Artikel Ilmiah : H1B020055 a.n. MUHAMMAD FARHAN DWI SAPUTRA

Kembali Update Delete

NIMH1B020055
NamamhsMUHAMMAD FARHAN DWI SAPUTRA
Judul ArtikelDAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KETERSEDIAAN AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIMANUK MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perubahan iklim merupakan suatu peristiwa dimana unsur-unsur iklim berupa suhu udara, curah hujan, dan tekanan udara meningkat secara bertahap dalam jangka waktu yang lama. Dalam jangka panjang, perubahan iklim yang semakin ekstrem dikhawatirkan dapat membahayakan kehidupan manusia. DAS Cimanuk, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 328/Menhut-II/2009, menjadi salah satu dari 108 DAS kritis di Indonesia. Salah satu permasalahan DAS Cimanuk adalah daerah kekeringan yang menyebabkan kekurangan air untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di atas, diperlukan analisa hidrologi untuk kajian
terhadap debit banjir eksisting yang pernah terjadi di wilayah DAS Cimanuk. Tujuan dari penelitian ini adalah (i)
untuk mengetahui tahapan pemodelan hidrologi pada DAS Cimanuk dengan menggunakan software HEC-HMS; (ii)
untuk mengetahui skenario perubahaan iklim menggunakan pendekatan scenario-neutral; (iii) untuk mengetahui
respon sensitivitas parameter DAS Cimanuk terhadap perubahan iklim.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yaitu data
geospasial DAS Cimanuk yang didapatkan dari situ DEMNAS serta data karakteristik DAS berupa data kondisi awal
DAS, data evapotranspirasi, data curah hujan observasi, data debit terukur, dan data evapotraanspirasi aktual.
Pemodelan hidrologi pada software HEC-HMS dengan metode simulasi yang dipilih adalah simple canopy, simple
surface, soil moisture accounting, clark’s unit hydrograph, exponential recession, dan muskingum routing. Serta
pendekatan scenario-neutral dilakukan menggunakan program RStudio.
Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil pemodelan hidrologi DAS Cimanuk dengan nilai percent bias
0,96% dan nash-sutcliffe -1,098. Pemodelan hidrologi DAS Cimanuk pada proses validasi menghasilkan koefisien
korelasi sebesar 0,48. Didapatkan skenario curah hujan sebanyak 130 simulasi pada skenario perubahan iklim
menggunakan data curah hujan. Hasil analisis sensitivitas DAS menunjukan bulan yang memiliki ketersediaan air yang tinggi terjadi pada rentang bulan Januari – April, sedangkan bulan yang berpotensi terjadi kekeringan ada pada rentang bulan September – Desember.
Abtrak (Bhs. Inggris)Climate change is an event where climate elements in the form of air temperature, rainfall and air pressure
increase gradually over a long period of time. In the long term, it is feared that increasingly extreme climate change
could endanger human life. Cimanuk Watershed, based on Minister of Forestry Decree No. 328/Menhut-II/2009,
becoming one of 108 critical watersheds in Indonesia. One of the problems of the Cimanuk watershed is the drought
area which causes a shortage of water to meet daily needs. Based on the problems that occurred above, hydrological
analysis is needed to study the existing flood discharge that has occurred in the Cimanuk watershed area. The
objectives of this research are (i) to determine the stages of hydrological modeling in the Cimanuk watershed using HEC-HMS software; (ii) to determine climate change scenarios using a scenario-neutral approach; (iii) to determine
the sensitivity response of Cimanuk watershed parameters to climate change.
This research was carried out using quantitative research methods using secondary data, namely geospatial data
for the Cimanuk watershed obtained from DEMNAS as well as watershed characteristics data in the form of initial
watershed condition data, evapotranspiration data, observed rainfall data, measured discharge data, and actual
evapotranspiration data. Hydrological modeling in HEC-HMS software with the simulation methods chosen are simple
canopy, simple surface, soil moisture accounting, Clark's unit hydrograph, exponential recession, and muskingum
routing. And a scenario-neutral approach was carried out using the RStudio program.
The result of this research is to obtain hydrological modeling results for the Cimanuk watershed with a percent
bias value of 0.96% and Nash-Sutcliffe -1.098. Hydrological modeling of the Cimanuk watershed in the validation
process produced a correlation coefficient of 0.48. A total of 130 rainfall scenarios were obtained for climate change
scenarios using rainfall data. The results of the watershed sensitivity analysis show that months with high water
availability occur in the January - April range, while months with the potential for drought occur in the September -
December range.
Kata kunciDAS Cimanuk, Ketersediaan Air, Perubahan Iklim, Pemodelan Hidrologi, Pendekatan Scenario-Neutral
Pembimbing 1Dr. Ing. Ir. Suroso, S.T., M.Sc.
Pembimbing 2Dr. Ardiansyah, S.TP., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2024-07-22 13:54:58.20753
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.