Artikel Ilmiah : H1B020086 a.n. ADITYA WIRA PRATAMA GUMELAR

Kembali Update Delete

NIMH1B020086
NamamhsADITYA WIRA PRATAMA GUMELAR
Judul ArtikelDAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP BENCANA KEKERINGAN
DAERAH ALIRAN SUNGAI CISANGGARUNG MENGGUNAKAN MODEL
SWAT (SOIL WATER ASSESSMENT TOOL)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perubahan iklim menjadi isu yang sangat mengkhawatirkan dan menjadi perhatian dunia. Perubahan iklim terjadi
karena adanya perubahan variabel iklim seperti suhu, curah hujan, kelembaban, radiasi matahari, dan kecepatan angin.
Perubahan iklim dapat berdampat pada terancamnya kekurangan ketersediaan air di daerah aliran sungai, termasuk
DAS Cisanggarung. DAS Cisanggarung adalah DAS yang termasuk bagian wilayah kerja Balai Besar Wilayah
Sungai Cimanuk-Cisanggarung. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis mengenai dampak perubahan iklim terhadap
bencana kekeringan di DAS Cisanggarung. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan
mensimulasikan perubahan iklim menggunakan pendekatan scenario-neutral lalu melakukan perhitungan indeks
kekeringan hidrologi. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui cara pemodelan hidrologi pada DAS
Cisanggarung menggunakan software SWAT; (ii) untuk mengetahui cara pembuatan skenario perubahaan iklim
berupa curah hujan menggunakan pendekatan scenario-neutral; (iii) untuk mengetahui respons sensitivitas DAS
Cisanggarung terhadap skenario perubahan iklim; (iv) untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap risiko
bencana kekeringan pada DAS Cisanggarung.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder. Data yang digunakan
adalah data digital elevation model (DEM), data land use and land cover (LULC), data jenis tanah, dan data iklim
yang berupa data suhu, curah hujan, kelembaban, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Pemodelan hidrologi
dilakukan menggunakan model SWAT dengan tahapan-tahapan yaitu deliniasi DAS, pembentukan HRU,
penggabungan HRU dengan data iklim, simulasi SWAT, dan kalibrasi dan validasi. Dalam melakukan pendekatan -
scenario-neutral digunakan program Rstudio.
Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil pemodelan hidrologi DAS Cisanggarung dengan nilai R2 0.92
dan nash-sutcliffe 0.91. Dalam skenario perubahan iklim menggunakan data curah hujan, dihasilkan skenario curah
hujan sebanyak 130 simulasi. Hasil analisis sensitivitas DAS menunjukan bulan yang memiliki ketersediaan air yang
tinggi terjadi pada rentang bulan Desember – April, sedangkan bulan yang memiliki ketersediaan air yang terbilang
sedikit ada pada rentang bulan Mei – November. Hasil analisisis indeks kekeringan hidrologi menunjukkan bahwa
dampak perubahan iklim terhadap bencana kekeringan di DAS Cisanggarung terbilang tidak signifikan dengan
melihat hasil yang serupa dari setiap debit skenario yang sudah disimulasikan dengan total bulan kering pada
sepanjang tahun 1981-2013 sebanyak 72 bulan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Climate change has become a deeply concerning issue garnering global attention. Climate change occurs due to
variations in climate variables such as temperature, rainfall, humidity, solar radiation, and wind speed. Climate
change can lead to threats of water scarcity in river basins, including the Cisanggarung Watershed. The Cisanggarung Watershed is part of the working area of the Cimanuk-Cisanggarung River Basin Authority. Therefore, an analysis is
needed to assess the impact of climate change on drought disasters in the Cisanggarung Watershed. The analysis
conducted in this study involves simulating climate change using a scenario-neutral approach and calculating
hydrological drought indices. The objectives of this research are: (i) to understand hydrological modeling techniques
in the Cisanggarung Watershed using SWAT software; (ii) to understand how to create climate change scenarios in
terms of rainfall using a scenario-neutral approach; (iii) to determine the sensitivity response of the Cisanggarung
Watershed to climate change scenarios; (iv) to assess the impact of climate change on drought disaster risk in the
Cisanggarung Watershed.
This research is conducted using a quantitative research method utilizing secondary data. The data used include
digital elevation model (DEM) data, land use and land cover (LULC) data, soil type data, and climate data including
temperature, rainfall, humidity, solar radiation, and wind speed. Hydrological modeling is performed using the SWAT
model with the following steps: watershed delineation, Hydrological Response Unit (HRU) formation, merging HRU
with climate data, SWAT simulation, calibration, and validation. The scenario-neutral approach is implemented using
Rstudio.
The results of this research include obtaining hydrological modeling results for the Cisanggarung Watershed with
R2 value of 0.92 and Nash-Sutcliffe coefficient of 0.91. In the climate change scenarios using rainfall data, 130 rainfall
scenarios were generated. The sensitivity analysis results show that months with high water availability occur from
December to April, while months with relatively low water availability are from May to November. The analysis of
hydrological drought indices indicates that the impact of climate change on drought disasters in the Cisanggarung
Watershed is relatively insignificant, with similar results observed for each simulated discharge scenario, with a total
of 72 dry months throughout the period from 1981 to 2013.
Kata kunciDAS Cisanggarung, Ketersediaan Air, Pemodelan Hidrologi, Pendekatan Scenario-Neutral, Perubahan Iklim, Indeks Kekeringan Hidrologi.
Pembimbing 1Dr. Ing. Ir. Suroso, S.T., M.Sc
Pembimbing 2Dr. Ardiansyah, S.TP., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2024-07-22 13:21:04.894016
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.