Artikel Ilmiah : I1C018073 a.n. HELENA VIANI WAWA
| NIM | I1C018073 |
|---|---|
| Namamhs | HELENA VIANI WAWA |
| Judul Artikel | Pengaruh Edukasi Apoteker Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Swamedikasi Obat Pada Anak Di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Apabila tidak didasari dengan pengetahuan, dapat terjadi kesalahan pengobatan dalam melakukan swamedikasi. Pemberian edukasi apoteker pada penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang swamedikasi obat pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi apoteker terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang swamedikasi pada anak. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test post-test. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 33 responden. Skor pengetahuan responden pte-test dan post-test dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Penelitian ini menunjukan bahwa saat pre-test 52% responden mempunyai pengetahuan yang baik, 45% responden mempunyai pengetahuan yang cukup dan 3% responden yang berpengetahuan kurang. Setelah diberikan edukasi oleh apoteker seluruh responden (100%) mengalami peningkatan pengetahuan menjadi baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukan adanya perbedaan nilai sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p=0,0001 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi oleh apoteker berpengaruh siginifikan terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang swamedikasi pada anak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Self-medication is an effort undertaken by the community to address mild complaints and illnesses, such as fever, pain, dizziness, cough, influenza, stomach pain, worm infestation, diarrhea, skin diseases, and others. If not based on knowledge, errors in treatment can occur in self-medication. The provision of pharmacist education in this research is to improve parents' knowledge about self-medication for children. The aim of this study is to analyze the effect of pharmacist education on the level of parents' knowledge about self-medication in children. This study uses a one-group pre-test post-test design. Sampling is done using purposive sampling technique. The sample used is 33 respondents. The pre-test and post-test respondent knowledge scores are analyzed using the Wilcoxon test. This research shows that in the pre-test, 52% of respondents had good knowledge, 45% had sufficient knowledge, and 3% had less knowledge. After being given education by the pharmacist, all respondents (100%) experienced an increase in knowledge to a good level. Based on the results of this research, there is a difference in values before and after being given education with a value of p=0.0001 (<0.05). Therefore, it can be concluded that pharmacist education has a significant effect on the level of parents' knowledge about self- medication for children in the Sudimara Village, Cilongok District, Banyumas Regency. |
| Kata kunci | Edukasi, Swamedikasi, Leaflet, Pengetahuan, Orang Tua. Education, Self-medication, Leaflet, Knowledge,Parents |
| Pembimbing 1 | Dr.apt. Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc |
| Pembimbing 2 | apt. Masita Wulandari Suryoputri, M.Sc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 80 |
| Tgl. Entri | 2023-11-27 11:16:08.790768 |