Artikel Ilmiah : H1D008062 a.n. TRI WIJAYANTI

Kembali Update Delete

NIMH1D008062
NamamhsTRI WIJAYANTI
Judul ArtikelANALISIS PERSEPSI PENUMPANG TERHADAP KUALITAS
PELAYANAN KERETA API KELAS EKSEKUTIF DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS
(STUDI KASUS KA TAKSAKA)
Abstrak (Bhs. Indonesia)KA Eksekutif merupakan kereta api dengan tingkat tertinggi dalam kelas kereta api penumpang. KA Eksekutif memiliki performa dan fasilitas yang paling lengkap dan nyaman jika dibandingkan dengan kereta api kelas yang lain. Meskipun demikian, KA Eksekutif perlu meningkatkan kualitas pelayanannya agar para penumpangnya mendapatkan fasilitas dan kenyamanan yang setara dengan biaya yang telah dikeluarkan. Sesuai dengan Peraturan Presiden RI No. 53 Tahun 2012, pelayanan angkutan kereta api yang digunakan untuk menyelenggarakan kewajiban pelayanan publik harus memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut apa saja yang mempengaruhi tingkat kepuasan penumpang, menganalisis penilaian penumpang terhadap tingkat pelayanan saat ini dan tingkat harapan penumpang, menganalisis tingkat perbedaan/gap antara tingkat pelayanan saat ini dengan tingkat harapan penumpang serta atribut-atribut apa saja yang menjadi prioritas untuk direkomendasikan dalam upaya peningkatan kepuasan penumpang terhadap kualitas pelayanan jasa KA Eksekutif.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Gap Analysis. Acuan dari penelitian ini adalah Standar Pelayanan Minimum (SPM) dalam perjalanan kereta api antar kota berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 9 Tahun 2011. Pengumpulan data dilakukan melalui suatu wawancara untuk pengisian kuisioner kepada 100 orang responden penumpang kereta api eksekutif Taksaka yang telah melakukan perjalanan dengan kereta api tersebut minimal dua kali perjalanan.
Hasil analisa kuisioner dengan metode Importance Perfomance Analysis (IPA) menunjukan secara umum pelayanan kereta eksekutif Taksaka sudah dinilai baik oleh responden, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya atribut yang masuk dalam kuadran II sehingga perlu dipertahankan kinerjanya untuk saat ini. Atribut pelayanan yang menjadi prioritas utama yang perlu ditingkatkan pada parameter fasilitas kenyamanan di dalam kereta meliputi kebersihan toilet, ketersediaan air di toilet dan pengatur sandaran tempat duduk yang berfungsi baik. Atribut fasilitas khusus untuk penyandang cacat, wanita hamil, lanjut usia dan balita perlu diadakan/disediakan oleh operator karena penumpang menilai atribut ini sangat penting. Kualitas atribut pelayanan yang memiliki prioritas rendah untuk ditingkatkan meliputi lampu penerangan dalam kereta, fasilitas hiburan dan keberadaan pedagang asongan dalam kereta. Hasil analisa gap terbesar terdapat pada kinerja atribut fasilitas untuk penyandang cacat, lanjut usia, wanita hamil, dan balita, dengan nilai gap -4,67.
Abtrak (Bhs. Inggris)Executive train is a train with the highest level of passenger rail in the classroom. Executive train performance has the most complete facilities and comfort when compared to the other class train. Nonetheless, executive train need to be improved the quality of service that passengers get the facilities and comfort equal to the cost incurred. In accordance with Peraturan Presiden RI No. 53 tahun 2012, rail freight services are used to hold public service obligations must meet minimum service standards. The purpose of this study was to determine the attributes that influence the level of passenger satisfaction, passenger assessment to analyze the current level of service and the level of customer expectations, gap analysis between the current level of service with a level of customer expectations as well as the attributes of what is being priorities recommended in an effort to increase passenger satisfaction on the quality of executive train services.
The study was conducted by using the method of Importance Performance Analysis (IPA) and Gap Analysis. Reference of this study is the Minimum Service Standards (MSS) in the inter-city rail travel by the Minister of Transportation Regulation No.. 9 in 2011. The data was collected through an interview for filling the questionnaire to 111 respondents Taksaka passenger train executives who had traveled with the train traveling at least twice,with 100 reapondents are declared valid.
Results of questionnaires with analysis methods Importance Perfomance Analysis (IPA) is showed generally train services executive Taksaka already considered was good by the respondents, this is indicated by a number of attributes that fall into quadrant II, so it needs to be maintained for the current performance. Service attributes that a top priority for improvement in parameters leisure facilities on the train covers the toilet cleanliness, availability of water in the toilet, regulator seat that works well. Special facilities attribute for the disabled, pregnant women, elderly and young children need to be held or provided by the carrier as passengers assess this attribute is very important. Quality of service attributes that have low priorities include improved lighting for the railway, entertainment facilities and the presence of street vendors in the train. The largest gap analysis results on the performance attributes contained facilities for the disabled, pregnant women, elderly and young children, with a gap value of -4.67.
Kata kunci: kereta api eksekutif Taksaka, persepsi penumpang, Importance Performance Analysis, gap analysis, Standar Pelayanan Minimum
Pembimbing 1Dr. Gito Sugiyanto, S.T., M.T.
Pembimbing 2Paulus Setyo Nugroho, S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.