Artikel Ilmiah : E1A020223 a.n. NADIA PUTRI ARDIYANTI

Kembali Update Delete

NIME1A020223
NamamhsNADIA PUTRI ARDIYANTI
Judul ArtikelPENGELOLAAN SAMPAH MELALUI BANK SAMPAH DI DESA KUTASARI, KECAMATAN BATURRADEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sampah menjadi masalah masyarakat karena banyaknya sampah di tempat umum, merugikan kesehatan dan lingkungan. Penanganan serius diperlukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, lingkungan, dan memanfaatkan sampah. Kegiatan pengurangan sampah, seperti Reduce, Reuse, Recycle (3R), ditekankan. Pemerintah mengatur pengelolaan sampah dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2021, menempatkan Bank Sampah sebagai pengelola utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana pengelolaan sampah melalui bank sampah yang ada di desa Kutasari serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Pendekatan hukum yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach). Penelitian dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, KSM ASRI dan Bank Sampah Inyong Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pengelolaan Sampah melalui Bank Sampah di Desa Kutasari, Baturraden, telah dilakukan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Bank sampah berhasil mengurangi volume sampah dengan inovasi, mengedukasi masyarakat. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan sampah melalui bank sampah di Desa Kutasari yaitu kebijakan, peran pemerintah dan sumber daya manusia. Untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah di Desa Kutasari, Baturraden, disarankan untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat tentang prinsip 3R, terutama dengan melibatkan lebih banyak program dan kegiatan sosialisasi. Evaluasi regulasi yang ada diperlukan untuk memastikan konsistensi dan kesesuaian dengan kebutuhan lokal. Pemerintah desa harus meningkatkan dukungan terhadap bank sampah dengan menyediakan fasilitas dan dukungan finansial. Untuk mengatasi kendala sumber daya manusia, program pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi anggota bank sampah dapat diimplementasikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Waste has become a public problem due to the large amount of waste in public places, detrimental to health and the environment. Serious measures are needed to improve public health, the environment, and utilize waste. Waste reduction activities, such as Reduce, Reuse, Recycle (3R), are emphasized. The government regulates waste management with the Minister of Environment and Forestry Regulation Number 14 of 2021, placing Waste Bank as the main manager. This research aims to find out and examine how waste management through waste banks in Kutasari village and to find out the obstacles faced in the implementation of waste management. The approach method used in this paper is the normative juridical approach method. The legal approach used is the statutory approach (statue approach). The research was conducted at the Banyumas Regency Environmental Service, KSM ASRI and Inyong Waste Bank in Kutasari Village, Baturraden District. From the results of the research it can be concluded that Waste Management through the Waste Bank in Kutasari Village, Baturraden, has been carried out with the 3R principle (Reduce, Reuse, Recycle). The waste bank succeeded in reducing the volume of waste with innovation, educating the community. The obstacles faced in the implementation of waste management through waste banks in Kutasari Village are policies, the role of government and human resources. To improve the effectiveness and sustainability of waste management through the Waste Bank in Kutasari Village, Baturraden, it is recommended to expand the reach of education to the community about the 3R principles, especially by involving more socialization programs and activities. Evaluation of existing regulations is needed to ensure consistency and suitability to local needs. Village governments should increase support for waste banks by providing facilities and financial support. To address human resource constraints, training and skills development programs for waste bank members can be implemented.
Kata kunciPengelolaan, Sampah, Bank Sampah.
Pembimbing 1Prof. Dr. Abdul Aziz Nasihuddin, SH.M.M.,M,H.
Pembimbing 2Dr. Kartono, S.H.,M.H.
Pembimbing 3Dr. Siti Kunarti, S.H.,M.Hum.
Tahun2024
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2024-05-16 14:00:40.545156
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.