOMOR 07/KPPU-L/2012 jo PUTUSAN NOMOR 15 PK/Pdt.Sus-KPPU/2017) | Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah banyak memutus kasus persekongkolan tender, antara lain melalui Putusan KPPU Nomor 23/KPPU-L/2018 serta Putusan KPPU Nomor 07/KPPU-L/2012. Perbedaan kedua putusan terletak pada pendapat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang membatalkan putusan KPPU Nomor 23/KPPU-L/2018, sedangkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi hingga Mahkamah Agung menguatkan putusan KPPU Nomor 07/KPPU-L/2012. Disamping itu, sanksi denda yang dijatuhkan berbeda jauh. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha dalam Hukum Persaingan Usaha di Indonesia, menganalisis penerapan Pasal 22 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999 dan Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pedoman Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Persekongkolan Dalam Tender dalam Putusan yang dikaji serta menganalisis pertimbangan KPPU dalam memutus sanksi administratif berupa denda terhadap Terlapor yang dinyatakan bersalah melakukan persekongkolan tender. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang - undang, pendekatan konsep dan pendekatan kasus. Penelitian menggunakan data sekunder yang didapat dari studi kepustakaan. Data disajikan dengan deskriptif normatif dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan Peraturan Komisi dipersamakan dengan peraturan perundang undangan. Putusan KPPU Nomor 23/KPPU-L/2018, Putusan KPPU Nomor 07/KPPU-L/2012 dan Putusan Nomor 15PK/Pdt.Sus-KPPU/2017 menerapkan hukum sesuai dengan peraturan perundang undangan, sedangkan Putusan Nomor 692/Pdt.Sus-KPPU/2019/PN Mdn tidak, serta Pertimbangan KPPU dalam menjatuhkan sanksi administratif pada Putusan KPPU Nomor 23/KPPU-L/2018 telah sesuai dengan peraturan perundang – undangan, namun tidak detail, sedangkan dalam Putusan KPPU Nomor 07/KPPU-L/2012 KPPU sama sekali tidak memberikan pertimbangan dalam menjatuhkan sanksi sehingga penjatuhan sanksi cenderung bersifat subjektif. | The Indonesian Business Competition Supervisory Commission (KPPU) has decided many cases of bid rigging, including KPPU Decision Number 23/KPPU-L/2018 and KPPU Decision Number 07/KPPU-L/2012. The difference between the opinion of Judges of the Medan District Court who canceled the KPPU Decision Number 23/KPPU-L/2018, while the Panel of Judges of the Bekasi District Court to the Supreme Court upheld the KPPU Decision Number 07/KPPU-L/2012. In addition, the fines imposed are significantly different. This study aims to analyze the position of the Regulation of the Business Competition Supervisory Commission in Indonesian Business Competition Law, analyze the application of Article 22 of Law Number 5 of 1999 and Regulation of the Business Competition Supervisory Commission Number 2 of 2010 concerning Guidelines for Article 22 of Law Number 5 of 1999 concerning Prohibition of Bid Rigging in Tenders in the reviewed Decision and analyze the KPPU's considerations in deciding administrative sanctions in the form of fines against the Reported Party found guilty of bid rigging. This research is a normative juridical research with a law approach, concept approach and case approach. The research uses secondary data obtained from literature study. The data is presented with descriptive normative and analyzed using qualitative normative method. The results showed that the position of Commission Regulations is equated with laws and regulations. KPPU Decision Number 23/KPPU-L/2018, KPPU Decision Number 07/KPPU-L/2012 and Decision Number 15PK/Pdt.Sus-KPPU/2017 apply the law in accordance with the laws and regulations, while Decision Number 692/Pdt. Sus-KPPU/2019/PN Mdn does not, and KPPU's consideration in imposing administrative sanctions in KPPU Decision Number 23/KPPU-L/2018 is in accordance with laws and regulations, but not in detail, while in KPPU Decision Number 07/KPPU-L/2012 KPPU did not provide any consideration in imposing sanctions so that the imposition of sanctions tends to be subjective. | |
| 40996 | 44983 | H1B020055 | DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KETERSEDIAAN AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIMANUK MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS | Perubahan iklim merupakan suatu peristiwa dimana unsur-unsur iklim berupa suhu udara, curah hujan, dan tekanan udara meningkat secara bertahap dalam jangka waktu yang lama. Dalam jangka panjang, perubahan iklim yang semakin ekstrem dikhawatirkan dapat membahayakan kehidupan manusia. DAS Cimanuk, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 328/Menhut-II/2009, menjadi salah satu dari 108 DAS kritis di Indonesia. Salah satu permasalahan DAS Cimanuk adalah daerah kekeringan yang menyebabkan kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di atas, diperlukan analisa hidrologi untuk kajian terhadap debit banjir eksisting yang pernah terjadi di wilayah DAS Cimanuk. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui tahapan pemodelan hidrologi pada DAS Cimanuk dengan menggunakan software HEC-HMS; (ii) untuk mengetahui skenario perubahaan iklim menggunakan pendekatan scenario-neutral; (iii) untuk mengetahui respon sensitivitas parameter DAS Cimanuk terhadap perubahan iklim. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yaitu data geospasial DAS Cimanuk yang didapatkan dari situ DEMNAS serta data karakteristik DAS berupa data kondisi awal DAS, data evapotranspirasi, data curah hujan observasi, data debit terukur, dan data evapotraanspirasi aktual. Pemodelan hidrologi pada software HEC-HMS dengan metode simulasi yang dipilih adalah simple canopy, simple surface, soil moisture accounting, clark’s unit hydrograph, exponential recession, dan muskingum routing. Serta pendekatan scenario-neutral dilakukan menggunakan program RStudio. Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil pemodelan hidrologi DAS Cimanuk dengan nilai percent bias 0,96% dan nash-sutcliffe -1,098. Pemodelan hidrologi DAS Cimanuk pada proses validasi menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,48. Didapatkan skenario curah hujan sebanyak 130 simulasi pada skenario perubahan iklim menggunakan data curah hujan. Hasil analisis sensitivitas DAS menunjukan bulan yang memiliki ketersediaan air yang tinggi terjadi pada rentang bulan Januari – April, sedangkan bulan yang berpotensi terjadi kekeringan ada pada rentang bulan September – Desember. | Climate change is an event where climate elements in the form of air temperature, rainfall and air pressure increase gradually over a long period of time. In the long term, it is feared that increasingly extreme climate change could endanger human life. Cimanuk Watershed, based on Minister of Forestry Decree No. 328/Menhut-II/2009, becoming one of 108 critical watersheds in Indonesia. One of the problems of the Cimanuk watershed is the drought area which causes a shortage of water to meet daily needs. Based on the problems that occurred above, hydrological analysis is needed to study the existing flood discharge that has occurred in the Cimanuk watershed area. The objectives of this research are (i) to determine the stages of hydrological modeling in the Cimanuk watershed using HEC-HMS software; (ii) to determine climate change scenarios using a scenario-neutral approach; (iii) to determine the sensitivity response of Cimanuk watershed parameters to climate change. This research was carried out using quantitative research methods using secondary data, namely geospatial data for the Cimanuk watershed obtained from DEMNAS as well as watershed characteristics data in the form of initial watershed condition data, evapotranspiration data, observed rainfall data, measured discharge data, and actual evapotranspiration data. Hydrological modeling in HEC-HMS software with the simulation methods chosen are simple canopy, simple surface, soil moisture accounting, Clark's unit hydrograph, exponential recession, and muskingum routing. And a scenario-neutral approach was carried out using the RStudio program. The result of this research is to obtain hydrological modeling results for the Cimanuk watershed with a percent bias value of 0.96% and Nash-Sutcliffe -1.098. Hydrological modeling of the Cimanuk watershed in the validation process produced a correlation coefficient of 0.48. A total of 130 rainfall scenarios were obtained for climate change scenarios using rainfall data. The results of the watershed sensitivity analysis show that months with high water availability occur in the January - April range, while months with the potential for drought occur in the September - December range. | |
| 40997 | 43144 | I1A019058 | Pengembangan Media Promosi Kesehatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dengan Pendekatan Humor di Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Data menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 222,29 ribu jiwa yang masih BABS di Kabupaten Banyumas. Penggunaan media yang kurang maksimal diketahui sebagai penghambat penghentian praktik BABS. Humor menjadi salah satu pendekatan media promosi kesehatan yang memiliki beragam keunggulan, namun masih belum digunakan media SBS terutama di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media promosi kesehatan SBS dengan pendekatan humor di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian yaitu informan utama dan informan pendukung yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil Penelitian: Praktik BABS tertutup masih ditemukan di Kabupaten Banyumas yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan sikap warga, serta BABS tertutup yang sudah menjadi kebiasaan. Penggunaan media promosi kesehatan SBS masih memiliki kekurangan seperti tidak mampu menjangkau seluruh masyarakat, konten media yang terbatas, serta dianggap kurang menarik. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan media promosi kesehatan SBS melalui pengadaan media bagi masyarakat, jenis media yang digunakan lebih beragam, pengembangan konten media dengan menambahkan humor dalam konten media. Kesimpulan: Jenis media yang dibutuhkan antara lain media stiker, spanduk, poster, selebaran (flyer), serta media video, gambar, atau tulisan informasi SBS di media sosial WhatsApp/Facebook. Informasi/konten yang dibutuhkan antara lain solusi bangunan bawah jamban dalam lahan terbatas, bangunan bawah jamban dengan harga terjangkau/murah, mengandung pesan larangan BABS, dampak buruk BABS bagi kesehatan, pengertian BABS beserta contohnya, serta penggunaan humor berupa lelucon berbahasa Banyumasan/ngapak dan tampilan visual yang lucu. | Background: Data shows that there are 222.29 thousand people who still defecate in Banyumas Regency. Suboptimal media use is known to be an obstacle to stopping the practice of defecation. Humor is one of the health promotion media approaches that has various advantages, but is still not used by SBS media, especially in Banyumas Regency. The aim of this research is to develop SBS health promotion media with a humor approach in Banyumas Regency. Methods: Qualitative research with a case study approach. The research subjects were the main informants and supporting informants who were taken using purposive sampling techniques. The analysis used is thematic analysis. Results: The practice of closed defecation can still be found in Banyumas Regency. This is caused by a lack of knowledge and attitude as well as closed defecation which has become a habit. The use of SBS health promotion media is considered to still have several shortcomings, such as not being able to reach the entire community, limited media content, and being considered less interesting. The development of SBS health promotion media is carried out through procuring media for people who do not have access to media, using more diverse types of media, developing media content, and adding humor to media content. Conclusion: The types of media needed include stickers, banners, posters, flyers, as well as video media, images or writing about SBS to be distributed on WhatsApp/Facebook social media.. The information/content needed includes solutions for building under toilets on limited land, building under toilets at affordable/cheap prices, containing messages about the prohibition of defecation, the bad impact of defecation on health, the meaning of defecation along with examples, as well as containing humor in the form of Banyumasan/ngapak language jokes and using visual displays that are considered funny. | |
| 40998 | 43169 | F1B019060 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN STASIUN PURWOKERTO TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN KERETA API | Kepuasan pelanggan yang tinggi langsung meningkatkan kualitas pelayanan, namun masih adanya keluhan dari pelanggan mengenai pelayanan pada stasiun purwokerto. Kualitas pelyanan diyakini mempengaruhi kepuasan pelanggan. Penelitian ini mengkaji Pengaruh Kualitas Pelayanan Stasiun Purwokerto terhadap Kepuasan Pelanggan Kereta Api. Kepuasan pelanggan dalam Teori Kepuasan menurut Hawkins yang diukur melalui faktor Kesesuaian harapan, Minat berkunjung kembali, Kesediaan merekomendasikan. Studi ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data dan analisis seperti korelasi Kendall Tau-c dan Regresi Ordinal. Hasil menunjukkan dampak positif dan signifikan dari kualitas pelayanan stasiun purwokerto terhadap kepuasan pelanggan kereta api.penting bagi PT. KAI membuat pelayanan yang semakin baik didukung dengan inovasi baru dan mempertimbangkan faktor lain yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. | High customer satisfaction directly improves service quality, but there are still complaints from customers regarding service at Purwokerto station. Service quality is believed to influence customer satisfaction. This research analyzes the influence of Purwokerto Station service quality on train customer satisfaction. Customer satisfaction in Satisfaction Theory according to Hawkins is measured through the factors Conformity to expectations, Interest in revisiting, Willingness to recommend. This research uses quantitative methods, data collection and analysis techniques such as Kendall Tau-c correlation and Ordinal Regression. The results show a positive and significant impact of Purwokerto station service quality on train customer satisfaction. This is important for PT. KAI makes better services supported by new innovations and considering other factors that influence customer satisfaction. | |
| 40999 | 44984 | H1A017068 | ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN VIDEO STREAMING BSTATION MENGGUNAKAN JARINGAN WI-FI DAN SELULER DENGAN PARAMETER QoS | Proses penyebaran informasi pada saat ini sudah sangat cepat pesat terutama sejak ditemukannya internet. Istilah internet (interconnected network) sendiri berarti sebuah jaringan global yang sangat besar yang terhubung secara internasional. Jaringan ini digunakan bukan hanya untuk menyebarkan informasi berupa teks melainkan juga suara dan video. Sebagai salah satu dari pemanfaatan dari internet adalah video streaming yaitu teknologi yang memungkinkan pengguna untuk dapat melihat tayangan video secara online tanpa harus mengunduhnya terlebih dahulu dari server. Untuk dapat melakukan video streaming dengan baik dan lancar diperlukan kualitas jaringan internet yang memadai. Bstation merupakan website yang dapat digunakan untuk melakukan video streaming. Platform ini menyediakan banyak video gratis maupun berbayar yang dapat ditonton secara online. QoS (quality of service) merupakan kumpulan parameter yang biasanya digunakan untuk mengetahui apakah suatu jaringan layak dan baik digunakan untuk melakukan video streaming. Dari penelitian ini diketahui nilai rata-rata throughput dari jaringan Wi-Fi adalah 464,957 Kbps dan rata-rata jaringan seluler adalah 343,386 Kbps dimana keduanya memiliki nilai indeks 1 atau kurang bagus. Nilai rata-rata delay dari jaringan Wi-Fi adalah 135 ms dan rata-rata jaringan seluler adalah 38,49 ms dimana keduanya memiliki nilai indeks 4 atau sangat bagus. Nilai rata-rata jitter dari jaringan Wi-Fi adalah 135 ms bernilai indeks 1 atau kategori jelek dan rata-rata jaringan seluler adalah 38,52 ms bernilai indeks 3 atau kategori bagus. Nilai rata-rata packet loss jaringan Wi-Fi dan seluler adalah 0% dimana keduanya bernilai indeks 4 atau kategori sangat bagus. Terakhir nilai rata-rata dari frame rate jaringan Wi-Fi adalah 49,32 dan nilai rata-rata dari jaringan seluler adalah 40,864 dimana keduanya bernilai indeks 5 atau kategori sangat bagus. | The process of disseminating information is currently very fast, especially since the discovery of the internet. The term internet (interconnected network) itself means a very large global network that is connected internationally. This network is used not only to disseminate information in the form of text but also voice and video. One of the uses of the internet is video streaming, a technology that allows users to view videos online without having to download them first from the server. To be able to stream video well and smoothly, adequate internet network quality is required. Bsation is a website that can be used to stream videos. This platform provides many free and paid videos that can be watched online. QoS (quality of service) is a collection of parameters that are usually used to determine whether a network is suitable and good to use for streaming video. From this research, it is known that the average throughput value of the Wi-Fi network is 464.957 Kbps and the average value of the cellular network is 343.386 Kbps, both of which have an index value of 1 or less. The average delay value of the Wi-Fi network is 135 ms and the average value of the cellular network is 38.49 ms, both of which have an index value of 4 or very good. The average jitter value of the Wi-Fi network is 135 ms with an index of 1 or the bad category and the average value of the cellular network is 38.52 ms with an index of 3 or the good category. The average packet loss value for Wi-Fi and cellular networks is 0%, both of which have an index of 4 or very good category. Finally, the average value of the Wi-Fi network frame rate is 49.32 and the average value of the cellular network is 40.864 where both have an index value of 5 or a very good category. | |
| 41000 | 42670 | I1D019011 | Pengaruh Edukasi Gizi Personal terhadap Perubahan Pengetahuan Gizi, Pemenuhan Asupan Energi dan Lemak pada Mahasiswa Obesitas di Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah gizi yang masih banyak dijumpai pada kelompok usia dewasa. Prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar prevalensi obesitas pada penduduk usia >18 tahun secara nasional tahun 2013 adalah 15,4% kemudian tahun 2018 menjadi 21,8%. Kurangnya pengetahuan gizi dan pola makan yang tidak sehat dapat menjadi faktor penyebab terjadinya obesitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi personal terhadap perubahan pengetahuan gizi, pemenuhan asupan energi dan lemak pada mahasiswa obesitas. Metodologi: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Responden penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa yang ditentukan dengan cara cluster sampling. Edukasi gizi personal diberikan sebanyak 1 kali per minggu selama 4 minggu. Pengambilan data skor pengetahuan gizi, pemenuhan asupan energi dan lemak dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Paired t-test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan gizi (p=0,000), pemenuhan asupan energi (p=0,001) dan lemak (p=0,001) sebelum dan sesudah dilakukan edukasi gizi personal. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi gizi personal terhadap pengetahuan gizi, pemenuhan asupan energi dan lemak pada mahasiswa obesitas. | Background: Obesity is a nutritional problem that is still often found in the adults. The prevalence continues to increase every year. Based on Basic Health Research data, the prevalence of obesity in people aged >18 years nationally in 2013 was 15,4%, then in 2018 it became 21,8%. Lack of nutritional knowledge and unhealthy eating patterns can be factors causing obesity. The aim of this research was to determine the effect of personal nutrition education on changes in nutritional knowledge, fulfillment of energy and fat intake in obese students. Methods: This study used quasi-experimental one group pretest-posttest design. The respondents of this study were 30 students who were determined using cluster sampling. Personal nutrition education is provided once per week for 4 week. Data collection on nutrition knowledge, fulfillment of energy and fat intake was carried out before and after intervention. Data analyzed by the Wilcoxon test and Paired t-test. Result: The result of this study showed that there was a difference in the average nutrition knowledge score (p=0,000), fulfillment of energy intake (p=0,001) and fulfillment of fat intake (p=0,001) before and after personal nutrition education was carried out. Conclusion: There is an effect of personal nutrition education on nutrition knowledge, fulfilling energy and fat intake in obese students. |