Artikelilmiahs
Menampilkan 40.881-40.900 dari 48.889 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40881 | 43087 | F1B020060 | MODEL PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP PERUSAHAAN ABC PADA PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI LEMBAGA-LEMBAGA PUBLIK (Studi Kasus Pada Persiapan Pengembangan Kompetensi ASN di Kementerian CDF) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Kementerian CDF dalam memenuhi hak pengembangan kompetensi pegawainya dan bekerjasama dengan badan usaha swasta yaitu Perusahaan ABC untuk mempersiapkan pegawai Kementerian CDF untuk mendaftarkan kedalam Beasiswa LPDP 2023. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis model penerapan model Public Private Partnership dalam pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di lembaga-lembaga publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan menggunakan bentuk studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan public private partnership dapat digunakan oleh lembaga publik untuk bekerjasama dengan badan usaha dengan tujuan pemberian atau penyediaan jasa lainnya diluar jasa konstruksi atau infrastruktur ekonomi dan sosial dengan skema Penunjukan Langsung (PL). | This research is motivated by the Ministry of CDF's effort to fulfill the rights of its employees in competence development and collaboration with a private business, namely Company ABC, to prepare Ministry of CDF employees for enrollment in the LPDP Scholarship 2023. The aim of this research is to analyze the implementation of the Public-Private Partnership model in the development of Human Resource (HR) competencies in public institutions. This research adopts a qualitative descriptive approach and utilizes a case study design. Data collection involves observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that public-private partnerships can be utilized by public institutions to collaborate with private entities for the provision of services beyond construction or economic and social infrastructure, using the Direct Appointment (PL) scheme. | |
| 40882 | 43088 | F1B019001 | INOVASI PELAYANAN KESEHATAN (PENELITIAN TENTANG INOVASI MANIS NAN JITU) | Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan inovasi pelayanan publik di bidang pelayanan kesehatan jiwa yaitu inovasi Manis Nan Jitu sebagai upaya perluasan akses pelayanan kesehatan jiwa level primer agar pengobatan dan pelayanan dapat diakses dengan mudah. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, informan ditentukan secara purposif, dan dikaji menggunakan atribut inovasi Rogers (1983). Berdasarkan hasil penelitian, Manis Nan Jitu diketahui memberikan manfaat bagi keluarga, penyandang gangguan jiwa, dan puskesmas, serta memberikan keringanan biaya dan kepuasan. Inovasi ini difokuskan pada pengobatan secara medis bagi penyandang gangguan jiwa disertai edukasi dan tidak terkait kepercayaan maupun nilai sosial budaya tertentu. Inovasi ini mudah dipahami dan dilaksanakan dengan koordinasi lintas sektor yang terjalin dan pemanfaatan media sosial sebagai media rujukan yang efektif. Namun, diketahui terdapat kendala berkaitan dengan kekosongan stok obat, masih ditemukannya pasien jiwa mengamuk, dan perilaku keluarga penyandang gangguan jiwa cenderung tertutup mengenai kondisi pasien. Setelah diterapkan Manis Nan Jitu, hasil yang dapat diamati adalah kondisi pasien jiwa membaik, meningkatkan capaian penyandang gangguan jiwa yang berobat teratur di Puskesmas Rakit 2 karena akses pengobatan lebih dekat, layanan rujukan yang efektif, ketersediaan obat jiwa yang beragam, serta menurunnya potensi mengamuk pada pasien gangguan jiwa. | This study aims to determine and describe public service innovations in the field of mental health services, namely the Manis Nan Jitu innovation as an effort to expand access to primary-level mental health services so that treatment and services can be accessed easily. This research uses descriptive qualitative, informants that are determined purposively, and studied using Rogers' innovation attributes (1983). Based on the results of the study, Manis Nan Jitu is known to provide benefits for families, people with mental disorders, and public health centre, as well as providing cost relief and satisfaction. This innovation focuses on medical treatment for people with mental disorders accompanied by education and is not related to certain beliefs or socio-cultural values. This innovation is easy to understand and implement with cross-sector coordination and the use of social media as an effective referral medium. However, there are known obstacles related to drug stock-outs, the discovery of mental patients having tantrums, and the behaviour of families of people with mental disorders who tend to be closed about the patient's condition. After implementing Manis Nan Jitu, the results that can be observed are the improved condition of mental patients, increasing number of people with mental disorders who seek regular treatment at Puskesmas Rakit 2 because of closer access to treatment, effective referral services, availability of various mental drugs, and decreased potential for rampage in mental patients. | |
| 40883 | 43089 | F1B020044 | AKSESIBILITAS INFORMASI DALAM SEKTOR PERTAMBANGAN | Penelitian ini membahas aksesibilitas informasi publik dalam sektor pertambangan di Indonesia. Keterbukaan informasi di sektor ini memiliki dampak besar pada kepercayaan dan partisipasi stakeholder, terutama pelaku usaha tambang. Kendala terkait regulasi dan ketidakorganisasian sistem informasi menjadi hambatan utama dalam mencapai keterbukaan informasi. Kesulitan akses informasi dapat mengakibatkan ketidakpatuhan, dampak hukum, dan konsekuensi negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Dalam aksesibilitas informasi, penelitian ini menggunakan teori Armstrong yang mencakup tiga aspek: proses, media, dan pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pencarian informasi, media yang digunakan, dan pengalaman pengguna menjadi dimensi kunci dalam memahami dinamika akses informasi di sektor pertambangan. Pelaku usaha cenderung mengandalkan sumber informasi eksternal, namun perbedaan informasi antar badan pelaksana menciptakan hambatan efisiensi. Peningkatan aksesibilitas informasi memerlukan koordinasi yang lebih baik, transparansi, manajemen sumber daya yang efektif, serta kolaborasi dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi yang berkelanjutan. | This study examines the accessibility of public information in the mining sector in Indonesia. The openness of information in this sector has significant impacts on the trust and participation of stakeholders, particularly mining industry players. Complex issues related to regulations and poorly organized information systems are the main obstacles to achieving information openness. Difficulty in accessing information can lead to non-compliance, legal consequences, and negative impacts on the environment and society. In evaluating information accessibility, this research employs Armstrong's theory, which includes three aspects: process, media, and experience. The findings reveal that the information search process, the media used, and user experience are key dimensions in understanding the dynamics of information access in the mining sector. Industry players tend to rely on external information sources, such as hukumonline.com, but differences in information among implementing agencies create efficiency barriers. Improving information accessibility requires better coordination, transparency, effective resource management, as well as collaboration and maintenance of sustainable information technology infrastructure. | |
| 40884 | 43091 | C1G017050 | THE ROLE OF FARMER GROUP IN INCREASING FARMERS' INCOME IN KALIKESUR VILLAGE KEDUNGBANTENG DISTRICT BANYUMAS REGENCY | Indonesia merupakan sebuah negara agraris yang dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya dengan hasil pertanian yang dimilikinya, dalam hal ini petani mempunyai peran yang sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Di Desa Kalikesur terdapat petani yang tergabung dan tidak tergabung dalam kelompok, hal ini disebabkan adanya beberapa permasalahan berupa perbedaan cara pandang petani dalam menjalankan usahanya baik dari segi teknis maupun non teknis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah keanggotaan berdampak terhadap perbedaan pendapatan usaha tani dan keuntungan petani. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, independent sample t-test, dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan usahatani dan keuntungan yang signifikan antara petani yang tergabung dan tidak tergabung dengan kelompok tani dimana pendapatan usahatani dan keuntungan petani yang tergabung dengan kelompok tani lebih tinggi dibanding petani yang tidak tergabung dengan kelompok tani. | Indonesia is an agricultural country that can meet the food needs of its people with the agricultural products it has, in this case farmers have a very important role in meeting the food needs of the people. In Kalikesur Village there are farmers who are members and who are not members of farmer groups, this is due to several problems in the form of differences in the way farmers view running their business both from a technical and non-technical perspective. Therefore, research needs to be carried out to find out whether membership has an impact on differences in farmer income and profit. The analytical tools used are income analysis, independent sample t test, and Mann-Whitney test. The results of this research show that there is a significant difference in farming income and profits between farmers who are members and those who are not members of farmer groups, where the farming income and profits of farmers who are members of farmer groups is higher than farmers who are not members of farmer groups. | |
| 40885 | 43092 | C1L018003 | EFEKTIVITAS MODEL BRAIN BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN REALIA TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen pada peserta didik SMA Negeri 5 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model brain based learning berbantuan media pembelajaran realia terhadap aktivitas belajar mata pelajaran ekonomi. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan melakukan suatu percobaan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan instrumen soal pilihan ganda terkait materi perbankan. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dimana responden yang dijadikan sampel berdasarkan atas kriteria tertentu. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas kontrol dengan media pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen dengan model pembelajaran brain based learning berbantuan media pembelajaran realia terhadap aktivitas belajar peserta didik. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan terdapat peningkatan nilai rata-rata aktivitas belajar peserta didik dengan model pembelajaran brain based learning berbantuan media pembelajaran realia dibandingkan dengan nilai rata-rata aktivitas belajar peserta didik dengan model pembelajaran konvensional. | This research is quantitative research with experimental methods on students at SMA Negeri 5 Purwokerto. This research aims to determine the effectiveness of applying the brain based learning model assisted by realia learning media to learning activities in economics subjects. This research method uses a quasi experimental design by conducting an experiment on an experimental group and a control group. The data collection method used in this research used multiple choice questions related to banking material. The sample selection technique in this research uses purposive sampling where respondents are sampled based on certain criteria. Based on the results of the research and analysis that has been carried out, it shows that there are differences between the control class with conventional learning media and the experimental class with the brain based learning model assisted by realia learning media regarding students' learning activities. The results of this research also show that there is an increase in the average value of students' learning activities with the brain based learning learning model assisted by realia learning media compared to the average value of students' learning activities with conventional learning models. | |
| 40886 | 43093 | D1A019161 | KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN AYAM BROILER PADA SUPLEMENTASI BIOPEPTIDA CEKER AYAM | Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan biopeptida berbahan ceker ayam yang dihidrolisis menggunakan enzim papain terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan bahan organik (KBO) pakan ayam broiler. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan materi ayam broiler strain CP 707 sebanyak 200 ekor dari umur DOC hingga 35 hari. Bahan yang digunakan adalah ekstrak ceker ayam yang mengandung protein sebesar 14,10%, lemak kasar 13,81%, serat kasar 18,19%, pakan basal dan air minum. Perlakuan penelitian terdiri atas R0 = pakan basal tanpa biopeptida, R1 = R0 + biopeptida 2%, R2 = R0 + biopeptida 4%, R3 = R0 + biopeptida 6%. Variabel yang diukur adalah KBK dan KBO. Analisis variansi menghasilkan informasi bahwa perlakuan biopeptida asal ceker ayam berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik ayam broiler. Rataan Kecernaan Bahan Kering R0 = 79,16±1,95%; R1 = 81,05±1,98%; R2 = 81,93±2,45%; R3 = 83,41±1,84% dan Kecernaan Bahan Organik R0 = 79,85±1,25%; R1 = 81,17±2,62%; R2 = 82,30±1,35%; R3 = 84,07±1,60%. Uji lanjut orthogonal polinomial KBK menghasilkan regresi berbentuk linear dengan persamaan Y = 1,364x + 77,981 dengan nilai R2 yaitu 40,1%. Hasil uji lanjutortogonal polinomial KBO menghasilkan regresi berbentuk linear dengan persamaan Y = 1,379x + 78,403 dan nilai R2 = 47,78%. Pemberian pakan selama pengambilan data yaitu sebesar 918 g/perlakuan dan ulangan sehingga mendapatkan nilai Konsumsi R0: 882,44 g/hari; R1: 849,22 g /hari; R2: 887,89 g/hari; R3: 893,74 g/hari. Penambahan biopeptida asal ceker ayam dengan level 6% dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik ayam broiler, karena saluran pencernaan dalam kondisi optimal. Level optimal suplementasi biopeptida 6% meningkatkan nilai KBK dan KBO ayam broiler sebesar 83,41 dan 84,07%. | Abstract. This research aims to examine the effect of using biopeptides made from chicken feet that are hydrolyzed using the papain enzyme on the digestibility of dry matter (DM) and organic matter (OM) of broiler chicken feed. The research was carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with 200 broiler chickens of the CP 707 strain from DOC to 35 days of age. The ingredients used are chicken claw extract which contains 14.10% protein, 13.81% crude fat, 18.19% crude fiber, basal feed and drinking water. The research treatments consisted of R0 = basal feed without biopeptide, R1 = R0 + 2% biopeptide, R2 = R0 + 4% biopeptide, R3 = R0 + 6% biopeptide. The variables measured are KBK and KBO. Analysis of variance produced information that biopeptide treatment from chicken feet had a significant effect (P<0.05) on the dry matter digestibility and organic matter digestibility of broiler chickens. Average Dry Matter Digestibility R0 = 79.16±1.95%; R1 = 81.05 ± 1.98%; R2 = 81.93 ± 2.45%; R3 = 83.41 ± 1.84% and organic material digestibility R0 = 79.85 ± 1.25%; R1 = 81.17 ± 2.62%; R2 = 82.30 ± 1.35%; R3 = 84.07 ± 1.60%. Further testing of the KBK orthogonal polynomial resulted in a linear regression with the equation Y = 1.364x + 77.981 with an R2 value of 40.1%. The results of the KBO orthogonal polynomial follow-up test produced a linear regression with the equation Y = 1.379x + 78.403 and R2 = 47.78%. Feeding during data collection was 918 g/treatment and repetition to obtain a consumption value of R0: 882.44 g/day; R1: 849.22 g /day; R2: 887.89 g/day; R3: 893.74 g/day. The addition of biopeptide from chicken feet at a level of 6% can increase the digestibility of dry matter and the digestibility of organic matter in broiler chickens, because the digestive tract is in optimal condition. The optimal level of 6% biopeptide supplementation increased the CBC and KBO values of broiler chickens by 83.41 and 84.07%. | |
| 40887 | 43094 | F1B020110 | Inovasi Pelokalan SDGs melalui Penguatan Lembaga Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif (Studi Kebijakan Permendes No. 21 Tahun 2020) | Penelitian dengan judul Inovasi Pelokalan SDGs melalui Penguatan Kelembagaan Desa Dinamis Dan Budaya Desa Adaptif (Studi Kebijakan Permendes No. 21 Tahun 2020) ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kementerian Desa melakukan Inovasi SDGs melalui Permendesa No. 21 Tahun 2020 yang mengatur SDGs Desa ke-18 tentang Penguatan Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif. Penelitian ini mengambil 4 (empat) orang narasumber atau key informan yang memiliki peran penting dalam proses penginovasian SDGs oleh Kementerian Desa. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Teknik wawancara dilakukan secara tidak terstruktur dan tanpa menggunakan pedoman wawancara. Analisis data penelitian bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan jika proses inovasi Kementerian Desa adanya perubahan pernyataan SDGs menjadi SDGs Desa agar mudah dipahami, lalu penguatan struktur kelembagaan desa secara dinamis dan budaya desa adaptif dengan prinsip tata kelola desa. Tidak hanya itu, adanya program dari Kementerian Desa berupa Padat Karya Tunai Desa menjadi langkah pemenuhan tujuan-tujuan SDGs lainnya sesuai dengan manfaatnya. | Research with the title Innovation in SDGs Localization through Strengthening Dynamic Village Institutions and Adaptive Village Culture (Policy Study of Permendes No. 21 of 2020) is a descriptive qualitative research that aims to analyze how the Ministry of Villages innovates SDGs through Permendesa No. 21 of 2020 which regulates the 18th Village SDGs on Strengthening Dynamic Village Institutions and Adaptive Village Culture. This research took 4 (four) resource persons or key informants who have an important role in the process of innovating SDGs by the Ministry of Villages. Data collection methods used interview techniques, observation, and literature study. The interview technique was conducted in a semi-structured manner using interview guidelines. The research data analysis is descriptive. The results of this study show that if the Ministry of Village's innovation process is changing the SDGs statement into Village SDGs to make it easier to understand, then strengthening the village institutional structure dynamically and adaptive village culture with the principles of village governance. Not only that, the existence of a program from the Ministry of Villages in the form of Village Cash Labor Intensive is a step towards fulfilling other SDGs goals in accordance with their benefits. | |
| 40888 | 43107 | I1A020028 | ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN POLA PENYEBARAN KASUS TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBANG I TAHUN 2023 | Latar Belakang : Tuberkulosis atau yang biasa disebut TB Paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kasus tuberkulosis di Indonesia menempati posisi kedua jumlah penderita tuberkulosis terbanyak di dunia setelah India. Berdasarkan data dari Puskesmas Sumbang 1, per bulan Agustus 2023 ditemukan kasus sebanyak 105 dengan Desa Banteran, Desa Tambaksogra, Desa Sumbang, dan Desa Karangcegak memiliki jumlah kasus TB paru tertinggi yaitu sebanyak 24 kasus, 20 kasus, 11, dan 9 kasus. Metodologi : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan desain studi metode case-control. Sampel yang diteliti sebanyak 43 kasus dan 43 kontrol dengan teknik sampling purposive sampling. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran, dan pengambilan titik koordinat. Analisis data menggunakan SPSS, ArcGIS dan SaTscan. Hasil Penelitian : Hasil uji regresi logistik berganda menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kejadian tuberkulosis, yaitu kontak erat (p value = 0,039 ; OR = 2,873 ; Cl = 1,055-7,825), suhu (p value = 0,020 ; OR = 3,675 ; Cl = 1,230-10,981), jenis dinding (p value = 0,033 ; OR = 4,772 ; Cl = 1,137-20,033). Variabel yang tidak berpengaruh yaitu kelembapan (p value = 0,483 ; OR = 0,658 ; Cl = 0,204-2,119) dan perilaku merokok (p value = 0,118 ; OR = 0,396 ; Cl = 0,124-1,267 Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis adalah kontak erat. Analisis clustering menghasilkan 1 cluster primer di Desa Sumbang dan Banteran dan 2 cluster sekunder di Desa Tambaksogra dan Banteran. Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I yaitu kontak erat, suhu, dan jenis dinding. Faktor yang paling berpengaruh adalah kontak erat. Analisis clustering menghasilkan 1 cluster primer dan 2 cluster sekunder. Kata Kunci : Tuberkulosis, Faktor Risiko, Analisis Clustering | Background : Tuberculosis or commonly referred to as Pulmonary TB is a disease caused by infection with the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Indonesia has the second highest number of tuberculosis cases in the world after India. Based on data from Puskesmas Sumbang 1, as of August 2023 there were 105 cases with Banteran Village, Tambaksogra Village, Sumbang Village, and Karangcegak Village having the highest number of pulmonary TB cases with 24 cases, 20 cases, 11 cases, and 9 cases. Methodology : This study used an observational analytic quantitative approach with a case-control method study design. The samples studied were 43 cases and 43 controls with purposive sampling technique. The research location was in the Sumbang I Health Center Working Area. Data collection was carried out by interview using a questionnaire, measurement, and taking coordinate points. Data analysis using SPSS, ArcGIS and SaTscan. Result : The results of multiple logistic regression test showed that there are 3 variables that have a significant influence on the incidence of Tuberculosis, namely close contact (p value = 0,039; OR = 2,873; Cl = 1,055-7,825), temperature (p value = 0,020; OR = 3,675 ; Cl = 1,230-10,981), wall type (p value = 0,033; OR = 4,772 ; Cl = 1,137-20,033). Variables that had no effect were humidity (p value = 0,483; OR = 0,658 ; Cl = 0,204-2,119) and smoking behavior (p value = 0,118; OR = 0,396; Cl = 0,124-1,267 The most influential factor on the incidence of tuberculosis was close contact. Clustering analysis resulted in 1 primary cluster in Sumbang and Banteran villages and 2 secondary clusters in Tambaksogra and Banteran villages. Conclusion : Factors that influence the incidence of tuberculosis in the Sumbang I Health Center Working Area are close contact, temperature, and type of wall. The most influential factor is close contact. Clustering analysis resulted in 1 primary cluster and 2 secondary clusters. Keyword : Tuberculosis, Risk Factors, Clustering Analysis | |
| 40889 | 43075 | F1B020099 | PENGARUH VARIABEL-VARIABEL KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH BANK BTN KC CAWANG JAKARTA TIMUR | Penelitian yang berjudul Pengaruh Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Bank BTN KC Cawang Jakarta Timur dilaksanakan karena ditemukan fenomena penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara signifikan selama dua tahun terkahir (2021-2022). Hal ini menarik untuk dikaji karena DPK merupakan indikator kinerja, saham perusahaan, dan simbol stabilitas bank yang mewakili kualitas pelayanan bank yang diberikan kepada nasabah. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh antar kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan teori model SERVQUAL yang dikembangkan oleh A. Parasuraman, Valarie A. Zeithaml, & Leonard L. Berry dengan variabel independent Kualitas Pelayanan (X) yang terdiri dari Kehandalan (X1), Ketanggapan (X2), Jaminan (X3), Empati (X4), dan Bukti Fisik (X5). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan populasi nasabah tabungan batara sebesar 83.648 orang dan sampel sebesar 400 orang, Teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik regresi ordinal dengan variabel yang diteliti adalah pengaruh variabel independent Kehandalan (X1), Ketanggapan (X2), Jaminan (X3), Empati (X4), dan Bukti Fisik (X5) terhadap variabel dependen Kepuasan Nasabah (Y). Hasil penelitian regresi ordinal menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen dan variabel dependen yakni variabel Kehandalan (X1), Ketanggapan (X2), Jaminan (X3), Empati (X4), dan Bukti Fisik (X5), dan variabel Kepuasan Nasabah (Y) masing-masing menunjukkan nilai distribusi frekuensi yang cenderung puas terhadap Kualitas Pelayanan yang ditawarkan oleh Bank BTN KC Cawang Jakarta Timur. Serta dari hasil koefisien regresi ordinal yang dilaksanakan didapatkan hasil bahwa model regresi ordinal yang digunakan pada penelitian ini dinilai fit atau bersesuaian yang dimaknai bahwa model regresi logistic ordinal ini dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh antara variabel Kualitas Pelayanan yang terdiri dari variabel Kehandalan (X1), Ketanggapan (X2), Jaminan (X3), Empati (X4), dan Bukti Fisik (X5) terhadap Kepuasan Nasabah (Y). Dari penelitian yang dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa secara simultan setelah dilakukan Uji Simultan Likelihood ditemukan seluruh variabel- variabel Kualitas Pelayanan (X) secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kepuasan Nasabah (Y). Menurut uji Wald yang dilaksanakan, variabel Kehandalan (X1), Ketanggapan (X2), Jaminan (X3), Empati (X4) secara parsial berpengaruh terhadap variabel Kepuasan Nasabah (Y). Sedangkan, variabel Bukti Fisik (X5) secara parsial tidak berpengaruh terhadap Kepuasan Nasabah (Y). Selanjutnya di dalam penelitian ini juga ditarik kesimpulan bahwa variabel Ketanggapan (X2) adalah variabel yang memiliki pengaruh positif dan paling kuat diantara variabel lainnya. | The research entitled The Effect of Service Quality Factors on Customer Satisfaction of BTN Bank KC Cawang East Jakarta was carried out because there was a phenomenon of a significant decrease in Third Party Funds (DPK) for the last two years (2021-2022). This is interesting to study because DPK is an indicator of performance, company shares, and a symbol of bank stability that represents the quality of bank services provided to customers. Therefore, this research was conducted to analyze whether there is an influence between service quality on customer satisfaction. The SERVQUAL model theory developed by A. Parasuraman, Valarie A. Zeithaml, and Leonard L. Berry was used to determine the effect of the independent variable Service Quality (X), which consists of Reliability (X1), Responsiveness (X2), Assurance (X3), Empathy (X4), and Physical Evidence (X5) on the Customer Satisfaction variable (Y). The research method used is the ordinal logistic regression method. The results of the ordinal logistic regression study show that there is a sign (+) on each variabel Reliability, Responsivness, Assurance, Emphaty, and Tangibles which is interpreted, if Bank BTN KC Cawang applies service quality Variables, the bank has a tendency to get higher customer satisfaction than banks that do not apply in their services. According to the findings of this thesis, each independent variable and dependent variable, namely the Reliability (X1), Responsiveness (X2), Assurance (X3), Empathy (X4), and Physical Evidence (X5) variables, as well as the Customer Satisfaction (Y) variable, have a frequency distribution value that tends to be satisfied with the Service Quality offered by Bank BTN KC Cawang East Jakarta. According to the results of the ordinal regression coefficient, the ordinal regression model used in this study was considered fit or appropriate, which means that this ordinal logistic regression model can be used to predict the effect between the Service Quality variables consisting of the variables Reliability (X1), Responsiveness (X2), Assurance (X3), Empathy (X4), and Physical Evidence. According to the findings, the Simultaneous Likelihood Test revealed that all Service Quality characteristics (X) had an effect on Customer Satisfaction (Y). According to the Wald test, the variables Reliability (X1), Responsiveness (X2), Assurance (X3), and Empathy (X4) all have a partial effect on the Customer Satisfaction variable (Y). Meanwhile, the Physical Evidence variable (X5) has little effect on Customer Satisfaction (Y). Furthermore, the study concludes that the Responsiveness variable (X2) has the biggest and most favorable influence over the other factors. | |
| 40890 | 42944 | G1A020037 | PENGARUH RENANG BERBAGAI INTENSITAS TERHADAP KADAR HDL-LDL PADA TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL OBESITAS | Latar Belakang – Induksi High Fat Diet (HFD) pada tikus dapat menyebabkan obesitas yang akhirnya dapat menurunkan kadar HDL dan meningkatkan kadar LDL. Salah satu upaya meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL penderita obesitas adalah dengan melakukan aktivitas fisik berupa renang. Renang berbagai intensitas berpotensi meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL. Tujuan – Mengetahui pengaruh latihan renang dengan intensitas yang bervariasi (ringan, sedang, dan berat) terhadap kadar HDL-LDL pada tikus (Rattus norvegicus) model obesitas. Desain Penelitian – Penelitian ini menggunakan true experimental dengan pendekatan posttest-only control group design. Jumlah sampel 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok 1 yang berisi tikus sehat serta kelompok 2, 3, 4, dan 5 berisi tikus yang diinduksi High Fat Diet (HFD) sehingga obesitas. Kelompok 1 dan 2 tidak diberi perlakuan renang, sedangkan kelompok 3, 4, dan 5 diberi perlakuan renang intensitas ringan, sedang, dan berat. Sampel darah diambil 3 hari setelah perlakuan renang terakhir dan diperiksa menggunakan metode kolometri enzimatik. Data dianalisis menggunakan uji Oneway ANOVA. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan renang berbagai intensitas dapat menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL secara signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai p = 0,00 (p<0,05). Kadar LDL (36,00 ± 3,91) dan HDL (52,00 ± 4,69) paling baik setelah perlakuan adalah pada kelompok renang intensitas sedang. Kesimpulan – Renang berbagai intensitas dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL pada tikus (Rattus norvegicus) model obesitas dengan intensitas paling baik untuk menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL adalah intensitas sedang. | Background – High Fat Diet (HFD) induction in rats can cause obesity which can ultimately reduce HDL levels and increase LDL levels. One way to increase HDL levels and reduce LDL levels in obese sufferers is by doing physical activity, one of which is swimming. Swimming of various intensities has the potential to increase HDL levels and reduce LDL levels. Objective – To determine the effect of swimming training with varying intensities (light, moderate and strenouos) on HDL-LDL levels in rats (Rattus norvegicus) models of obesity. Research Design – This research is true experimental with a posttest-only control group design. The total samples was 25 male white Wistar rats which were divided into five groups. Group 1 contained healthy rats, while groups 2, 3, 4 and 5 containing rats which had been induced by a High Fat Diet (HFD) resulting in obesity. Groups 1 and 2 were not given swimming treatment, while groups 3, 4, and 5 were given light, moderate, and strenouos intensity swimming treatment. Blood samples were taken 3 days after the last swimming treatment and examined using the enzymatic colometry method. Data were analyzed using the Oneway ANOVA test. Results - The results of the study showed that swimming of various intensities could reduce LDL levels and increase HDL levels significantly between treatment groups with a value of p = 0.00 (p<0.05). The best LDL (36.00 ± 3.91) and HDL (52.00 ± 4.69) levels after treatment were in the moderate intensity swimming group. Conclusion – Swimming of various intensities can increase HDL levels and reduce LDL levels in rats (Rattus norvegicus) obesity models with the best intensity for reducing LDL levels and increasing HDL levels being moderate intensity. | |
| 40891 | 43014 | A1F019024 | PROFIL KONSUMEN PRODUK VITA NAS MINUMAN SARI BUAH NANAS | Kabupaten Pemalang mempunyai produk unggulan di bidang pangan, yaitu buah nanas madu. Keunggulan nanas madu adalah memiliki rasa yang lebih manis di banding nanas yang lainnya. Salah satu rumah produksi di Kabupaten Pemalang adalah Fan’s Food milik Ibu Fani Arsih yang terletak di desa Sikasur, Kecamatan Belik yang mengolah nanas madu menjadi olahan minuman nanas yaitu Vita Nas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil konsumen produk Vita Nas minuman sari buah nanas. Profil konsumen diidentifikasi berdasarkan domisili, jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan. Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap 100 orang responden yang memenuhi kriteria. Kuesioner disebarkan secara purposive sampling dengan kriteria responden telah berusia minimal 17 tahun dan pernah mengonsumsi produk Vita Nas minimal dua kali dalam tiga bulan terakhir. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas konsumen berdomisili di Kabupaten Pemalang (71%), berjenis kelamin perempuan (57%), berusia >40 tahun (47%), berpendidikan terakhir Sarjana/S1 (47%), bekerja sebagai PNS (33%), dan berpendapatan 1-3 juta rupiah (37%). | Pemalang Regency has a superior product in the food sector, namely honey pineapple. The advantage of honey pineapple is that it has a sweeter taste compared to other pineapples. One of the production houses in Pemalang Regency is Fan's Food owned by Mrs. Fani Arsih, located in Sikasur village, Belik District, which processes honey pineapple into a processed pineapple drink, namely Vita Nas. This research aims to describe the consumer profile of Vita Nas pineapple juice drinks. Consumer profiles are identified based on domicile, gender, age, highest level of education, employment and income. The research was conducted using a survey method of 100 respondents who met the criteria. Questionnaires were distributed using purposive sampling with the criteria that respondents were at least 17 years old and had consumed Vita Nas products at least twice in the last three months. The survey results show that the majority of consumers live in Pemalang Regency (71%), are female (57%), are >40 years old (47%), have a Bachelor's/S1 degree (47%), work as civil servants (33%), and income 1-3 million rupiah (37%). | |
| 40892 | 43025 | G1A020061 | PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP PADA PENGGUNAAN LANSOPRAZOLE DAN KOMBINASI LANSOPRAZOLE SUKRALFAT PADA PENDERITA DISPEPSIA DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang: Dispepsia merupakan sindrom saluran cerna atas yang memengaruhi kualitas hidup pasiennya. Pengobatan dispepsia dapat digunakan lansoprazole atau kombinasi lansoprazole sukralfat. Pemilihan penggunaan obat dispepsia dapat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien. RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto merupakan RS rujukan dengan kasus dispepsia menempati urutan 10 besar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kualitas hidup pasien dispepsia yang menggunakan lansoprazole dan kombinasi lansoprazole sukralfat Metode: Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional pada 136 pasien dispepsia di Bagian Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo yang terpilih secara purposif. Pasien pengguna lansoprazole sebanyak 68 orang dan pasien pengguna lansoprazole sukralfat sebanyak 68 orang. Data sekunder didapatkan dari rekam medis pasien dispepsia tahun 2023 yang dilanjutkan dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner Nepean Dyspepsia Index Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney (p < 0,05). Hasil: Karakteristik responden penelitian ini di dominasi oleh perempuan (69,9%), usia 56 – 65 tahun (27,9%), pendidikan terakhir SMA (33,8%), pekerjaan ibu rumah tangga (36%), penghasilan <Rp1.500.000 (65,4%), kualitas hidup di tingkat tidak dispepsia (56,6%). Berdasarkan analisis 136 data, tidak terdapat perbedaan signifikan kualitas hidup pada penggunaan lansoprazole dan kombinasi lansoprazole sukralfat pada penderita dispepsia di Bagian Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan p value 0,315. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien dispepsia yang diobati lansoprazole tidak berbeda dengan kualitas hidup pasien dispepsia yang diobati kombinasi lansoprazole sukralfat di Bagian Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Background: Dyspepsia is an upper gastrointestinal syndrome that affects patients’ quality of life. For dyspepsia treatment, lansoprazole or combination lansoprazole sucralfate can be used. The choice of dyspepsia medication influences the success of therapy and patient’s quality of life. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto District General Hospital is a referral with dyspepsia cases ranking in the top 10. Objective: This study aimed to determine the difference of quality of life in dyspepsia patients using lansoprazole and combination lansoprazole sucralfate. Methods: the methods used was observational analytics with cross-sectional design involving 136 dyspepsia patients in the Internal Medicine Department of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto District General Hospital was chosen purposively. Secondary data was obtained from medical records of dyspepsia patients in 2023 continued with collecting primary data using Nepean Dyspepsia Index Indonesia questionnaire. Data were analyzed using Mann-Whitney test (p < 0,05). Result: The characteristics of the respondents in this study are predominantly female (69.6%), age 56-65 years (27.9%), with a high school education (33.8%), housewives (36%), income < Rp1.500.000 (65.4%) and a quality of life at the non dyspeptic level (56.6). Based on analysis of 136 data, there is no significant difference in quality of life dyspepsia patients using lansoprazole and combination lansoprazole sucralfate in Internal Medicine Department Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto District General Hospital with a p value of 0,315 Conclusion: the quality of life of dyspepsia patients treated with lansoprazole do not differ from the quality of life of dyspepsia patients treated with a combination of lansoprazole and sucralfate in the Internal Medicine Department of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto District General Hospital | |
| 40893 | 43096 | B1A019144 | PERKEMBANGAN SIRIP PADA IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) DENGAN PENDEKATAN SECARA MORFOLOGI DAN EKSPRESI FGFR-1 | Ikan nilem (Osteochilus vittatus) merupakan ikan dari famili Cyprinidae yang tersebar di perairan Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Ikan ini membutuhkan sirip yang normal untuk melakukan mobilisasi, mencari makanan, menghindar dari predator, dan merespon perubahan lingkungan. Jumlah, bentuk, posisi pada tubuh dan tipe skeletal pendukung sirip ikan bervariasi menurut spesies. Penelitian tentang kronologi perkembangan sirip dan faktor-faktor yang berperan pada perkembangan tersebut masih terbatas. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode exploratory observation dengan tujuan (1) mengamati perkembangan morfologi sirip dorsal, kaudal, anal, dan abdominal, pada ikan nilem umur 0, 1, 2, 3, 4, 6, dan 8 minggu dph; (2) mengevaluasi ekspresi fgfr-1 pada sirip kaudal ikan nilem umur 0, 1, 2, 3, 4, 6, dan 8 minggu days post hatching (dph). Pada setiap waktu pengamatan digunakan 10 ekor ikan untuk evaluasi perkembangan morfologi sirip dan 100-300 ekor larva atau post-larva sebagai sumber RNA untuk evaluasi ekspresi fgfr-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat menetas, larva ikan nilem telah memiliki sirip pektoral. Perkembangan sirip lain dimulai setelah penetasan dengan urutan sirip kaudal, dorsal, anal dan abdominal. Ukuran sirip bertambah seiring pertambahan umur ikan diikuti dengan tertambahan jumlah ray. Pada umur 8 minggu setelah penetasan, jumlah ray pada sirip dorsal 19, kaudal 34, anal 8, dan sirip abdominal 9. Gen fgfr-1 terdeteksi pada sirip kaudal umur 1 – 8 minggu mengindikasikan pentingnya peranan gen tersebut dalam perkembangan sirip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampai dengan umur 8 minggu setelah penetasan, proses perkembangan sirip masih berlangsung. | Bonny-lipped barb (Osteochilus vittatus) is a member of Cyprinidae family that is distributed in the waters of Sumatra, Java and Kalimantan. This fish need normal fins to mobilize, find food, avoid predators and to respond to environmental changes. The fin number, shape, position on the body and their type of supporting skeletal are vary among species. Research on the chronology of fin development and the factors that play a role in this development is still limited. This research was carried out using the exploratory observation method with the aims of (1) observing the development of dorsal, caudal, anal and abdominal fin morphology in nilem fish aged 0, 1, 2, 3, 4, 6 and 8 weeks dph; (2) evaluating the expression of fgfr-1 in the caudal fin of the bonny-lipped bar aged of 0, 1, 2, 3, 4, 6, and 8 weeks dph. At each observation time, 10 fish were used to evaluate the development of fin morphology and 100-300 larvae or post-larvae were used as the source of RNA to evaluate fgfr-1 expression. The results showed that pectoral fins had developed at the time of hatching. Development of other fins begins after hatching in the order of caudal, dorsal, anal and abdominal fins. The size of the fins increases as the age of the fish increases, followed by an increase in the number of rays. At 8 weeks after hatching, the number of rays in the dorsal fin was 19, caudal 34, anal 8, and abdominal fin 9. The fgfr-1 gene was detected in the caudal fin aged 1 – 8 weeks, indicating the important role of this gene in fin development. The results of this research show that up to 8 weeks after hatching, the process of fin development is still ongoing. | |
| 40894 | 43095 | C1B020101 | ANALISIS PENGEOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI WISATA KALIANGET MANGUNAN | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif pada tempat Wisata Kalianget Mangunan, Kabupaten Banjarnegara. Berfokus pada pengelolaan sumber daya manusia yang ada di wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengelolaan sumber daya manusia dengan berfokus pada 4 aspek, yaitu pemberian motivasi, rekrutmen, pemberian upah, serta pelatihan dan pengembangan karrier. Selain 4 aspek tersebut, ada juga faktor penghambat pengelolaan sumber daya manusia baik eksternal maupun internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di wisata kalianget mangunan sudah diberlakukan dengan baik melalui pihak pengelola. Pemberian motivasi kepada karyawan dilakukan ketika rapat koordinasi rutinan setiap pekan. Proses rekrutmen dengan seleksi yang ketat untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas. pemberian upah dengan nominal minimum setiap bulan beserta bonus sesuai dengan jumlah pengunjung. Pelatihan dan pengembangan karrier didukung langsung oleh pemerintah setempat. Implikasi dari penelitian ini yaitu dengan 4 aspek tersebut ketika diberikan dengan baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Besar harapan penelitian ini menjadi rujukan dalam pengelolaan sumber daya manusia di tempat wisata | This research is a qualitative research on Kalianget Mangunan Tourism, Banjarnegara Regency. Focusing on the management of human resources in the tour. The purpose of this study is to determine the management of human resources by focusing on 4 aspects, namely providing motivation, recruitment, providing wages, and training and development of carriers. In addition to these 4 aspects, there are also factors that inhibit human resource management both externally and internally. The results showed that human resource management in kalianget mangunan tourism has been implemented properly through the manager. Motivating employees is done during the weekly coordination meeting. Recruitment process with strict selection to get quality human resources. giving wages with a minimum nominal every month along with bonuses according to the number of visitors. Carrier training and development is directly supported by the local government. The implication of this research is that the 4 aspects when given properly will produce quality human resources. It is hoped that this research will become a reference in the management of human resources in tourist attractions. | |
| 40895 | 43097 | F1B020100 | MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA FASILITAS PARKIR | Latar belakang penelitian ini berdasarkan pada observasi awal peneliti, yang melihat fasilitas parkir yang ada di bank BRI KC Purwokerto masih terbilang sempit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Manajemen Pelayanan dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta melihat bagaimana tanggapan dari nasabah terhadap fasilitas lahan parkir yang ada di bank BRI KC Purwokerto melalui indikator kualitas pelayanan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dekskriptif. Manajemen pelayanan pada fasilitas parkir di bank BRI KC Purwokerto dapat dilihat melalui teori fungsi manajemen George R. Terry, yaitu : Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Selain itu ditinjau melalui indikator kualitas pelayananan yang meliputi : Kemudahan, Kelengkapan, Kebersihan, Kerapihan, dan Kondisi Fungsi Fasilitas. Peniliti menyimpulkan bahwa secara umum fungsi manajemen di bank BRI KC Purwokerto sudah dilakukan oleh perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari perencanaan yang dibuat oleh bank BRI KC Purwokerto sudah cukup jelas dan juga pastinya sudah mempersiapkan hal yang digunakan untuk merealisasikan perencanaan tersebut, Namun di sisi lain ternyata indikator mengenai kualitas pelayanan dirasa kurang memuaskan untuk nasabah, karena masih terdapat banyak keluhan dari para nasabah atas fasilitas parkir yang tersedia saat ini. | The background to this research is based on the researcher's initial observations, which saw that the parking facilities at the BRI KC Purwokerto bank were still relatively narrow. This research aims to look at Service Management in improving service quality and see how customers respond to the parking facilities at BRI KC Purwokerto bank through service quality indicators. The method used in this research is a descriptive qualitative method. Service management at parking facilities at BRI KC Purwokerto bank can be seen through George R. Terry's theory of management functions, namely: Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Apart from that, it is reviewed through service quality indicators which include: Convenience, Completeness, Cleanliness, Neatness and Functional Condition of Facilities. The researcher concluded that in general the management functions at BRI KC Purwokerto bank were carried out by the company. This can be seen from the planning made by the BRI KC Purwokerto bank which is quite clear and has certainly prepared the things used to realize the plan. However, on the other hand, it turns out that the indicators regarding service quality are deemed unsatisfactory for customers, because there are still many complaints from customers regarding the parking facilities currently available. | |
| 40896 | 44959 | A1F019001 | PENGARUH BAHAN ENKAPSULAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA PENGAWET ALAMI NIRA BERBAHAN KULIT MANGGIS, KAYU NANGKA DAN KAPUR | Bahan alami kulit manggis, kayu nangka dan kapur menjadi kombinasi yang baik untuk dijadikan pengawet alami pada nira. Kulit manggis dan kayu nangka yang mengandung senyawa tanin dan fenol memiliki kemampuan menghambat bakteri Acetobacter aceti dan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini diawali dengan proses pembuatan ekstrak dari serbuk kulit manggis, kayu nangka dan kapur menggunakan metode ekstraksi maserasi. Setelah didapat ekstrak kemudian dilakukan proses pembuatan enkapsulan pengawet alami dengan menggunakan metode pengeringan foam mat drying. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis, konsentrasi dan kombinasi terhadap karakteristik enkapsulan pengawet alami nira yang dilihat dari analisis fisikokimia dan aktivitas antimikroba. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor bahan enkapsulan dan faktor konsentrasi bahan enkapsulan. Faktor bahan enkapsulan terdiri dari dekstrin, gum arab dan maltodekstrin, sedangkan faktor konsentrasi yang digunakan adalah 10%, 15% dan 20%. Variabel yang diamati meliputi kadar air, aktivitas air, kelarutan, pH, warna L*, aktivitas antimikroba, uji fitokimia kualitatif, dan uji fitokimia kuantitatif. Hasil penelitian terhadap bahan enkapsulan dekstrin memiliki nilai kadar air dan kelarutan terendah sebesar 7,51% dan 79,32% serta nilai total tanin tertinggi sebesar 10,91 mg TAE/g dan total fenolik sebesar 3,99 mg GAE/g sehingga dapat menghasilkan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan enkapsulan gum arab dan maltodekstrin. Perlakuan konsentrasi bahan enkapsulan memberikan hasil bahwa semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka nilai pH semakin rendah, sedangkan nilai warna L* semakin tinggi. Konsentrasi bahan enkapsulan 10% menghasilkan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi 15% dan 20%.Berdasarkan aktivitas antimikroba penggunaan dekstrin konsentrasi 10% (A1B1) memiliki zona hambat tertinggi. Zona hambat terhadap A.aceti sebesar 0,15 mm sedangkan S.cerevisiae sebesar 0,50 mm. | Natural ingredients mangosteen peel, jackfruit wood and lime are a good combination to be used as a natural preservative for sap. Mangosteen peel and jackfruit wood which contain tannin and phenolic compounds have the ability to inhibit the bacteria Acetobacter aceti and Saccharomyces cerevisiae. This research began with the process of making extracts from mangosteen peel powder, jackfruit wood and lime using the maceration extraction method. After obtaining the extract, the process of making a natural preservative encapsulant was carried out using the foam mat drying method. The aim of this research is to determine the type, concentration and combination of the characteristics of natural sap preservative encapsulants as seen from physicochemical analysis and antimicrobial activity. This research is an experimental study using a Completely Randomized Design (RAL) which consists of 2 factors, namely the encapsulant material factor and the encapsulant material concentration factor. The encapsulant material factors consist of dextrin, gum arabic and maltodextrin, while the concentration factors used are 10%, 15% and 20%. Variables observed included water content, water activity, solubility, pH, L* color, antimicrobial activity test, qualitative phytochemical test, and quantitative phytochemical test. The results of research on dextrin encapsulant material have the lowest water content and solubility values of 7.51% and 79.32% and the highest total tannin value of 10.91 mg TAE/g and total phenolics of 3.99 mg GAE/g so that it can produce higher antimicrobial activity compared to the encapsulant ingredients gum arabic and maltodextrin. The concentration treatment of the encapsulant material gave the result that the higher the concentration used, the lower the pH value, while the L* color value was higher. An encapsulant concentration of 10% produces higher antimicrobial activity compared to concentrations of 15% and 20%. Based on antimicrobial activity, the use of dextrin concentration of 10% (A1B1) has the highest zone of inhibition. The zone of inhibition for A.aceti is 0.15 mm while for S.cerevisiae is 0.50 mm. | |
| 40897 | 43099 | C0A021025 | Implementasi Nilai Mutu Pendidikan PAUD Dikmas Yang Berkosentrasi Pada Kemajuan Ilmu Pengetahuan | Pendidikan merupakan salah satu yang penting untuk memajukan suatu bangsa. Melalui pendidikan yang baik, diperoleh hal-hal baru sehingga dapat digunakan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Suatu bangsa apabila memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, tentunya mampu membangun bangsanya menjadi lebih maju. Oleh karena itu, setiap bangsa hendaknya memiliki pendidikan yang baik dan berkualitas. Usaha untuk mencapai tujuan pendidikan tidaklah mudah. Banyak kendala yang harus dihadapi oleh pendidikan di Indonesia. Salah satu kendalanya, adalah rendahnya mutu pendidikan di Indonesia yang membuat tujuan pendidikan belum tercapai secara maksimal. Pendidikan Indonesia yang sudah sekian lama berjalan masih terlihat kurang menampakkan hasil yang memuaskan.Rendahnya mutu pendidikan tersebut salah satunya disebabkan oleh proses pembelajaran yang kurang efektif. Pada hakikatnya pembelajaran di sekolah harus dilakukan secara efektif agar dapat menciptakan iklim belajar yang kondusif sehingga tercipta pembelajaran yang efektif. Untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif guru harus melaksanakan pembelajaran yang bermakna sehingga siswa tidak bosan. Dengan demikian pembelajaran efektif yang diterapkan disekolah diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Rendahnya nilai implementasi mutu pendidikan diIndonesia ini harus segera ditanggulangi supaya generasi yang akan datang tidak mengalami kerugian dan ketertinggalan yang tidak masuk akal. Hal tersebut yang membuat saya akan membahas laporan magang MBKM yang berjudul “implementasi nilai mutu pendidikan paud dikmas yang berkosentrasi pada kemajuan ilmu pengetahuan”. Alasan saya memilih judul tersebut dikarenakan masih rendahnya nilai mutu pendidikan di Indonesia ini, selain itu banyak sekali tenaga guru maupun yang lain belum sungguh-sungguh mengimplementasikan nilai mutu pendidikan di lingkungan sekolah. | Education is one of the important things for advancing a nation. Through good education, new things are obtained that can be used to create quality human resources. If a nation has quality human resources, it will certainly be able to develop its nation into a more advanced state. Therefore, every nation should have good and quality education. Efforts to achieve educational goals are not easy. There are many obstacles that education in Indonesia must face. One of the obstacles is the low quality of education in Indonesia which means that educational goals have not been achieved optimally. Indonesian education, which has been running for so long, still appears to be showing less than satisfactory results. One of the reasons for the low quality of education is the ineffective learning process. In essence, learning in schools must be carried out effectively in order to create a conducive learning climate so that effective learning can be created. To carry out effective learning, teachers must carry out meaningful learning so that students do not get bored. In this way, effective learning implemented in schools is expected to increase students' motivation and interest in participating in teaching and learning activities. The low value of implementing the quality of education in Indonesia must be addressed immediately so that future generations do not experience unreasonable losses and being left behind. This is what makes me want to discuss the MBKM internship report entitled "implementation of quality values of early childhood education and community education that concentrates on the advancement of knowledge". The reason I chose this title is because the value of quality education in Indonesia is still low, besides that, many teachers and others have not really implemented the value of quality education in the school environment. | |
| 40898 | 45374 | F1A020044 | Fenomena Pemanfaatan E-Wallet oleh Mahasiswa Rantau FISIP Unsoed di Era Digital | Perkembangan teknologi digital saat ini semakin pesat. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi internet atau generasi Z tidak asing lagi dengan perkembangan teknologi digital, salah satunya e-wallet. Penggunaan e-wallet sebagai metode pembayaran di kalangan mahasiswa, tak terkecuali mahasiswa rantau yang harus mengelola keuangannya dengan baik secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dari mahasiswa rantau terhadap e-wallet di era digital dan mendeskripsikan bagaimana mahasiswa rantau memanfaatkan e-wallet dalam kehidupan sehari-harinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap dua belas informan. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa rantau cenderung tertarik terhadap suatu hal yang praktis, modern, dan cepat sehingga mereka memiliki persepsi positif terhadap teknologi e-wallet. E-wallet banyak memberikan manfaat bagi mereka, seperti memudahkan saat bertransaksi, memberikan banyak promo saat berbelanja, membantu mereka menghemat pengeluarannya dengan adanya promo yang diberikan, dan berbagai manfaat lain dalam aktivitas sehari-hari. Berbagai kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan oleh e-wallet tidak lantas membuat pengeluaran mereka memburuk, mereka masih bisa mengontrol keuangannya dengan baik. Para informan juga mengaku membagikan pengalaman mereka dan merekomendasikan penggunaan e-wallet kepada orang-orang di sekitar mereka. | The development of digital technology is currently growing rapidly. Students as part of the internet generation or generation Z are familiar with the development of digital technology, one of which is e-wallet. The use of e-wallets as a payment method among students, including overseas students who must manage their finances well independently. This study aims to determine the perceptions of overseas students towards e-wallets in the digital era and describe how overseas students utilize e-wallets in their daily lives. The method used in this research is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews with twelve informants. Data analysis techniques are carried out interactively. The results of this study indicate that overseas students tend to be interested in something practical, modern, and fast so they have a positive perception of e-wallet technology. E-wallets provide many benefits for them, such as making it easier when transacting, providing many promos when shopping, helping them save their expenses with 2 the promos provided, and various other benefits in daily activities. The various facilities and benefits offered by e-wallets do not necessarily make their expenses worse, they can still control their finances well. The informants also admitted to sharing their experiences and recommending the use of e-wallets to people around them. | |
| 40899 | 43100 | D1A019019 | PENGARUH LEVEL NITROGEN DARI JENIS PUPUK ANORGANIK TERHADAP LUAS DAUN DAN WARNA DAUN RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum Cv. Mott) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level nitrogen yang berbeda dari jenis pupuk anorganik terhadap luas daun dan warna daun Rumput Odot (Pennisetum purpureum Cv. Mott). Materi penelitian yang digunakan adalah Rumput Odot, pupuk organik feses sapi perah dan pupuk anorganik yaitu urea, NPK, dan ZA. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pemberian level pupuk anorganik berbasis pada kandungan nitrogen urea yaitu 100 kg/defoliasi/ha, 200 kg/defoliasi/ha, dan 300 kg/defoliasi/ha dan cara pemberiannya masing-masing dicampur dengan 3 kg pupuk organik feses sapi perah. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian berbagai pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap warna daun dan luas daun Rumput Odot (Pennisetum purpureum Cv. Mott). Perlakuan yang memperoleh hasil rataan tertinggi terhadap luas daun Rumput Odot adalah pemberian pupuk anorganik jenis Amonium Sulfat (ZA) yaitu sebesar 71,85 cm^2/petak. Kesimpulan penelitian yaitu Pemberian pupuk ZA sebanyak 99 g/1,5 m^2/defoliasi atau 657,14 kg/ha/ defoliasi cenderung meningkatkan luas daun dan warna daun Rumput Odot (Pennisetum purpureum Cv. Mott). | This research aims to determine the nitrogen levels of different types of inorganic fertilizer on the leaf area and leaf color of Dwarf Napier Grass (Pennisetum purpureum Cv. Mott). The research materials used were Dwarf Napier Grass, organic fertilizer from dairy cow feces and inorganic fertilizers, namely urea, NPK and ZA. The research method used was a Completely Randomized Design (CRD). The level of inorganic fertilizer given was based on urea nitrogen content, namely 100 kg/defoliation/ ha, 200 kg/defoliation/ha, and 300 kg/defoliation/ha and the method of administration is each mixed with 3 kg of organic dairy cow feces fertilizer. The results of variance analysis showed that the application of various inorganic fertilizers had no significant effect on leaf color and leaf area of Dwarf Napier Grass (Pennisetum purpureum Cv. Mott). The treatment that obtained the highest average results on Dwarf Napier Grass leaf area was the application of inorganic fertilizer of the Ammonium Sulfate (ZA) namely 71.85 〖cm〗^2/plot. The conclusion of the research was that giving ZA fertilizer as much as 99 g/1.5 m^2/defoliation or 657.14 kg/ha/defoliation tends to increase the leaf area and leaf color of Dwarf Napier Grass (Pennisetum purpureum Cv. Mott). | |
| 40900 | 44960 | A1F019031 | Peningkatan Kualitas Produk Dodol Buah Jambu Biji Dengan Penerapan Metode QFD (Quality Function Deployment) | Dodol merupakan salah satu produk pangan semi basah yang memiliki rasa manis serta tekstur kenyal yang khas dan populer di Indonesia. Inovasi dodol yang banyak ditemui adalah dodol dengan aneka rasa buah salah satunya dodol jambu biji. UMKM Cahaya Bulan merupakan salah satu unit usaha yang memproduksi dodol dengan berbagai varian rasa buah termasuk jambu biji untuk memanfaatkan ketersediaan buah lokal yang ada. Permasalahan yang terjadi di UMKM Cahaya Bulan yaitu adanya keluhan konsumen tentang produk dodol jambu biji sehingga varian tersebut kurang diminati dan penjualannya tidak setinggi varian lainnya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas produk yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) yang merupakan praktik untuk merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap suara konsumen, dan menerjemahkan apa yang dibutuhkan konsumen menjadi apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2023 hingga Maret 2024 dan berlokasi di UMKM Cahaya Bulan serta Pulau Jawa dan Bali. Data pada penelitian ini diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 100 orang responden dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Metode pengambilan sampel secara Accidental Sampling Technique. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain wawancara, observasi, dan diskusi langsung untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Seluruh data yang diperoleh diolah menggunakan Microsoft Excel 2021 dan disimpulkan dengan matriks House of Quality. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 19 atribut yang melekat pada produk dan diketahui bahwa atribut yang menjadi prioritas utama yaitu menyediakan informasi tanggal kedaluwarsa, terdapat label halal pada kemasan, dan terdapat izin BPOM. Tingkat kepuasan konsumen terhadap produk dodol jambu biji Arulla dinilai masih rendah bila dibandingkan dengan produk pesaing, terutama pada tekstur, petunjuk penyimpanan, serta adanya izin BPOM. Strategi pengembangan produk dalam upaya peningkatan kualitas pada produk dodol jambu biji Arulla yang diprioritaskan adalah pengaturan formulasi produk dengan pertimbangan untuk menciptakan produk yang tidak lengket dan memiliki cita rasa serta aroma buah jambu biji yang menonjol, serta melengkapi informasi produk pada kemasan dan perbaikan desain untuk menciptakan produk yang dapat menarik perhatian konsumen. | Dodol is one of the semi-wet-food products with sweet taste and unique chewy texture which is popular in Indonesia. The innovation of dodol that usually found is dodol with the addition of fruits in their composition to enrich its flavor, for instance dodol with guava flavor addition. UMKM Cahaya Bulan is one of the business units that produces dodol with various of fruit flavors including guava to capitalize on the availability of existing local fruits. The problem that occurs in the UMKM Cahaya Bulan is that there are complaints from the customers about the product of guava dodol so its sales are not as high as other variants. Therefore, it is necessary to improve product quality that adapts to the needs of consumers. This research was conducted using the QFD (Quality Function Deployment) method which is a practice for designing a process in response to the voice of consumers, and translating what consumers need into what must be done to meet these needs. The research was done in UMKM Cahaya Bulan also in Java and Bali island from November 2023 until March 2024. The data in this study were obtained by distributing questionnaires to 100 respondents with pre-determined criteria. Interviews, observations, and direct discussions were also conducted to obtain the information needed in this study. The sampling methods were done in this study is Accidental Sampling Technique. All data obtained was processed using Microsoft Excel 2021 and concluded with the House of Quality matrix. The results showed that there are 19 attributes attached to the product and it is known that the attributes that are the top priority are providing expiration date information, the existence of a halal label on the packaging, and the existence of a BPOM permit. The level of consumer satisfaction with Arulla guava dodol products is still considered low when compared to competing products, especially in texture, storage instructions, and the existence of a BPOM number. Product development strategies as an effort to improve the quality of Arulla guava dodol products that are prioritized are setting product formulations with consideration to create products with less sticky texture and have a prominent guava flavor and aroma, as well as completing product information on packaging design improvements to create products that can attract consumer interest. |