Home
Login.
Artikelilmiahs
41101
Update
MUHAMMAD NAUFAL FAZA
NIM
Judul Artikel
PENGEMBANGAN APLIKASI PERMAINAN “HAPPI” MENGGUNAKAN UNITY UNTUK ANAK USIA DINI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indonesia memiliki demografi yang sangat menguntungkan terhadap produktivitas negeri. Potensi anak dapat dikembangkan dengan berbagai metode, salah satunya adalah dengan melatih kemampuan logika anak. Kemampuan logika anak dapat dilatih dengan bermain game edukasi untuk menyimulasikan dan memecahkan masalah sehari-hari. Rata-rata anak Indonesia menghabiskan waktunya menggunakan gawai dan memiliki risiko kecanduan, maka orang tua dapat memanfaatkan waktu penggunaan gawai tersebut untuk hal yang lebih positif seperti memainkan game edukasi bersama anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah game edukasi yang dapat membantu perkembangan anak usia dini dalam bidang pendidikan. Pengembangan game “Happi” menggunakan metode GDLC yang memiliki empat tahap, yaitu pre-production, production, testing, dan post-production. Pada tahap ¬pre-production dibuat desain awal. Pada tahap production dibuat aset dan desain akhir. Pada tahap testing dilakukan pengujian terhadap game. Pada tahap post-production dilakukan perilisan game. Game dikembangkan dengan Unity untuk platform mobile demi memudahkan akses terhadap game tersebut di mana saja. Dalam “Happi” terdapat beberapa permainan seperti ping pong, teka-teki laser, permainan menghafal pola, dan permainan mengurutkan gambar. Hasil black box testing menunjukan hasil valid yang menunjukkan bahwa aplikasi sudah sesuai dengan desain pengembang aplikasi. Hasil UAT didapatkan nilai 93,5% yang termasuk kategori “sangat baik”. Hasil validasi ahli didapatkan nilai 79,17% yang termasuk kategori “sangat baik”. Menurut hasil tes kompatibilitas, aplikasi dapat berjalan dengan lancar pada sistem Android dengan level API 23 ke atas. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa game “Happi” dapat digunakan sebagai media pembelajaran homeschooling dengan baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia has a very advantageous demography suited for increased national productivity. Children’s potential may be developed through various methods, one of which is to train their logic. A child’s logical ability can be trained with educational games designed to simulate and solve daily problems. The average Indonesian child spends their time using gadgets and risks getting addicted, parents may use this to their advantage by investing in comparatively positive activities such as playing educational games along with their child This research aims to develop an educational game that can aid in the educational development of young children. The game “Happi” is developed using the GDLC method, which includes steps such as pre-production, production, testing, and post-production. An early design is produced during pre-production. Production includes creating assets and final designs. Testing is conducted to verify the game’s validity. Post-production is when the game gets released. The game is made with Unity for the mobile platform to facilitate ease of access. “Happi” includes several mini-games, which are ping pong, laser puzzles, a simon says game, and a picture ordering game. Black box testing shows all functions are valid, which shows that the resulting app has satisfied the developer’s design. UAT results in a grade of 93,5% which is categorized as “very good”. Expert validation results in a grade of 79,17% which is categorized as “very good”. Compatibility testing shows that the app runs well on Android versions with API level 23 and up. This research shows that “Happi” game is a suitable educational media for homeschooling.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save