Artikel Ilmiah : F1A019113 a.n. ARVINSA IKE MEIRESTYA

Kembali Update Delete

NIMF1A019113
NamamhsARVINSA IKE MEIRESTYA
Judul ArtikelPendidikan Seks pada Anak dalam Keluarga Single Parent
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan orang tua dengan status single parent memberikan pendidikan seks pada anak yang berbeda jenis kelamin di Desa Gemuruh Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deksriptif. Sasaran penelitian menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini sebanyak 3 single parent dan 3 anaknya yang berbeda jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian single parent memilih momen memandikan anaknya sebagai waktu yang paling cocok untuk memberikan pendidikan seks. Selain itu mereka juga mengalami beberapa kendala seperti kesulitan menjelaskan materi tentang masa pubertas dan reproduksi, single parent dan anaknya sama-sama malu membicarakan tentang pubertas dan reproduksi, dan orang tua hanya memahami mekanisme pubertas dan reproduksi sesuai dengan jenis kelamin orang tua. Artinya single parent laki-laki hanya memahami proses reproduksi laki-laki saja, dan sebaliknya. Single parent melakukan beberapa upaya untuk mengatasi masalah tersebut, seperti menjelaskan pendidikan seks menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak, lebih sering meluangkan waktunya bersama anak supaya lebih terbuka mengenai masalah pribadi, dan mempelajari materi-materi pendidikan seks untuk anak laki-laki dan perempuan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to describe parents with single parent status providing sex education to children of different sexes in Gemuruh Village, Bawang District, Banjarnegara Regency. This study uses a descriptive qualitative method. The research objective uses a purposive sampling method. Data was collected using observation, interview, and documentation methods. The informants of this study were 3 single parents and 3 children of different sexes. The results showed that some single parents chose the moment of bathing their child as the most suitable time to provide sex education. In addition, they also experience several obstacles such as difficulty explaining material about puberty and reproduction, single parents and their children are both embarrassed to talk about puberty and reproduction, and parents only understand the mechanism of puberty and reproduction according to the sex of the parents. This means that male single parents only understand the male reproductive process, and vice versa. Single parents make several efforts to overcome this problem, such as explaining sex education using language that children can easily understand, spending more time with children so they are more open about personal issues, and studying sex education materials for boys and girls.
Kata kuncipendidikan seks, single parent, beda jenis kelamin
Pembimbing 1Dr. Nanang Martono, M.Si
Pembimbing 2Ankarlina Pandu Primadata, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman2
Tgl. Entri2023-08-08 21:39:29.327346
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.