Artikelilmiahs
Menampilkan 37.981-38.000 dari 48.974 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37981 | 40686 | A1D019196 | APLIKASI PUPUK ORGANIK HAYATI TERHADAP KERAGAAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA TANAH ANDISOL BATUR JAWA TENGAH | Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas golongan umbi-umbian yang membutuhkan lebih banyak fosfor (P). Tanah Andisol mempunyai beberapa sifat yang menjadi kendala untuk pertumbuhan tanaman, ialah retensi hara P yang cukup tinggi. Pupuk organik hayati merupakan pupuk organik yang diperkaya agensi hayati seperti mikroba pelarut fosfat yang dapat menyediakan hara P bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keragaan vegetatif tanaman kentang akibat aplikasi pupuk organik hayati pada tanah Andisol, dan (2) mengetahui keragaan reproduktif tanaman kentang akibat aplikasi pupuk organik hayati pada tanah Andisol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor P0 = cara konvensional petani (kotoran ayam 20 ton/ha, phonska 1 ton/ha dan ZA 250 kg/ha) dan P1 = paket pemupukan (Pupuk organik hayati 20 ton/ha & Pupuk Urea 300 kg/ha, SP-36 500 kg/ha KCl 300 kg/ha, dan Kapur 200 kg/ha). Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot umbi, volume umbi, diameter umbi, panjang umbi, kandungan pati dan kandungan gula. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi POH dapat meningkatkan tinggi tanaman kentang sebesar 15% (63,18 cm) dan jumlah daun sebesar 93% (116,6 helai). Aplikasi POH dapat meningkatkan bobot umbi kentang 17% (561,8 gram), volume umbi 86% (72,37 mm3), diameter umbi 14% (5,67 cm), panjang umbi 7% (7,39 cm). Aplikasi POH juga dapat meningkatkan kandungan gula sebesar 8,8% (1,36%) dan kandungan pati 4,6% (26,71 %) | Potato (Solanum tuberosum L.) is a tuberous commodity that requires more phosphorus (P). Andisol soils have several properties that are obstacles to plant growth, namely high P nutrient retention. Biological organic fertilizer is an organic fertilizer enriched with biological agents such as phosphate solubilizing microbes that can provide P nutrients for plants. This study aims to (1) determine the vegetative performance of potato plants due to the application of bio-organic fertilizer on Andisol soil and (2) determine the reproductive performance of potato plants due to the application of bio-organic fertilizer on Andisol soil. The experimental design used was a randomized block design (RBD) with factor P0 = conventional (chicken manure 20 tons/ha, phonska 1 ton/ha, and ZA 250 kg/ha) and P1 = fertilization (POH 20 tons/ha, fertilizer Urea 300 kg/ha, SP-36 500 kg/ha, KCl 300 kg/ha, and Lime 200 kg/ha). Observed variables included plant height, number of leaves, number of tubers, tuber weight, tuber volume, tuber diameter, tuber length, starch content, and sugar content. The results showed that the application of biological organic fertilizer increased plant height by 15% (63.18 cm), the number of leaves by 93% (116.6 blades), tuber weight by 17% (561.8 g/plant), tuber volume by 86% (72,37 mm3), and tuber diameter by 14% (5.6 cm). Also, the application of biological organic fertilizer increases sugar content by 8.8% (1.36%) and starch content by 4.6% (26.71 %) | |
| 37982 | 40685 | A1D019198 | FISIOLOGI DUA VARIETAS TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA VARIASI JENIS MEDIA DAN LARUTAN NUTRISI HIROPONIK SISTEM NFT | Selada merupakan sayuran yang memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Budidaya selada dapat dilakukan secara hidroponik NFT. Media tanam dan larutan nutrisi yang tepat akan menentukan produksi selada. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mengkaji respon fisiologi dua varietas tanaman selada pada variasi jenis media tanam hidroponik sistem NFT, mengetahui dan mengkaji respon fisiologi dua varietas tanaman selada pada variasi jenis larutan nutrisi hidroponik sistem NFT, mengetahui dan mengkaji kombinasi terbaik dari fisiologi dua varietas tanaman selada pada jenis media dan larutan nutrisi. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk kering, kadar kehijauan daun, kadar klorofil, kadar antosianin, dan tajuk segar. Rancangan percobaan menggunakan Split-Split Plot Design dengan 3 faktor: Nutrisi (N) sebagai petak utama terdiri dari: N1= AB Mix dan N2 = POC. Jenis varietas (V) sebagai anak petak terdiri dari: V1 = selada hijau dan V2 = selada merah. Jenis Media tanam (M) sebagai anak-anak petak terdiri dari 2: M1 = Rockwool dan M2 = Kompos. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji DMRT. Perbedaan jenis media menunjukkan peningkatan kadar antosianin sebesar 7,25 ppm pada media rockwool. Perbedaan jenis larutan nutrisi menunjukkan peningkatan kadar kehijauan daun sebesar 26,92 unit SPAD dan kadar klorofil sebesar 12,77 mg/g pada pemberian nutrisi AB Mix. Jenis nutrisi dan varietas menunjukkan adanya interaksi terhadap kadar antosianin, interaksi terbaik masing-masing varietas, yaitu selada hijau dengan pemberian nutrisi POC yang menghasilkan kadar antosianin sebesar 6,97 ppm, dan varietas selada merah menghasilkan kadar antosianin yang sama baiknya pada pemberian AB Mix maupun POC dengan rata-rata 7,37 ppm. Tidak terdapat interaksi terbaik antara jenis nutrisi, varietas, dan media tanam terhadap fisiologi tanaman selada. | Lettuce is a vegetable that has nutritional content that is beneficial for the body. Lettuce cultivation can be done in NFT hydroponics. The right planting media and nutrient solution will determine the production of lettuce. This study aims to determine and examine the physiological response of two varieties of lettuce plants on variations in the type of NFT system hydroponic planting media, determine and examine the physiological response of two varieties of lettuce plants on variations in the type of NFT system hydroponic nutrient solution, determine and examine the best combination of physiology of two varieties of lettuce plants on the type of media and nutrient solution. Variables observed: plant height, number of leaves, leaf area, fresh root weight, dry root weight, dry crown weight, leaf greenness content, chlorophyll content, anthocyanin content, and fresh crown. The experimental design used Split-Split Plot Design with 3 factors: Nutrients (N) as the main plot consisted of: N1= AB Mix and N2 = POC. Type of varieties (V) as subplots consisted of: V1 = green lettuce and V2 = red lettuce. Type of planting media (M) as subplots consisted of 2: M1 = Rockwool and M2 = Compost. Data were analyzed using ANOVA and DMRT test. Different types of media showed an increase in anthocyanin levels by 7.25 ppm on rockwool media. Different types of nutrient solutions showed an increase in leaf greenness levels by 26.92 SPAD units and chlorophyll levels by 12.77 mg/g in AB Mix nutrition. The type of nutrients and varieties showed an interaction on anthocyanin levels, the best interaction of each variety, namely green lettuce with POC nutrition that produces anthocyanin levels of 6.97 ppm, and red lettuce varieties produce anthocyanin levels that are equally good at giving AB Mix and POC with an average of 7.37 ppm. There is no best interaction between the type of nutrients, varieties, and planting media on the physiology of lettuce plants. | |
| 37983 | 44289 | G1A020113 | PERBANDINGAN DEFISIT NEUROLOGIS PADA PASIEN SNH ONSET HIPERAKUT SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPATKAN OBAT TROMBOLISIS INTRAVENA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang: Trombolisis intravena merupakan pilihan utama manajemen spesifik dan berperan dalam penurunan defisit neurologis pada stroke non-hemoragik onset hiperakut. Trombolisis intravena menggunakan rt-PA akan membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat dan meningkatkan perfusi ke area penumbra pada pasien SNH hiperakut. Tujuan: Mengetahui perbandingan defisit neurologis pasien SNH onset hiperakut sebelum dan sesudah mendapatkan obat trombolisis intravena di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan data sekunder dari rekam medis NIHSS pasien SNH hiperakut yang mendapat obat trombolisis intravena di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dari Januari 2021 sampai Oktober 2023. Responden pada penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 33 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Dari 33 responden yang mendapatkan trombolisis intravena, terdapat 29 responden dengan luaran membaik dan 4 responden dengan luaran memburuk. Hasil uji Friedman didapatkan p-value <0.05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara defisit neurologis sebelum dan sesudah mendapatkan obat trombolisis intravena. Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara defisit neurologis sebelum sebelum dan sesudah pemberian obat trombolisis intravena di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan hasil luaran secara umum membaik. | Background: Intravenous thrombolysis is the main choice for specific management and play a roles in reducing neurologic deficit in hyperacute non-haemorrhagic stroke. Intravenous thrombolysis using rt-PA will recanalizes the occluded vessel and increases the perfusion to the ischemic penumbra area in hyperacute NHS patients. Objective: To determine comparison of neurologic deficit in hyperacute onset NHS before and after receiving intravenous thrombolysis drug at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. Methods: An analytical descriptive study using cross-sectional approach with secondary data from the NIHSS medical record of hyperacute NHS patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto from January 2021 until October 2023. The thirty-three respondents who fulfilled the inclusion and exclusion criteria in this study were collected using purposive sampling method. Results: Out of 33 respondents, there were found 29 respondents with good outcome and 4 respondents with poor outcome. The Friedman test result showed a p-value <0,05 meaning there were significant difference between neurologic deficit before and after receiving intravenous thrombolysis. Conclusion: There is a difference between neurologic deficit before and after receiving intravenous thrombolysis drug at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto with generally improving outcome. | |
| 37984 | 44867 | H1A020079 | Rancang Bangun Sistem Equalizing Pump Menggunakan PLC Omron Dengan HMI Pada PT. Papertech Indonesia | Sistem Equalizing merupakan suatu proses yang digunakan untuk menampung air sebelum dilanjutkan ke proses selanjutnya yaitu mentransfernya ke lokasi aerasi. Sistem equalizing berfungsi untuk memfilter air limbah yang masih bercampur dengan sampah. Sistem ini biasanya digunakan dalam industri manufaktur yang mana sistem tersebut melibatkan beberapa komponen berupa sensor dan aktuator. Sistem Equalizing bekerja sesuai pengaturan kondisi air pada tanki penyimpanan. Terdapat dua kondisi eksekusi sistem berdasarkan ketinggian air yaitu kondisi HIGH dan LOW. kondisi pertama ketika air pada tanki penyimpanan dalam keadaan HIGH maka akan menjalankan 2 motor. Kondisi kedua ketika air pada tanki penyimpanan dalam keadaan LOW maka kedua motor akan otomatis berhenti sampai air kembali dalam kondisi HIGH. Disamping itu terdapat satu penggerak motor yang berfungsi untuk mengaduk air dalam tanki penyimpanan yang berfungsi agar air limbah tidak mengendap. Dalam penerapannya sistem equalizing ini akan dikembangkan dari semi auto menjadi otomatis dengan menggunakan PLC omron dengan display HMI sebagai interface. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa alat sudah sesuai dengan standar ketentuan yang ditetapkan. Untuk delay antar motor sudah memenuhi target yaitu 10 detik dan 15 detik, serta penerapan sistem keamanan juga sudah diterapkan dengan menggunakan buzzer serta lampu indikator | The Equalizing System is a process used to collect water before proceeding to the next process, namely transferring it to the aeration location. The equalizing system functions to filter waste water that is still mixed with rubbish. The system involves several components in the form of sensors and actuators. The Equalizing system works according to the water condition settings in the storage tank. There are two system execution conditions based on water level, namely HIGH and LOW conditions. The first condition is when the water in the storage tank is HIGH, it will run 2 motors. The second condition is when the water in the storage tank is LOW, the two motors will automatically stop until the water returns to HIGH condition. Apart from that, there is a motor that functions to stir the water in the storage tank so that the waste water does not settle. In its implementation, this equalizing system will be developed from semi-auto to automatic using an Omron PLC with an HMI display as an interface. In this research, the results showed that the tool was in accordance with the stipulated standards. The delay between motorbikes has met the target of 10 seconds and 15 seconds, and a security system has also been implemented using buzzers and indicator lights. | |
| 37985 | 45272 | D1A020032 | UJI AKURASI PENDUGAAN BOBOT BADAN SEBAGAI DASAR SELEKSI KAMBING BETINA KEJOBONG DAN JAWARANDU DI KELOMPOK TANI TERNAK KABUPATEN PURBALINGGA | Uji Akurasi Pendugaan Bobot Badan sebagai Dasar Seleksi Kambing Betina Kejobong dan Jawarandu di Kelompok Tani Ternak Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian adalah mengetahui ukuran linier tubuh kambing betina Kejobong dan Jawarandu untuk menduga bobot badannya dan menguji akurasi rumus pendugaan bobot badan menggunakan rumus Regresi berganda, Winter, Ningsih, dan Schrool sebagai dasar seleksi kambing betina Kejobong dan Jawarandu. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu pengukuran dilakukan pada ternak kambing betina Kejobong dan kambing Jawarandu umur 12-18 bulan, masing-masing sebanyak 35 ekor. Variabel yang diamati adalah panjang badan (X1), lingkar dada (X2), tinggi pundak (X3), dan bobot badan (Y). Uji t Student digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata antara bobot badan kambing betina Kejobong dan Jawarandu. Hasil penelitian menunjukkan kambing Kejobong betina umur 12-18 bulan memiliki rataan panjang badan 59,29 ± 4,03 cm, lingkar dada 70,88 ± 4,89 cm, tinggi pundak 67,77 ± 4,12 cm, dan bobot badan 24,21 ± 3,75 kg., kambing Jawarandu betina umur 12-18 bulan memiliki rataan panjang badan 61,69 ± 4,10 cm, lingkar dada 73,26 ± 5,05 cm, tinggi pundak 69,74 ± 3,73 cm, dan bobot badan 28,34 ± 4,04 kg. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan regresi berganda kambing Kejobong betina umur 12-18 bulan bobotnya dapat diduga dengan persaamaan regresi Y = -14,848 – 0,003(X1) + 0,409(X2) + 0,147(X3), sedangkan kambing Jawarandu betina umur 12-18 bulan bobotnya dapat diduga dengan persaamaan regresi Y= -8,989 + 0,096(X1) + 0,56(X2) – 0,138(X3). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa ukuran tubuh dan bobot badan kambing Kejobong relatif lebih kecil dibanding kambing Jawarandu pada umur 12-18 bulan. Tingkat akurasi pendugaan bobot badan kambing betina Kejobong dan Jawarandu umur 12-18 bulan berturut-turut dari yang tertinggi yaitu rumus Regresi berganda, Winter, Ningsih, dan Schrool. | Accuracy Test for Estimating Body Weight as a Basis for Selection of Kejobong and Jawarandu Female Goats in Livestock Farmer Groups in Purbalingga Regency. The aim of the research was to determine the linear body size of Kejobong and Jawarandu female goats and test the accuracy of the formula for estimating body weight using the multiple regression, Winter, Ningsih, and Schrool formulas as the basis for selecting Kejobong and Jawarandu female goats. The sampling technique used purposive sampling, namely measurements were carried out on 35 female Kejobong and Jawarandu goats aged 12-18 months, each. The variables observed were body length (X1), chest circumference (X2), shoulder height (X3), and body weight (Y). The results showed that female Kejobong goats aged 12-18 months had an average body length of 59.29 ± 4.03 cm, chest circumference of 70.88 ± 4.89 cm, shoulder height of 67.77 ± 4.12 cm, and body weight of 24 .21 ± 3.75 kg., female Jawarandu goats aged 12-18 months have an average body length of 61.69 ± 4.10 cm, chest circumference 73.26 ± 5.05 cm, shoulder height 69.74 ± 3.73 cm, and body weight 28.34 ± 4.04 kg. Based on the results of research using multiple regression, the weight of female Kejobong goats aged 12-18 months can be estimated using the regression equation Y = -14.848 – 0.003(X1) + 0.409(X2) + 0.147(X3), while the weight of female Jawarandu goats aged 12-18 months can be estimated with the regression equation Y= -8.989 + 0.096(X1) + 0.56(X2) – 0.138(X3). Based on the research results, it can be concluded that the body size and body weight of Kejobong goats are relatively smaller than Jawarandu goats at the age of 12-18 months. The level of accuracy in estimating the body weight of female Kejobong and Jawarandu goats aged 12-18 months was respectively the highest, namely the multiple regression formula, Winter, Ningsih, and Schrool. | |
| 37986 | 40687 | C1B019018 | Penguatan Tata Kelola Zakat, Infak, dan Sedekah pada Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di Banyumas : Studi Kasus Penerapan Prinpsip2 Good Corporate Governance pada Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Irsyad Al-Islamiyah Purwokerto | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis studi kasus di Lembaga Amil Zakat Al-Irsyad di Purwokerto. Judul penelitian ini adalah "Penguatan Tata Kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS): Studi Kasus Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Pada Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan prinsi-prinsip Good Corporate Governance serta kendala yang dihadapi pada LAZ Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Direktur dan manajer kelembagaan. Sampel pada penelitian ini adalah direktur dan manajer kelembagaan. Bedasarkan hasil penelitian dan analisis data kualitatif Miles dan Huberman menunjukan bahwa: (1) LAZ Al-Irsyad Al-Islamiyyah telah melebarkan sayapnya menjadi Lembaga Amil Zakat tingkat nasional sesuai dengan S.K Menteri Agama RI Nomor 949 tahun 2020, (2) LAZ Al-Irsyad Al-Islamiyyah telah melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Goverance dari KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance), (3) Dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Goverance, LAZ Al-Irsyad Al-Islamiyyah juga mengalami berbagai kendala. Dalam menghadapi kendala, LAZNAS Al-Irsyad perlu melakukan langkah-langkah seperti meningkatkan daya saing kompensasi, memberikan insentif non-finansial, edukasi dan sosialisasi yang intensif kepada donatur mengenai pentingnya pengelolaan zakat yang lebih terstruktur, kolaborasi dengan komunitas, menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan program magang, praktek kerja, atau pengajaran tentang Good Corporate Governance, melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebijakan rekrutmen dan budaya organisasi yang ada, serta promosi hasil dan dampak positif. | This study is a qualitative research of a case study conducted at the Zakat Collection Institution, Al-Irsyad in Purwokerto. The title of this research is "Strengthening the Governance of Zakat, Infak, and Sedekah (ZIS): A Case Study on the Implementation of Good Corporate Governance Principles at the Zakat Collection Institution (LAZ) Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto." The aim of this research is to determine the extent of the implementation of Good Corporate Governance principles and the challenges faced by LAZ Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto. The data collection methods used in this study include interviews and documentation. The population of this research consists of the Director and Institutional Managers, and they were also the sample of this research. Based on the research findings and qualitative data analysis using Miles and Huberman's approach, it was found that: (1) LAZ Al-Irsyad Al-Islamiyyah has implemented Good Corporate Governance principles from the National Committee on Governance Policy (KNKG), (2) In implementing Good Corporate Governance principles, LAZ Al-Irsyad Al-Islamiyyah has also faced various challenges. To address these challenges, LAZ Al-Irsyad needs to take several steps, such as enhancing the competitiveness of compensation, providing non-financial incentives, conducting intensive education and socialization to donors regarding the importance of structured zakat management, collaborating with communities, establishing partnerships with universities and educational institutions to develop internship programs, practical work experience, or teaching on Good Corporate Governance, conducting regular evaluations of recruitment policies and organizational culture, and promoting the positive outcomes and impacts. | |
| 37987 | 40688 | K1B018024 | Aplikasi Model Kompartemen pada Laporan Keuangan PT Kereta Api Indonesia | Pada penelitian ini, dibentuk model laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia menggunakan model dua kompartemen dengan pemasukan sebagai kompartemen pertama dan pengeluaran sebagai kompartemen kedua. Pada kompartemen pertama, terdapat dua materi yang masuk berupa modal dan pendapatan, sedangkan materi yang keluar berupa biaya operasional dan biaya nonoperasional. Pada kompartemen kedua, terdapat dua materi yang masuk berupa biaya operasional dan biaya nonoperasional, sedangkan materi yang keluar berupa pendapatan. Model yang terbentuk berupa sistem persamaan diferensial linier homogen yang diselesaikan secara kuantitatif menggunakan metode matriks. Analisis perilaku model menggunakan data laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia tahun 2015 – 2021 dan akurasi model menggunakan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemasukan lebih besar dari jumlah pengeluaran dan mengalami peningkatan seiring berjalannya kegiatan operasional. Oleh karena itu, perusahaan terus mendapatkan keuntungan untuk menunjang pertumbuhan perusahaan. Analisis akurasi model menggunakan MAPE menunjukkan bahwa model laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia dapat dikatakan baik dan layak. | In this study, a model of PT Kereta Api Indonesia's financial statements will be established. The model used is a two-compartment model with income as the first compartment and expenditure as the second compartment. In the first compartment, there are two in coming materials in the form of capital and income, while out coming materials is in the form of operational costs and non- operational costs. In the second compartment, there are two in coming materials in the form of operational costs and non-operational costs, while out coming materials is in the form of income. The model formed is a system of homogeneous linear differential equations which are solved quantitatively using the matrix method. Model behavior analysis uses PT Kereta Api Indonesia financial report data for 2015 – 2021 and model accuracy uses MAPE. The results of the study show that the total income is greater than the total expenditure and has increased as operational activities progress. Therefore, the company continues to gain profits to support the company's growth. Analysis of the accuracy of the model using MAPE shows that PT Kereta Api Indonesia's financial reporting model can be said to be good and feasible. | |
| 37988 | 40689 | H1B018095 | EVALUASI KEANDALAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS GEDUNG INTEGRATED ACADEMIC BUILDING UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN) | Kebakaran merupakan salah satu bencana yang dampaknya dapat memberikan jumlah korban dan kerugian yang cukup besar. Proteksi keselamatan kebakaran atau fire safety protection mempunyai parameter yang berperan penting dalam meningkatkan keselamatan kebakaran pada bangunan gedung tinggi. Untuk menguji kehandalan sistem proteksi kebakaran maka dilakukan Evaluasi Keandalan Sistem Proteksi Kebakaran Gedung. Penulis menggunakan pedoman pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung (Pd-T-11-2005-C) yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung tinggi, yaitu Integrated Academic Building UNSOED. Metode yang dilakukan yaitu metode deskriptif – kuantitatif untuk mengetahui nilai keandalan keselamatan kebakaran gedung berdasarkan Peraturan Pd-T-11-2005-C. Hasil yang didapat yaitu nilai keandalan keselamatan kebakaran bangunan yang mendapatkan nilai 83,93% atau dalam kategori “B” (Baik), namun ada beberapa komponen yang dirasa kurang baik, sehingga penulis memberikan rekomendasi dan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan sebagai referensi untuk pengelola gedung melakukan perbaikan, yaitu perbaikan GWT, menambah jumlah APAR dan memberi petunjuk untuk siamese connection. | Wildfire is one of the disasters whose impact can give a large number of victims and losses. Fire safety protection has parameters that play an important role to improving fire safety in high-rise buildings. To test the reliability of the fire protection system, an Evaluation of the Reliability of the Building Fire Protection System is carried out. The author uses the building fire safety inspection guidelines (Pd-T-11-2005-C) issued by the Research and Development Agency of the Ministry of Public Works. This study aims to identify fire protection systems for high-rise buildings, namely the UNSOED Integrated Academic Building. The method used is descriptive – quantitative method to determine the reliability value of building fire safety based on Regulation Pd-T-11-2005-C. The results obtained are the reliability value of building fire safety which gets a value of 83.93% or in the "B" (Good) category, but there are several components that are felt to be not good, so the authors provide recommendations and budget plans needed as a reference for building managers carry out repairs, namely repairing GWT, increasing the number of fire extinguishers and providing instructions for Siamese connection. | |
| 37989 | 40690 | K1B018026 | MODEL KOMPARTEMEN LAPORAN KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA DENGAN KONTROL HASIL INVESTASI | Pada penelitian ini, dibentuk model laporan keuangan PT Telkom Indonesia. Model yang digunakan, yaitu model dua kompartemen dengan pemasukan sebagai kompartemen pertama dan pengeluaran sebagai kompartemen kedua. Dalam kompartemen pertama terdapat tiga materi yang masuk, yaitu modal usaha, hasil investasi, dan pendapatan sedangkan materi yang keluar berupa biaya operasional dan biaya nonoperasional. Dalam kompartemen kedua terdapat tiga materi yang masuk, yaitu biaya operasional, biaya nonoperasional, dan pajak usaha sedangkan materi yang keluar berupa pendapatan. Pada model ini, ditambahkan kontrol berupa hasil investasi pada kompartemen pertama. Penyelesaian model dicari secara kuantitatif menggunakan metode matriks dan metode koefisien tak tentu. Pada penelitian ini, dianalisis keterkontrolan model untuk mengetahui keterkontrolan pertumbuhan perusahaan. Analisis perilaku model sebelum dikontrol dan setelah dikontrol menggunakan data laporan keuangan PT Telkom Indonesia Tahun 2015 – 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model laporan keuangan PT Telkom Indonesia dapat terkontrol yang artinya pertumbuhan perusahaan juga dapat terkontrol. Berdasarkan analisis perilaku model, jumlah pemasukan dan jumlah pengeluaran setelah dikontrol akan mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan model sebelum dikontrol yang artinya hasil investasi sangat berpengaruh bagi pertumbuhan perusahaan | Pada penelitian ini, dibentuk model laporan keuangan PT Telkom Indonesia. Model yang digunakan, yaitu model dua kompartemen dengan pemasukan sebagai kompartemen pertama dan pengeluaran sebagai kompartemen kedua. Dalam kompartemen pertama terdapat tiga materi yang masuk, yaitu modal usaha, hasil investasi, dan pendapatan sedangkan materi yang keluar berupa biaya operasional dan biaya nonoperasional. Dalam kompartemen kedua terdapat tiga materi yang masuk, yaitu biaya operasional, biaya nonoperasional, dan pajak usaha sedangkan materi yang keluar berupa pendapatan. Pada model ini, ditambahkan kontrol berupa hasil investasi pada kompartemen pertama. Penyelesaian model dicari secara kuantitatif menggunakan metode matriks dan metode koefisien tak tentu. Pada penelitian ini, dianalisis keterkontrolan model untuk mengetahui keterkontrolan pertumbuhan perusahaan. Analisis perilaku model sebelum dikontrol dan setelah dikontrol menggunakan data laporan keuangan PT Telkom Indonesia Tahun 2015 – 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model laporan keuangan PT Telkom Indonesia dapat terkontrol yang artinya pertumbuhan perusahaan juga dapat terkontrol. Berdasarkan analisis perilaku model, jumlah pemasukan dan jumlah pengeluaran setelah dikontrol akan mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan model sebelum dikontrol yang artinya hasil investasi sangat berpengaruh bagi pertumbuhan perusahaan | |
| 37990 | 40691 | K1B019058 | ANALISIS TINGKAT KEPESERTAAN KELUARGA BERENCANA PADA PASANGAN USIA SUBUR DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2021 MENGGUNAKAN REGRESI SPLINE LINIER MULTIVARIABEL | Salah satu upaya pemerintah dalam mensosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi adalah dengan menggencarkan program Keluarga Berencana (KB). Program KB memiliki banyak manfaat positif bagi keluarga, terutama bagi Pasangan Usia Subur (PUS) yang merupakan sasaran utama program KB. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap tingkat kepesertaan KB pada PUS menggunakan metode regresi spline linier multivariabel, dengan sampel data adalah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2021. Kriteria untuk membentuk model yaitu dengan mencari kombinasi titik-titik knot yang menghasilkan Mean Square Error (MSE) minimum. Berdasarkan model, didapatkan bahwa tingkat kelahiran (X_1) dan tingkat pernikahan dini (X_2) merupakan variabel prediktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepesertaan KB pada PUS, sedangkan variabel prediktor tingkat perceraian (X_3) tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi pada model sebesar 81,86%. | One of the government's efforts in socializing the use of contraceptives is to intensify the Family Planning (KB) program. The family planning program has many positive benefits for families, especially for Fertile Age Couples (Pasangan Usia Subur/PUS) who are the main target of the family planning program. In this thesis, the level of KB participants in PUS is analyzed using the multivariable linear spline regression method, with data samples in the Regency / City in Central Java Province in 2021. The criterion for forming a model is to find a combination of knot points that has the minimum Mean Square Error (MSE). Based on the model, it is found that the birth rate (X_1) and early marriage rate (X_2) are predictor variables that have a significant effect on the level of KB participants in PUS, while the predictor variable divorce rate (X_3) has no significant effect. The coefficient of determination in the model is 81.86%. | |
| 37991 | 40692 | L1A019059 | HUBUNGAN PANJANG BOBOT DAN FAKTOR KONDISI KERANG HOTATE (Patinopecten yessoensis Jay,1857) DI TELUK FUNKA, JEPANG | Teluk Funka memiliki potensi sumberdaya perikanan salah satunya yaitu budidaya kerang hotate (Patinopecten yessoensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang bobot dan faktor kondisi kerang hotate yang dibudidayakan di Teluk Funka. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel P. yessoensis ditimbang menggunakan timbangan digital dan panjang kerang hotate diukur menggunakan image J. Data dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan data yang digunakan yaitu bulan Juni dan bulan gabungan (Juni-Agustus) karena nilai R2 mendekati 1 yang berarti memiliki tingkat kepercayaan yang kuat dengan pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor kondisi berfluktuasi dengan nilai masing-masing 2,83, 0,557, 7,3, dan 1,103. | Hotate scallop (Patinopecten yessoensis) is a potential resource from Funka Bay. The aim of study was to determine the relationship length-weight and condition factors of hotate cultivated in Funka Bay. Sample was collected using purposive sampling method. Weight of hotate clams directly pondered by digital scales. Length of hotate clams measured by image j software. Data of growth and length hotate scallop was analyzed using linear regression. The results showed that the data used were data in June and the combined month (June-August) because the R2 value was close to 1, which means it has a strong level of confidence with a negative allometric growth pattern. The condition factor fluctuates with valued of 2.83, 0.557, 7.3, and 1.103 respectively. | |
| 37992 | 44291 | E1A020012 | TINDAK PIDANA PERKELAHIAN TANDING ANTAR ANAK YANG MENGAKIBATKAN MATI (Studi Kasus Dalam Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor: 4/Pid.Sus.Anak/2023/PN Bms) | ABSTRAK Melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya dalam diri seorang anak. Sejak seseorang dilahirkan, anak berhak mendapatkan dan memperoleh perlindungan dari orang tua sesuai dengan yang ada dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Kekerasan kerap terjadi dengan korban yang berupa anak-anak, hal ini merupakan salah satu tindak pidana yang menempati urutan teratas dalam kasus kekerasan terhadap anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu kasus yang terjadi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Banyumas adalah tindak pidana kekerasan yang dilakukan pada tanggal 14 Juli 2023, oleh Terdakwa (15 Tahun) yang mengakibatkan korban (15 Tahun) meninggal dunia. Hal ini tertuang dalam Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor: 4/Pid.Sus.Anak/2023/PN Bms, untuk mengetahui unsur-unsur dalam pasal terkait dan pertimbangan hukum hakim dalam kasus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Yuridis-Normatif dengan spesifikasi penelitian Preskriptif. Jenis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian adalah Data Sekunder. Dari penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan bahwa, Terdakwa terbukti telah melakukan tindak pidana perkelahian tanding antar anak yang mengakibatkan mati dan melanggar Pasal 80 ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam hal penjatuhan hukuman pidana yang dijatuhkan oleh Hakim terlalu besar untuk Anak sehingga pada penelitian ini Penulis lebih setuju kepada tuntutan yang ditetapkan oleh Jaksa Penuntut Umum. | The dignity of a child as a whole human being is inherent. Since a child is born, has the right to get and receive protection from parents in accordance with the Child Protection Act. At present, children are very vulnerable to various kinds of criminal acts that often occur. Violence often occurs with victims who are children, this is one of the crimes that ranks at the top of cases of violence against children throughout the world, including in Indonesia. One of the cases that occurred in the jurisdiction of the Banyumas District Court was a crime of violence committed on July 14, 2023 by the defendant (15 years old) which resulted in the death of the victim (15 years old). This is contained in the decision of the Banyumas District Court number: 4/Pid.Sus.Anak/2023/PN Bms. To find out the elements in the relevant article and the legal considerations of the judge in this case. This research uses the juridical-normative research method with prescriptive research specifications. The type of legal material used in the research is secondary data. From this research, it can be concluded that the defendant was proven to have committed the crime of fighting between children that resulted in death and violated Article 80 paragraph (3) of Law No. 35 of 2014 on Amendments to Law No. 23 of 2002 on Child Protection. Regarding the imposition of criminal penalties by the judge, it is too great for the child, so that in this study the author agrees more with the charges set by the prosecutor. | |
| 37993 | 40694 | F1C017061 | UPAYA KOMUNIKASI TIM PENDAMPING KELUARGA TENTANG RISIKO STUNTING DI DESA DATAR | Upaya Komunikasi Tim Pendamping Keluarga Tentang Risiko Stunting Di Desa Datar Permasalahan stunting merupakan salah satu bagian dari Double Burden Malnutrition (DBM) mempunyai dampak yang sangat merugikan baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi produktivitas ekonomi dan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Stunting memiliki dampak terhadap perkembangan anak, dalam jangka pendek, stunting terkait dengan perkembangan sel otak yang akan menyebabkan tingkat kecerdasan menjadi tidak optimal. Hal ini berarti bahwa kemampuan kognitif anak dalam jangka panjang akan lebih rendah dan akhirnya menurunkan produktifitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya komunikasi yang dilakukan oleh tim pendamping keluarga pada ibu hamil untuk memberi kesadaran tentang risiko stunting di Desa Datar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Tim Pendamping Keluarga (TPK) Desa Datar telah melakukan beberapa upaya komunikasi untuk memberikan kesadaran tentang stunting yaitu pendampingan ibu hamil, pemberian motivasi kepada ibu hamil serta bantuan berupa susu ibu hamil dan kunjungan rumah ibu hamil. Upaya tersebut telah dilakukan secara rutin dan memberikan penururan angka stunting di Desa Datar. Kata Kunci : Stunting, Ibu hamil, Risiko. | Family Assistance Team Communication Efforts About the Risk of Stunting in Datar Village The problem of stunting is a part of Double Burden Malnutrition (DBM) which has a very detrimental impact both in terms of health and in terms of economic productivity and in the short and long term. Stunting has an impact on children's development, in the short term, stunting is related to the development of brain cells which will cause the level of intelligence to not be optimal. This means that children's cognitive abilities in the long run will be lower and ultimately reduce productivity and hinder economic growth. This study aims to describe the communication efforts made by the family assistance team for pregnant women to prevent the risk of stunting in Datar Village. The research method used is descriptive qualitative and data collection uses observation, interviews and documentation. The results of this study concluded that the Flat Village Family Assistance Team (TPK) had made several communication efforts to provide awareness about stunting, namely assisting pregnant women, providing motivation to pregnant women and assistance in the form of milk for pregnant women and home visits to pregnant women. These efforts have been carried out routinely and have resulted in a reduction in the stunting rate in Datar Village. Keywords: Stunting, pregnant women, risk. | |
| 37994 | 40721 | H1A019097 | STUDI PERENCANAAN SISTEM PENERANGAN JALAN DENGAN TENAGA SURYA DI DESA SERAYU LARANGAN | Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) merupakan penerangan jalan yang mengubah energi surya menjadi energi listrik menggunakan modul pholtovoltaic (PV). Provinsi Jawa Tengah memiliki radiasi sebesar 4,8 kWh/m^2. Dengan potensi tersebut, tidak menutup kemungkinan Desa Serayu Larangan, yang terletak di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah dapat memanfaatkan tenaga surya secara optimal. Penelitian ini difokuskan pada perencanaan sistem PJUTS dalam teknis dengan menggunakan perhitungan manual dan software PVsyst 7.2. Menggunakan 2 sistem yakni sistem terpusat dan sistem tersebar serta analisis ekonomi dan replacement untuk mengetahui biaya sistem PJUTS selama waktu yang sudah ditentukan pada jalan di Desa Serayu Larangan. Penelitian ini melibatkan perencanaan dan analisis biaya penggunaan PJUTS pada jalan Desa Serayu Larangan selama 20 tahun. Dengan menggunakan perhitungan manual dan bantuan software PVsyst 7.2, dipilih kombinasi sistem yang optimal termasuk 24 modul surya, 6 solar charge conreoller, dan 24 baterai yang dirangkai 6 seri dan 4 parallel untuk sistem terpusat dan untuk sistem tersebar memiliki 1 modul surya, 1 solar charge controller, dan 1 baterai. Sistem terpusat memiliki biaya investasi awal sebesar Rp. 159.152.000,00, biaya investasi dan replacements selama 20 tahun sebesar Rp. 483.558.000,00. Selain itu sistem tersebar memiliki biaya investasi awal sebesar Rp. 9.742.600,00, biaya investasi dan replacement selama 20 tahun sebesar Rp. 24.383.600,00 untuk satu panel, sementara untuk 25 panel biaya awal sebesar Rp. 190.140.000,00, biaya investasi dan replacement sebesar Rp. 556.165.000,00. Untuk sistem PLN biaya investasi awal sebesar Rp. 67.446.250,00, biaya investasi dan replacement selama 20 tahun sebesar Rp. 218.282.500,00. | Solar Public Street Lighting (PJUTS) is street lighting that converts solar energy into electrical energy using pholtovoltaic (PV) modules. Central Java province has radiation of 4.8 kWh/m^2. With this potential, Serayu Larangan Village, which is located in Mrebet District, Purbalingga Regency, Central Java Province, can optimally utilize solar power. This research focused on PJUTS planning using manual calculations and PVsyst 7.2 software. Using 2 systems, a centralized system and a distributed system as well as economic analysis to find out the cost of PJUTS for a predetermined time on the road in Serayu Larangan Village. This research involved planning and analyzing the cost of using PJUTS on Serayu Larangan Village roads for 20 years. By using manual calculations and the help of PVsyst 7.2 software, the optimal system combination was selected including 24 solar modules, 6 SCC, and 24 batteries arranged in parallel for a centralized system and for a distributed system having 1 solar module, 1 SCC, and 1 battery. The centralized system has an initial investment cost of Rp. 159,152,000.00, the cost of investment and replacements for 20 years is Rp. 483,558,000.00. In addition, the distributed system has an initial investment cost of Rp. 9,742,600.00, investment and replacement costs for 20 years amounting to Rp. 24,383,600.00 for one panel, while for 25 panels the initial fee is Rp. 190,140,000.00, investment and replacement costs of Rp. 556,165,000.00. For the PLN system, the initial investment cost is Rp. 67,446,250.00, investment and replacement costs for 20 years amounting to Rp. 218,282,500.00. | |
| 37995 | 40729 | F1F016034 | Analisis Kebijkana Luar Negeri Filipina Terhadap China Dalam Konflik Laut China Selatan Pada Masa Presiden Rodrigo Duterte | Penelitian dengan judul “Analisis Kebijakan Luar Negeri Filipina Terhadap China Dalam Konflik Laut China Selatan Pada Masa Presiden Rodrigo Duterte” membahas mengenai respon Filipina melalui kebijakan luar negerinya terhadap tindakan China di kawasan Laut China Selatan (LCS) ditengah konflik yang sedang berjalan diantara kedua negara tersebut. Penulis melihat bagaimana kecenderungan pemerintah Filipina pada masa presiden Rodrigo Duterte memilih untuk mendekatkan diri dengan China dengan melakukan kerja sama bilateral di berbagai sektor. Pendekatan yang dilakukan Duterte diharapkan mampu meredam tensi konflik yang berlangsung di LCS. | The research entitled "Analysis of Philippine Foreign Policy Against China in the South China Sea Conflict During President Rodrigo Duterte" discusses the response of the Philippines through its foreign policy to China's actions in the South China Sea (LCS) region amid the ongoing conflict between the two countries. . The author looks at the tendency of the Philippine government under President Rodrigo Duterte to choose to get closer to China by conducting bilateral cooperation in various sectors. It is hoped that the approach taken by Duterte will be able to reduce the tension of conflicts that are taking place in the South China Sea. | |
| 37996 | 40769 | E1A019009 | PEMBATALAN MEREK TERDAFTAR YANG MEMILIKI PERSAMAAN PADA POKOKNYA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 123 K/PDT.SUS-HKI/2023 | Dalam dunia perdagangan, Merek menjadi hal penting bagi suatu produk karena Merek dapat menjadi penentu bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya kepada suatu produk. Hal tersebut menjadi penyebab persaingan dagang menjadi tidak wajar ketika kompetitor bertindak merugikan pihak lain berupa penyamaran atau peniruan terhadap Merek yang sudah terkenal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembatalan Merek terdaftar yang memiliki persamaan pada pokoknya dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 123 K/Pdt.Sus-HKI/2023 beserta akibat hukum dari pembatalan Merek terdaftar berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Yang dikumpulkan melalui metode studi kepustakaan. Data tersebut kemudian diolah serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembatalan Merek Segi Tiga Emas milik Para Tergugat sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 21 ayat (1) huruf a dan Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Akibat hukum dari pembatalan Merek Segi Tiga Emas dalam Putusan Makhamah Agung Nomor 123 K/Pdt.Sus-HKI/2023 adalah Merek tersebut dicoret dari Daftar Umum DJKI. | In the world of trade, Trademark becomes important for a product because Trademark can be a determinant for the public to determine their choice of a product. It becomes the cause of trade competition becomes unnatural when competitors act to the detriment of other parties in the form of disguise or imitation of well-known Trademarks. This research aims to find out how the cancellation of registered Trademarks that have similarities in essence in Decision Number 123 K/Pdt.Sus-HKI/2023 along with the legal consequences of the cancellation of registered Trademarks based on Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. This research uses a normative juridical approach method with analytical descriptive research specifications. The data sources used in this research are secondary data sources in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. Which is collected through the literature study method. The data is then processed and analyzed using qualitative normative methods and presented in the form of narrative text. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the cancellation of the Golden Triangle Trademark owned by the Defendants is in accordance with the provisions of Article 21 paragraph (1) letter a and Article 21 paragraph (3) of Law Number 20 Year 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. The legal effect of the cancellation of the Golden Triangle Trademark in Decision Number 123 K/Pdt.Sus-HKI/2023 is that the Trademark is removed from the General Register of the DJKI. | |
| 37997 | 40696 | K1A019076 | Aplikasi dan Karakterisasi Pewarna Alami Daun Ketapang, Daun Jambu Biji, dan Daun Mangga untuk Pewarnaan Batik | Zat warna alami merupakan warna yang berasal dari alam serta dapat digunakan untuk mewarnai batik. Zat warna alami dapat diperoleh dari tumbuhan seperti daun ketapang, daun jambu biji, dan daun mangga. Penggunaan zat warna alami perlu diimbangi dengan fiksator. Fiksator merupakan zat yang dapat meningkatkan tahan luntur warna serta memberikan perubahan arah warna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis fiksator terhadap karakteristik warna alami daun ketapang, daun jambu biji, dan daun mangga serta menganalisis intensitas warna dan tahan luntur warna alami terhadap pengaruh sinar matahari, pencucian komersial, dan gosokan. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi, uji fitokimia, pengujian pH, dan pembuatan batik dengan enam tahapan yaitu scouring, pre-mordanting, pengecapan, pewarnaan, post-mordanting (fiksasi) dan lorod. Hasil penelitian membuktikan fiksator berpengaruh terhadap meningkatnya nilai tahan luntur warna dengan cara memperkuat ikatan antara kain dan tanin. Penggunaan fiksator juga mempengaruhi arah warna pada kain berupa fiksator tawas menghasilkan warna yang lebih tajam dari warna tanpa fiksator, kapur menghasilkan warna sedikit lebih gelap karena adanya penurunan nilai kecerahan, sedangkan tunjung menghasilkan warna yang paling gelap. Karakterisasi tahan luntur warna menunjukkan bahwa pada uji TLW terhadap sinar matahari dan pencucian komersial zat warna alami masing-masing daun dengan fiksatornya menghasilkan nilai di atas batas minimum mutu kain, sedangkan pada uji TLW terhadap gosokan kering, ZWA daun ketapang dan daun jambu biji dengan fiksator tunjung menghasilkan nilai di bawah batas minimum mutu kain. Hal serupa terjadi pada uji TLW terhadap gosokan basah daun jambu biji dengan fiksator tunjung menghasilkan nilai di bawah batas minimum mutu kain. Berdasarkan hal tersebut penggunaan pewarna alami dengan fiksator tawas dan kapur memiliki nilai yang lebih baik dalam peningkatan tahan luntur warna dibanding fiksator tunjung. | Natural dyes are colors that come from nature and can be used to color batik. Natural dyes can be obtained from plants such as ketapang leaves, guava leaves, and mango leaves. The use of natural dyes needs to be balanced with fixators. Fixator is a substance that can increase color fastness and change the color direction. The purpose of this study was to determine the effect of the type of fixator on the natural color characteristics of ketapang leaves, guava leaves, and mango leaves and to analyze the color intensity and fastness of natural colors to the effects of sunlight, commercial washing, and rubbing. This research began with extraction, phytochemical testing, ph testing, and making batik with six stages, namely scouring, pre-mordanting, tasting, coloring, post-mordanting (fixation), and lorod. The results of the studies proved that the fixator affected increasing the valued of color fastness by strengthening the bond between the fabric and the tannins. The used of a fixator also affects the color direction of the fabric in the form of alum fixator producing a sharper color than the color without the fixator, lime produces a slightly darker color due to a decrease in the brightness valued, while tunjung produces the darkest color. Characterization of color fastness showed that the TLWtest on sunlight and commercial washing of natural dyes for each leaf with its fixator produced a valued above the minimum limit for fabric quality, whereas in the TLW test for dried rubbing, zwa of ketapang left and guava left with fixator tunjung produces a valued below the minimum quality limit of cloth. The same thing happened to the TLW test on wet rubbing of guava left with a tunjung fixator which resulted in values below the minimum quality limit for the fabric. Based on this, the used of natural dyes with alum and lime fixators had a better valued in increasing color fastness than the tunjung fixator. | |
| 37998 | 40695 | L1B019025 | Karakter Morfologi dan Morfometrik Kerang Hotate (Patinopecten yessoensis) pada Dua Stadia di Teluk Funka, Hokkaido, Jepang | Teluk Funka terletak di Jepang bagian utara di mana kondisi lingkungan di daerah tersebut sesuai bagi pertumbuhan kerang hotate (Patinopecten yessoensis). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter morfologi dan morfometrik kerang hotate pada dua stadia yang dibudidayakan di Teluk Funka, Hokkaido, Jepang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik morfologi utama kerang hotate pada stadia juvenil dan dewasa meliputi bentuk cangkang stadia juvenil lebih bulat dibandingkan dengan stadia dewasa, garis pertumbuhan pada stadia juvenil belum terlihat dibandingkan dengan stadia dewasa, warna permukaan dalam cangkang kerang juvenil lebih putih dibandingkan dengan stadia dewasa, bekas perlekatan otot adduktor stadia juvenil lebih kecil dibandingkan dengan stadia dewasa. Sedangkan karakter morfometrik kerang hotate pada stadia juvenil dan dewasa meliputi pengukuran panjang, tinggi, dan tebal di mana ukuran panjang cangkang stadia juvenil hampir enam kali dari tebal, sedangkan ukuran panjang cangkang stadia dewasa lima kali dari tebal untuk melakukan adaptasi dengan lingkungannya. | Funka Bay is located in northern Japan where the environmental conditions in the area are suitable for the growth of hotate clams (Patinopecten yessoensis). The aim of this study was to determine the morphological and morphometric characteristics of hotate clams at two stadia cultivated in Funka Bay, Hokkaido, Japan. Sampling was conducted using purposive sampling method. The results showed differences in the main morphological characteristics of hotate clams in juvenile and adult stadia including the shape of the shell of juvenile stadia is more rounded compared to adult stadia, growth lines in juvenile stadia are not yet visible compared to adult stadia, the color of the inner surface of the shell of juvenile clams is whiter than adult stadia, the adductor muscle attachment marks of juvenile stadia are smaller than adult stadia. While the morphometric characteristics of hotate clams in juvenile and adult stadia include measurements of length, height, and thickness where the length of the juvenile stadia shell is almost six times the thickness, while the length of the adult stadia shell is five times the thickness to adapt to its environment. | |
| 37999 | 40728 | E1A019349 | PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM PERKARA JARIMAH PEMERKOSAAN TERHADAP ORANG YANG MEMILIKI HUBUNGAN MAHRAM (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor16/JN/2021/MS.Jth Juncto Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 22/JN/2021/MS.Aceh) | Skripsi ini membahas perkara jarimah pemerkosaan yag diadili di Mahkamah Syar'iyah. Mahkamah Syar'iyah Jantho menangani Putusan Nomor 16/JN/2021/MS.Jth pada peradilan tingkat pertama dengan amar putusan terdakwa terbukti bersalah melakukan jarimah pemerkosaan dan Mahkamah Syar'iyah Aceh menangani Putusan Nomor 22/JN/2021/MS.Aceh yang merupakan peradilan tingkat banding dengan amar putusan tidak terbukti secara sah bersalah. Pada putusan Nomor 22/JN/2021/MS.Aceh majelis hakim berpendapat bahwa unsur-unsur dari dakwaan tidak terbukti, keterangan saksi yang tidak berkesesuaian, alat bukti petunjuk tidak bisa digunakan dalam perkara yang berlangsung dan Visum et Repertum tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti dalam perkara yang berlangsung. Untuk mengetahui bagaimana sistem pembuktian berdsarkan Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Hukum Acara Jinayat dan untuk mengetahui bagaimana hakim Mahkamah Syar'iyah dalam menimbang serta memutus suatu perkara pemerkosaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian ini adalah perspektif analisis. Metode pengumpulan bahan hukumnya yakni menginventarisasi bahan hukum primer dan dilakukan studi pustaka pada bahan hukum sekunder yang kemudian dilakukan analisis kualitatif. Dapat disimpulkan bahwa putusan serta pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 22/JN/2021/MS.Aceh kurang tepat terutama pada Visum et Repertum yang tidak bisa dijadikan sebagai bukti dalam perkara yang berlangsung. Dalam membuat pertimbangan hukum harus dengan nalar yang baik, hal tersebut yang menjadikan alasan bagi hakim untuk lebih mengedepankan asas tertentu tanpa meninggalkan asas yang lain tentunya. Dengan demikian kualitas putusan hakim dapat dinilai dari bobot alasan dan pertimbangan hukum yang digunakan dalam perkara. | This thesis discusses the rape finger case which was tried in the Syar'iyah Court. The Jantho Syar'iyah Court handled Decision Number 16/JN/2021/MS.Jth at the first level of court with the ruling that the defendant was found guilty of committing rape and the Aceh Syar'iyah Court handled Decision Number 22/JN/2021/MS.Aceh which was appellate court with a verdict not legally proven guilty. In decision No. 22/JN/2021/MS.Aceh the panel of judges was of the opinion that the elements of the indictment were not proven, the testimony of the witnesses did not coincide, evidence could not be used in the ongoing case and Visum et Repertum could not be used as evidence in the ongoing case. To find out how the evidentiary system is based on Aceh Qanun Number 7 of 2013 concerning the Jinayat Procedure Law and to find out how Syar'iyah Court judges weigh and decide on a rape case. The research method used in this study is normative juridical with the specification of this research is an analytical perspective. The method of collecting legal materials is to take inventory of primary legal materials and conduct literature studies on secondary legal materials which are then carried out qualitative analysis. It can be concluded that the judge's decision and legal considerations in Decision Number 22/JN/2021/MS.Aceh are not quite right, especially regarding Visum et Repertum which cannot be used as evidence in an ongoing case. In making legal considerations, one must have good reason, this is the reason for judges to prioritize certain principles without abandoning other principles, of course. Thus the quality of the judge's decision can be assessed from the weight of the reasons and legal considerations used in the case. | |
| 38000 | 40803 | B1A016122 | KEANEKARAGAMAN VEGETASI PENDUKUNG BUDIDAYA LEBAH KLANCENG DI CILONGOK | Budidaya lebah klanceng termasuk budidaya yang mudah karena tingkat keberhasilannya tergolong baik. Ketersedian pakan atau vegetasi pendukung dan pengelolaan setup merupakan faktor utama dalam keberhasilan budidaya klanceng. Vegetasi pendukung budidaya lebah klanceng meliputi tanaman buah, tanaman sayur, tanaman industri, dan tanaman hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis vegetasi pendukung terhadap budidaya lebah klanceng dan jenis vegetasi pendukung yang dominan terhadap budidaya lebah klanceng. Penelitian dilakukan di tempat budidaya lebah klanceng di desa Pageraji Cilongok dengan menggunakan metode petak. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2022, menggunakan metode petak pada empat penjuru mata angin dengan titik pusat di koloni lebah klanceng dengan jarak titik pusat 50m, 100m, 150m, pada tiap titik dibuat petak kuadrat 10m x 10m sebanyak 3 kali pengulangan. Variabel yang digunakan ada dua yaitu,variabel terikat yaitu vegetasi pendukung, variabel bebas yaitu perbedaan jarak dari koloni lebah klanceng dan parameter penelitian yang diukur adalah jumlah jenis tanaman, dan jumlah individu. Data hasil penelitian di analisis menggunakan indeks nilai penting (INP) untuk mengetahui dominasi suatu vegetasi pendukung dalam komunitas budidaya klanceng. Indeks jenis keanekaragaman (H’) untuk mengetahui kestabilan komunitas budidaya klanceng. Kemerataan dan indeks kesamaan komunitas (IS) untuk mengetahui perseberan vegetasi pendukung dalam komunitas budidaya klanceng. Hasil penelitian didapatkan 32 jenis vegetasi pendukung budidaya lebah klanceng dengan 23 famili. Vegetasi pendukung disekitar koloni memmiliki jenis vegetasi paling beragam, semakin jauh dari koloni maka keanekaragamannya berkurang. Keanekaragaman berkurang dikarenakan ada jenis yang dominan yaitu tanaman kelapa (Cocos nucifera). Komposisi komunitas yang hampir mirip berada pada jarak 100m dengan 150m dikarenakan jenis yang ditemukan diantara kedua jarak tersebut hampir sama. | Cultivating bee klanceng is easy cultivation because the success rate is quite good. Availability of feed or vegetation support and management arrangements are the main factors in the success of the cultivation of klanceng. Supporting vegetation for beekeeping includes fruit trees, vegetable plants, industrial plants and forest plants. This study aims to determine the types of supporting vegetation for beekeeping and the dominant supporting vegetation types for beekeeping. The research was conducted at the klanceng beekeeping site in Pageraji Cilongok village using the plot method. Data collection was carried out in March 2022, using the plot method in the four directions of the compass with the center point in the klanceng bee colony with a center point distance of 50m, 100m, 150m, at each point a square plot of 10m x 10m was made for 3 repetitions. There are two variables used, namely the dependent variable, namely supporting vegetation, the independent variable, namely the difference in distance from the bee colony and the research parameters measured were the number of plant species and the number of individuals. The research data were analyzed using an important value index (INP) to determine the dominance of a supporting vegetation in the klanceng cultivation community. Diversity type index (H') to determine the stability of the klanceng cultivation community. Evenness and community similarity index (IS) to determine the distribution of supporting vegetation in the klanceng cultivation community. The results of the study obtained 32 types of supporting vegetation for beekeeping with 23 families. Supporting vegetation around the colony has the most diverse types of vegetation, the farther from the colony the less diversity. Diversity is reduced because there is a dominant species, namely the coconut plant (Cocos nucifera). The composition of the community is almost similar at a distance of 100m and 150m because the species found between the two distances are almost the same. |