Artikelilmiahs

Menampilkan 40.941-40.960 dari 48.889 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4094143125C1C020052FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSISTENSI LABA PADA PERUSAHAAN FOOD
AND BAVERAGE YANG TERDAFTAR DALAM BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas operasi, ukuran
perusahaan, tingkat hutang, dan beban pajak tangguhan terhadap persistensi laba ada
perusahaan food and baverage yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode
2017-2022. Populasi penelitian ini terdiri dari 84 perusahaan food and baverage. Lalu
dilakukan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dan memperoleh
hasil 30 perusahaan dengan periode lima tahun sehingga menghasilkan sampel
sebanyak 150. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data laporan
keuangan perusahaan food and baverage yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia
periode 2017-2022 dengan metode pengumpulan data dokumentasi. Teknik analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear berganda
dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukan arus kas operasi
dan tingkat hutang secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap
persistensi laba. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan
terhadap persistensi laba, sedangkan beban pajak tangguhan berpengaruh negative
dan signifikan terhadap persistensi laba. Secara simultan arus kas operasi, ukuran
perusahaan, tingkat hutang, dan beban pajak tangguhan berpengaruh terhadap
persistensi laba.
This research aims to determine the effect of operating cash flow, company size, debt
levels, and deferred tax burden on profit persistence in food and beverage companies
listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2017-2022 period. The population of
this study consisted of 84 food and beverage companies. Then samples were taken
using a purposive sampling technique and obtained results from 30 companies over a
five year period, resulting in a sample of 150. The data source used in this research is
financial report data from food and beverage companies listed on the Indonesia Stock
Exchange for the 2017-2022 period using the method collection of documentation
data. The data analysis technique used in this research is multiple linear regression
analysis using the SPSS application. The research results show that operating cash flow
and debt levels partially have a positive and significant effect on profit persistence.
Company size has a negative and insignificant effect on profit persistence, while
deferred tax expense has a negative and significant effect on profit persistence.
Simultaneously, operating cash flow, company size, debt levels and deferred tax
expenses influence profit persistence.
4094243126A1G020006Analisis Permintaan Konsumen terhadap Minyak Goreng Kemasan di Kabupaten KebumenMinyak goreng merupakan salah satu komoditas bahan pangan pokok yang dikonsumsi oleh hampir seluruh rumah tangga di Indonesia. Permintaan minyak goreng di Indonesia meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk tidak diikuti dengan ketersediaan minyak goreng yang cukup di pasaran. Kelangkaan menyebabkan harga jual minyak goreng di Kabupaten Kebumen menjadi tidak stabil sehingga konsumen juga mencari barang yang relatif sama tetapi harga lebih terjangkau oleh mereka. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pengaruh harga minyak goreng kemasan, harga minyak goreng curah, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan formal, dan tingkat pendapatan rumah tangga terhadap permintaan minyak goreng kemasan serta menghitung elastisitas permintaan minyak goreng kemasan di Kabupaten Kebumen.
Penelitian dilaksanakan di Pasar Wonokriyo Gombong, Pasar Karanganyar, dan Pasar Tumenggungan Kebumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2023. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik non probability sampling berupa accidental sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, dan analisis elastisitas permintaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor harga minyak goreng kemasan, harga minyak goreng curah, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan formal, dan tingkat pendapatan rumah tangga secara bersama-sama berpengaruh terhadap permintaan minyak goreng kemasan di Kabupaten Kebumen. Faktor harga minyak goreng kemasan, jumlah anggota keluarga, dan tingkat pendapatan rumah tangga berpengaruh secara parsial terhadap permintaan minyak goreng kemasan. Elastisitas harga terhadap permintaan minyak goreng kemasan sebesar -2,39107429 yang berarti elastis, elastisitas silang menunjukkan bahwa minyak goreng curah merupakan barang subsitusi dari minyak goreng kemasan karena bernilai positif yaitu 2,852432. Sedangkan elastisitas pendapatan bernilai 0,122373029 berarti minyak goreng kemasan adalah barang normal dan merupakan kebutuhan pokok.
Cooking oil is a staple food commodity consumed by almost all households in Indonesia. The demand for cooking oil in Indonesia increases along with the increase in population, not accompanied by the availability of sufficient cooking oil on the market. The scarcity causes the selling price of cooking oil in Kebumen Regency to become unstable so that consumers are also looking for goods that are relatively the same but at prices that are more affordable for them. The aim of the research is to analyze the influence of packaged cooking oil prices, bulk cooking oil prices, number of family members, formal education level, and household income level on demand for packaged cooking oil and calculate the elasticity of demand for packaged cooking oil in Kebumen Regency.
The research was carried out at Wonokriyo Gombong Market, Karanganyar Market, and Tumenggungan Market, Kebumen. This research was carried out from June to July 2023. The research method was carried out using a survey method, while the sampling technique used was a non-probability sampling technique in the form of accidental sampling. The number of samples taken in this research was 100 respondents. The analytical methods used are descriptive analysis, multiple linear regression analysis, and demand elasticity analysis.
The research results show that the factors of packaged cooking oil price, bulk cooking oil price, number of family members, formal education level, and household income level together influence the demand for packaged cooking oil in Kebumen Regency. The price factors for packaged cooking oil, number of family members, and household income level partially influence demand for packaged cooking oil. The price elasticity of demand for packaged cooking oil is -2.39107429, which means it is elastic, cross elasticity shows that bulk cooking oil is a substitute for packaged cooking oil because it has a positive value, namely 2.852432. Meanwhile, the income elasticity is 0.122373029, meaning that packaged cooking oil is a normal item and is a basic need.
4094344972E1A019204KELALAIAN ISTRI DALAM MELAKSANAKAN KEWAJIBAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA TELUK KUANTAN NOMOR:14/PDT.G/2022/PA.TLK.)Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan “Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, namun dalam berumah tangga banyak yang dapat membuat suatu perkawinan berujung pada perceraian. Pada kasus ini, peran atau kewajiban istri didalam ikatan perkawinan tidak dilaksanakan dan membuat pihak suami merasa dirugikan serta menimbulkan perselisihan, perkara inilah yang terjadi pada Putusan Pengadilan Agama Teluk Kuantan Nomor:14/Pdt.G/2022/PA.Tlk.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara cerai akibat istri lalai dalam melaksanakan kewajiban serta mengetahui akibat hukum dari cerai pada putusan Pengadilan Agama Teluk Kuantan Nomor 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis dan sumber data yang disajikan adalah data sekunder, metode pengumpulan data dengan cara studi pustaka, data disajikan secara teks naratif dan metode analisis data menggunakan normatif kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai talak dalam Putusan Pengadilan Agama Teluk Kuantan Nomor:14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. Hakim hanya berdasar pada Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1974 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor Tahun 1974 tentang Perkawinan Jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang adanya cukup alasan saat pasangan suami istri akan bercerai. Menurut peneliti, Majelis Hakim dapat menambahkan ketentuan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 77 Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum terhadap perceraian pada Putusan Pengadilan Agama Teluk Kuantan Nomor 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. yaitu terhadap status perkawinan, harta bersama, serta anak.
Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states "Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family or household based on the belief in the Almighty God", but in many households which can cause a marriage to end in divorce. In this case, the wife's role or obligations in the marriage bond were not carried out and made the husband feel disadvantaged and caused disputes, this is what happened in the Decision of the Teluk Kuantan Religious Court Number: 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk.

This research aims to find out the basis of the judge's legal considerations in deciding a divorce case due to the wife's failure to carry out her obligations and to find out the legal consequences of divorce in the decision of the Teluk Kuantan Religious Court Number 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. This research uses normative juridical methods, analytical descriptive research specifications. The type and source of data presented is secondary data, the data collection method is by means of literature study, the data is presented in narrative text and the data analysis method uses normative qualitative.

Based on research and discussion of the judge's legal considerations in granting divorce divorce in the Kuantan Bay Religious Court Decision Number: 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. The judge only based on Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 of 1974 concerning Implementing Regulations of Law Number 1974 concerning Marriage in conjunction with Article 116 letter (f) of the Compilation of Islamic Law and Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974. According to researchers, the Panel of Judges can add provisions to Article 33 of Law Number 1 of 1974 in conjunction with Article 77 of the Compilation of Islamic Law. The legal consequences of divorce in the Decision of the Teluk Kuantan Religious Court Number 14/Pdt.G/2022/PA.Tlk. is regarding marital status, joint assets, and children.

Keywords: Negligence, Liability, Divorce
4094443128B1B018053CHARACTERISTICS OF THE MORPHOLOGICAL DIVERSITY OF TARO [Colocasia esculenta (L.) Schott] IN NAGREG SUBDISTRICT BANDUNG REGENCY.Talas [Colocasia esculenta (L.) Schott] merupakan tanaman yang berasal dari India. Talas dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis dan banyak ditanam di Indonesia. Terdapat 70 kultivar talas di Indonesia dan 30 diantaranya berada di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keanekaragaman dan persamaan kultivar talas di Kecamatan Nagreg, Bandung, Jawa Barat.
Metode yang digunakan adalah metode survei eksploratif dengan teknik purposive sampling. Parameter yang digunakan adalah karakter morfologi meliputi umbi, pelepah, daun, tangkai, dan stolon. Data karakter dan sifat morfologi talas dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui keanekaragaman, sedangkan untuk mengetahui hubungan kemiripan dianalisis menggunakan software MEGA dengan metode UPGMA.
Berdasarkan observasi, terdapat empat kultivar talas yang tersebar di Kecamatan Nagreg, Bandung. Keempat kultivar tersebut adalah C. esculenta 'Ketan', C. esculenta 'Pandan', C. esculenta 'Padang' dan C. esculenta 'Bentul Putih'. Hasil fenogram hubungan kemiripan menunjukkan keempat kultivar membentuk dua kelompok. Kelompok pertama adalah kultivar C. esculenta 'Ketan' dan C. esculenta 'Padang'. Sedangkan kelompok kedua adalah kultivar C. esculenta 'Pandan' dan C. esculenta 'Bentul Putih'. Kultivar yang memiliki hubungan kemiripan tertinggi adalah kultivar C. esculenta 'Ketan' dan C. esculenta 'Padang' dengan indeks ketidaksamaan sebesar 0,0,217. Kultivar yang memiliki kemiripan terjauh adalah kultivar C. esculenta 'Ketan' dan C. esculenta 'Bentul Putih' dengan indeks ketidaksamaan sebesar 0,391.
Taro [Colocasia esculenta (L.) Schott] is a plant originating from India. Taro can grow in tropical and sub-tropical regions and is widely grown in Indonesia. There are 70 taro cultivars in Indonesia and 30 of them are on the island of Java. This research aims to determine the diversity and similarity relationships of taro cultivars in Nagreg sub-district, Bandung, West Java.
The method used is an exploratory survey method with a purposive sampling technique. The parameters used are morphological characters including corms, midrib, leaves, spadix, and stolon. Character data and morphological properties of taro were analyzed descriptively to determine diversity, while to determine similarity relationships were analyzed using MEGA software with the UPGMA method.
Based on observations, four taro cultivars are spread across Nagreg District, Bandung. The four cultivars are C. esculenta 'Ketan', C. esculenta 'Pandan', C. esculenta 'Padang' and C. esculenta 'Bentul Putih'. The phenogram results of the similarity relationship show that the four cultivars form two groups. The first group is the cultivars C. esculenta 'Ketan' and C. esculenta 'Padang'. Meanwhile, the second group is the cultivars C. esculenta 'Pandan' and C. esculenta 'Bentul Putih'. The cultivars with the highest similarity relationship are the C. esculenta 'Ketan' and C. esculenta 'Padang' cultivars with a dissimilarity index of 0. 0,217. The cultivars with the furthest similarity are the cultivars C. esculenta 'Ketan' and C. esculenta 'Bentul Putih' with a dissimilarity index of 0.391.
4094544974C1G020038ANALISIS PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI KABUPATEN BEKASITujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh infrastruktur jalan, infrastruktur pendidikan, dan infrastruktur kesehatan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bekasi.Penelitian ini menggunakan kecamatan yang berada di Kabupaten Bekasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Jumlah data dalam penelitian ini yaitu 138dari 23 kecamatan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel.Hasil dari penelitian ini infrastruktur jalan dan infrastruktur kesehatan berpengaruh secara positif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sedangkan infrastruktur pendidikan berpengaruh secara negatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).The purpose of this study is to analyze the influence of road infrastructure, education infrastructure, and health infrastructure on Gross Regional Domestic Product (GRDP). This research was conducted in Bekasi Regency. This study uses sub-districts in Bekasi district.The data used in this study is secondary data sourced from the Central Statistics Agency. The number of data in this study is 138 from 23 sub-districts. The analysis technique used in this study is panel data regression.The results of this study show that road infrastructure and health infrastructure have a positive effect on the Gross Regional Domestic Product (GRDP), while education infrastructure has a negative effect on the Gross Regional Domestic Product (GRDP).
4094643130I1A020064Analisis Faktor Risiko dan Pemetaan Kasus Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Baturraden I Kabupaten BanyumasLatar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang paru maupun organ lainnya. Terdapat kenaikan kasus tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Baturraden I dengan jumlah kasus tertinggi berada di Desa Kutasari sebanyak 21 kasus dan Desa Kebumen sebanyak 13 kasus. Analisis faktor risiko dan spasial dapat memberi informasi mengenai faktor risiko yang paling berpengaruh serta pola sebaran kasus.
Metode : Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain kasus kontrol. Populasi kasus adalah seluruh penderita tuberkulosis paru di Desa Kutasari dan Desa Kebumen pada tahun 2023 dan populasi kontrol adalah seluruh masyarakat yang tidak menderita tuberkulosis paru di Desa Kutasari dan Desa Kebumen pada tahun 2023. Sampel pada penelitian ini sebanyak 34 sampel kasus dengan total sampling dan 68 sampel kontrol dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, pengukuran lingkungan fisik kamar tidur, dan pengambilan titik koordinat rumah penderita. Analisis data menggunakan analisis multivariat dan analisis spasial.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis paru yaitu usia <15 tahun (p-value=0,020, OR=22,740) dan perilaku merokok aktif (p-value=0,010, OR=118,774). Pola sebaran kasus tuberkulosis paru berdistribusi berkelompok yaitu terdapat 1 cluster primer dan 1 cluster sekunder.
Kesimpulan : Orang yang memiliki perilaku merokok aktif dan berusia <15 tahun meningkatkan risiko kejadian tuberkulosis paru serta sebaran kasus berdistribusi berkelompok.
Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, Faktor Risiko, Spasial
Background : Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis which can infect lungs and other organs. There is an increase tuberculosis cases in the Baturraden I Community Health Center Working Area with the highest number of cases being in Kutasari Village with 21 cases and Kebumen Village with 13 cases. Risk factor and spatial analysis can provide information about the most influential risk factors and distribution patterns of cases.
Method : Analytic observational quantitative research with a case-control design. The case population is all people suffering from pulmonary tuberculosis in Kutasari Village and Kebumen Village in 2023 and the control population is all people who do not suffer from pulmonary tuberculosis in Kutasari Village and Kebumen Village in 2023. The sample in this study was 34 case samples with a total sampling and 68 control sample with purposive sampling. Data collection was carried out by interviewing, measuring the physical environment of the bedroom, and taking the coordinates of the sufferer's house. Data analysis using multivariate analysis and spatial analysis.
Result : The results of the study show that the factors that influence the incidence of pulmonary tuberculosis are age <15 years (p-value=0,020, OR=22,740) and active smoking behavior (p-value=0,010, OR=118,774). The distribution pattern of pulmonary tuberculosis cases is distributed in groups, there are 1 primary cluster and 1 secondary cluster.
Conclusion : People with active smoking behavior and aged <15 years increase the risk of pulmonary tuberculosis and the distribution of cases is distributed in groups.
Keywords : Pulmonary Tuberculosis, Risk Factor, Spatial
4094743131C1G019025The Effect of Taxable Entrepreneurs Compliance on the Growth Of Gross Regional Domestic ProductPDRB merupakan indikator ekonomi makro suatu wilayah, yang menggambarkan ada atau tidaknya perkembangan ekonomi daerah. Di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten BARLINGMASCAKEB pada tahun 2016-2022 mengalami penurunan yang fluktuatif akibat Covid 19. Pajak juga merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah disamping sumber pendapatan lainnya. Dilihat dari data tahun 2016-2022 BARLINGMASCAKEB memiliki kesadaran perpajakan yang sangat rendah. Penelitian ini menggunakan data PDRB, Kepatuhan Formal dan Kepatuhan Material Kabupaten BARLINGMASCAKEB pada tahun 2016-2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Kepatuhan Formal dan Kepatuhan Material terhadap PDRB di BARLINGMASCAKEB. Penelitian ini menggunakan sampel PKP yang terdaftar di KPP kabupaten yang terkait. Teknis analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Kepatuhan Formal berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, (2) Kepatuhan Material tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB
Implikasi dari penelitian ini adalah dalam upaya meningkatkan Kepatuhan Formal dan Kepatuhan Material guna untuk menaikan angka PDRB BARLINGMASCAKEB yaitu dengan menyediakan multi-channel untuk pelaporan dan memberikan lebih banyak layanan online untuk menjaga stabilitas atau meningkatkan jangkauan pemenuhan kewajiban perpajakan, sosialisasi mengenai tata cara e-SPT, menetapkan sanksi yang jelas bagi para pelanggar hukum, penyesuaian kebijakan atau aturan sebagai relaksasi dari adanya Covid 19 yang mengakibatkan penurunan penghasilan PKP dan melakukan sosialisasi kesadaran akan pentingnya pajak.
GRDP is a macroeconomic indicator of a region, which describes whether there is regional economic development or not. In Central Java, especially in BARLINGMASCAKEB Regency, in 2016-2022 there was a fluctuating decline due to Covid 19. Taxes are also a source of government income and other sources of income. According to data rom the 2016-2022, BARLINGMASCAKEB has very low tax awareness. This research uses GRDP data, Formal Compliance, and Material Compliance for BARLINGMASCAKEB Regency in 2016-2022. This research aims to determine the effect of Formal and Material Compliance on GRDP at BARLINGMASCAKEB. This research uses a sample of registered taxable entrepreneurs at the relevant district tax offices. The data analysis technique in this research uses panel data regression.
Based on the results of research and data analysis, it shows that: (1) Formal Compliance has a positive and significant effect on GRDP, (2) Material Compliance has no significant effect on GRDP
The implication of this research is to increase Formal Compliance and Material Compliance to increase BARLINGMASCAKEB GRDP figures, namely by providing multi-channels for reporting and providing more online services to maintain stability or increase the reach of fulfilling tax obligations, socializing regarding e-SPT procedures, establishing clear sanctions for law violators, adjusting policies or regulations as relaxation from Covid 19 which resulted in a decrease in taxable entreprenurs income and raising awareness of the importance of taxes.
4094843146I1C020018POTENSI EKSTRAK ETANOL KUNYIT SEBAGAI NEFROPROTEKTOR PADA TIKUS YANG DIINDUKSI DIETILEN GLIKOL (DEG)Penggunaan DEG pada sediaan farmasi tidak diperbolehkan namun, DEG berpotensi ada pada sediaan farmasi sebagai cemaran pelarut. Salah satu bahan alam yang memiliki potensi sebagai nefroprotektor adalah rimpang kunyit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kunyit sebagai nefroprotektor pada tikus yang diinduksi DEG terhadap kelainan histopatologi ginjal tikus. Metode penelitian eksperimental dengan desain post-test only control group design, menggunakan data primer dengan mengukur skor histopatologi ginjal menggunakan The EGTI Histology Scoring System. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 5 tikus. Tikus diinduksi ekstrak kunyit selama 6 hari dan dilanjutkan selama 3 hari diinduksi DEG. Data hasil skoring dianalisis menggunakan uji statistik non parametrik kruskal wallis. Uji statistik non-parametrik Kruskal-Wallis, diperoleh p= 0,000 (p<0,05) untuk kriteria kerusakan endotel, glomerulus, dan tubulus. Uji post hoc Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna (p>0,05) antara kelompok A dengan kelompok C, D, E untuk semua kriteria kerusakan jaringan dan terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antara kelompok B dengan kelompok A, D, dan E untuk kriteria kerusakan jaringan endotel dan kelompok B dengan kelompok A, C, D dan E untuk kriteria kerusakan jaringan glomerulus dan tubulus. Ekstrak etanol kunyit pada dosis 100-400 mg/KgBB memiliki efek nefroprotektor pada tikus yang diinduksi DEG.The use of DEG in pharmaceutical preparations is not permitted, however, DEG has the potential to be present in pharmaceutical preparations as solvent contamination. One natural ingredient that has the potential to act as a nephroprotector is turmeric rhizome. This research was conducted to determine turmeric as a nephroprotector in mice induced by DEG against histopathological abnormalities in the kidneys of rats. Experimental research method with a post-test only control group design, using primary data by measuring kidney histopathology scores using The EGTI Histology Scoring System. Mice were divided into 5 groups with each group consisting of 5 rats. Rats were induced by turmeric extract for 6 days and continued to be induced by DEG for 3 days. The scoring data were analyzed using the Kruskal Wallis non-parametric statistical test. The Kruskal-Wallis non-parametric statistical test obtained p=0.000 (p<0.05) for the criteria for damage to the endothelium, glomerulus and tubules. The Mann Whitney post hoc test showed that there was no significant difference (p>0.05) between group A and groups C, D, E for all tissue damage criteria and there was a significant difference (p<0.05) between group B and group A, D, and E for criteria for damage to endothelial tissue and group B with groups A, C, D, and E. Turmeric ethanol extract at a dose of 100-400 mg/Kg body weight has a nephroprotective effect on DEG-induced.
4094943133B1A019033EFEKTIVITAS KOMBINASI Trichoderma sp. DAN FUNGISIDA CARBENDAZIM TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR PATOGEN Curvularia sp.Indonesia merupakan negara agraris dengan kegiatan disektor pertanian sebagai mata pencaharian penduduk Indonesia yang dapat meningkatkan perekonomian. Kegiatan di sektor pertanian, khususnya usaha budidaya memiliki peluang nilai jual yang besar. Permasalahan yang menjadi faktor penghambat dalam budidaya yaitu penyakit bercak daun Curvularia yang disebabkan oleh jamur patogen Curvularia sp. Pengendalian umum penyakit bercak daun Curvularia menggunakan fungisida sintesis, salah satunya fungisida carbendazim. Fungisida tersebut dapat mengendalikan jamur patogen karena memiliki spektrum yang luas dan bekerja secara sistematik, tetapi penggunaan fungisida secara terus menerus dan dalam dosis berlebih menyebabkan resistansi patogen. Pengendalian hayati menggunakan Trichoderma sp. menjadi alternatif lain dalam mengendalikan patogen dan ramah lingkungan. Penggunaan kombinasi jamur antagonis Trichoderma sp. dengan fungisida carbendazim memiliki kemampuan yang lebih efektif dalam pengendalian penyakit pada tanaman dibandingkan penggunaan tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis fungisida carbendazim yang kompatibel dengan jamur Trichoderma sp., mengetahui dosis fungisida carbendazim yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Curvularia sp., dan mengetahui efektivitas kombinasi Trichoderma sp. dengan fungisida carbendazim dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen Curvularia sp.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman selama 4 bulan (Juli-Oktober 2023). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan 3 uji, setiap uji dilakukan 3 pengulangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas yang akan diamati adalah jenis Trichoderma sp. isolat 1 dan Trichoderma sp. isolat 2, serta dosis fungisida carbendazim yang berbeda yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 ppm. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan miselium jamur Trichoderma spp. dan Curvularia sp. Parameter utama yang diamati adalah diameter koloni jamur Trichoderma spp. dan Curvularia sp., serta luas koloni Curvularia sp. Parameter pendukung yang diamati adalah pH media di setiap uji. Data yang diperoleh dari uji kombinasi dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dan diuji lanjut menggunakan uji Duncan dengan tingkat kesalahan 5% menggunakan software SPSS 20.
Hasil penelitian menunjukkan Trichoderma sp. isolat 1 tidak kompatibel dengan fungisida carbendazim pada dosis 1-6 ppm, sedangkan Trichoderma sp. isolat 2 kompatibel dengan fungisida carbendazim pada dosis 1 ppm. Dosis fungisida carbendazim tidak efektif dalam penghambat pertumbuhan Curvularia sp. Penggunaan kombinasi Trichoderma spp. dengan fungisida carbendazim secara in vitro efektif menghambat pertumbuhan Curvularia sp. sebesar 32,51% hingga 84,76%.
Indonesia is an agrarian country with agricultural activities as the livelihood of the Indonesian population, which can improve the economy. Activities in the agricultural sector, especially the cultivation business, have the opportunity for great selling value. The problem that becomes an inhibiting factor in cultivation is Curvularia leaf spot disease caused by the pathogenic fungus Curvularia sp. General control of Curvularia leaf spot disease uses synthetic fungicides, one of which is carbendazim fungicide. These fungicides can control pathogenic fungi because they have a broad spectrum and work systematically, but the continuous use of fungicides in excessive doses causes pathogen resistance. Biological control using Trichoderma sp. is another alternative to controlling pathogens and is environmentally friendly. The use of a combination of antagonistic fungi Trichoderma sp. with carbendazim fungicide has a more effective ability in controlling diseases in plants than single use. This study aims to determine the dose of carbendazim fungicide that is compatible with Trichoderma sp. fungus, determine the dose of carbendazim fungicide that is effective in inhibiting the growth of Curvularia sp., and determine the effectiveness of the combination of Trichoderma sp. with carbendazim fungicide in inhibiting the growth of pathogenic fungus Curvularia sp.
The research was conducted at the Mycology and Phytopathology Laboratory, Faculty of Biology, Universitas Jenderal Soedirman for four months (July-October 2023). This research was conducted experimentally with three tests; each test was carried out in 3 repetitions. The research used a completely randomised design (CRD). The independent variables to be observed were the types of Trichoderma sp. isolate one, and Trichoderma sp. isolate 2, as well as different doses of carbendazim fungicide, namely 0, 1, 2, 3, 4, 5, and 6 ppm. The dependent variable observed was the mycelial growth of Trichoderma spp. and Curvularia sp. The main parameters observed were the diameter of Trichoderma spp. and Curvularia sp. fungal colonies and the area of Curvularia sp. The supporting parameters observed were the pH of the media in each test. Data obtained from the combination test were analysed using analysis of variance (ANOVA) with a 95% confidence level and further tested using Duncan's test with a 5% error level using SPSS 20 software.
The results showed that Trichoderma sp. isolates one were not compatible with carbendazim fungicide at doses of 1-6 ppm. In contrast, Trichoderma sp. isolate two was compatible with carbendazim fungicide at a dose of 1 ppm. The dose of carbendazim fungicide was not effective in inhibiting the growth of Curvularia sp. The use of a combination of Trichoderma spp. with carbendazim fungicide in vitro effectively inhibited the growth of Curvularia sp. by 32.51% to 84.76%.
4095043134J1A019010PACKAGING WASTE AS A SOURCE OF ENVIRONMENTAL DEGRADATION PORTRAYED IN THE TURNING POINT (2020)Kemasan merupakan bahan yang digunakan untuk pengiriman, penyimpanan, dan distribusi. Sedangkan limbah kemasan merupakan bagian dari setiap sampah yang bersumber dari bahan kemasan. Hal ini menjadi faktor yang menyebabkan banyak sampah berakhir di tempat pembuangan akhir dan lautan serta mencemari kondisi bumi. Saat ini, sebagian besar sampah kemasan berasal dari kantong plastik, kertas, botol sekali pakai, wadah, dan sampah elektronik. Dengan demikian, bahan kemasan dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan seperti polusi air dan tanah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sumber pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh beberapa sektor yang menjadi penyumbang sampah global. Dalam The Turning Point, beberapa limbah dihasilkan oleh sampah kemasan yang berkontribusi terhadap terjadinya krisis lingkungan global, dan sebagian besar sampah kemasan bersumber dari bahan plastic dan kertas yang memakan waktu utnuk terurai. Berkaitan dengan pembahasan tentang sampah kemasan, penelitian ini menggunakan konsep pollution bagian kajian ekokritik dari Greg Garrard dan menerapkan metode kualitatif yang mengakomodasikan penelitian ini secara detail. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menemukan beberapa sektor seperti perdagangan elektronik, tempat makanan cepat saji, dan toko kelontong menjadi kontributor terjadinya polusi limbah global yang dihasilkan dari limbah kemasan mereka yang berakhir di tempat pembuangan sampah dan lautan. Packaging is any material that is used for shipping, storage, and distribution. Besides, packaging waste is part of any waste that is made up of packaging materials. It is a contributing factor that sends the waste packages into landfills and oceans and pollutes the condition of the earth. Today, much of the packaging waste is sourced from plastic bags, papers, single-use bottles, containers, and electronic waste. Thus, the packaging material affects distractions for the environment as water and land pollution. Therefore, this research aims to expose the sources of pollution produced by several sectors that become the contributors to global waste. In The Turning Point, several wastes were produced by packaging waste that contributed to the global environmental crisis, and much of the packaging waste is sourced from plastic and paper material that takes time to decompose. Relating to the topic of packaging waste, this research uses an ecocriticism study of the pollution concept from Greg Garrard and applies a qualitative method that accommodates detailed research. Hence, this research found that several sectors such as e-commerce, fast-food restaurants, and grocery stores become the contributors to global waste that affects pollution produced by their packaging waste that ends up in landfills and oceans.
4095143135I1A020054Analisis Faktor yang Berpengaruh dan Pemetaan Faktor Risiko Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten BanyumasLatar Belakang : Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru atau organ lainnya. Terjadi peningkatan kasus tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungbanteng pada tahun 2023 dengan jumlah kasus tertinggi di Desa Beji sebanyak 27 kasus dan Desa Karangnangka sebanyak 11 kasus. Analisis faktor risiko dan spasial dapat memberi informasi terkait faktor risiko yang paling berpengaruh serta pola sebaran kasus.
Metodologi : Penelitian kuantitatif analitik dengan desain kasus kontrol. Populasi kasus adalah seluruh penderita tuberkulosis di Desa Beji dan Desa Karangnangka pada tahun 2023 dan populasi kontrol adalah seluruh masyarakat yang tidak menderita tuberkulosis di Desa Beji dan Desa Karangnangka. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 sampel kasus dengan total sampling dan 35 sampel kontrol dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran lingkungan fisik kamar tidur, dan pengambilan titik koordinat rumah penderita. Analisis data menggunakan SPSS, ArcGIS, dan SaTScan dengan analisis unvariat, bivariat, multivariat, dan analisis spasial.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis yaitu kontak erat (p-value=0,032; OR=4,423). Pola sebaran kasus tuberkulosis berkelompok yaitu terdapat 2 cluster sekunder.
Kesimpulan : Orang yang memiliki kontak erat dengan penderita meningkatkan risiko kejadian tuberkulosis serta sebaran kasus berdistribusi berkelompok.
Background : Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis which can affect lungs and other organs. There is an increase of tuberculosis cases in the Kedungbanteng Community Health Center Working Area with the highest numer of cases being in Beji Village with 27 cases and Karangnangka Village with 11 cases. Risk factors and spatial analysis can provide information about the most influential risk factors and distribution patterns of cases.
Methodology : Analytic quantitative research with a case-control design. The case population is all people that suffering from tuberculosis in Beji Village and Karangnangka Village in 2023 and the control population is all people that do not suffer from tuberculosis in Beji Village and Karangnangka Village. The sample in this study was 35 case samples with total sampling and 35 control samples with purposive sampling. Data collection was carried out by interview using questionnaire, measuring the physical environment of the bedroom, and taking coordinates of the sufferer’s house. Data analysis using SPSS, ArcGIS, and SaTScan with univariate, bivariate, multivariate analysis, and spatial analysis.
Result : The results of the study shows that the variable that influence the incidence of tuberculosis is close contacts (p-value=0,032; OR=4,423). The distribution pattern of tuberculosis cases is distributed in groups, there are 2 secondary clusters.
Conclusion : People who have close contacts with sufferers increase the risk of tuberculosis and the distribution of cases is distributed in groups.
4095245138J1A019001TRANSLATION STRATEGIES AND ACCURACY OF EXPRESSIVE SPEECH ACTS UTTERED BY ELLE IN THE KISSING BOOTH 2 MOVIENurjannah, Iffah Hana. 2024. Translation Strategies and Accuracy of Expressive Speech Acts Uttered by Elle in The Kissing Booth 2 movie. Skripsi. Program Studi Sastra Inggris. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing 1: Dr. Asrofin Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Dr. R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Penguji Eksternal: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum.
Penelitian ini menganalisis strategi penerjemahan dan akurasi tuturan ekspresif oleh Elle dalam film The Kissing Booth 2 dengan menggunakan strategi subtitling Gottlieb (1992), Teori Tuturan Ekspresif Searle (1985), dan Penilaian Kualitas Terjemahan Nababan (2012). Studi ini meneliti 105 tuturan ekspresif menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan enam strategi subtitling: transfer (28 data, 27%), penghapusan (26 data, 25%), parafrase (18 data, 19%), imitasi (17 data, 16%), kondensasi (13 data, 12%), dan ekspansi (3 data, 3%). Sebagian besar terjemahan (94%) dikategorikan sebagai akurat, sementara 6% kurang akurat. Strategi transfer adalah yang paling banyak digunakan, dan strategi kesetaraan yang telah mapan umumnya menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi. Strategi yang kurang efektif, seperti penghapusan, sering kali menghasilkan akurasi yang lebih rendah dengan menghilangkan elemen penting dan nuansa emosional. Secara keseluruhan, terjemahan dalam The Kissing Booth 2 mencapai tingkat akurasi 94%.
Kata Kunci: Tingkat Akurasi, Tindak Tutur Ekspresif, Film, Strategi Penerjemahan, The Kissing Booth 2.
Nurjannah, Iffah Hana. 2024. Translation Strategies and Accuracy of Expressive Speech Acts Uttered by Elle in The kissing Booth 2 Movie. Thesis. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Supervisor 1: Dr. Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Supervisor 2: Dr. R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. External Examiner: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum.
This research analyzes the translation strategies and accuracy of expressive speech acts by Elle in The Kissing Booth 2 using Gottlieb’s subtitling strategies (1992), Searle’s Expressive Speech Acts (1985), and Nababan's Translation Quality Assessment (2012). The study examines 105 expressive speech acts using a descriptive qualitative method. The findings reveal six subtitling strategies: transfer (28 data, 27%), deletion (26 data, 25%), paraphrase (18 data, 19%), imitation (17 data, 16%), condensation (13 data, 12%), and expansion (3 data, 3%). Most translations (94%) are categorized as accurate, while 6% are less accurate. The transfer strategy is the most used, and established equivalence strategies generally produce high accuracy. Less effective strategies, like deletion, often result in lower accuracy by missing essential elements and emotional nuances. Overall, the translations in The Kissing Booth 2 achieve a 94% accuracy level.
Keywords: Accuracy Level, Expressive Speech Acts, Movie, Translation Strategies, The Kissing Booth 2.
4095343136D1A016069ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI BIAYA PADA USAHA TERNAK KELINCI DI KECAMATAN PEKUNCENWANDA SAHARUDDIN. Latar belakang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya investasi, biaya operasional, dan penerimaan usaha kelinci. Menganalisis ekonomi usaha kelinci dilihat dari pendapatan dan efisiensi biaya. Mengetahui pengaruh variabel independent seperti pendidikan peternak (X1), umur peternak (X2), lama beternak (X3), dan jumlah kepemilikan ternak (X4) terhadap variabel dependent yaitu pendapatan (Y1) dan efisiensi biaya (Y2). Materi dan Metode. Sasaran penelitian merupakan peternak dan usaha kelinci di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian dipilih menggunakan Purposive Sampling. Penentuan responden dilakukan secara Quota Sampling dan terpilih sebanyak 30 peternak. Data yang diambil merupakan data satu tahun terakhir. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap peternak menggunakan daftar pertanyaan, sedangkan data sekuunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. Analisis koefisien determinasi menunjukan pengaruh variabel independent (X) terhadap pendapatan (Y1) dan efisiensi biaya (Y2) masing-masing sebesar 0,973 (97,3%) dan 0.981 (98,1%). Hasil. Hasil uji F variabel independent (X) berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan dan efisiensi biaya. Hasil uji t terhadap pendapatan (Y1) dan efisiensi biaya (Y2) dipengaruhi oleh umur peternak (X2) dan jumlah kepemilikan ternak (X4). Simpulan. Persamaan regresi linier berganda secara sistematis diperoleh pendapatan (Y1) = -4925761.523 - 51205.770X1 + 58725.706X2 -11083.680X3 +239011.255X2 + 442005.102 dan efisiensi biaya (Y2) = 0.047 - 0.008X1 + 0.008X2 -0.003X3 + 0.051X4 + 0.079.
Kata kunci: Usaha, Kelinci, Pekuncen, Pendapatan, Efisiensi Biaya
WANDA SAHARUDDIN. Background. The purpose of the study is to determine the amount of investment, operational costs, and get the revenue for rabbit business. To analyze the economic performance of the rabbit business in terms of income and cost efficiency. Knowing the effect of independent variables such as education of the breeder (X1), the age of breeder (X2), the length of rearing (X3) and the number of the ownership (X4) on the dependent variable, the income (Y1) and for the cost efficiency as well (Y2). Materials and methods. The target of this research is for the rabbit breeders and the businessman as well in Pekuncen District, Banyumas Regency. The location of the research was selected by using the technique of purposive sampling. The determination of the corespondents is done by Quota Sampling and there were 30 farmers selected. The data that has taken is the data for the last one year. The primary data was obtained by doing an interview to the farmers by using a list of questions, while the secondary data was obtained from the Central Statistics Agency of Banyumas Regency. The analysist coefficient for determination shows the effect of the independent variable (X) on income (Y1) and cost efficiency (Y2), respectively 0,973 (97,3%) and 0.981 (98,1%). Results. The results of the F test, the independent variable (X) has a very significant effect on income (Y1) and cost efficiency (Y2). The results of the t-test on income (Y1) and cost efficiency (Y2) is influenced by the age of breeder (X2) and number of the ownership (X4). Conclution. The multiple linear regression equation systematically obtained is the income (Y1) = -4925761.523 - 51205.770 X1 + 58725.706X2 -11083.680X3 +239011.255X2 + 442005.102 and the cost efficiency (Y2) = 0.047 - 0.008X1 + 0.008X2 -0.003X3 + 0.051X4 + 0.079.
Keywords: Business, Rabbit, Pekuncen, Income, Cost Efficiency
4095443137K1B017017Prediksi Curah Hujan Harian di Kabupaten Cilacap Menggunakan Model Rantai Markov Waktu DiskretCurah hujan merupakan salah satu fenomena alam yang selalu berubah-ubah. Informasi tentang curah hujan sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini membahas peramalan curah hujan menggunakan model rantai Markov. Rantai Markov adalah rangkaian proses kejadian dimana peluang bersyarat kejadian yang akan datang bergantung kepada kejadian sekarang dan tidak tergantung kepada kejadian yang lalu. Tujuan dari penelitian adalah memprediksi curah hujan harian di Kabupaten Cilacap menggunakan model rantai markov waktu diskret. Data yang digunakan merupakan data curah hujan harian yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020-31 Desember 2022 di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan model rantai Markov adalah peluang steady state tidak hujan yaitu 18,17%, hujan ringan sebesar 58,02%, hujan sedang sebesar 17,01% dan hujan lebat yaitu 6,8%.Rainfall is one of the natural phenomena that always changes from one condition to another. Information about rainfall is important for the people’s lives. The research discussed rainfall forecasting using Markov chain model. Markov chain is a series of events in which the conditional probability upcoming events only depend on the current events and do not depen on previous occurrence. The purpose of this research was to forecast daily rainfall in Cilacap Regency using discrete time Markov chain model. The data used in this reasearch is daily rainfall data that occurred on Januari 1, 2020-Desember 31, 2022 at Tunggul Wulung Meteorological Station, Cilacap Regency. The result obtained using the Markov chain model are that the chance of steady state not rainy at 18,17%, light rain at 58,02%, moderate rain by 17,01% and heavy rain at 6,8%.
4095543280H1A019053STUDI ANALISIS POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI
WILAYAH MATA AIR SERAYULARANGAN
Desa Serayularangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu desa yang
sering mengalami pemadaman listrik oleh PLN serta memiliki topografi wilayah berbentuk
perbukitan dengan beda tinggi aliran sungai cukup curam berpotensi dapat menghasilkan energi
listrik. Analisis dilakukan di aliran mata air, jatuh efektif aliran dan potensi daya listrik yang dapat
dihasilkan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini dalam menganalisis penampang aliran
sungai adalah metode velocity dan pengukuran kecepatan aliran menggunakan currentmeter
diperoleh 1,3 m/s dan 1,5 m/s. Sedangkan daya dan energi dihitung berdasarkan analisis debit yang
tersedia (Q) diperoleh 0,59 m3
/s dan 0,68 m3
/s serta jatuh efektif (Heff) diperoleh 1,92 m dan 0,58
m pada aliran sungai dengan mempertimbangkan efisiensi turbin dan generator, dimana efisiensi
tersebut dapat diketahui dengan menggunakan software TURBNPRO 3.0. Setelah melakukan
simulasi pada TURBNPRO 3.0 pemilihan turbin menggunakan turbin propeller open flume dan
generator sinkron dilanjutkan dengan analisis sipil berupa konstruksi PLTMH serta analisis
ekonomi menjadi indikator kelayakan pembangunan PLTMH di titik pertama dengan daya yang
dapat dibangkitkan sebesar 8,73 kW.
Kata kunci : Potensi energi, mikrohidro, Serayularangan
Serayu larangan Village, Mrebet District, Purbalingga Regency is one of the villages that often
experiences power outages by PLN and has a hilly topography area with a steep river flow height
difference that has the potential to produce electrical energy. The analysis was carried out at two
points of the river on the flow rate of the river, the effective fall of the flow and the potential for
electric power that can be generated. The method applied in this study in analyzing the crosssection of the river flow is the velocity method and measuring the flow velocity using a currentmeter
obtained 1.3 m/s and 1.5m/s. While the power and energy are calculated based on the available
discharge analysis (Q) obtained 0,59 m
3
/s and 0.68 m
3
/s and the effective fall (Heff) is obtained
1.92 m and 0.58 m in river flow taking into account turbine efficiency. and generator, where the
efficiency can be determined by using the TURBNPRO 3.0 software. After simulating the
TURBNPRO 3.0 turbine selection using an open flume propeller turbine and an synchronous
generator followed by a civil analysis in the form of PLTMH construction and economic analysis
as an indicator of the feasibility of MHP development at the first point with a power that can be
generated of 8,73 kW.
Key words : Potensial energy, mivrohydro, Serayularangan
4095643140A1A017052EFISIENSI PEMASARAN CABAI MELALUI PASAR LELANG
DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kegiatan proses lelang cabai, peran pasar lelang dan kerjasama petani dengan pasar lelang, mengetahui pola saluran pemasaran cabai pada pasar lelang dan pasar tradisional dan menghitung efisiensi pemasaran cabai pada pasar lelang dan pasar tradisional di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei. Penelitian ini dilakukan pada pasar lelang cabai di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Pengambilan responden petani dilakukan dengan menggunakan metode Stratified random sampling, sedangkan metode yang digunakan untuk mengambil responden lembaga pemasaran dengan metode Snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, margin pemasaran dan farmer’s share. Hasil dari penelitian penelitian ini : (1) Pasar lelang cabai dilaksanakan dengan sistem lelang tertutup, kegiatan diadakan setiap satu minggu sekali pada pukul 19.00 WIB sampai selesai. Pasar lelang memiliki peran sebagai wadah petani untuk menjual hasil panen cabai dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan menjual kepada pengepul maupun tengkulak. Pasar lelang cabai tidak memiliki kerjasama yang dengan petani sehingga petani bebas memilih untuk menjual hasil panen cabainya kemana saja, (2) Terdapat tiga saluran pemasaran yang melibatkan petani, pedagang pengepul, pedagang pengecer, dan pasar lelang, (3) Biaya pemasaran terbesar Rp1.673,28/Kg, Marjin pemasaran terbesar Rp4.667,00/Kg serta memiliki keuntungan terbesar Rp3.176,67/Kg, untuk farmer’s share sebesar 90,05% pada pasar lelang dan 70,52% pada pasar non lelang. Efisiensi pemasaran pada saluran pasar lelang merupakan saluran paling efisien melihat dari margin dan farmer’s share. Dimana pada pasar lelang memiliki nilai margin terkecil dan memiliki nilai farmer’s share terbesar.This study aims to determine the activities of the chili auction process, the role of the auction market and the cooperation of farmers with the auction market, determine the pattern of chili marketing channels in the auction market and traditional markets and calculate the efficiency of chili marketing in the auction market and traditional markets in Mirit District, Kebumen Regency. The method used in this research is survey. This research was conducted at the chili auction market in Mirit Subdistrict, Kebumen Regency. Farmer respondents were taken using the Stratified random sampling method, while the method used to take respondents of marketing institutions with the Snowball sampling method. The data analysis method used is descriptive qualitative, marketing cost, marketing profit, marketing margin and farmer's share. The results of this research study: (1) The chili auction market is carried out with a closed auction system, activities are held once a week at 19.00 WIB until completion. The auction market has a role as a forum for farmers to sell chili harvests at a higher price than selling to collectors and middlemen. The chili auction market does not have cooperation with farmers so that farmers are free to choose where to sell their chili harvest, (2) There are three marketing channels involving farmers, middlemen, retailers, and auction markets, (3) The largest marketing cost is Rp1,673.28/Kg, the largest marketing margin is Rp4,667.00/Kg and has the largest profit of Rp3,176.67/Kg, for farmer's share of 90.05% in the auction market and 70.52% in the non-auction market. Marketing efficiency in the auction market channel is the most efficient channel looking at margins and farmer's share. Where the auction market has the smallest margin value and has the largest farmer's share value.
4095743155D1A019131Analisis Ekonomi dan Produksi Usaha Peternakan Ayam Niaga Pedaging Menggunakan Tipe Kandang Semi Closed House dan Closed House di PT. Cemerlang Unggas Lestari Kabupaten KebumenPenelitian dengan judul “Analisis Ekonomi dan Produksi Usaha Peternakan Ayam Niaga Pedaging menggunakan Tipe Kandang Semi Closed House dan Closed House di PT. Cemerlang Unggas Lestari Kabupaten Kebumen” dilaksanakan pada tanggal 24 September 2021 sampai 13 Januari 2022 di kandang Riswiyadi Desa Jembangan, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen (kandang semi closed house) dan kandang Kismo Desa Lancar, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo (kandang closed house). Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui performa produksi dan kelayakan usaha peternakan ayam niaga pedaging pada kandang tipe semi closed house dan closed house di PT. Cemerlang Unggas Lestari, Kebumen. Metode penelitian meliputi materi penelitian yang digunakan yaitu kandang pemeliharaan Riswiyadi (tipe semi closed house) dua lantai dengan ukuran 40 m² x 10 m² dengan total populasi 25.000 ekor dan kandang Kismo (tipe closed house) tiga lantai dengan ukuran 120 m² x 12 m² dengan total populasi 63.000 ekor. Penelitian dilakukan secara non eksperimental menggunakan uji T yang diolah pada program SPSS (Statistical Program for Social Science). Analisis data terdiri dari analisis ekonomi dan analisis produksi. Analisis ekonomi yang diukur meliputi penerimaan, pendapatan, BEP, R/C ratio, dan rentabilitas. Analisi produksi yang diukur meliputi daya hidup, FCR, dan indeks performa. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandang semi closed house dan closed house memiliki analisis ekonomi, R/C >1 dan Rentabilitas > 5%. Berdasarkan analisis performa produksi menggunakan uji T memperoleh hasil sig 0,96<0,05 sehingga X1 (tipe kandang) tidak berpengaruh nyata terhadap Y1 (Performa produksi). Kesimpulan tipe kandang semi closed house dan closed house memiliki analisis kelayakan usaha dan analisis produksi yang relatif sama sehingga kedua tipe kandang tersebut layak untuk dijalankan. Kandang tipe closed house lebih direkomendasikan apabila populasi ternak lebih dari 25.000 ekor.

Research with the title "Economic and Production Analysis of Broiler Chicken Farm Businesses using Semi Closed House and Closed House Cage Types at PT. Cemerlang Unggas Lestari, Kebumen Regency" was held from 24 September 2021 to 13 January 2022 at Riswiyadi’s cage in Jembangan Village, Poncowarno District, Kebumen Regency (semi closed house) and Kismo’s cage in Lancar Village, Wadaslintang District, Wonosobo Regency (closed house). The purpose of this research is to determine the production performance and feasibility of broiler farming in semi closed house and closed house cages at PT. Cemerlang Unggas Lestari, Kebumen. The method includes the research materials used consisting of two-floors cage in Riswiyadi’s cage (semi closed house type) with a size of 40 m² x 10 m² and a total population of 25,000 chickens, also the three-floors cage in Kismo’s cage (closed house type) with a size of 120 m² x 12 m² and a total population of 63,000 chickens. The research was carried out non-experimentally using T-test in SPSS (Statistical Program for Social Science) program. Data analysis consists of economic analysis and production analysis. The economic analysis measured includes revenue, income, BEP, R/C ratio, and profitability. The production analysis measured includes viability, FCR, and performance index. The results of the analysis show that semi closed house and closed house cages have economic analysis R/C > 1 and Profitability > 5%. Based on the production performance analysis using T-test, significancy results were 0.96<0.05 so that X1 (cage type) had no effect on Y1 (production performance). The conclusion the semi-closed house and closed house cage types have relatively the same business feasibility analysis and production analysis so that both types of cages are feasible to run. Closed house type are recommended if the livestock population is more than 25,000 chicken.
4095843181H1A019087ANALISA PERFORMANSI RASIO PLTS ON-GRID DENGAN KAPASITAS 650,1 kWp PADA SITE PT SUN ENERGY DI JAWA TIMURPLTS merupakan suatu sistem pembangkit yang penting untuk dipahahami dan dianalisa terkait faktor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap sistem PLTS tersebut, salah satunya adalah performansi rasio. Performansi rasio PLTS adalah ukuran efisiensi antara energi yang dihasilkan oleh sistem PLTS dengan energi yang diterima dari sinar matahari. Performansi rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Penelitian ini meneliti performansi PLTS On-Grid 650,1 KWp di PT Sun Energy dengan site di Jawa Timur, dengan mengintegrasikan data irradiasi matahari dan indikator perolehan data dari PT Sun Energy. Penilitian ini menggunakan perolehan data berdasarkan sistem dan sensor yang terpasang pada site. Perhitungan performansi dihitung menggunakan data perhitungan selama 2 bulan pengoperasian awal. Rata rata dari hasil performansi untuk bulan april sebesar 62,97% pada bulan April dan 84% pada bulan Mei. Data performansi rasio dari sistem dibandingkan dengan hasil performansi rasio dari PvSyst, dan didapatkan hasil yang berbeda yaitu 80% untuk bulan april dan 78 untuk bulan Mei. Dari hasil perhitungan performansi rasio tersebut dihitung simpangan baku. Hasil simpangan baku pada bulan April sebesar 40,57 dan 15.04 pada bulan Mei. Variansi data yang dihasilkan dari perhitungan diatas untuk bulan april sebesar 1646,4 dan 233,9 pada bulan Mei. Simpangan baku dan varians data pada bulan April lebih besar daripada bulan Mei karena dari hasil perfomansi rasio data bulan april lebih banyak hasil yang jauh dari rata rata sehingga hasil simpangan baku lebih besar.PLTS is a generating system that is important to understand and analyse related factors that can affect the PLTS system, one of which is the performance ratio. The performance ratio of PLTS is a measure of the efficiency between the energy produced by the PLTS system and the energy received from sunlight. A high performance ratio indicates better efficiency in converting solar energy into electrical energy. This research examines the performance of a 650.1 KWp On-Grid Solar Power Plant at PT Sun Energy with a site in East Java, by integrating solar irradiation data and data acquisition indicators from PT Sun Energy. This research uses data acquisition based on the system and sensors installed at the site. Performance calculations are calculated using calculation data for the first 2 months of operation. The average of the performance results for April was 62.97% in April and 84% in May. The ratio performance data from the system is compared with the ratio performance results from PvSyst, and different results are obtained, namely 80% for April and 78 for May. From the results of the ratio performance calculation, the standard deviation is calculated. The results of the standard deviation in April were 40.57 and 15.04 in May. The data variance resulting from the above calculations for April was 1646.4 and 233.9 in May. The standard deviation and variance of the data in April is greater than in May because from the results of the performance of the April data ratio there are more results that are far from the average so that the standard deviation results are greater.
4095943141D1A018020Analisis Trend Populasi dan Pemetaan ilayah Basis Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten BrebesNURHALIMAH, Analisis Trend Populasi dan Pemetaan Wilayah Basis Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 desember 2022 sampai 13 Juli 2023 di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, dengan tujuan mengetahui dan menganalisis trend populasi ternak kerbau di Kabupaten Brebes selama 10 tahun terakhir dan mengetahui basis pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan menggunakan data sekunder sebagai data utama. Data pendukung dapat menggunakan data primer dengan metode purposive sampling yaitu berdasarkan wilayah yang mempunyai indeks LQ>1. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linier sederhana dan indeks LQ. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2022 populasi ternak kerbau di Kabupaten Brebes mencapai 6.553 ekor dan populasi ternak ruminansia sebanyak 227.293 ekor. Hasil analisis trend dapat menghasilkan persamaan regresi Y=7964,3-79,933x. Hasil tersebut menunjukan bahwa populasi ternak kerbau dari tahun 2013 sampai dengan 2022 menunjukan trend yang negatif atau mengalami penurunan 80 ekor untuk setiap tahunnya. Kecamatan yang merupakan wilayah basis pengembangan ternak kerbau dengan kriteria LQ>1 antara lain Kecamatan Salem, Bantarkawung, Tonjong, Larangan, dan Songgom.NURHALIMAH, Population Trend Analysis and Mapping of Buffalo Livestock Development Base Areas in Brebes Regency. The research was carried out from 3 December 2022 to 13 July 2023 in Brebes Regency, Central Java Province, with the aim of knowing and analyzing buffalo population trends in Brebes Regency over the last 10 years and knowing the basis for buffalo livestock development in Brebes Regency. The research method used is a survey method using secondary data as the main data. Supporting data can use primary data with a purposive sampling method, namely based on areas that have an LQ index>1. The data analysis used is descriptive analysis, simple linear regression analysis and LQ index. The research results show that in 2022 the buffalo population in Brebes Regency will reach 6,553 heads and the ruminant population will reach 227,293 heads. The results of trend analysis can produce a regression equation Y=7964.3-79.933x. These results show that the buffalo population from 2013 to 2022 shows a negative trend or has decreased by 80 head each year. The sub-districts which are the base areas for buffalo livestock development with LQ>1 criteria include Salem, Bantarkawung, Tonjong, Larangan and Songgom sub-districts.
4096043142F1A020025Analisis Bentuk dan Fungsi Sedekah Bumi di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi sedekah
bumi di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan
pendekatan model fenomenologi untuk mencari jawaban dari suatu
fenomena. Hasil temuan menunjukkan bahwa tradisi sedekah bumi yang
dilaksanakan di Desa Pekuncen tidak diketahui kapan awal mulanya, karena
mereka melaksanakannya berdasarkan petunjuk yang diwariskan oleh
nenek moyang. Dalam pelaksanaannya, sedekah bumi Desa Pekuncen
terdiri dari beberapa ritual yang berfungsi sebagai simbol yang paling
dominan untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan rasa syukur kepada
Allah SWT atas bumi yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat.
Ritual sedekah bumi tersebut diaplikasikan melalui beberapa bentuk yaitu
ziarah, acara slametan, ritual sesajen, dan hiburan pertunjukan wayang
kulit. Sedekah bumi memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai fungsi religi,
fungsi edukasi, fungsi kebersamaan, fungsi pelestarian budaya, dan fungsi
hiburan.
This research aims to analyze the form and function of earth almsgiving in
Pekuncen Village, Jatilawang District, Banyumas Regency. This research
includes qualitative research using a phenomenological model approach to
find answers to a phenomenon. The findings show that it is not known
when the earth almsgiving tradition was carried out in Pekuncen Village,
because they carry it out based on instructions handed down by their
ancestors. In its implementation, Pekuncen Village's earth almsgiving
consists of several rituals which function as the most dominant symbols to
show affection and gratitude to Allah SWT for the earth which has given
life to the community. The ritual of giving alms to the earth is applied in
several forms, namely pilgrimages, traditional ceremonies, offering rituals,
and shadow puppet show entertainment. Earth alms has several functions,
namely a religious function, an educational function, a togetherness
function, a cultural preservation function, and an entertainment function