Artikel Ilmiah : A1C019062 a.n. RATU PRAMESHWARI

Kembali Update Delete

NIMA1C019062
NamamhsRATU PRAMESHWARI
Judul ArtikelKarakteristik Biopelet Karbonisasi Tongkol Jagung dan Sekam Padi Dengan Perekat Tepung Tapioka dan Tanah Liat
Abstrak (Bhs. Indonesia)Energi merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kebutuhan energi saat ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya populasi manusia. Akan tetapi, tidak dibarengi dengan cadangan energi yang mencukupi. Biopelet menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi. Biopelet dapat dibuat dari limbah seperti limbah tongkol jagung dan sekam padi yang pemanfaatanya belum optimal. Dalam pembuatan biopelet, perekat memiliki pengaruh penting dalam menentukan karakteristik.Tanah liat merupakan salah satu perekat anorganik yang memiliki daya rekat kuat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi bahan baku dan perekat terhadap karakteristik biopelet meliputi densitas, kadar abu, kadar air, volatil matter, laju massa pembakaran, dan shatter index.
Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah tongkol jagung dan sekam padi. Perekat yang digunakan merupakan kombinasi tapioka dan tanah liat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor komposisi bahan baku terdiri atas 60% tongkol jagung : 40% sekam padi, 75% tongkol jagung : 25% sekam padi, 90% tongkol jagung :10% sekam padi dan faktor komposisi perekat terdiri atas 25% tanah liat : 75% tapioka, 50% tanah lait : 50% tapioka, 75% tanah liat : 25 % tapioka. Perbandingan antara adonan bahan baku dan perekat adalah 85:15. Variabel yang diuji dalam penelitian ini adalah densitas, kadar abu, kadar air, volatil matter, laju massa pembakaran, dan shatter index. Data variabel dianalisis menggunakan analisis ragam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi bahan baku dan perekat berpengaruh nyata terhadap terhadap densitas, laju pembakaran, kadar air, kadar abu, dan volatil matter. Sedangkan pada shatter index tidak berpengaruh nyata. Perlakuan komposisi bahan baku dan perekat yang paling optimal untuk kadar air dan kadar abu adalah pada komposisi bahan baku 90% tongkol jagung : 10% sekam padi dan komposisi perekat 25% tanah liat : 75% tapioka. Karakteristik densitas, volatil matter, laju pembakaran, dan shatter index paling optimal pada komposisi bahan baku 60% tongkol jagung : 40% sekam padi dan komposisi perekat 75% tanah liat : 25% tapioka.
Abtrak (Bhs. Inggris)Energy is an important need for society which is used for daily needs. Current energy needs continue to increase along with the increase in human population. However, this is not accompanied by sufficient energy reserves. Biopellets are one solution to meet energy needs. Biopellets can be made from waste such as corn cobs and rice husks whose utilization is not yet optimal. In making biopellets, adhesive has an important influence in determining characteristics. Clay is an inorganic adhesive that has strong adhesion. This research aims to determine the effect of raw material and adhesive composition on biopellet characteristics including density, ash content, water content, volatile matter, combustion mass rate, and shatter index.
The raw materials used in this research were corn cobs and rice husks. The adhesive used is a combination of tapioca and clay. This research used a factorial completely randomized design (CRD) method. The raw material composition factor consists of 60% corn cobs: 40% rice husks, 75% corn cobs: 25% rice husks, 90% corn cobs: 10% rice husks and the adhesive composition factor consists of 25% clay: 75% tapioca, 50% clay: 50% tapioca, 75% clay: 25% tapioca. The ratio between raw material mixture and adhesive is 85:15. The variables tested in this research were density, ash content, water content, volatile matter, combustion mass rate, and shatter index. Variable data was analyzed using analysis of variance.
The research results show that the composition of raw materials and adhesives has a significant effect on density, burning rate, water content, ash content and volatile matter. Meanwhile, the shatter index has no real effect. The most optimal treatment of raw material and adhesive composition for water content and ash content is a raw material composition of 90% corn cobs: 10% rice husks and an adhesive composition of 25% clay: 75% tapioca. The characteristics of density, volatile matter, burning rate and shatter index are most optimal in the raw material composition of 60% corn cob: 40% rice husk and adhesive composition of 75% clay: 25% tapioca.
Kata kuncienergi, biopelet, karbonisasi, tongkol jagung, sekam padi, tanah liat, tapioka
Pembimbing 1Ropiudin, S.TP., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Dian Windy Dwiasi, S.Si., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman73
Tgl. Entri2023-11-22 11:23:09.147397
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.